Jangan Hanya Terlalu Fokus Memantaskan Diri, Tanpa Ada Ikhtiar Diri Untuk Menjemput Pasangan Diri

mencari-jodohPerjalanan mencari jodoh memang penuh dilema, terkadang terasa begitu sakit karena sebuah penolakan, ataupun terasa begitu rumit dengan banyaknya ketidak pastian.

Apalagi di tengah kejaran usia, Usia yang tak bisa dibilang masih muda. Usia yang sudah bisa dikatakan usia matang dalam mengarungi lika-liku kehidupan rumah tangga.

Umur yang sudah berkepala tiga tapi tanpa dibarengi oleh pasangan hidup yang istimewa. Disaat semua teman seangkatan pergi kondangan bersama pasangan dan anak-anaknya, kita betah berkutat dengan status single dengan segala tanya dari berbagai teman tentang “Kapan Nikah?”

Sakitnya tu disini..! *nunjuk hati yang sudah kering kerontang tanpa adanya air cinta yang selalu menyirami.

Baca juga : Jomblo VS Jodoh

Waktu yang terlalu cepat berlalu, ketika kita sibuk memantaskan diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, tanpa sadar kita melewatkan beberapa kali kesempatan untuk mengapai jodoh disekitar kita.

Single menunggu halal adalah sesuatu keputusan yang sangat luar biasa bagi seseorang, Tetap menjaga pandangan dan tak membiarkan menyentuh tangan yang bukan haknya.

Tapi dengan semua itu, kita terlalu percaya diri akan datangnya jodoh dengan sendirinya, Tak semua kehidupan seperti itu, kita diciptakan dengan berbagai kelebihan dan kekurangan yang tidak sama, Dan pastinya, dengan jalan kehidupan yang berbeda pula.

Jodoh Tiap Orang Itu Berbeda

Perjalanan menemukan jodoh tak sama untuk setiap orang, Memang ada yang mudah datang, tapi ada pula yang harus didapat dengan berjuang.

Tak semua orang mempunyai keberuntungan yang sama, yang hanya menunggu jodoh datang untuk melamar, atau Tanpa sengaja mendapatkan jodoh dari sekali pertemuan.

Kadang kita juga tetap butuh untuk menujukkan siapa kita, agar si calon pelamar tertarik dan menghampiri untuk melamar.

Jodoh Tidak Mudah Untuk Didapatkan

Jika jodoh itu mudah didapatkan, maka setiap orang sudah memilikinya sekarang.

Kenyataannya, tak semua orang begitu, tak semua orang beruntung bisa menikah saat usia masih muda. Terkadang ada juga yang baru menemukan pasangan di usia yang dibilang tidak muda lagi.

Karena setiap orang diciptakan dengan pilihan yang berbeda-beda dan kitalah yang menentukan pilihan itu sendiri.

Mencari Jodoh Itu Butuh Perjuangan

Tak semua mempunyai keberuntungan mendapatkan jodoh dengan mudahnya, ada kalanya, orang harus berjuang untuk mendapatkan jodoh tersebut.

Sebab bertemu dengan pasangan hati tak semudah yang di bayangkan. Ada kalanya orang harus merasakan sakit hati terlebih dahulu, ada pula yang harus merasakan dicampakkan terlebih dahulu.

Jangan menunggu semata dan berharap mendapatkan kemudahan dalam hal bertemu jodoh, Sebab mencari jodoh tak seindah di sinetron, Hanya dari tabrakan berujung dengan jodoh, hanya dari sebuah benci bisa jadi cinta.

Kadang kita harus berjuang juga, agar dipertemukan dengan seseorang yang ditakdirkan-Nya menjadi jodoh kita. Berjuang untuk mencari, berjuang dalam mencari informasi, dan berjuang untuk bisa mengenal secara langsung dengan calon jodoh.

Memang terkadang kita akan merasakan tersakiti dalam proses menemukan jodoh, Tapi jangan putus asa, setiap perjalanan pasti ada hikmah didalamnya.

Baca juga : Hikmah sholat dhuha dan mendapat jodoh wanita impian

Jodoh Bisa Datang Kapan Saja, Terus Mau Mengabaikannya?

Jodoh memang bisa datang kapan saja dan dimana saja, Tapi semua itu bukanlah hal yang pasti dan bisa dikendalikan dengan logika.

Apa tidak rugi melewatkan kesempatan untuk mendapatkan jodoh yang sebenarnya hanya karena menunggu untuk memantaskan diri saja. Tak perlu mematok seberapa umur kita, ketika kita akan serius mencari jodoh.

Apa salahnya memberi kesempatan bertemu dengan jodoh sembari memantaskan diri, karena kita tak pernah tau kapan, dimana dan bagaimana jodoh kita akan datang?.

Ada Resiko Tersakiti Dalam Mencari Jodoh

Terus mencari jodoh mungkin membuat kita rentan tersakiti, terkadang juga merasa dunia tak seindah mimpi-mimpi.

Tapi bukankah kita memang harus memberanikan diri?

Ketika kita berani untuk merajut mimpi, kita juga harus berani menghadapi resiko yang akan terjadi.

Disetiap rasa sakit yang terjadi, kita bisa belajar memahami arti dari kenyataan ini.  Karena dari rasa tersakiti, kita bisa belajar memantaskan diri. Dari rasa sakit ini, Kita bisa belajar mencintai tanpa harus menyakiti.

Tapi yakinlah, bahwa ketika rasa sakit terobati, bahagia selalu akan menghampiri diujung jalan yang selalu dinanti.

Baca juga : Obat penawar sakit hati

Jodoh itu Selayak Cerminan Diri

Jodoh itu unik, Selayak cerminan diri, Terkadang begitu terbalik dengan diri. Ketika perbedaan sifat tak menjadi kendala yang berati. Karena di setiap perbedaan yang terjadi, disitulah banyak keberagaman yang menguatkan ikatan suci dimasing masing pribadi.

Jika jodoh adalah cerminan diri, ketika kita tak mau berjuang mencari jodoh, begitupun dengan cerminannya yang melakukan hal yang sama untuk enggang mencari.

Jika sama-sama hanya saling menunggu, dan sama-sama berkutat dalam diam saat menikmati proses memantaskan diri.

Terus, kapan kalian akan bertemu?

Memantaskan diri itu perlu, tapi lebih baik lagi, berjuang untuk mencari, sembari memantaskan diri dari setiap perjalanan yang terjadi. Disitulah pintu hikmah dan berkah akan terbuka seiring dengan bertemu jodoh yang di nanti

Kesimpulan

Memantaskan diri itu perlu..!

 Mencari jodoh juga perlu..!

Tak semua orang memiliki keberuntungan mudahnya mendapatkan jodoh, banyak diantara kita yang berjuang dengan sangat keras untuk menjemput jodohnya. Rasa tersakiti dan frustasi terkadang sering menghantui dalam proses ini.

Tapi hal tersebut bukan menjadi halangan berarti, karena setiap ada pertanyaan, pasti ada jawaban. Setiap ada ujian, pasti akan ada berkah disetiap jalan yang kita lalui.

Teruslah memantaskan diri dan dibarengi ikhtiar mencari dan menjemput cinta sejati. Sebab di luar sana ada jodoh yang menanti dihampiri.

Terinspirasi dari Setia Furqon Kholid

Share This :

0 Replies to “Jangan Hanya Terlalu Fokus Memantaskan Diri, Tanpa Ada Ikhtiar Diri Untuk Menjemput Pasangan Diri”

  1. Dalem banget. . .

    Mengambil resiko tersakiti itu lho Mas Nur, masih ragu-ragu. . .

    1. ya, ragu atau tidak..
      rasa tersakiti pasti ada dalam menjalin hubungan seperti apapun..
      ya mau tidak mau, tetap harus dihadapi kan..

    2. iya juga sih. he he thats life, thought….

  2. Super sekali postingnanya

  3. This is so deep mas super deep!
    mengambil resiko untuk merasakan sakit yang paling paling sakit
    hahahah

    salam kenal mas Nur
    #BaruBelajarBlogWalking
    semoga kedepanya bisa bertatap muka dan bertukar cerita hehe

    1. salam kenal mas..
      makasih sudah berkunjung

  4. hahaha terharu, temen2 yang dulu nongkrong bareng main bareng kemana mana bareng,skarang udah pada sibuk dengan istri dan anak anaknya, lah gua…? masih sibuk sama urusan sendiri yang kyaknya gk kelar2, tapi ya itulah tadi, setiap orang emang punya cerita hidupnya sendiri2.khususnya dalam hal jodoh.hahaha
    semoga Tuhan selalu memberi kemudahan buat kita semua, Amiin.
    btw ini saya gk curhat loh, cuman ikutan komen aja biar rame 🙂

    1. hehhehe, curhat juga gak apa.. xD
      amin.. semoga diberi kemudahan yang masih belum bertemu jodohnya

  5. Dijodohkan juga salah satu jalan usaha.

    1. hmm, Dijodohin sih gak apa-apa, itu jg jalan jodoh masing2 orang.
      cuma dijodohkan juga harus milih juga kan…
      ini perihal jodoh pasangan seumur hidup.
      ta’aruf pun juga sama, ada masa untuk pengenalan..
      ketika kedua insan tidak cocok, ya hubungan juga tidak akan berhasil..
      itu sih kalo menurutku..

  6. Kalau saya lebih suka sendiri. Orang2 di sekitar saja yang terus mwnjodoh-jodohkan. Tapi beneran, bagi saya nikah itu sesuatu yang merepotkan. Karena saya masih ingin bebas mencari pengalaman hidup sebanyak mubgkin selagi muda. Dan sudah memutuskan untuk menolak semua perjodohan sebelum usia saya menginjak 30 tahun.

    1. Hidup jg pilihan mas…
      Nikah emang merepotkan secara logika..
      Jangankan mikirin orang lain, mikirin diri sendiri saja kadang berat…
      Tapi itu cuma logika aja…
      Logika yang tak pernah terjun dg kenyataan…
      Sebenarnya, kehidupan berumah tangga tak seribet kelihatannya, cuma ada batasan tertentu, karena hal ini menyangkut dua hati yang berjalan bersama menuju kebahagiaan BERSAMA.

  7. […] ini terinspirasi dari tulisan Mas Irawan berjudul “kira-kira kau jodohku bukan?” serta “Jangan hanya terlalu fokus memantaskan diri, tanpa ada ikhtiar diri untuk menjemput pasangan … yang super keren dan langsung bertanya-tanya “mana jodoh sayaaaah!” namun sekaligus […]

  8. […] Baca juga: Jangan Hanya Terlalu Fokus Memantaskan Diri, Tanpa Ada Ihtiar Diri, Dalam Menjemput Pasangan Diri […]

  9. […] Baca juga : Jangan Terlalu Fokus Memantaskan Diri, Tanpa Ada Ihtiar Diri Untuk Menjemput Pasangan Diri […]

  10. […] Baca juga : Jangan Hanya Fokus memantaskan Diri Saja, Tanpa Ihtiar Menjemput Jodoh […]

  11. […] Baca juga : Jangan hanya fokus memantaskan diri, tanpa ada ihtiar diri menjemput jodoh […]

  12. […] Baca juga : Jangan hanya fokus memantaskan diri, tapi harus ada ikhtiar menjemput pasangan hati […]

  13. […] Baca juga : Jangan hanya fokus memantaskan diri, tanpa ada ihtiar diri untuk menjemput pasangan hati […]

  14. […] jodoh itu cerminan diri, jika dirimu memantaskan diri menjadi pria yang sholeh, bukan tidak mungkin kamu akan mendapatkan wanita yang […]

  15. […] Baca juga : Jangan hanya fokus memantaskan diri, tanpa ikhtiar diri menjemput pasangan diri […]

  16. […] Baca juga : Jangan hanya fokus memantaskan diri, tanpa ada ikhtiar diri menjemput pasangan diri […]

  17. […] Memantaskan diri sih bagus, tapi bersosialisasi juga penting untuk hidup kita. Membuat hubungan selayak berteman dapat membuat hidup kita lebih bermakna. Bersama teman, kita bisa menuangkan hati dan pikiran, serta saling membantu dikala berada dalam kesulitan. […]

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini