[Cerpen] Pedang Peruntuh Kerajaan

“Itu bukan pedang!” Ucap Salman. “Pedang yang tak bisa memotong benda menjadi dua bagian, lebih cocok disebut gadah dari pada pedang” Sindir Salman dengan senyum kecil di wajahnya, seakan menunjukkan kepuasan dalam kata yang terlontar barusan.

“Tau apa kau tentang pedang” sambil berjalan menghampiri salman, Zaky mulai mengambil pedang yang tergeletak ditanah dekat dengan Salman.

“Apa ini yang kau sebut pedang” Zaky membuka pedang yang tergeletak di tanah tadi, dan memperlihatkan sosok pedang berombak, semacam sebuah keris, tapi berukuran lebih besar dan panjang. Pedang itu milik Salman.

“Pedang yang bergelombang!, bagaimana ini bisa menebas musuh?, ini lebih tepat untuk mengiris Ubi yang telah dibakar” Dengan piawainya Zaky menunjukkan cara mengiris Ubi yang telah dibakar didalam api unggun.

Terlihat senyum kecil yang terpampang jelas diwajah Luqman yang duduk di pinggir api unggun, melihat peraga’an temannya yang mengiris ubi dengan pedang, sesekali dia mencicipi ubi bakar yang sudah matang.

“Hey, apa yang kau lakukan dengan pedang itu” Salman berlari dan mengambil kembali pedang yang di ambil sahabatnya Zaky.

“Ini akan mencoreng kekuatan dan kesakralan pedang ini!” Gumam Salaman, dengan nada jengkel dia mengusap-usap kembali pedang yang sudah kotor bekas ubi bakar dengan sebuah kain hitam.

Pedang merupakan senjata favorit dikala itu, tapi pedang juga seperti benda sakral dan suci yang tidak boleh digunakan secara semberono. Ada kalanya, kesakralan itu membuat pedang tipis dengan ketajamannya bisa memotong pedang besar menjadi dua bagian walau pedang besar itu dibuat dengan bahan baja yang sama.

“Hey, luqman…!” Kata Salman

Luqman yang dari tadi duduk diam, menikmati ubi bakarnya, dan dengan seksama melihat perdebatan kedua temannya itu. Sesekali dia tersenyum tanpa mengeluarkan suara. Kini dia memalingkan wajahnya ke arah Salman. Dengan ubi bakar yang masih di tangannya.

Baca Juga :  Black and White

“Kenapa dari tadi kau hanya tersenyum?” Tanya Salman “Tidakkah kau lihat?, Temanmu yang kesusahan ini, Pedang kesayangannya, dibuat mengiris ubi oleh orang tak berakhlak ini.” Dengan menuding ke arah Zaky.

Share This :

0 Replies to “[Cerpen] Pedang Peruntuh Kerajaan”

  1. So sweet!

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.