Nikmatnya Rasa Sakit

Rasa-sakit
Dikutip via dakwatuna.com

Sempat senyum-senyum sendiri mendengar curhatan teman yang sedang mengalami kesulitan dalam mengatasi sebuah kegalauan hati,

Eits, jangan salah paham dulu ,bukan berarti aku tuh orang yang bersuka cita di atas PENDERITAAN orang lain. Konteksnya tidak begitu banget, tapi lebih senyum-senyum ketika mengingat kembali masa kelam dan masa galau yang pernah aku alami dulu.

Kok bisa seorang Irawan pernah galau? Ya iyalah bang, neng,.. Aku kan juga manusia yang tak luput dari godaan Wanita.. Ups.

Ya gini nih, enaknya ketika sudah mengalami asamnya cuka, manisnya tebu, pahitnya pare dan asinnya air laut. *Nih orang doyan makan apa pemakan segala yak.. xD

Jadi mendengar cerita yang merefleksikan sebuah kenangan lama baik itu kenangan manis maupun sedih atau pahit sekalipun. Yang teringat diotak saya malah bukan kepahitan tentang kenangan itu, malah sebuah kekonyolankenapa aku harus seperti itu dulu”.

Pahitnya ditolak wanita saat aku benar-benar yakin si Dia sudah pasti menerima,

Sakitnya diselingkuhin padahal hubungan kita hanya sekedar teman biasa… loh kok xD,

dan Sulitnya Move on ketika aku tidak tau harus memindah hati kesebelah mana agar tidak harus teringat dan lebih membuka hati untuk wanita lain.

Dan terakhir Senangnya mencintai seseorang dengan diam dan sangat dalam padahal si Wanitanya sendiri tidak mengenalku apalagi untuk tertarik padaku. Hahahaha xD

Sebuah kisah lama yang mungkin bisa jadi cerita yang menarik untuk anak-anak saya dan juga menjadi sebuah pengalaman besar untuk menjadikanku lebih dewasa.

Baca juga : Arti Kedewasaan

Jika ditanya perasaan  saya waktu itu, pasti sama seperti yang dirasakan kebanyakan orang broken heart  lainnya. Tapi untuk sekarang, kenangan yang hanya serupa masa lalu, bagiku itu hanya sekedar tingkah konyol yang seharusnya tidak saya lakukan waktu dulu.

Melukai diri sendiri, tidak enak makan, susah tidur dan sebagainya. “Kenapa harus seperti itu?”

“Pengalaman adalah guru yang paling berharga

Aku sangat setuju dengan quote tersebut, pun juga kata-kata tersebut sudah menjadi kata mutiara yang sudah banyak tertulis di pelajaran bahasa Indonesia sejak Sekolah Dasar.

Menyikapi sebuah kegalauan hati hendaknya jangan terlalu Lebay dan mendramatisir sebuah masalah apalagi tentang cinta monyet, cinta ditolak, cinta bertepuk sebelah tangan, dan pacaran yang tak berujung ke-halal-an.

muslimah-menangis_5
Dikutip dan di edit dari hijabnesia.com

Menyiksa diri ketika masalah kegalauan datang itu sebuah kebodohan menurutku!!, Wah Anda Sok tau

Tentu Aku tahu, aku juga pernah merasakan hal yang sama, bahkan mungkin juga lebih parah dan lebih lebay dari kebanyakan orang. Aku menyadari itu karena memang rasa sakit itu tidak nyata, toh tak ada goresan luka di tubuh atau apapun yang didiskripsikan tentang sakit hati.

Karena Sakit itu nikmat

Kenapa aku mengatakan sakit itu nikmat, coba kita pikirkan kembali selama hidup sebulan belakangan ini, berapa kali kita sakit dalam sebulan?

Jika hanya sekali, bukankah itu nikmat? Sesuatu yang jarang terjadi itu suatu yang paling dinantikan loh, seperti bulan Ramadhan yang hanya sebulan dalam setahun, Hari ulang tahun, dan sebagainya

Jika kita hanya sakit selama sehari dalam sebulan, berarti kita selama 29 hari merasakan kesenangan karena sehat dan di beri sakit sehari untuk merenungi hal yang kita perbuat selama 29 hari di beri kesehatan. intinya sakit itu seperti ujian tentang 29 hari kita belajar hidup.

Bukannya sakit hati juga jarang-jarang kita merasakan. Ditolak wanita kan juga jarang kita rasakan, toh tak mungkin juga menembak wanita tiap hari. Pastinya ketika kita sudah cukup tertarik terhadap kaum hawa dalam waktu 2 bulan belakangan, dan mencoba menembak dalam satu hari dan Alhamdulillah ditolak.

Kok, Alhamdulillah ditolak.. karena wanita yang kita tembak itu sudah punya suami, kan alhamdulillah toh, tidak mempunyai pacar wanita bersuami. Hahaha xD

Nah seperti itu, Ketika kita menyadari Rasa sakit itu adalah sebuah nikmat, baik itu nikmat dijauhkan dari seorang yang tidak pantas bagi kita atau dijauhkan untuk berbuat zina karena pacaran sejatinya sesuatu yang mendekati zina.

Bukankah Syukur itu akan terlihat ketika kita mengetahui hikmah dari rasa sakit. Karena kita tidak mengetahui Allah Subhanahu wata’ala memberikan rasa sakit itu untuk tujuan apa? kita tidak mengetahui alasan Allah memberi rasa sakit itu untuk tujuan besar setelahnya.

Disitulah kebanyakan orang akan mengatakan hidup ini kejam, Kehidupanku tidak diberkahi keberuntungan dan sebagainya, Allah Maha Adil Kawan, Allah Maha Pengasih dan Maha Penyanyang.

Tidaklah benar Allah menjerumuskan hambanya dalam kesusahan, BerKhusnudzon lah ketika kita menghadapi kesulitan dan berserahlah, hanya kepada-NYA lah semua akan kembali

Bukankah rasa sakit itu akan menjadikan kita lebih dewasa?

Tentunya…, Lihat saja saya *hahaha Berlagak sok dewasa

Aku dewasa kok secara umur yang sudah mendekati kepala tiga, dan sudah dikaruniai 2 orang anak. Sudah menapaki dunia rumah tangga 4 tahun dengan suka duka bersama, Tetap bertahan dari rasa sakit karena sebuah perbedaan, rasa kecewa karena kesalah pahaman dan rasa iri karena ketidak beruntungan.

Aku bahagia dengan semua rasa yang pernah aku jalani selama aku berumah tangga, karena disamping itu menjadi sebuah pelajaran berharga bagi saya juga aku bisa menikmati hidup dengan variasi hariannya.

Adanya rasa sakit karena kita menganggap ada sebuah rasa Bahagia

Kiranya kita bisa Bahagia ketika rasa sakit melanda

Dan tidak berlebihan menyikapi sebuah keberuntungan

Disitulah ada sebuah KETENANGAN

 Semoga Bermanfaat

Wasssalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatu

Share This :

0 Replies to “Nikmatnya Rasa Sakit”

  1. Sekali-kali sakit memang terasa nikmat tapi gak enak kalau sering-sering hehe

    1. iya juga sih, tapi sakit kan juga ujian..
      kata orang, sakit juga penebus dosa
      entahlah, bagiku sakit itu merupakan pelajaran berharga

  2. Jadi teringat kata Nanashi dalam film Sword of the Stranger: “Rasa sakit membuatku merasa lebih hidup.”
    hehe

    1. hehehe.. aku gak tau filmnya sih..
      tapi pasti bagus filmnya sampai teringat gitu

  3. Rasa sakit karena perbedaan itu maksudnya perbedaan-perbedaan yg terkuak setelah pernikahan ya mas?
    Btw rasa sakit itu emg kadang dibutuhkan sih buat ‘nampar’, asal jangan sampai masokis aja hahaha

    1. Perbedaan pendapat, perbedaan adat, perbedaan cara pandangan..
      Ya banyaklah, namanya juga pernikahan awal, biasanya banyak hal seperti itu…

    2. Tapi seiring waktu nanti lama-lama juga kebiasa ya mas?

    3. Iya.. Kan memang tujuan pernikahan itu menyatukan perbedaan
      Secara sifat antara laki2 dan perempuan aja beda..
      Nah disitu drama kehidupan dimulai…
      Seru dech nikah itu.. 😀

    4. Duh mas bikin saya jadi pengen cepet” nikah aja hahaha…
      Btw dulu pake sholat istikhoroh dulu nggak mas sebelum menentukan pilihan? *ceritanya konsultasi

    5. Pernah sih sholat isgikhoro..
      Istri jg sama
      Cuma kata orang kan setelah sholat entar dapat petunjuk lewat mimpi..
      Tapi aq gak ada mimpi pun.
      Cuma jalan terbuka lewat kenyataan.. Tau2nya dia mau pinangan ku dan setelah itu nikah

    6. wah masnya bikin saya jadi pengen cepet nikah hahaha…
      dulu sempet pakai istikhoroh dulu nggak mas sebelum ‘memilih’?

  4. Semua ada masanya… Rasanya konyol bila masa lalu itu bisa terjadi pada kita, tapi hal itu sebetulnya tidak konyol bila dirasa pada masanya… Bahkan mungkin apa yang kita alami sekarang juga terasa konyol bila kita ingat suatu saat nanti, kalau Allah mengijinkan kita berumur 80 tahunan…

    1. that’s right..
      Intinya masa lalu adalah pembelajaran untuk masa depan

  5. sakit juga bisa membuat kita untuk bersyukur loh

    1. Sip… Benar sekali

  6. Sakit itu mendewasakan…eak..haha kecuali sakit gigi!

    1. Meskipun sakit gigi jg mendewasakan. Jadi hobi sikat gigi dan makannya gak suka yang manis manis kayak cokelat dan Arin.. Wkwkwk
      XD

    2. Eheyyy wkwkwk XF

  7. Sakit itu nggak nikmat mas. Yang nikmat rasa coklat atau vanilla hehe

    Tapi bener sih, berdasarkan pengalaman selama 12 tahun, kita nggak bisa mengelak dari benturan akibat perbedaan apapun itu. Yang paling baik adalah bagaimana menyikapinya agar ke depannya bisa lebih soft benturannya…(macam main rugby saja)

    1. Hahaha,
      Main rugby dikamar ya Bu Dyah… Hahaha xD

    2. Cek email mas….

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini