[Cerpen] Pedang Peruntuh Kerajaan

“Apa maksudmu tak berakhlak?” Zaky langsung mendekati Salman dengan tangan yang mengenggam, Dia sangat marah ketika di bilang “tak berakhlak“.

Mungkin, siapapun akan marah dikala mendengar hinaan seperti itu, tidak berakhlak berarti tidak beragama. Sedangkan mereka bertiga mengetahui bahwa ketiganya sama-sama patuh dan taat kepada ajaran yang di bawa Rosululloh Sholallohu alaihi wassalam.

Melihat Zaky yang menghampiri Salman dengan tangan mengenggam. Luqman langsung bangun dan menghampiri keduanya. Dia melerai mereka dengan menempatkan kedua tangannya ke dada masing-masing temannya.

“Tenang lah kawan” Ujar Luqman yang berusaha melerai mereka, “Istighfar…!”

Dikala Luqman berkata istigfar, kedua temannya yang dirundung kemarahan ini akhirnya luluh dan keduanya mengucap astaghfirullohal adzim

Istighfar adalah cara ampuh untuk meredakan kemarahan hati para sahabat dizaman Rosululloh. Dengan ketaatan yang luar biasa, mereka akan menata ulang kembali hati mereka dari rasa marah.

Setelah keduanya sudah lebih tenang, Luqman mulai dengan perkataannya

“Wahai Saudaraku, apa sebenarnya yang kalian ributkan” Dengan suara yang lembut Salman mulai menelaah masalah yang dialami kedua temannya ini

“Awalnya, aku hanya mengagumi pedang panglima yang bagus, tapi Zakylah yang memulai perdebatan itu” Ucap Salman yang menjelaskan awal terjadinya perdebatan.

“Tidak…!” Teriak Zaky.

“Justru engkaulah, Wahai Salman!” Zaky menuding ke arah Salman “Engkaulah, yang pertama kali menghina pedangku!, selayaknya gadah” Ujar Zaky membela diri.

“Engkau juga sama” Ucap Salman tidak mau kalah “Menghina pedangku. Kau gunakan pula pedangku, untuk mengiris Ubi didepanmu itu” Ditunjuknya Ubi yang sudah diiris oleh Zaky.

Suasananya mulai memanas kembali, mereka tetap tidak mau mengalah dan mengakui kesalahan masing masing.

“Cukup..!”

Teriak Luqman menghentikan perdebatan antara kedua sahabatnya ini. “Hentikan perdebatan yang tak ada habisnya ini”.

“Sekarang aku ingin bertanya!” Luqman memandangi mereka berdua. Dari ketiga orang ini, Luqman adalah seorang yang tidak banyak bicara, tapi dia paling bijaksana diantara mereka bertiga.

Baca Juga :  Bakpou Kesayangan

“Menurut kalian, Pedang seperti apa yang terhebat?” Tanya Luqman kepada kedua temannya.

Luqman mengacungkan jempolnya kepada si Salman, yang mempersilahkan Salman untuk menjawab lebih dulu

“Menurutku, Pedang yang hebat seperti pedang Zulfikar, milik Sayidina Ali Ra, konon bisa membela Batu besar dengan sekali tebas” Jawab Salman

zulfikar-510x255
Replika Dzulfikar di ambil dari google

Luqman mengangguk dan bangga atas pengetahuan Salman akan pedang. Kemudian, kembali Luqman mengacungkan jempolnya ke arah Zaky, Seraya dia berkata “iniloh giliran zaky menjawab

“Bagiku, Pedang hanya sebatas alat, pemiliknya lah yang membuat pedang menjadi sangat hebat. Dari cara merawat, cara menjaga, dan cara memakai. Serta keteguhan dalam hati si pemilik. Seakan pedang menjadi bagian dari dirinya sendiri,” Zaki menghela nafas panjang “Seperti halnya Sayidina Ali, dengan keteguhan dan keberaniannya, dalam membela agama Islam, membuat pedang Dzulfikar menjadi melegenda bersama nama Sayidina Ali dalam sejarah Islam.” Tegas Zaky

Kembali Luqman tersenyum dan bangga terhadap keteguhan sahabatnya dalam mengulas arti pedang sebenarnya. Dia menepuk kedua pundak sahabatnya dengan senyum penuh rasa bangga.

“Wahai sahabatku” Ucap Luqman kepada keduanya.

“Bukankah sudah jelas!, Pokok dari masalah kalian?” Luqman melihat wajah kedua sahabatnya, sentak kedua sahabatnya kebingungan dengan pernyataan Luqman.

“Apa maksudmu!, Luqman” Tanya Zaky dengan nada Kebingungan

Luqman kembali tersenyum geli sambil mengeleng ngelengkan kepalanya

“Iya Luqman, Janganlah berbelit-belit seperti itu, Bantulah kami, kami masih dalam keadaan kebingungan, dari apa yang kau maksudkan itu” Salmanpun tak sabar dengan jawaban Luqman.

“Dengarkan baik baik” dengan tangan melambai ke arah kedua temannya, Luqman menyuruh kedua sahabatnya untuk lebih mendekat.

“Dari jawaban kalian saja sudah terlihat, Pedang yang tajam beserta kemampuan penggunanya, menjadikan pedang menjadi sebuah legenda. Seperti halnya pedang Dzulfikar milik Sayidina Ali Ra. Dengan keteguhan dan keberaniannya, serta pedang dengan 2 mata pisau yang sangat tajam. Menjadikan Sayidina Ali beserta pedangnya melegenda hingga sekarang” Luqman menghirup nafas dalam-dalam sebelum melanjutkan ceritanya, terlihat kedua temannya mengangguk-angguk yang menandakan keduanya sama-sama memperhatikan cerita Luqman.

Baca Juga :  Penyesalan Cinta Yang terlambat

“Tau ngak, kalian?, Tentang pedang yang lebih hebat dari Dzulfikar?” Tanya Luqman

Keduanya sepakat mengelengkan kepalanya, kembali senyum menghiasi wajah Luqman

“Ada sebuah pedang, Pedang yang luar biasa Hebat, Siapapun bisa memakainya!. Kekuatan pedang ini bisa mengulingkan satu Kerajaan. Bahkan ketika seseorang terkena sabetannya. Tak ada obat penawar yang bisa menyembuhkannya. Selayak racun yang luar biasa bahayanya” Luqman mengakhiri ceritanya.

Kedua orang itu melongo mendengarkan cerita Luqman.

“Tau ngak, Pedang apa gerangan? Tanya Luqman

Kembali mereka sepakat mengeleng-gelengkan kepala mereka, Luqman kembali tersenyum melihat ketidak tahuan kedua sahabatnya itu

“Wahai Luqman, Pedang apa itu, sampai sehebat itu?” Tanya zaky penuh penasaran.

“Bukankah pedang itu, dari tadi kalian gunakan!” Jawab Luqman dengan sunyum khasnya

Keduanya semakin bingung apa yang dimaksudkan sahabatnya itu, terlihat jelas dari raut wajah mereka dan gernyitan didahi mereka, menandakan kebingungan yang melanda dipikiran mereka.

“Pedang itu adalah lidah kalian!” Jawab Luqman

“Lidah yang tak bertulang itu, Lidah yang bisa menyakiti seseorang tanpa ada penawarnya bahkan lidah yang bisa mengulingkan satu kerajaan dengan fitnahnya.” Jelas Luqman

“Bukankah, kalian dari tadi mengunakannya?, Kalian hendak berpadu gegara ‘pedang’ yang tak dijaga”

Jawaban Luqman membuat kedua orang ini malu terhadap dirinya, akhirnya kedua sahabat ini saling berpandangan, kemudian saling memeluk dan mengucapkan kata maaf.

Luqman tersenyum. Dan ikut dalam pelukan hangat kedua sahabatnya

Sekian.

Share This :

0 Replies to “[Cerpen] Pedang Peruntuh Kerajaan”

  1. So sweet!

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.