Perihal Keberuntungan

Entahlah, sejak awal aku malas banget nunggu sesuatu yang tak pasti. Seperti halnya undian berhadiah di acara Jalan sehat di desaku tadi pagi. Sebenarnya, acara seperti ini tiap tahun di adakan di desa dalam memperingati hari kemerdekaan Indonesia.

Biasanya, aku punya andil menjabat panitia dalam acara tersebut karena memang acara ini di panitiai oleh seluruh anggota karang taruna. Untuk tahun ini, aku tak pernah hadir dalam rapat karena kesibukan merawat anak yang masih kecil. Jadi aku tidak diberi tanggung jawab sebagai panitia. 

Berbicara undian, ironis sekali pengalamanku, sejak dari kecil sampai sedewasa gini. Satu kali pun tak pernah aku merasakan menang undian dalam bentuk apapun, Terutama acara tadi pagi. Dulu, pernah mempunyai tiket undian dengan jumlah lebih dari 20 tiket(maklum panitia). Tapi, entahlah…!, Sepertinya keberuntungan tidak hadir dalam hidupku untuk masalah satu ini.dari 20 tike lebih, tak satupun nomor undian yang aku punya keluar.

Mungkin memang sudah takdir kali yak!, sepertinya “lucky” selalu menghampiri orang yang sama. Tiap tahun, hanya beberapa orang saja yang selalu undiannya keluar.

Bukannya aku tak tergiur dengan hadiah utamanya. Tapi, asalkan nomer undianku keluar, itu sangat membuatku bahagia, walau hadiahnya hanya sebatas mie instan 3 bungkus atau minyak 2 Literan, dan sebagainya.

Seperti ada kebanggaan tersendiri ketika nomer undianku keluar. Tapi, yah bagaimana lagi, memang aku seperti dijauhkan dengan keberuntungan loterai atau undian-undian seperti itu.

Cuma satu keberuntungan yang pernah menghiasi hariku…

Ya mendapatkan kamu itu..

Iya kamu..kamu..  Istriku..

Walau pernah cintaku kamu undi dengan 3 lembar kertas dengan bernamakan nama orang yang menyukaimu karena kenaifanmu.

Dan ironisnya, namaku tak keluar dari hasil undian.

Beruntungnya, nama yang keluar itu yang tidak kamu pilih, justru namaku yang terakhir berada dalam botol menjadi pemenang kalau menurut peraturanmu. Walau akhirnya, aku juga menolak perihal harga diri.

Walau di endingnya, aku juga tetap melamarmu untuk mengisi perjalanan hidupku bersamamu. Dan beruntung di anugerahi dua princes cantik sepertimu.

I Love You Istriku

Share This :

0 Replies to “Perihal Keberuntungan”

  1. gombalan terdeteksi…..

    1. Kalo masih pacaran dan sebangsanya.. Bisa dikatakan “gombal”
      Kalo udah berkeluarga, bukan ngombal…
      Tapi ya ini bumbu pernikahan
      Hehrhe xP

    2. baiklahhh suhu 😀

  2. Banyak banyaklah merayu, biar malammu tak sendu jiahaaha

    1. Makanku di pabrik entar.. ;-(

    2. Typo malamku

  3. Kalo aku bilang seperti itu ke istriku, jawabnya “prettttt”…

    1. Ya mungkin sama aja tanggapan semua istri…
      Cuma naluri wanita suka dipuji..
      Pasti dalam hati, dia seneng banget kok mas… 😀

    2. Tetapi menurutku kalau wanita sudah bersuami itu ada saat-saat tertentu senang pujian, misalnya pujian tentang nikmatnya masakan

    3. iya sih… 🙂

  4. Iya deh…iya deh…

    1. 😛

  5. Aku juga gak pernah menang undian dlm bentuk apapun mas 😂

    1. Berarti kita sama..
      Sama sama dijauhi keberuntungan…
      Wkwkwkw
      Tos dulu dah

  6. Wah, unik ya caranya, hehehe

    1. cara ngudi cinta mksudnya?
      unik gimana, aku jadi korbannya😩😩

  7. Kalau undian tuh emang untung2an yaa… kadang udah berharap dapet.. eh tapi malah ga dapet…

    1. Iya.. Enakan gak berharap sekalian… 🙂

  8. Seperti di atas, keberuntungan ada banyak jalannya. Kalau bukan di undian, ya ke pasangan hidup. Kalau yang masih jomblo keberuntungannya apa ya? he he :mrgreen:

    1. ya beruntung, bisa menjaga kesucian jomblo..
      menunggu datangnya kehalalan cinta.. wkwkwk 🙂

  9. udah serius beloknya greget, gombalnyaa hihi

  10. “Walau akhirnya, aku juga menolak perihal harga diri.” itu maksudnya gimana mas? *kepo

    1. maksudnya..
      dulu kan ada 3 orang yang sama-sama menyukai istri termasuk aku..
      salah satu dari kami, (bukan aku), meminta sebuah keputusan pasti, milih siapa..
      nah pas pengundian, aku suruh ngambil satu gulungan kertas, yang bernamakan nama dari ketiga calon. setelah aku mengambil satu, aq mendapat nama orang lain, yang berarti aku yang jadi pemenangnya.. So secara peraturan.. aku yang diterima sebagai pasangan atau pacar lah bahasa gaulnya.
      cuma karena harga diri, aku menolak untuk jadi pacar undian gitu, walaupun dalam hati seneng sih..
      ya akhirnya gak jadi pacaran dan aku pasrahkan kembali kepada dia untuk memilih.
      dan akhirnya dia memilih orang lain..
      ya kalo namanya jodoh, insyaAllah gak kemana..
      ternyata dia memilih orang lain itu hanya untuk memperbaiki persahabatan antara aku dan temanku itu yang sempat pudar gegara saingan.. hahaha
      endingnya, temenku itu menikah, dan aku tanpa pacaran, aku ngelamar dia dan dia menyetujuinya.. yeah… 😛

    2. Oalah, lumayan rumit ya mas pada awalnya. Tapi ujung”nya jodoh juga hihihi
      ohya mas, laki-laki itu kalau melamar perempuan apakah mesti ada rasa yakin dulu kalau perempuan tsb bakal menerima? atau ada juga yg berani langsung melamar?

    3. kalo aku, aku nanya dulu ke wanitanya, baru aku melamar ke keluarganya..
      tapi ada juga langsung kekeluarganya.. masalah terima atau tidak, ya kembali ke takdir itu bicara..
      sepupuku juga melamar wanita, tanpa ada perkenalan, hanya si sepupuku ini tau wanitanya secara sekilas dari pekerjaan dan cerita dari oranglain tentang karakter si wanita ini..
      dan alhamdulillah sekarang udah punya bayi kembar.. 🙂

    4. Waaw ternyata jalannya emang beda-beda ya….
      Tapi sepupu nya mas luar biasa berani ya, sampai tidak didahului perkenalan…

    5. ya mungkin faktor usia dan memang dia dulu sempet terkecewakan perihal pacaran..

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.