Kehidupan Itu Pelajaran Menuju Kebahagiaan

belajar-mengaji
Dikutip via Google

Wahai Syeh, apa yang salah dengan kehidupanku ini?, Aku sudah mengaji secara rutin tiap minggunya. Aku juga sudah berbuat baik kepada sesama, tapi kehidupanku tetap saja begini, tidak ada perubahan yang berarti!” Tanya seorang murid kepada gurunya dengan nada memelas.

Wahai anakku, ketahuilah, janganlah kau berpuas hati karena sudah mengaji secara rutin menjadikanmu orang yang sudah merasa “AMAN”.

Ketahuilah, engkau mengaji secara rutin, hanyalah sebatas latihan. Latihan meluruskan niat dalam hati, latihan memaksa diri untuk belajar hal baik.

Sesungguhnya, Kehidupan sehari-hari itulah yang sebenar-benarnya “MENGAJI”.

Jangan pula kau merasa telah berbuat baik kepada orang lain, menjadikanmu seorang sombong akan “Kebaikan Diri”.

Ketahuilah, anakku. Yang kau anggap baik belum tentu itu baik,Terkadang kita berbuat baik itu tidak sepenuhnya tulus.  kita berbuat baik kepada orang lain, hanya semata ingin kebaikan itu kembali kepada kita.

Tidaklah buruk mengharapkan kebaikan orang lain disaat kita juga baik dengan orang tersebut. Akan tetapi ketika kita berbuat baik di niatkan karena Allah semata. Sungguh, kita sudah melakukan hal “Baik yang Benar”.

Wahai anakku, Tidak ada yang bisa merumuskan “Kebahagiaan” dalam diri. Sebanyak apapun harta, tak membuat rasa bahagia itu ada karena harta. Bahagia itu sangat sederhana, Melihat hujan turun dan kita menikmati setiap tetesan yang jatuh. Hal tersebut bisa dikatakan Bahagia.

Ingatlah Wahai Anakku, Bersyukurlah. Sesunggunya orang yang mensyukuri segala keadaannya, Dia akan menemukan kebahagiannya.

Share This :

10 Replies to “Kehidupan Itu Pelajaran Menuju Kebahagiaan”

  1. Yang paling penting memang selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki ya 🙂

  2. Aku mau bahagia, kak. 😊😆😁

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.