Malam Yang Tak Menyenangkan

Mungkin malam tak seindah yang terbayang, tanpa bintang, tanpa bulan dan tanpa angan, hanya sekumpulan mendung yang tak kunjung hujan.

Gelap yang menyerupa kesunyian, hening seakan menyeramkan, begitulah malam-malam penghias kesendirian.
Mungkin lebih baik jika turun hujan, biarpun dingin menyeruak ke lapisan kulit terdalam, se-enggaknya, ada gemericik air hujan yang menenangkan, pun juga dingin yang menyelimuti hati yang kesepian.

Sungguh!, Akan lebih baik jika turun hujan!, Sebagai obat rindu yang tak teredam oleh ego kemunafikan. Penuh sesak selayak kepulan awan hitam yang menutupi cahaya bintang.

Biarlah turun hujan, sebagai penggantinya jerit tangis hati yang lama terpendam dalam, oleh keegoisan malam yang tak menyenangkan.

*** 
Ainur irawan
Dimalam tanpa bintang, penuh keegoisan.

Share This :

8 Replies to “Malam Yang Tak Menyenangkan”

  1. mas Nur yg puitis, akhirnya muncul jg 😊

    1. hahaha.. masak?
      Kayaknya biasa aja, cuma ungkapan kekesalan aja

    2. iya mas, tumben.
      Kekesalan? knp mas?

    3. ada deh.. wkwkwkw

    4. haha, ya sudah kl gtu.
      smga lkas smbuh kekesalannya aamiin 😇

  2. Hujan memang obat rindu paling mujarab ya 😆

    1. sepertinya begitu, ditengah kekesalan ada rintikan hujan yang menenangkan ^_^

  3. […] Tengah malam kemaren saat bikin puisi ala kadarnya “malam yang tak menyenangkan“. Yang seharusnya waktu istirahat yang aku gunakan sebaik-baiknya untuk rehat, ternyata […]

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.