Sebuah Aturan Kehidupan

PERATURAN-HIDUP

Wan, ente sepeda’an nang Perempatan Pandaan ae pakai Helm, Koyok wong endi ae!”

Wan, kamu bersepeda motor ke Perempatan Pandaan saja pakai Helm, Seperti orang jauh aja!

Nyaris disemua kota, Bukan hanya dikota kecilku saja kebiasaan seperti itu, bahkan kota sebesar Pasuruan saja kalau memang orang asli situ, jarang yang memakai helm ketika keluar sekitaran kota itu. Terutama disaat malam hari, memang jarang ada polisi lalu lintas, walaupun ada, jarang juga mereka menciduk para pengguna motor tanpa kelengkapan, terkecuali ada operasi gabungan.

Ironis memang ketika sebuah peraturan hanya sekedar tulisan dan omongan belaka. Secara akal, peraturan dibuat untuk sebuah ketertiban dan keselamatan pengunanya. Tapi banyak diantara kita termasuk saya yang hanya menganggap “Peraturan di Buat untuk diLanggar”.

Pengunaan helm saat berkendara itu mempunyai fungsi banyak, selain memang untuk melindungi bahaya kecelaka’an, melindungi dari gangguan serangga berterbangan, yang bisa menyerang mata dan mulut setiap saat, apalagi kalau berkendara sambil mulut mengangah. Helm juga mencegah udara dingin dan debu berkeliaran yang masuk ke mata.

Tapi mengapa kebanyakan tidak pakai Helm?

Tanpa Helm Lebih Terlihat Macho

Wajah tampan nan rupawan, apalagi bawa motor gede roda enam adalah model canggung yang sering digemari oleh kebanyakan wanita, terutama didaerah saya. Dengan helm di lengan dan si wanita yang dibonceng memeluk erat sang pria gagah.  Pemandangan yang sering saya jumpai saat jalan-jalan disekitar perempatan Pandaan.

Oke, Macho atau keren adalah alasan penting banyak kaula muda lebih memilih menutupi dengkul dengan helm atau menutupi lengan dengan helm.

meme helm
Dikutip dari solopos.com

Entah memang otaknya ada di dengkul atau lengan, saya tidak tau, kalau saya sendiri, saat membawa helm, ya saya pakai di kepala, lah saya sadar, otak saya di kepala. Terkecuali saat saya dibonceng dan kondisi tidak bawa helm, masih bisa dimaklumi.

Kawasan Sendiri, Tak Perlu Pakai Helm

Nah, seperti ejekan teman  ketika saya memakai helm saat berkendara di kawasan Pandaan. Seperti itulah mereka menganggap satu kota itu adalah wilayah teritorial-nya,

Mereka mungkin beranggapan sudah hafal lika-liku jalan serta lubang kecil tak kasap mata di setiap jalan, dan menganggap area kota adalah kepunyaannya menjadi taman bermain yang aman dalam berkendara.

Mereka tau kapan dan jam berapa peraturan dikota ini dijalankan. Ketika malam sudah tiba, biarpun ada polisi yang mengatur lalu lintas karena macet. Mereka hanya beranggapan polisi tersebut hanya mengatur lalu lintas yang macet.

Polisi hanya menciduk dan menilang ketika matahari sedang meng-angkasa. Dan ketika malam seperti ini, mereka menganggap polisi tak mempunyai kekuatan untuk menciduk, karena negara api akan kuat ketika matahari terbit saja, Loh apa hubungannya.. hahaha xD.

Mungkin dua alasan tersebut yang melopori gerakan helm di dengkul dikota saya. Mereka hanya takut dengan polisi saat pagi, mereka tidak taat atas peraturan yang dibuat hanya semata untuk ketertiban dan keamanan pengguna jalan.

Islam Ada Untuk Mengatur Kehidupan

Sama halnya dalam Islam, Agama adalah sebuah peraturan yang tertulis. Tujuannya juga sama untuk ketertiban umat beragama serta keselamatan bagi umatnya. Agama juga merupakan pedoman hidup untuk menapaki setiap perjalanan kehidupan ini.

“Peraturan dibuat untuk dilanggar”

Sudah tau minuman keras, ganja,Narkoba, sabu-sabu di larang dalam agama, tapi tetap saja di pakai. Padahal jelas-jelas secara medis, orang yang mengkonsumsi hal itu akan mendapat dampak yang buruk bagi kesehatan dan mentalnya.

Sudah tau Sholat adalah tuntunan wajib untuk umat islam, tapi mereka enggan untuk mengerjakannya. Sama seperti helm tadi, mereka tidak patuh dengan peraturan, hanya takut pada polisi. Yang tidak sholat juga begitu, mereka tidak patuh dengan agama, melainkan takut dengan pandangan orang.

Banyak loh orang yang sholat hanya untuk caper atau sekedar menarik hati bos atau hati wanita. Padahal sholat adalah sebuah tiang agama, dengan sholat seseorang bisa mencegah berbuat nahi mungkar, Dengan sholat menjadikan seseorang menjadi  tenang, dan Sholat adalah Tata krama Seorang hamba  terhadap Tuhan-Nya.

Dari Tata cara sholat aja kita bisa memahami banyak hal,

Peraturan pertama, sebelum Sholat harus berwudhu

Tentunya peraturan tersebut mengharuskan kita bersih dari segala kotoran, Berwudhu juga bertujuan agar disaat sholat tetap fokus dan tidak mengantuk, dan yang paling penting adalah Tata Krama kita yang notabennya seorang Hamba harusnya bersih dan suci ketika harus menghadap Tuhannya.

Peraturan Kedua, Shof harus lurus rapat

Selain untuk kesempurnaan sholat berjama’ah, tentunya untuk menertibkan kehidupan. Kenapa saya bilang begitu, Karena Sholat sendiri adalah Mukjizat nabi Muhammad Sholallohu alaihi wassalam yang menerima tuntunan sholat dengan melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan naik ke Sidratul Muntaha. Dan Beliau Sholallohu alaihi wassalam menerima tuntunan sholat itu langsung dari Allah Subhanahu Wata’ala.

Ketika kita sholat dan shof depan masih kosong, sementara kita membuat shof baru di belakang. Berarti kita termasuk orang yang tidak mau di atur. Penertiban shof sendiri juga ada tujuannya. Saya jelaskan dengan contoh walaupun sedikit mengada-ada

Ada 4 orang murid berjamaah dengan gurunya di sebuah masjid yang luas. Ceritanya 4 murid ini saling tidak suka satu sama lain.

Ketika sang guru membaca takbir pertama untuk sholat berjamaah. Ke empat murid ini menyebar ke pojok-pojok masjid.

Terus apa yang terjadi, tentunya sholat para murid akan kacau, sholat berjamaah kan harus membuntuti gerakan imam, sedangkan para murid tidak mendengar setiap takbir yang dikumandangkan imam disetiap gerakan.

Peraturan ketiga, menghadap kiblat

Seandainya ketika sholat berjamaah, jama’ahnya menghadap kesegala arah. Pastinya akan terjadi benturan hebat antar kepala. Ya seperti itulah peraturan menghadap kiblat, agar selaras dan tertib ketika menjalankan sholat berjama’ah.

****

Peraturan tidak dibuat untuk mengada-ada, atau hanya untuk gertakan agar si pengguna peraturan bisa bertekul lutut dan taat tanpa adanya sebab. Kita yang tidak memahami peraturan dibuat karena ada rahasia besar. Ketika kita melanggarnya dampak buruk juga akan menghampiri kita dan sebuah keselamatan ketika kita berjalan seirama dengan peraturan yang benar.

Jadi, Peraturan dibuat untuk mengatur sebuah kehidupan, agar selaras, tertib dan keselamatan bersama tentunya

Semoga Bermanfaat

Share This :

0 Replies to “Sebuah Aturan Kehidupan”

  1. Klo masalah helm di tempat saya juga begitu. Tapi bagi saya yg sudah pernah kecelakaan, pasti memakai helm. Takut terjadi lagi.

    1. Harusnya kan gitu ya mas…
      Bukan takut sama polisinya..
      Lebih takut pada diri sendiri…
      Seandainya terjadi apa2 dijalan..
      Gmn nasib keluarga tanpa saya.. Gitu 🙂
      Sip, tegakkan helm saat berkendara..

    2. Ditegakkan aja, nggak dipakai? *eh

      Saya termasuk yang bandelngaku

    3. hahaha… wah wah wah.. ternyata

  2. Helm emang kudu dipake, safety 1st😁

    1. Sip…

  3. “Peraturan dibuat untuk mengatur sebuah kehidupan, agar selaras, tertib dan keselamatan bersama” –> sepakat! Mantaf, Mas!

    1. Hihihi 🙂

  4. Aku malah gak punya helm hehe

    1. iya, mbaknya pake mobil

  5. sebenarnya memakai helm di saat berkendara motor itu sebagai bentuk ikhtiar dan tawakal kepada Allah, karena kita tidak akan tahu yang akan terjadi sesaat kemudian…

    1. Bener tu kang…
      Banyak diantar mereka hanya berlandas akan “klo waktunya mati. Ya mati, walau pake helm, klo sudah takdirnya mati, tetep aja mati”
      Seharusnya mengimani takdir bukan harus berserah seperti itu..
      Bener menurut mas tadi pop pakai helm adalah salah satu ikhtiar kita dalam mengimani takdir

  6. […] Baca juga : Sebuah aturan kehidupan […]

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.