Perjanjian Tidak Merokok Lagi

tidak-merokok-lagi
Surat Perjanjian Damai Tidak Merokok Lagi

Tidak merokok bagi sebagian orang yang sudah terbiasa dengan asap rokok, itu sesuatu yang mungkin tidak terpikirkan oleh sang Ahli Hisap (Ahli hisap:Perokok aktif) itu sendiri. Bagi mereka, biarpun tidak makan seharian ini, yang penting ada beberapa batang rokok menemani itu sudah cukup menganjal perut yang keroncongan.
Sama halnya dengan puasa, bagi perokok berat, pertama kali mendengar suara adzan maghrib, dia langsung membatalkan puasanya dengan segelas air baru mereka menghisap rokok dulu. setelah itu baru sholat dan makan nasi jadi urutan terakhir bahkan terkadang menunggu selesai terawih.
Bagiku, tak merokok itu seperti Komputer dengan specifikasi tinggi tapi tanpa adanya game di dalamnya. Ya tidak ada masalah dan tidak begitu penting juga, cuma rasanya jika tidak ada game dalam komputer, ada yang kurang aja. Game itu semacam pembunuh rasa jenuh dan stress yang melanda. Jadi penting tidak penting juga adanya game di komputer.
Merokok juga begitu. Menurutku penting tidak penting. Ada kalanya merekok itu sebagai obat penenang rasa jenuh dan pembuat rasa rileks saat jam istirahat kerja.
Dan pastinya kebanyakan orang pasti beranggapan merokok itu polusi udara. Ok fine, itu sudah pasti. Karena perokok yang tidak tau aturan pasti akan mengakibatkan polusi udara di sembarang tempat. Tapi, jika merokoknya pada tempat yang disediakan kan tidak termasuk polusi, kan dihirup-firup sendiri.

Baca juga : Anggapan Dengan berhenti merokok Anda akan Kaya, itu salah!

Kembali ke topik, tentang Perjanjian Tidak Merokok lagi!
Seperti yang pernah aku bahas di artikel “kok tinggal bungkusnya saja”. Itu merupakan bentuk ketidak sukaan istriku melihat aku merokok. Istriku ini unik sekali, hidungnya sangat sensitif sekali terhadap bau-bau menyengat. Padahal aku merokok itu sudah 4 jam lebih tapi istriku ini bisa mencium sisa-sisa bau rokok dari badanku, dari rambutku, dan dari jemariku.
Luar biasa bukan?
Aku sendiri saja tidak mencium bau-bau rokok, dia dengan hebatnya sudah mengetahui aku merokok hari ini, itupun dengan jarak yang tidak terlalu dekat mengendusnya.
Karena alasan itu, dia pernah mengambek hingga berhari-hari. Kan tau sendiri bagaimana rasanya tidak diperhatikan istri selama berhari-hari. Komunikasi tidak nyaman dan sebagainya. Rasa itu lebih parah ketimbang rasa sakit hatinya para single loh.
Akhirnya aku menyerah dengan rasa frustasi karena kesendirian ini, aku mengajak istriku untuk bermusyawarah enaknya gimana?, dan setelah perdebatan panjang dalam suatu malam, akhirnya kita sepakat dengan sebuah keputusan. “Tidak boleh merokok lagi
Oke, aku terima perjanjian itu, walaupun aku tau, itu hanya mengenakkan sebelah pihak saja, dan aku sepakat untuk menyanggupinya untuk tidak merokok lagi. Dengan 1 syarat.

Aku hanya merokok ditempat jama’ah ngajiku saja tiap malam jum’at dan malam minggu.

Awalnya istriku tidak setuju, tapi setelah di tes beberapa hari aku memang tidak merokok di pabrik dan disekitaran rumah. maka dengan berat hati dia menyetujui syarat yang aku berikan. Dan sejak saat itu, aku tidak pernah kehilangan rokokku lagi walau berserakan di dalam tasku.
Dampak baiknya, Rokok yang aku beli satu bungkus, bisa habis selama 2 minggu. Keren kan, wkwkwkw. Yah lumayan lah bisa hemat sedikit buat tabungan di akherat nanti,:P

Share This :

0 Replies to “Perjanjian Tidak Merokok Lagi”

  1. Saya klo menulis tidak ditemani rokok dan kopi seperti ada yg hilang mas. Nggak bisa konsen dan nggak selesai2.

    1. Nah tu, rokok juga penguat ide yak… Kata temenku juga gitu, ngerokok itu katanya cari inspirasi…

  2. Keren mas Nur, suamiku selama 11 bulan ini pasti bisa ngurangin rokok selama pelatihan. Tapi setelah itu entahlah

    1. Yo doain aja, siapa tau tetep biza ngurangin, syukur2 berhenti ngak ngerokok lagi

  3. Ehm, aku salah fokus nih. Biasanya aku baca Pena Diri, ternyata Pena Dairy tho yang sebenernya. .
    Ngevape mas Nur supaya hayum. . . lha yo keluar lagi urusan vape😂😁😀😂😃😄😅

    1. Ya intinya blog ini memang menjelaskan tentang diri, dari mencari jati dirinya dan sebenarnya diri… Gitu..
      Vape itu rokok elektrik itu ta.. katanya itu jauh lebih berbahaya dari pada rokok biasa…

    2. Kurang tahu pasti juga sih, tapi sewaktu aku riset buat aku tulis di blog aku dan sewaktu aku baru kenal ARL kemaren, aku sih bacanya katanya malah vape yang jauuuuuuuuh lessdangerous. . .

    3. banyak loh artikel yang menjelaskan bahwa rokok elektrik lebih bahaya di internet.
      aku juga gak tau, tapi aku setuju dengan mereka,
      eh, btw, yang aku maksud bukan sisa (semacam rokok elektrik yang ada penyaringan ainya yang biasa orang arab hisap itu loh)

    4. Iya, vapor kan. . .
      Yeah, mungkin aku emang pengennya itu nggak berbahaya soalnya ARL konsumsi itu, makanya jadi selalu nemu ngga berbahaya. . . lol tapi aku nemunya jurnal ilmiah lho. . .

  4. Rokok memang bikin dilema.
    Namun pada hakekatnya semua perokok pengin berhenti merokok.
    Tapi yaaa ada banyak alasan yang membuatnya tetap merokok.
    Begitupula saya yg nulis komentar ini sambil menghisap asap rokok.
    Wkkwkwwk…

    1. Memang rokok itu semacam candu..
      Kayak cinta, semakin tidak disentuh, semakin dilema. Wkwkwkw

  5. berhentilah… total

  6. Semangat mas! Semoga saja bisa berhenti total dari kebiasaan merokok. Jaga kesehatan selalu! 😊

    1. makasih 🙂

  7. Wihh asikk. Katanya, kalau berhenti itu nggak bisa tiba-tiba gitu ya Kak? Harus bertahap gitu katanyaa

    1. kebanyakan perokok sih begitu, tapi bagiku tidak juga. dulu sewaktu istri hamil, aku puasa tidak merokok selama 5 bulan, dan tidak berefek apa2.
      cuma rasanya ada yang kurang saat kebiasaan ngumpul dengan teman pasti dengan kopi dan rokok

  8. […] ahli hisap, karena aku sendiri jarang juga menghisap rokok, seperti yang aku jelaskan di “Perjanjian tidak merokok lagi” yang membuatku hanya merokok di hari dan tempat tertentu […]

  9. Keren kaa, bisa tahan tidak merokok gitu hehe. Sekarang buat perjanjian jangan diingkar tuh haha semangat (y)
    Jangan lupa kunjungi balik jika sempat

  10. […] menikmati kopi dengan sebatang rokok. Yah tau sendiri, gimana istriku melarang aku merokok sesuai Perjanjian Tidak Merokok yang sudah di tanda tangani dengan materai 6000. […]

  11. […] dulu sewaktu mau menikah, aku mencoba untuk tidak merokok saat itu. Dan aku berhasil hingga 1 […]

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini