Nasi Goreng Mawut Tengah Malam

Malam jum’at adalah hari yang special bagi yang berkeluarga, Ibadah sunnah yang paling gampang dan menyenangkan mungkin bagi sebagian orang yang sudah menikah. *maaf ya, yang lagi jomblo, tidak maksud untuk menyinggung kok.

Apalagi tadi malam, itu malam jum’at legi. Aku sih gak begitu tahu kesakralan malam jum’at legi itu, Kebanyakan orang berkeluarga melakukan ibadah dirumah, justru, aku malah kelayapan tiap malam jum’at. wkwkwkwk

Jadi, nggak pernah ibadah sunnah malam jum’at ya, Kak?

Yeee, itu bukan ibadah sunnah lagi tau, itu Hak dan Kewajiban suami istri.

Bagiku, Terserahlah mereka bilang malam jum’at adalah ibadah sunnah suami istri yang dikhususkan pada hari itu, tapi bagiku, malam apa saja tetep sama, bahkan wajib jika diantara kita (aku dan Istri) saat menginginkannya, wkwkwkw 😛. Intinya tidak terikat oleh waktu.

Kembali ke topik..

Karena sudah tiap kamis malam, aku selalu kelayapan untuk sebuah rutinan (tapi tetep dalam rangkah ibadah). Dan selalu pulang pagi sekitar jam 2 dan paling cepat jam 1 pagi.

Malam itu, Istri minta untuk dibelikan Nasi goreng saat pulang nanti, tapi dia dilema karena masih ada sisa nasi di rice cooker yang lumayan banyak, mungkin cukup untuk 2 porsi.

screenshot_2

Akhirnya, dari pada mubazir, aku menyarankan untuk sisa nasi tersebut dimasak aja jadi nasi goreng ala irawan gitu, wkwkwkw 😛

Baca: Hal kecil yang perlu dipelajari untuk menjadi suami idaman istri

Sewaktu pulang, aku melihat sisa nasi di rice cooker, Lumayan banyak sih, mungkin bisa untuk dimakan 3 orang.

Aku nyari bahan-bahan pendukung di Kulkas, dan tak menemukan apapun selain telur saja. akhirnya aku ingat ada mie instan yang aku dapat dari pabrik tadi siang.

Mie instan itu adalah undangan pernikahan loh, jadi kalau di wilayah pabrik tempatku bekerja itu, seperti ada adat kalau undangan pernikahan itu harus berbentuk mie instan, hemaviton sachet, terkadang rokok. Undangan seperti itu disebut “tonjokan“.

Semacam undangan yang mengharuskan penerimanya wajib datang, ya karena embel-embel undangan berhadiah itu.

Kembali lagi ke memasak…

Sayur-sayurpun tak ada, ya udah, aku campur saja nasi goreng itu dengan mie instan.

Mula-mula aku sedikit meremuk mie instan biar tidak terlalu panjang saat matang, aku didihkan air hingga masak, dan aku masukkan mie hingga matang, kemudia aku tiriskan.

Setelah itu, aku panaskan wajan besar yang sudah aku kasih minyak secukupnya, aku kocok satu telur ayam disebuah mangkok kecil sambil nunggu minyak panas, setelah panas, aku masukkan telur yang sudah tercampur kedalam wajan panas, dan aku aduk-aduk dengan spatula, biar telurnya menjadi bagian-bagian kecil.

Setelah itu baru aku masukkan mie instan yang telah ditiriskan beserta nasi putih tersebut. aku masukkan juga bumbu mie instan plus aku kasih sedikit bumbu racik nasi goreng agar rasa asinnya pas dengan selera.

Aku bolak-balik dengan spatula hingga rata bumbunya dan Taddaa…

Nasi Goreng Mawut special Tengah Malam ala Irawan sudah siap.

whatsapp-image-2016-09-23-at-02-20-59
Tampilannya tak selezat rasanya loh, wkwkwkw
whatsapp-image-2016-09-23-at-02-21-01
Biarpun terlihat sederhana, yang penting dimakan berdua 😛

Abaikan dengan tampilannya, tapi lihatlah!, dari sisi cinta tulus seorang suami yang sedikit mengantuk karena habis begadang semalaman, yang nekat masakin somethings special buat istri, walau sangat amatir dalam hal masak-memasak. ❤❤❤

Sekian..

@SweetHome, 2016-09-23-at-02-21-01

Share This :

0 Replies to “Nasi Goreng Mawut Tengah Malam”

  1. oke fix, pagi ini jd pengen sarapan nasi goreng hahahaha

    1. hahahaha…. Mangga atu non

  2. Aku pesan 1 juga mas, tambah abon sapi ya…

    1. uwaa udah abis…
      enak tu.. jadi ada ide buat masak pake abon sapi..
      sip dah kang, makasih idenya wkkwkwkw

  3. Saya baru tahu ada yang menggunakan mie instan dan vitamin sebagai undangan walimahan hehhe

    1. ya begitulah… di tempatku juga gak ada hal semacam itu, entah, mungkin daerah kampung madura saja kayak gitu..

    2. btw idenya bagus juga tuh, dicampur mie instan *noted

    3. (^^) makasi..
      biar nggak garing makan nasi doang,

  4. Tuh dapur sudah dirapikan blm ya. Wkwkwk. Malam malam makan nasi goreng awas tambah gendut loh

    1. hahaha, kalo untuk dapur, tetep rapi kok, cuma belum di cuci aja, wkwwkwkw
      untuk gendut, ya kalau memang terjadi seperti itu, ya disyukuri.. jarang-jarang soalnya aku gendut

    2. Sipp mas nur semoga kita selali diberikan kesehatan. Kalau diberisakit semoga sakitnya menggugurkan dosa. Gitu ya mas nir hehhehe

    3. hahaha.. Sepakat dah..

  5. Kalau pas ada, ditambahin suwiran ikan tongkol juga enak lho mas. Tongkol nya dikukus dulu tapinya. Disuwir terus ditumisnya bareng bumbu sampek agak kering gitu. Kalau males nyuwir, uleg aja sekalian sama bumbunya…

    Tapi ini nggak berlaku untuk nasi goreng dengan bumbu instan. Udah nyoba dan nggak kenal blasss

    1. Bisa dicoba sarannya..
      kadang aku juga pas lagi nyantai dan nggak tengah malem seperti itu, tetep pakai bumbu bikinan sendiri kok bunda..
      emang lebih mantap ketika ada bau bawang merah dan bawang putihnya

  6. […] Makan tengah malam bikin gemuk itu asumsi saja menurutku, karena faktanya, kegemukan tak hadir pada tubuhku padahal sering sekali aku makan di tengah malam. Jika kegemukan terjadi pada orang lain dengan asumsi keseringan makan malam yang terlalu malam. Mungkin ada banyak hal yang menfaktorinya, selin keturunan orang gemuk, mungkin juga dia siangnya banyak nyamilnya. Kalau menurutku kegemukan itu bukan karena kita makan nasi, tapi kebanyakan nyemil itu. […]

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.