Lebaran dan Gelas Kecil

Entah kenapa 2 hari ini saya tidak bisa mendapatkan ide untuk membuat sebuah artikel di Worsped, atau hanya sebuah cerita tentang lebaran yang pada umumnya kebanyakan para writermenulis tentang topic tersebut.

Mungkin ini yang disebut sebut writer block oleh kabanyakan penulis, disaat otak sudah mulai tidak bisa berpikiir untuk mendapatkan sebuah ide atau sebuah cerita, dan keadaan diri yang tidak mengizinkan untuk berpetualang

disaat lebaran dikarenakan istri tak lagi bisa kemana mana (proses penyembuhan pasca persalinan).

Secara logika ketika dengan tidak bepergiannya saya, seharusnya saya bisa memikirkan sesuatu ide untuk ditulis, tapi memang otak lagi blank, serta tidak adanya kesempatan waktu untuk menulis dikarenakan banyaknya tamu yang dating mengingat dalam kondisi lebaran serta kesibukan ayah yang menghadapi tiga bidadari (ibu dan 2 anak perempuan) dengan kemanjaan dan meminta perhatian lebih.

Sedikit lebay emang alasan alasan tersebut, itulah hebatnya saya dengan berbagai penyangkalan penyangkalan atas kemalasan saya dengan menyalahkan waktu dan kesempatan yang tak kunjung datang.

Kembali ke topic “lebaran dan Gelas mini”. Sebelumnya saya sudah mengatakan bahwa disaat lebaran saya tidak kemana mana, hanya pas hari pertama lebaran saja saya mudik dengan Naila ke kampung halaman.

Hari berikutnya saya lebih banyak menghabiskan waktu dirumah menunggu teman, saudara atau tamu yang datang. *jaga rumah ceritanya.

Pas teman sekelas saya waktu SMK dulu mengunjungi rumah saya, selayaknya orang yang rindu suudah lama tidak ketemu, kita saling becanda dan menceritakan masa lalu yang konyol dan masa masa indah berbaju abu abu putih SMK dulu.

Sebagai tuan rumah yang baik, Saya tawarkan dan sodorkan minuman coca cola Zero sugar men dengan beberapa gelas ukuan mini. Awalnya tanggapan mereka biasa saja, saat mereka mencoba menuangkan air dalam gelas, mereka kesulitan dalam mengira ngira isi yang pas.

Coca cola dengan mini gelas

Jadi kebanyakan dari mereka yang menuangkan airnya tumpah tumpah. Dan saat minum hanya sekali teguk, tidak sebanding dengan sulitnya menuangkan dengan terpuasnya dahaga.

“PELIT” itulah kata yang diucapkan oleh teman teman saya. Ya pada dasarnya ide mengunakan gelas mini tersebut memang untuk penghematan air :-p. disamping hemat karena saya membeli minuman tersebut hanya 3 botol ukuan 2 Liter, juga menghindari kata “Mubazir” yang sering kali terjadi saat lebaran seperti ini.

Dulu saya menyuguhi dengan segelas (ukuran sedang) air minum baik teh atau minuman lainnya dengan membuat sendiri, kebanyakan hanya diminum ¼ atau ½ gelas saja.

Kemudian beralihlah saya  dengan minuman air putih digelas (aqua) atau minuman seperti teh gelas atau minuman lainnya dengan ukuran gelas 250 mL juga tetap sama tidak pernah habis.

Dan sekarang saya beralih ke minuman air putih ukuran mini 150mL dengan variasi minuman bersoda memakai gelas mini sebagai wadahnya. Dan Alhamdulillah cara ini bisa menekan angka “Kemubaziran” dalam penyuguhan minuman pada tamu walaupun untuk air putih tetap saja ada sisa padahal hanya 150mL saja.

Sebenarnya ide ini sudah saya impikan sejak 2 lebaran silam, tapi baru lebaran ini saya mewujudkan impian yang terpendam tertunda itu. Haha 😀
Udah cukup, sudah tidak ada kata kata lagi yang harus saya ketik.

Wassalamualikum Warohmatullohi Wabarokatu

Share This :

0 Replies to “Lebaran dan Gelas Kecil”

  1. wah iya juga ya.. pake gelas kecil.. hmm…
    gelasnya sekecil gelas utk air zam2 ga kak? yg kek gelas kungfu2 gitu korban film

    1. Iya… Gelasnya segitu..
      Emang di persiapin gelasnya dulu…
      Siapa tau entar bisa haji dan dapat air ZAM ZAM …
      Amin

    2. aamiin 😀
      semoga diijabah cita2nya, Kak.. :))

  2. What a Good idea ! 😀

  3. […] lebaran kemarin, aku bercerita tentang gelas kecil untuk menjamu para tamu. Rencananya sih biat air minumnya bisa sedikit awet, kan terkadang ada tamu […]

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.