Susu Degan

Hai guys, senang rasanya ada sesuatu yang saya tulis mengenai kategori “pena berjalan“. Memang sejak awal saya ingin memperbanyak artikel tentang perjalanan. Masalahnya saya jarang keluar jalan jalan, jadi tak ada artikel tentang perjalanan dech akhirnya.

Tidak harus jauh sih seperti orang lain yang menulis artikel liburannya ke

kota wisata maupun ke luar Negeri. Di samping memang butuh banyak biaya dan juga saya tidak mempunyai banyak waktu luang dengan kesibukan keseharian sebagai buruh pabrik.

Yang saya inginkan hanya merekam segala sesuatu tentang perjalanan yang saya lakukan,entah itu tentang tempat ngopi, tempat wisata dalam kota dan sebagainya. Terlebih lagi saya ingin menonjolkan artikel tentang kota tercinta saya ini.

Gini nih Enaknya saat kerja sendirian (biasanya dengan istri mengingat saya dan satu perusahaan sebelum dia resign). Saya mempunyai banyak waktu senggang saat pulang kerja. Dulu saat masih bujangan, kalau pulang kerja saya lebih menghabiskan waktu untuk jalan bersama teman-teman. Entah itu hanya sekedar beli es maupun kopi, atau beli jajanan di warung terbuka pinggir jalan atau cafe.

Hari sabtu kemarin, tepat pulang dari tempat kerja, saya dan teman teman mampir ke sebuah tempat nongkrong yang biasanya teman-teman saya nongkrong disitu. Karena selama 3 tahun ini saya jarang ikut nongkrong, jadi serasa kembali muda lagi dengan nongkrong sama para berondong- berondong.

Tempatnya tidak jauh dari perusahaan yang memperkerjakan saya, sekitar 20 meter dari gang masuk ke perusahaan.memang tempatnya tidak begitu istimewa. Tapi bagi saya, suasana seperti ini yang sudah lama saya inginkan.

Dengan view rel kereta api yang ramai anak kecil main disana. Entah main apa’an coba mereka disitu. Tapi di tempat ini, tradisi main direl ini sudah sering dilakukan terutama saat sore hari. Apalagi di bulan Ramadhan, bukan hanya anak kecil saja yang ngabuburit disitu, orang dewasa juga banyak yang menunggu adzan magrib direl tersebut.

Ok,menu dari warung itu hanya degan saja dan beberapa gorengan. Yang unik disini, degannya dicampuri dengan susu kental manis. Harganya relatif murah dibanding di cafe-cafe * ya iyalah, secara warung terbuka pinggir jalan gitu.

Susu Degan, Susunya tidak kefoto

Karena bagi saya ini moment special pasca kembalinya saya ke mode bujang. Jadi tak lengkap kalau tidak di simpan kesebuah memory lewat sebuah foto gokil.

Capture Susu Degan

Dari ketiga teman saya dan saya sendiri memesan es susu degan, dan hanya teman saya yang satu ini yang memesan berbeda. Namanya panggilannya “Coy“. Dia cukup terkenal di kalangan karyawan pabrik. Dari sifatnya yang suka menyapa dengan menyebut orang lain dengan panggilan ” Coy“juga. Entah itu cowok maupun cewek panggilan tetap sama dengan sapaan “ halo coy“, “sehat coy” dan lain sebagainya.

Iniloh yang namanya mas Coy

Seperti yang saya katakan tadi, harga relatif bersahabat. Untuk ukuran gelas, harganya hanya 5rb per gelas. Sedangkan untuk yang seperti mas Coy ini harganya cuma 8rb aja coy.

Ini penampakan lesehan yang di ambil dari sudut jalan raya

Berminat untuk mencoba rasa degan di campuri susu kental manis. bisa di coba dirumah sendiri atau bisa juga mampir kesini di dusun Gerongan-Pasuruan sebelah timurnya gang masuk ke Angkatan Laut.

Sekian cerita hari ini, kapan-kapan lagi saya ceritakan perjalanan menarik lainnya. Mumpung saya serasa bujang kembali dengan sedikit bebas di sela-sela waktu pulang kerja.
Pdn. 30 Juli 2016

Susu Degan was last modified: Juli 31st, 2016 by Nur Irawan
Share This :

0 Replies to “Susu Degan”

  1. Segarnyo, jadi pengen tp ini dapatnya gimana haha

    1. Ya beli dunk…
      Beli degan nya sajo…
      Susu kentalnya beli sachetan aja..
      Atau ada yang gratisan…
      Hayati Minta sama zaenudin..
      😛

  2. Wah jadi kepengen tapi tempatnya jauh. Kayaknya mending beli ke pasar terus bikin sendiri. :))

    1. Iya…
      Buat sendiri bisa lebih enak.
      Apalagi pakai degan hijau…
      Hmmm… Seger abiss

  3. Duh segarnya..
    Aku biasanya minum degan yang kelapa kuning, kelapa gading, soalnya pohonnya pendek dan bisa disinggek pakai genter(?).
    Kalau yang hijau nunggu orang manjatin pohonnya.
    Atau pake jalan lainnya, beli.

    1. Itu bisa dicoba…
      Air degan ditambah es batu sesukanya dan ditambah susu kental manis…
      Lebih yummy loh rasanya

  4. kalo di tempat saya, es degan yang begituan biasanya yang jual orang brebes…

    1. Sebenarnya banyak di daerah saya yang jualan degan, kan pasuruan dekat dg lokasi tempat hunting degan seperti Lumajang dan Banyuwangi.
      Cuma yang jualan degan susu ya kayaknya cuma disitu aja.
      Aq sendiri jg baru tau kemarin

  5. Bisa nongkrong lagi dengan temen-temen lebih dari sekedar wisata, bro. Ada aja yang jadi bahan omongan apalagi di suguhi degan atau kopi, cukuplah untuk menghilangkan rasa jenuh. Suka dengan tulisan ini bro. Salam kenal dari saya. Hehehe

    1. Salam kenal juga bro…
      Bener tu, bukan ke tempat wisatanya yang bikin seru, tapi karena ada teman itu yang bikin seru

    2. Setuju, bro

  6. Lebih suka degan yang ori, tanpa gula maupun susu…

  7. Kalo aku ngak suka pake susu kaleng gitu, mau nya susu alami hahaha

    1. Susu alami yang mana?
      Susu sapi atau yang lainnya? ???
      xD

  8. Kalau pakai susu trus jadi seperti es kopyor gitu kali ya? 🙂

    1. wah kurang tau sih..
      gak pernah minum es kopyor

  9. besok besok susunya juga di foto ya mas. biar yang baca lebih betah mantengin artikelnya. ada baiknya susunya yang masih segar.

    1. hahahaa… 😀

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.