Kamu Adalah Pusat Alam Semestaku^_^

Langit biru @Banyu_meneng

Melihat langit biru, seakan aku melihat sebuah kenangan yang pernah terlintas oleh waktu. Aku suka melihat langit biru sejak kecil, Aku tiduran di pintu belakang dekat dapur, dengan bantal kesayanganku, aku tiduran dengan memandang langit-langit biru itu.

Dengan iringan awan putih yang bergerak ditiup angin. Terkadang awan putih tersebut membentuk bongkahan paha ayam dan bentuk-bentuk lucu  lainnya.

Begitupun melihat langit gelap dengan taburan bintang disana. Seakan bintang itu bergerak seperti layang-layang saat ku memandang. Aku suka melihat langit penuh bintang, walau dengan melihat itu memunculkan rasa cemburu yang pernah kurasakan kepadamu, setidaknya, dengan melihat bintang itu, aku merasa tidak sendirian kala itu.

Baca juga : Bintang!!! Sinari aku

Bagiku Bumi itu pusat alam semesta, Aku tidak peduli tentang semua buku pelajaran yang menerangkan bahwa Matahari adalah pusat tata surya. Yang aku tahu, disetiap aku diam dan memandang langit biru disana, Semua hal yang terlihat disana, terlihat bergerak dan aku hanya diam dengan Bumi yang tak bergerak.

Baca juga : Pelajaran yang tak masuk akal di sekolah

Sama seperti saat aku melihatmu, Seakan-akan waktu disekitarku terhenti, hanya sosokmulah yang  sangat jelas terpampang oleh mataku.

Aku tak peduli dengan teory Heliosentris milik Galileo maupun Copernicus yang menganggap planet-planet termasuk bumi mengelilingi matahari sebagai pusatnya. Walaupun aku juga tau bahwa Galileo juga gagal  membuktikan teorinya. Yang jelas Bumi itu tempat kehidupan, bukankah dimana ada kehidupan berarti disitu adalah pusatnya.

Sama dengan dirimu, Aku menjadikan kamu sebagai pusat perhatianku, karena aku berharap engkau adalah salah satu arti dari kehidupanku.

Aku lebih suka bahwa Bumi merupakan pusat alam semesta, Semua bintang yang berhamburan di langit malam mengitari bumi. Matahari dan bulan pun sama, keduanya terbit di timur dan tenggelam di barat secara bergantian. Bukankah terdapat sistem yang luar biasa untuk mengatur keduanya agar tidak terbit dan tenggelam secara bersamaan.

Kenapa harus Matahari yang menjadi pusat tata surya?, bukankah Bumi lebih pantas!. Karena ada Kamu…

Bumi mempunyai sumber kehidupan dengan adanya air yang melimpah ruah didalamnya. Banyak kehidupan yang tumbuh di bumi, macam-macam tanaman, hewan, dan kita sebagai manusia juga hidup di Bumi. Sedangkan matahari hanya sebongkah hawa panas yang jelas tak berpenghuni. Bukankah bumi lebih pantas sebagai pusat alam semesta ketimbang bongkahan panas itu?

Jika disuruh milih? Pilih mana antara bumi atau matahari yang menjadi pusat tata surya? Heliosentris atau Geosentris?

Jelas aku memilih Bumi sebagai pusat tata surya, bukan berarti aku mengikuti paham samawi tentang teory geosentris. Tapi, Banyak hal yang membuat Bumi lebih layak menjadi pusat tata surya ketimbang Matahari Menurutku.

Salah satu alasannya adalah KAMU, Ya KAMU yang terlahir di dunia aku berpijak ini.

Bagiku, Kamu adalah sebuah poros yang membuat aku ingin selalu mengelilingimu, mendampingimu dan melindungimu. Kamu tak perlu jadi sepanas matahari maupun mempunyai gaya tarik selayak gravitasi matahari yang membuat planet-planet mengelilingi matahari. Karena aku yakin, matahari hanya sebongkah hawa panas yang tak mempunyai gaya gravitasi sebesar itu.

Bagiku, Kamu adalah bumiku, tempatku memulai sebuah petualangan hidup yang baru. Jika dulu aku suka memandangi langit biru sendiri, sekarang aku memilih untuk melihat langit dengan mata tertutup denganmu. Merasakan alam bergerak sesuai kehendak sang Waktu.

Tak penting Heliosentris atau Geosentris bagiku, karena yang aku yakin, Ada sistem yang Maha Dahsat  yang menciptakan tatanan alam semesta ini dengan begitu Hebatnya. Wallahu’alam bissawab ^_^

Share This :

22 Replies to “Kamu Adalah Pusat Alam Semestaku^_^”

  1. jadi baper :’)

    1. hahahaha.. 😀
      Padahal ceritanya bukan cerita sedih loh 🙂

    2. bukan gitu gan, saking epicnya artikel ente huhuhuhu :’)

  2. Si doi menjadi pusat rotasi yang sebenarnya ya hahahaha 😆

    1. Wuich kayak gasing berarti dong mas?

    2. bisa jadi hahaha

  3. Saya sebenarnya pingin punya istri dan punya anak biar bisa mengarang seperti diatas wkwkw… cuman belum menu yg cocok.

    1. Hahaha…
      Tak doain aja biar di dekatkan sama jodohnya…
      Biar cepat nikah dan punya anak..
      Pasti mas shiq4 akan punya banyak inspirasi untuk nulis

  4. Wauw, aku terseret dalam kisahmu, tapi sediiiih karena aku hanya gasing yang kehilangan porosnya….

    1. Ya semoga ditemukan gasingnya kembali…
      Tapi aku suka loh baca puisinya mbak darti…
      Nulis puisi itu memang harus dengan perasaan yang tepat..
      Mungkin karena itu aku kesulitan bikin puisi, apalagi yang romance

  5. Laaa saya sering ngintip tulisan mas nur, suka gaya bahasanya, suka bgt malah. Memang kalo nulis puisi dan kita menjadi nyawanya lebih gmn gitu

    1. Ya emang kalo kita nulis dg pengalaman sendiri itu lebih menjiwai..

  6. Se 7. Ok selamat sore ya, salam takzim dari Banda Aceh. Sukses terus

  7. this really nice word…..tulisan ini cocok buat mereka yang sedang kasmaran

  8. Anjay gan, bisaan.😃

  9. Aduh. Pingsan dulu lah manisnya begini.
    Bantal kesayangan. Trnyaya ga cmn aku yg sprti itu XD

    1. hahaha.. kayaknya setiap anak kecil dulu punya yang namanya benda kesayangan..
      karena aku cowok, jadi bantal dan guling yang bisa kujadikan benda istimewa

  10. Baca tulisan ini, “kamu” jadi berbunga-bunga dan penuh senyum.
    Sepertinya kasmaran bisa menular sama yg baca juga kayaknya 😀

    1. Alhamdulillah kalau begitu^_°

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.