Dalam Menunggu, Sabar Saja Tidak Cukup

Wah, akhirnya dapat ide menulis juga setelah tiga hari tanpa posting dan tanpa Blogwalking.

Kemana saja bang?

Mengistirahatkan badan, pikiran dan handphone dari segala aktifitas. Wkwkwkwk. πŸ˜›

Mengistirahatkan badan dan pikiran karena libur panjang yang tak begitu menyenangkan, soalnya dari hari sabtu hingga senin kemarin, hujan tiada henti menghuyur.

Sebenarnya enak juga buat rehat dirumah saja saat hujan seperti itu, tapi keluarga inginnya jalan-jalan atau mudik ke kampung halaman istri untuk sekedar silaturohmi. Dan akhirnya kita mudik di tengah hujan yang menhuyur minggu pagi.

Dan alhamdulillah, ditengah perjalanan itu aku mendapat ide untuk artikel ini, emang Ide tuh paling demen muncul saat lagi diperjalanan.

Ceritanya gini, ditengah kehujanan dan keadaan yang cukup macet. Aku mencoba bersabar untuk berjalan kedepan seiring dengan arus jalanan tersebut. Β Aku berkendara lebih di pinggiran jalan, aku bersabar menunggu mobil di depan jalan, dan sesekali melihat ke kiri jalan, tepatnya di jalan trotoar selebar 1 meter dengan batuan kerikil dan genangan air.

Baca juga : Berkendara saat Hujan, Mengingatkanku akan banyak hal

Mungkin karena tidak sabar, pengendara lain yang ada dibelakangku mencoba menyalip dengan berjalan melewati jalanan trotoar yang penuh batu kerikil tersebut. Terlihat dia berjalan begitu lambat karena kerikil dan lubang yang cukup dalam, sehingga sulit untuk dilalui oleh kendaran roda dua.

Belum beberapa meter pengendara yang menyalip dari pandanganku, tiba-tiba mobil didepanku berjalan. Akhirnya aku juga ikut menjalankan sepeda motorku. Dan ironisnya, jalannya lumayan jauh sehingga kembali menyalip kendaran yang melewati trotoar berbatu. Aku pandangi pengendara itu yang kesulitan kembali ke jalanan aspal dan masih berkutat di trotoar tersebut dengan berjalan cukup lambat.

Saya tersenyum puas melihat pemandangan tersebut, bukan karena aku suka menertawakan penderitaan orang lain. Tapi buah dari kesabaranku untuk menunggu mobil yang berada di depanku berjalan, sungguh berbuah manis. Aku sabar menunggu, tanpa harus menyalip melewati trotoar yang jelas jalanannya tidak begitu layak untuk dilewati. Dan hasilnya, aku jauh melaju lebih cepat ketimbang yang menyalip duluan melewati batas jalanan tersebut.

Selang beberapa meter, kembali kemacetan menghentikan laju kendaraanku. Kembali aku toleh arah sebelah kiriku. Berbeda dari yang tadi, trotoar kiri jalan didepanku hanya pasir yang cukup padat, taka da genangan air dan kerikil besar yang bisa menahan laju sepeda motorku. Kali ini aku tidak memutuskan untuk sabar menunggu, kali ini aku mencoba menyalip dari sisi kiri menuju ke trotoar tersebut.

Dan Alhamdulillah, trotoar yang aku lewati cukup nyaman saat dilewati oleh roda dua. Hasilnya aku melaju lebih cepat di tengah kemacetan dan bisa kembali ke jalan aspalan yang cukup senggang untuk terus berjalan hingga tujuan.

Dari pengalaman tersebut, aku mendapat ide untuk membuat artikel ini. Bahwa menunggu itu tak cukup hanya butuh kesabaran saja.

Menunggu itu perlu, Seperti disaat menunggu jodoh yang datang? Perlu kesabaran dan keyakinan bahwa akan ada sosok pangeran yang akan menjemput kesebuah pelaminan.

Baca juga : JanganΒ turunkan standartmu hanya kamu lelah menunggu

Tak perlu harus melewati jalan berbatu nan terjal hanya untuk mempercepat jodoh yang datang. Bukankah Kalau jodoh itu tak akan kemana? Mengapa harus buru-buru kalau hanya menyisahkan luka !

Begitupun juga, Menunggu juga tak cukup hanya dengan sabar saja! Seperti halnya dengan menunggu kepastian seorang lelaki, Kesabaran itu ada batasnya bukan!. Jika memang terlalu lama?, Kenapa harus terus menunggu dengan sabar? Iya kalau yang ditunggu itu pada akhirnya menepati janjinya dengan Indah. Kalau tidak?
Menunggu itu harus dengan kesabaran yang bijaksana.

Ada kalanya, kita harus menunggu dengan sabar, Β Tapi kita juga harus tegas, kapan kita harus berhenti untuk bersabar.

Yuk Menunggu Dengan Indah…. ^_^

Share This :

29 Replies to “Dalam Menunggu, Sabar Saja Tidak Cukup”

  1. Jd intinya ini nungguin jodoh ya bukan mobil 😁😁😁

    1. Entah lah mbak…
      Nungguin jodoh yang bawa mobil kali yah… Wkwkwk.

    2. 😁😁😁

  2. haha ini koq postingan berasa buat Cinta seorang ya mas? *berasa kyk seorang kakak lelaki sdg menasehati adek perempuannya yg badung, yg msh ga konsisten dkt sma A, B, C, D, E dan seterusnya. *GR tingkat Dewa…salah satu masalahnya Cinta, maafkan…maafkan πŸ™πŸ™πŸ™
    Sesungguhnya mas Nur yg baik hati…smua yg dkt sm Cinta itu hnya dkt, hanya sebatas sahabatan saja, adakalanya Cinta anggap kakak lelaki saja. Tidak kurang dan tidak lebih. Hanya saja memang Cinta suka becanda dan mudah akrab saja. Kl perasaan Cinta mah…deep…so deep, no one knows mas Nur.
    *iki opo toh yo, malah jelasin panjang dikali lebar dikali tinggi. πŸ˜‚πŸ˜…πŸ˜
    But over all, thank u so much mas Nur Irawan. Postingan ini bagus buat pengingat Cinta. Suka! πŸ˜€

    1. Hahahaha…
      Gak ada niatan nyindir cinta kok..
      Cuma share apa yang aku ingat aja saat di jalanan kemarin..
      πŸ™‚

    2. hihi ga apa mas, kl pun nyindir Cinta senang koq mas. Cinta anggap itu bntuk peduli sahabatnya / kakak laki-laki Cinta pada adek/sahabatnya. πŸ˜€
      Jgn lupa doain Cinta yg trbaik ya mas. Cinta pgn mnjd wanita baik2 biar dptin psangan yg baik pula. Aamiin 😊

    3. Aamiin, πŸ™‚

    4. Aamiin πŸ™‚

  3. Janji2 kemudian ga jadi. Haha php.

  4. Bagaimana menghabiskan waktu πŸ˜‰

    1. Yah, Dengan menjalaninya bang

  5. Nice tulisannya, menarik bgt

  6. Aku juga senyum membaca postingan ini, dari sabar di jalanan eh kok sabar menunggu jodoh…padahal penulisnya sudah punya jodoh….hmmm jadinya Cinta yang merasa diingatkan…he..he..maaf ya Cinta sdh dirasanin…
    Tapi senang membaca postingan mas Nur…jd ikut diingatkan juga, makasih mas

    1. Sama-sama., ^_^

    2. haha ga apa mbak Nur…salam kenal. πŸ™πŸ™πŸ™
      Cinta senang sekali diingatkan, malah pngin lain hari mas Nur bkin tulisan yg ingetin Cinta lg. Senang kl ada yg nulis bgni-bgni mbak Nur πŸ˜€

    3. Salam kenal juga Cinta…sdh lama saya tahu nama cinta dan koment2 Cinta terutama di blog mas Shiq4, tapi baru sekarang kitadapat bertegur sapa ya..
      Syukurlah..kalau senang diingatkan, berarti memiliki kepribadian terbuka. Ok..selamat bersibuk ria dengan kegiatan yang seabreg semoga sukses selalu. Aamiin…

    4. Oh mba Nur temannya mas Shiq juga toh? Baru tahu heeee πŸ˜…
      Aamiin, terimakasih doanya mba Nur πŸ™πŸ™πŸ™

    5. He..he…teman ngeblog Cinta, sama2
      Tapi sebenarnya saya ini lebih pantes dipanggil “bu” oleh Cinta atau bloger lain yang masih muda dan lajang lho, tapi kalau dipanggil “mbak” senang juga berasa masih muda he..he..he..

    6. hihi ya udah biar senang, Cinta panggil mbak saja ya. Mbak Nur πŸ˜€

    7. Iya,,,he..he..he…jadi malu saya….makasih ya Cinta

    8. sama2 mbak Nur πŸ˜ƒ

  7. Wkwkw…. Jodoh nggak bakal kemana kok. Klo high quality ntar juga banyak yg kecantol.

  8. Oh pangeran berkuda putih, di mana kamu berada? efek nonton barbie πŸ˜‚

    1. Wkwkwkw..
      Sekarang gak pake kuda putih..
      Pake Vixion putih πŸ™‚

    2. Hahaha… Tetep aja pake kuda lbh sweeeet πŸ˜πŸ˜‚

  9. Menunggu itu memang membosankan, tapi kalau dinikmati prosesnya menunggu memang bisa berbuah manis. Menikmati prosesnya jauh lebih nyaman dari pada menggerutu yang mengakibatkan urat-urat kita tegang dan stress. Dan hasil sebuah proses kita tak pernah bisa mencampuri wujudnya akan seperti apa. πŸ™‚

  10. Berarti menunggu itu harus sabar dan pintar ya, Mas? Pintar-pintar liat sikon

    1. Ya seperti itu, hihihi

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.