Kabut Hati

kabut-hati
Source image by Pixabay

Aku terbangun di fajar yang mulai meninggi, dengan kaki yang gemetaran karena dingin disekujur kaki. Mungkin hujan yang terlampau pagi, sampai ayam pun enggan berkokok dan mentari tak kunjung muncul lagi.
Aku suka dengan dingin ini, Udara dingin diselimuti angin lembut, begitu menusuk dan mengerayangi sekujur tubuh ini. Ada rasa geli, pun juga rasa sedih karena terbatasnya pandangan di mata ini, bola mata yang tak mampu menembus kepulan asap  tebal, bahkan mentaripun tak sanggup menyinari sekitaran tanah ini
Begitu gelap dan sunyi…
Kadang Aku suka kesunyian seperti ini, Begitu senyap dan begitu hening, pun juga basah yang terlukis di dedaunan yang telah di guyur hujan sejak pagi tadi. Serasa nyaman walau dingin menikam disela-sela peluk yang kurindukan.
Begitu tenang, menyerupa kegelapan, Gelap yang tak tembus cahaya, hanya samar-samar ku meraba di pertengahan kepulan asap yang kian berputar-putar.
Aku terjebak diantara kabut kegelapan, tenggelam dalam hiruk pikuk keindahan alam, terperosok dalam sanubari yang kelam, menunggu sinar yang menerangi sepotong hati yang hilang.
Kaulah yang aku butuh, sebagian hati yang telah lama tak menyatu.
Kaulah penyelamatku, dari dingin yang selalu menusuk dikesendirianku
Dan engkaulah cahayaku, yang menyinari kegelapan di dalam kabut hatiku.
***
Ainur Irawan
Kabut tadi pagi

Share This :

10 Replies to “Kabut Hati”

  1. kalau sunyi cocok nyari inspirasi kak

    1. nyari ikan juga enak… (mancing)

    2. hihi ide bagus kak

    3. hmm, sebenarnya kita seumuran loh, bahkan lebih muda aku dikit..
      jadi aku yang panggil kakak ya..
      ^_^

    4. ok nur 😀 hahha

    5. hahaha,

  2. Ada Kabut pagi dihatimu,
    Ada gerimis sore dihatiku.
    *ehehehe

    1. Eeaahhhh…(^^)

  3. Wah jadi adem bacanya 😀

    1. ^_^ makasih

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini