Luka Rasa

Kasih…

Dimana kau tancapkan rasa ini

Terkadang begitu nyata

Terkadang begitu Terasa

Kadang juga Dusta

Mengacuhkanku

Kau anggap hal biasa

Pun juga tak bermakna

Aku ingin Lepas

Lepas dan Tinggalkan  semua

Sendiri menahan luka

Tersobek sayatan tak terhingga

Tak sedikitpun kau tahu 

Tak sedikitpun kau peduli

Rasa sakit Yang terlanjur ada

Dalamnya luka yang kau gores tiap kalinya

 

Kasih…

Masih pantas kah ku panggil seperti itu

Masih pantaskah ku meratapimu

Berharap kau kembali padaku

Kau  yang membuatku terluka

Mungkin kau sudah lupa

Atau sengaja tak merasa Salah

Aku selalu sendiri

Menunggumu

Tanpa kau tahu

Menahan luka karena dustamu

 

Aku selalu sendiri

Sendiri

Disini tanpamu

Menahan semua luka

Dari perasaan yang membisu..

***

Dewi Na’ Irawan,

Pandaan, 22.09.2016

–  Note : Kenapa namanya Dewi Na’Irawan, karena aku sendiri yang memposting puisi dari buku diari istri saat masih zaman SMA dulu. Jadi, aku ada andil dalam hak cipta untuk puisi ini, wkwkwkw 😛

 

 

Share This :

0 Replies to “Luka Rasa”

  1. dari sejak sma…

    1. Iya kang… Hahaha

  2. Soswit banget. Wah jadi inget jaman2 smp. Namaku dan namanya digabung2kan.. Dan sekarang hanya bisa mengenangnya.

    1. Hahaha.. jadi baper ya…

  3. Menahan luka…..

  4. Ini udah ijin yang punya puisi belum? Jangan sampai kena undang2 hak cinta sama Haki ya. Mentang2 punya istri… Hak cinta tetep punya dia lho :mrgreen: :mrgreen:

    1. Hahahaha udah dong..
      Kan aq naruh namanya jg. Wkwkwk

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.