Niat Untuk Menunda

menundaPernah dengar dari beberapa para ustad dan penceramah agama yang mengatakan bahwa Islam sangat menjunjung nilai kebaikan manusia. Hal Baik yang hanya serupa sebuah “Niat” saja sudah mendapat penghargaan berupa pahala.

Apalagi memasuki bulan penuh berkah Bulan Ramadhan, bulan penuh ampunan. Hanya serupa Niat saja kita mendapatkan sebuah pahala, apalagi kalau Niat baik itu terwujud dengan sebuah keihlasan untuk menjalankannya. Apa tidak banjir pahala tuh orang yang mengerjakannya?. Ya Seberapapun Perhitungan kita akan pahala yang kita dapat, Allah Maha Tahu dan Maha Berkehendak atas pahala yang kita miliki.

Oke, membahas masalah “Niat”. Niat adalah bentuk awal dalam melakukan suatu pekerjaan yang dilakukan dalam hati, itu kalau menurut Raden Irawan bin achmad ini wkwkwkwk xD. Secara bahasa, Niat adalah sebuah maksud. Jelas bukan, Dalam sebuah artikel lain disini, menjelaskan bahwa Niat itu :

Maksud mengerjakan sebuah amal ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt dengan tujuan ibadahnya tersebut hanya Allah swt tidak ada tujuan yang lain dan hal ini disebut pula ikhlas. Ibadah adalah pemurnian amal secara keseluruhan hanya kepada Allah semata

Dalam Islam sendiri Niat adalah hal pokok yang harus dilakukan sebelum melakukan sesuatu ibadah, seperti halnya puasa, sholat, wudhu dan sebagainya. Jika kita tidak berniat seperti pada hari puasa, maka Puasa kita tidak sah, karena Niat termasuk rukun dalam mengerjakan sholat,zakat,puasa dan sebagainya.

Rosulullah bersabda : “Sesungguhnya semua amal-amalan itu tergantung pada niat.”.

Dari sabda Rosulullah Sholullahualaihi wassalam, bisa dikatakan bahwa ketika kita meng-aplikasikan Niat dalam melakukan suatu perbuatan baik. Hendaknya kita bersandar dengan niat yang baik yaitu dengan berniat untuk ridholillah. Agar amal ibadah yang kita kerjakan tidak sia-sia. Karena bentuk khusuk dalam ibadah apapun, atau seberapa besar amal jariyah atau shodaqoh yang kita keluarkan, selama Allah sendiri tidak meridhohinya, apa gak sia-sia amal yang kita lakukan. Jadi sangat penting sekali Niat karena Ridholillah itu.

Well, Yang ingin saya bahas disini adalah sebuah pengalaman pribadi tentang sebuah “niat”, di atas tadi sudah saya singgung tentang “Hal Baik yang hanya serupa sebuah “Niat” saja sudah mendapat penghargaan berupa pahala.”

Disitulah letak sebuah kesalahan menurut saya, karena beranggapan hanya dengan “meniatkan” saja kita sudah mendapat pahala. Ketika kita berfikir begitu, banyak amalan yang hanya serupa niat dengan tanpa dilakukan sebuah perwujudan nyata. Bisa dikatakan yang lebih sederhana “Bermodalkan niat, tapi kenyataannya tak ada”.

Bagi saya Hidup itu sebuah perjuangan, ketika kita berniat untuk melakukan ibadah atau sebuah kebaikan. Tentunya kita harus memenuhi apa yang kita niatkan biar terwujud apa yang kita inginkan, nah seperti itulah perjuangan. Tapi jika hanya sekedar niat tanpa melakukan tindakan nyata. Apa itu disebut perjuangan? Apa itu bisa dikatakan Ibadah Bangsa Niat, atau aku bisa menyebut dengan Membohongi Niat Sebuah hati.

Contoh, Seandainya ada cowok yang Berniat menikahi Wanitanya. Tapi itu hanya Niatan saja tanpa ada tindakan nyata sampai bertahun-tahun. Apa pantas “niat” itu di anugerahi penghargaan berupa pahala. Atau contoh lain berniat untuk sholat qiyamu lail tiap hari, Niat seperti itu adalah sebuah kebajikan. Akan tetapi tidak ada usaha untuk mewujudkannya, alasannya “Ketiduran, tidak bangun, dan sebagainya”

Nah, kasus seperti ini yang sering saya alami, Banyak dalam hati saya berniat untuk melakukan sebuah kebaikan atau amal ibadah. Salah satunya qiyamul lail, puasa sunnah senin-kamis-sabtu (Kenapa hari Sabtu? Ada dech xD). Tapi sulit sekali menjadi sebuah perwujudan. Entah memang saya sendiri yang selalu berleha-leha karena merasa jalan masih panjang. Atau saya sendiri sudah merasa “Aman” hingga melupakan berapa besar dosa tiap harinya.

Acap kali saya berniat sholat malam, usaha yang saya lakukan sudah maksimal.

  • Sudah memberitahu istri untuk membangunkanku untuk sholat malam jika dia bangun.
  • Memasang alarm di Handphone
  • Alarm Alami dari Anak yang pasti terbangun tiap malam

Akan tetapi, semua hal tersebut hanya isapan jempol belaka, niat yang tadinya sudah bagus menjadi buruk karena saya tidak meng-iyakan janji kepada diri saya sendiri. Sudah dibangunkan istri malah pindah kamar tetangga kesebelah. Alarm Hand Phone Bunyi tanpa sadar tangan aktif untuk mematikan secara otomatis. Alarm Alami juga begitu, jelas-jelas sadar, dan mengendong si Anak hinggu terlelap kembali, tapi saya malah ikutan terlelap juga.

Entah sampai kapan saya terus “Berniat untuk Menunda”. Mungkin benar ada sebuah perkataan tentang sholat malam. Ketika hati dan perbuatan kita belum bisa dikatakan baik secara Hakiki, Berat untuk melakukan sholat malam. Mungkin Saya jauh dari kata bersih bahkan masih terlalu kotor dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Ya semoga apa yang saya tulis hari ini, membuat hati saya pribadi tergerak untuk tidak menunda niat yang baik lagi. Dan Semoga saya pribadi dan tentunya para pembaca juga mendapat hidayah dari Allah Subhanahu Wata’ala agar menjadi Hamba yang sebenar-benarnya Menghamba.

Amin.

Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatu

 

Share This :

0 Replies to “Niat Untuk Menunda”

  1. saya juga termasuk yang perlu memperbaiki niat,,

    1. Yuk sama-sama berusaha..
      memang berat kok, tapi kalau tau masalahnya kan lebih muda untuk mencari solusinya..
      semangat mbak, untuk esok yang lebih diridhoi

    2. Semangat, membulatkan tekad,,

    3. 👍👍👍👍 🙂

  2. Alhamdulillah beberapa hari ini beberapa niat yang sempat tertunda sudah mulai dilaksanakan. Semoga istiqomah menjalankan. Amiin

    1. 👍 Bagus Bu Dyah…
      Niat memang harus di aplikasikan ke sebuah perwujudan.
      amin.. moga saya juga ikutan istiqomah karena telah mengaminkan..
      amin sekali lagi

  3. Saya biasanya sudah punya niat untuk melakukan ini dan itu…. tapi rata2 berakhir menjadi sekedar niat saja.. Dan entah kapan dilaksanakan nya hahahaha

    1. Ya begitulah.. Sama dg aku jh seperti itu…

  4. […] di artikel “Niat untuk Menunda”. Buah dari perenungan diri bahwa saya jauh dari hamba yang selalu menunda-nunda perbuatan baik, […]

  5. […] Baca juga : Niat Untuk Menunda […]

  6. Mantap.Perbaiki niat itulah yg penting jangan asal niat doang kalo sudah punya /ingin memperbaiki niat apabila kita mati itu sudah mendapat pahala juga.tapi kalo niat saja.sama dengan janji.kalo tidak salah.وسلم

    1. makasih sarannya …

    2. Masama

  7. […] sadar, mungkin ada yang salah dengan sholat yang aku kerjakan.  Mungkin Niat yang belum sepenuhnya pasrah dan berserah kepada Allah. Atau pikiran yang masih melayang-layang saat […]

  8. […] alarm Handphone berbunyi dan tanganku otomatis tergerak untuk mematikannya secara tidak sadar. Terlalu banyak niat untuk menunda […]

  9. […] Bisa jadi ada ikhtiar yang kurang maksimal, Kita masih sering malas untuk mengerjakan sesuatu tepat waktu. Seperti mengerjakan tugas kuliah, mengerjakan Sholat dan sebagainya. Kita sering menunda-nunda nya. […]

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini