Berbohong itu Dosa, Tapi Berbohong Juga Kadang Diperlukan

lies-are-lies
Bohong tetaplah Bohong, Bagaimanapun keadaannya

Arti Bohong menurut Wikipedia adalah pernyataan yang salah dibuat oleh seseorang dengan tujuan pendengar percaya. Orang yang berbicara bohong dan terutama orang yang mempunyai kebiasaan berbohong disebut pembohong.

Berbohong itu Dosa

Semua agama sepertinya setuju dengan kata tersebut, Disamping merugikan orang lain, berbohong juga kerap menjadikan situasi menjadi lebih buruk.
Seperti halnya, ketika terjadi sebuah masalah atau konflik. Ketika kita berbohong untuk sekedar menghindari atau menutupi sebuah kesalahan,  okelah dalam waktu itu kebohongan akan menyelamatkanmu sementara.
Tapi masalah itu tidak selesai sampai disitu saja, melainkan hanya tertunda dan nantinya akan menjadi bom waktu yang pasti meledak dengan sendirinya.
Dan justru, kebohongan yang sudah lama, dan ditutupi terus menerus. Ketika sudah terbongkar. Orang lain pasti akan sulit untuk memaafkan tindakan pembohong itu.

Berbohong Itu Menyakitkan

Gak ada hal baik ketika kebohongan terkuak, rasa sakit juga tidak bisa dihindari, entah dari si pembohong itu sendiri, maupun juga yang kena tipu oleh kebohongan.
Seperti selingkuh yang ketahuan. Pastinya kedua hati akan terluka, bahkan ketiga-tiganya juga akan terluka dan merasakan sakit. Yang satu, sakit karena di selingkuhin dan di bohongin berbulan-bulan, yang satu lagi sakit karena tidak tahu sudah dikibulin, percaya aja, dan yang pembohong, sakit karena kena gampar kedua cewek yang sudah dibohongin. #Plak 

Baca juga : Jika karma itu ada!, Mengapa tidak mencintai dengan Indah

Berbohong Itu Penyakit

Berbohong itu semacam penyakit, semakin kita sering bohong, semakin kita kecanduan untuk melakukan hal bohong.
Seperti halnya orang yang suka pamer dan berbohong agar reputasinya tetap terjaga. Dia akan melakukan kebohongan terus menerus agar reputasinya semakin mengkilap. Biasanya orang seperti ini, tidak mau kalah, apalagi tentang perdebatan yang menyangkut harga diri.
Orang yang biasa bohong, tidak merasa kalau dirinya itu pembohong. Karena penyakit bohong ini sudah menjalar kedalam darahnya, sehingga dia tidak sadar karena bohong sudah menjadi bagian dari tubuhnya (kehidupannya).

Tapi, Berbohong Terkadang Diperlukan

bohong-kadang-perlu
Source image by Majalahembun

Tapi ada juga, bohong yang diperlukan. Bukan bohong untuk kepentingan pribadi, tapi bohongnya untuk kebaikan orang lain
Seperti berbohong untuk menolong orang lain dari kejaran preman. Ini penting banget untuk bohong. Justru kalau kita jujur, kita bisa dianggap tidak toleransi bahkan lebih dikatakan jahat. Atau mungkin memang kita adalah ponakan si preman, makanya kita tidak bohong sama tu preman, wkwkwk xP.
Dan juga bohong untuk pertanyaan istri yang absurd. Sering loh istri tanya-tanya tentang badannya, wajahnya atau hal lain yang berhubungan dengan fashion dan kecantikan.
Sebagai suami, bohong itu dosa, tapi kalau jujur, istri juga murka. Hayoo, mau jawab apa? xD

“Yah, aku gemukan gak neh?” tanya istri

“ngak kok, kelihatan seksi” jawab kita bohong untuk merayu

“ihhh, gombal deh,” sambil mukul-mukul dengan kepalan yang besar.

Contoh lain:

“Yah, aku gemukan gak neh?” tanya istri

“ iya sih, dikit” jawab kita singkat

“hmmm, ayah gak sayang lagi sama mama, mulai sekarang kita program diet, kita makan nasi sama sayur aja” gerutu istri sambil ngerebut dompet kita dan mengurasnya sampai habis.

Dan juga Bohong untuk melerai perselisihan. Jika saudara kita sedang bertengkar, adalah tugas kita untuk menyatukan mereka agar akur kembali. Walau dengan kebohongan sekalipun.

Baca juga : Memahami konflik dan cara meredam konflik dalam rumah tangga

Membohongi Diri Sendiri

Membohongi diri bukan berarti kita bodoh dengan dibodohi oleh diri sendiri. Tapi kebohongan ini lebih ditujukan untuk meningkatkan kebaikan dalam diri kita.
Seperti disaat kita mengantuk semalaman tidak tidur, kita membohongi diri sendiri dan mengatakan aku ora popo. Biar kerja semangat dan kantuk tidak berasa. Bisa dikatakan bohong disini adalah sebagai pengubah mindset untuk menaikkan kekuatan diri.
Begitu juga membohongi diri sendiri, disaat banyak masalah di keluarga, entah habis cekcok dengan istri, atau orang tua. Tapi membiasakan diri bersikap wajar dan berkata tidak ada apa-apa hari ini. Dan bekerja seperti biasa, tanpa harus terlalu mendramatisir masalah yang terjadi.
Berat sih berbohong seperti itu, apalagi tentang kegalauan cinta. Tapi jika kita bisa membohongi diri seperti itu. Kerjaan menjadi lancar, juga orang disekitar kita, juga akan bahagia karena tidak pernah mendengar keluhan kita sama sekali. Orang lain akan berprasangka bahwa kita selalu bahagia. Dan orang bahagia, akan ditemani banyak orang disekitarnya. Karena Bahagia itu juga penyakit menular yang disukai oleh banyak orang.

Baca juga : Mengakui kesalahan adalah jalan pintas untuk menyelesaikan masalah

Kesimpulan:

Berbohong itu dosa, ketika bohong untuk membuat diri kita menjadi terlihat baik atau membuat kita terhidar dari kesalahan yang kita buat. Disitulah drama dan penyakit mulai menyebar ke pikiran kita.
Tak akan ada hal baik dengan mengatakan hal bohong, Semua akan terbongkar pada akhirnya. Kenapa tidak jujur dari awal. Jujur memang pahit, tapi orang akan melihat kejujuran dan pertanggung jawaban kita, ketimbang hasil dari kesalahan kita.
Jujur jauh lebih simple, karena kita tidak harus berusaha susah payah untuk menutupi hal buruk dari perbuatan kita. Juga Jujur membuat semua lebih mudah, karena kita tidak pernah memberatkan sebuah pembicaraan dengan kebohongan yang memberatkan di akhir cerita.
So, lets Be honest

Share This :

16 Replies to “Berbohong itu Dosa, Tapi Berbohong Juga Kadang Diperlukan”

  1. Bagaimana dengan menyebarkan hoax, mas Nur Irawan, apakah tergolong kebohongan yang diperlukan? nanya serius

    1. Emang Hoax itu diperlukan ya mas?
      kan jelas-jelas ngerugiin orang lain?
      ya, kalo menurutku semua kebohongan itu ngak baik mas, walau untuk kebaikan..

  2. Kenapa ada merebut dompet dan menguras isinya ya? Hehe

    1. Biar gak bisa jajan yang tidak berkepentingan 😛

  3. untuk hal tertentu memang bohong itu diperlukan ya..kadang ada aja hal yang tidak bisa disampaikan secara utuh 😄

    1. Setuju, mending tidak menyampaikan informasi secara utuh, jadi gak bohong darip pada harus bohong atau jujur malah nyakitin

  4. Sering banget bohong sama sendiri dan mengatakan, “aku rapopo”.
    Sedih juga sih kalau dipikir-pikir. Wkwkkw.
    Tapi seenggaknya jadi bisa sedikit bertahan..

    1. Sip, itu lebih baik ketimbang orang lain disekitar kita ikut sedih juga

  5. contohnya loh.. bohong dari kejaran preman okelah. tapi kalau bohong dengan pertanyaan istri, kayaknya nggak banget. :/ meskipun kadang kami (istri- istri) minta disenangkan, tapi ya bukan dengan kebohongan.

    1. hehehehe, kadang suami lebih menghindari sebuah perdebatan..
      karena kita sadar, gak akan menang lawan istri, hihihih 🙊🙊🙊

  6. Bagaimana dengan “cinta dalam diam”, Mas? Apa tidak termasuk membohongi diri sendiri? Hihi

    1. hmmm… Dalem iki…
      kadang cinta itu lebih enak di katakan..
      ketimbang di simpan dalam-dalam…
      biarpun cinta bertepuk sebelah tangan, se-enggaknya semua kerumitan dalam hati, sudah terucap oleh kata..
      biasanya lebih lega ketimbang terus di pendam

  7. kadang banyak orangctidak menyadari bahwa dirinya sedang membohongi diri sendiri.hmm

    1. Hehehe,contohnya?

  8. […] Baca juga : Berbohong itu dosa, tapi berbohong juga kadang diperlukan […]

  9. […] Baca juga : Berbohong itu dosa, tapi berbohong juga kadang diperlukan […]

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.