Lembur Yang Tak Dirindukan

LEMBUR YANG TAK DIRINDUKAN

Didalam dunia industri jika proses produksi tidak bisa mencapai atau melampaui sebuah target order yang diplaningkan, maka harus ada penambahan JAM KERJA untuk bisa menutupi kekurangan target tersebut. Lembur atau bahasa kerennya OVERTIME itu istilah yang digunakan untuk menamai tambahan jam keja dalam dunia Industri .

Suka atau tidak suka semua karyawan harus melakukan jam tambahan kerja atau overtime agar terpenuhi target planning. Ada sebagian karyawan begitu senang dengan adanya lembur kerja tersebut karena dengan adanyatambahan jam kerja berarti adanya tambahan uang jajan menanti di hari gajian.

lembur = uang jajan lebih
Dikutip via Google

Lain ceritanya kalau overtime atau lembur kerja itu melebihi batasan yang diinginkan karyawan sebagai manusia yang mempunyai lelah dan penat. Standartnya karyawan melakukan pekerjaan selama 8 jam kerja dalam 5 hari selama seminggu.

Sedangkan fenomena overtime ini melebihi yang diharapkan sebagian karyawan, mereka harus menjalani kerja diluar kebiasaan yaitu 10 jam perhari bahkan ada yang sampai 12 jam – 14 jam sehari hanya untuk memenuhi target poduksi yang meningkat. Serta yang biasanya kerja 5 hari seminggu menjadi 7 hari seminggu alias tidak ada libur dalam seminggu ini, dan kejadian ini bisa belarut larut sampai sebulan penuh.

Nah hal ini yang dialami Saya dan teman-teman saya di hari menjelang Ramadhan tahun ini. Alasan perusahaan melakukan overtime tersebut juga bisa dibilang bagus dan mulia. Alasannya tak lain hanya agar para karyawan disaat bulan ramadhan tidak harus kerja overtime untuk memenuhi tingginya target produksi. Semua target tersebut sudah masuk dalam buffer stock yang sudah dikejar dengan lembur sebelum hari Ramadhan tiba.

“Lembur Yang Tidak Dirindukan”

Lembur yang tak dirindukan
Dikutip via Google

Iya kata itulah yang tepat untuk mengambarkan perasaan saya dan teman-teman saya dalam mengilustrasikan keluh kesah hati tentang overtime yang kita lakukan tiap harinya. Memang tidak begitu extreme lembur yang diiberlakukan di line kerja saya. Diline lain mereka diwajibkan tiap hari lembur sampai 2 jam-4 jam, sedangkan di line saya hanya 2 jam perhari dan tidak pernah lebih dari itu.

Overtime
Dikutip Via Google

Di line saya kebanyakan dihuni oleh karyawan single. Mungkin karena alasan itu pula sering banyak pemberontakan disaat ada pengumuman lembur, Apalagi lembur dilakukan hari sabtu atau minggu. Weekend adalah hari yang dinanti bagi paa pemuda untuk bersenang senang, dan bagi para bapak bapak seperti saya weekend adalah waktu yang tepat untuk berkumpuul dengan keluarga. Jadi karena alasan itu pula saya dan yang lainnya kadang tidak rela menjual waktu istirahat untuk kembali bekerja.

Kalau hanya hari Sabtu saja mungkin kita bisa memakluminya karena masih ada hari minggu untuk bisa menaruh penat yang berhari-hari terpendam di kepala. Kalau hari minggu ada jadwal masuk lembur, itu yang memberatkan dan masing masing dari kita menyiapkan alasan sempurna untuk bisa menolak tawaran lembur tersebut. Dan tak jarang dari kami absen tanpa izin saat ada lembur tiba.

Karena pemberontakan tersebut sering kali dilakukan, membuat para Leader memberlakukan kebijakan lembur wajib yang ditulis di sebuah form pernyataan kesediaan untuk lembur disertai tanda tangan karyawan. Jika kita sudah tanda tangan form tersebut maka kita diwajibkan untuk masuk lembur. Jika kita mengingkarinya atau tidak masuk kerja dengan alasan apapun, maka kita besoknya akan dihadapkan langsung ke HRD untuk membicarakan tentang alasan kenapa tidak masuk padahal sudah tanda tangan form.

Form lembur
Contoh Form Lembur

Begitu juga disaat Form tesebut disodorkan ke karyawan tapi kita menolak untuk tanda tangan, tetap saja kita akan dihadapkan dengan beberapa pertanyaan oleh leade tentang kenapa sampai tidak ingin lembur. Sebenarnya bukan karena alasan yang tepat untuk bisa menolak form kesediaan kerja lembur tersebut. Alasan tidak berguna ketika dalam suatu lembur banyak yang meminta izin untuk tidak ikut lembur, jadi Intinya harus ada yang masuk dalam hari itu. Biasanya yang izin duluan berarti dia yang dapat izin tidak masuk. Yang belakangan biasanya di persulit bahkan tidak dapat izin. Sebenarnya sistemnya form tersebut cukup simple, yang penting dalam satu bagian dalam line ada yang membackup itu sudah cukup bagi yang lainnya untuk tidak masuk. Tapi berbeda kalo tingkatan lembur dalam tahap urgent order. Mau tidak mau harus masuk semua.

Terkadang yang namanya manusia juga ada kepentingan mendesak yang tak terduga dan juga keterbatasan daya tahan tubuh yang menuntut untuk istirahat. Alasan seperti itulah yang membuat saya san juga teman teman enggan untuk melakukan kerja lembur di hari sabtu dan minggu.

Lembur extreme
Dikutip via Google

Jika lembur tidak dilakukan se-extreme yang mengharuskan karyawan kerja selama seminggu full. Mungkin kita (saya dan teman teman satu line) masih bisa menyikapi hal tersebut dengan senang dengan harapan mendapat tambahan uang jajan di penghujung hari gajian.

Tapi disaat lembur yang tak mengizinkan ada liburan dalam seminggu seperti ini bahkan bisa satu bulan tidak ada libur satu hari pun, tak salah kalau kita berkeluh kesah bawa lembur seperti ini tidak dirindukan walaupun ada balasan gaji yang setimpal untuk itu. Tapi waktu tidak bisa dibeli dengan uang dan uang tak selalu bisa membeli sebuah kebahagiaan, akan tetapi tanpa uang untuk mencapai bahagia juga sulit diwujudkan.

Bukan berarti Saya tak menghargai rezeki yang telah diberikan. Dan juga bukan tak bersyukur akan terkabulnya doa yang telah saya panjatkan. Saya hanya mencoba menyikapi sebuah keputusan diri. Tekadang ketika izin tidak ikut lembur ditolak berarti memang itulah rezeki yang telah diberikan kepada saya dan saya mensyukuri akan hal itu. Sebaliknya ketika izin disetujui, disaat seperti itu saya lebih bersyukur, bukan berarti saya menolak rezeki tapi insyaAllah ada Rezeki lain yang lebih bermanfaat bagi saya.

Lembur yang tidak diharapkan
Dikutip via Google

Bagi saya rezeki bukan berarti berupa uang, sehat adalah rezeki yang lebih berharga dan berkumpul dengan keluarga juga termasuk rezeki. Karena tidak sedikit juga tidak mendapat rezeki tesebut, mereka seakan sulit untuk berkumpul dengan keluarganya walaupun dalam 1 kota.

Artikel ini saya buat bukan untuk membuat jadi contoh buruk bagi karyawan lain. Cuma ini adalah ungkapan kata hati kami (saya dan teman teman saya) dalam menyikapi fenomena overtime extreme.

Sekian dari saya Wassalamualaikum Warohmatullohi wabarokatu.

 

Share This :

0 Replies to “Lembur Yang Tak Dirindukan”

  1. […] BT, jengkel dan marah itulah ekspresi diri ketika menghadapi kemarahan yang sebetulnya bukan sepenuhnya salah kita sebagai bawahan. Terkadang kesalahan tersebut dari material yang telat membuat proses produksi harus ditingkatkan demi mengejar target. Situasi ini juga bisa menimbulkan Lembur Paksa’an, Lembur Paksa’an ini pernah saya kutip di artikel yang berjudul “Lembur Yang Tak Dirindukan” […]

  2. […] kerennya lembur kerja (apanya yang bahasa keren itu). Seperti yang perna saya tulis di artikel “Lembur yang Tak Dirindukan”. Entah kenapa saya dan teman-teman satu shift  adalah karyawan yang paling bosan dengan […]

  3. […] Karena jarang sekali aku menjual waktu liburku untuk hal semacam lembur dadakan dan paksa’an, apalagi kalau hanya sekedar lembur sukarela, wkwkwkwk (Baca juga: Lembur yang Tak dirindukan) […]

  4. […] alasan itulah, aku lebih memilih untuk tidak ikut overtime kalau tidak begitu Urgent banget. Aku lebih suka meluangkan hari liburku, untuk bisa bersama-sama […]

  5. […] Dua hari terasa begitu berat, menghadapi tamu yang luar biasa parah “nyocotnya“, juga terpaksa harus kerja lembur yang biasanya aku selalu kabur saat diminta lembur. […]

  6. […] Menurut teman kerja, aku orangnya jahil kadang songong, kadang suka lari dari tanggung jawab (suka ngeles saat ada lembur), Banyak bicara sedikit bekerja (kalau sudah ngomong, kerjaan […]

  7. […] Baca juga : Lembur yang tak dirindukan […]

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini