Pilih Gaji Besar Atau Pilih Gaji Yang Berkah?

Pilih gaji besar atau pilih gaji yang berkah?

Kalau dipikir-pikir lagi, aku sih maunya pilih gaji besar tapi berkah.. hahahaha πŸ˜›

Itu sih, jawaban kebanyakan manusia normal, selain ingin mendapatkan hal besar menurut nafsunya, juga tetap ingin mencari keberkahan dari suatu rezeki yang dimilikinya.

Setiap orang pasti ingin mendapat rezeki yang halal dan juga berkah, berkah ini maksudnya apa?

Pasti setiap dari kita mempunyai penafsiran yang berbeda-beda, berkah bisa berarti mendapat keberkahan dari Allah berupa rezeki yang kita peroleh, entah itu dengan berkecukupannya rezeki yang kita dapat dengan kebutuhan kita. Atau mungkin keberkahan yang dimaksud berhubungan dengan bekal akhirat nanti.

Akhir-akhir ini aku sedikit memikirkan kembali bagaimana dengan rezeki yang aku dapat, apa sudah berkah atau tidak?

Perihal gaji yang besar, sangat wajar bagi setiap orang yang bekerja (buruh) menginginkan gaji yang besar, selain untuk memenuhi kebutuhan hidup, juga dengan gaji yang besar akan memungkinkan untuk bisa menabung buat jaga-jaga dengan kebutuhan yang tak terduga.

Baca juga : Nasib menjadi Buruh Pabrik “Diam salah, Ngejawab cari gara-gara”

Tapi ironisnya, kebanyakan gaji yang besar akan beriringan dengan kebutuhan yang besar juga. Kembali aku mengingat-ingat awal aku bekerja tahun 2007. Saat itu gaji pokokku perbulan sekitar 800k-900k perbulan, itu UMR dikota tempatku tinggal. Sangat jauh berbeda dengan UMR sekarang yang mencapai 4m (baca: 4juta) perbulan.

Bayangin saja, jika di tahun 2017 ini masih mendapat gaji sebesar 900k perbulan, bisa buat beli apa saja perbulan dengan uang segitu?. Dengan menghitung dari yang paling hemat, mungkin hanya cukup untuk beli beras 450k untuk sebulan, dan setegahnya lagi untuk beli lauk tiap harinya. Lah untuk kebutuhan lainnya, seperti Arisan, Ngafe, Nyemil, Paketan Internet, Dan sebagainya.

Sebenarnya kalau dipikir-pikir lagi, gajiku tahun 2007 dengan tahun 2017 itu sama, walau nominalnya jelas sangat berbeda, tapi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sepertinya tidak jauh berbeda. Terlihat dari ketebalan dompet di penghujung akhir bulan. Tipis bingits..!!

Jadi sebenarnya, Tiap tahun gaji pegawai yang katanya naik, sebenarnya hanya nilainya saja yang naik, tapi untuk memenuhi kebutuhan makan tiga kali sehari, itu sama seperti tahun-tahun kemarin.

Dan bisa dikatakan bahwa besarnya gaji tak menentukan keberkahan rezeki, kalau keberkahan rezeki itu diukur dari pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Yah, nggak bisa begitu dong? Tetap, dengan gaji besar, pemenuhan kebutuhan akan jauh lebih masuk akal ketimbang dengan gaji yang kecil.

Secara logika memang seperti itu, tapi coba tengok disekitaran kita.

Abang tukang becak dengan penghasilan yang tidak selalu sama tiap harinya, tapi tetap bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. Memang tidak se-enak seperti buruh pabrik yang mendapat gaji yang tetap tiap bulannya. Walaupun begitu, tetap saja pegawai juga terkadang masih punya hutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Begitupun dengan pegawai setingkat atasan yang gajinya mencapai 8juta’an perbulannya. Tetap saja, tak jarang dari mereka juga sama, sama-sama mempunyai hutang, bahkan jumlah hutangnya dengan nominal yang lebih besar.

Nah loh, ironis bukan?

Gaji besar tak membuat anda semakin mudah memenuhi kebutuhan sehari-hari, bisa jadi dengan semakin besar gaji anda, semakin besar pula kebutuhan anda. Walau pada kenyataanya, kita hanya butuh makan tiga kali tiap harinya.

Terus, Perihal keberkahan rezeki, itu seperti seberapa besar maupun seberapa kecil gaji kita, seberapa mudah maupun sulit kehidupan kita.Β  Yang penting kita hadapai dengan bahagia. Kuncinya adalah tentang kesabaran dan rasa syukur.

Emang mudah untuk mengucapkannya, tapi pada hakekatnya, mencoba bersabar dengan suatu keadaan sulit, itu tidak semudah membalikkan tempe di pengorengan, juga menyadari tentang rasa syukur dalam kepahitan, itu juga, tak semudah mengingat tanggal lahir sang mantan.

Yah hanya segilintir orang saja yang mampu berpikir secara sabar dan bersyukur dengan apapun yang dia miliki, semata-mata, semua kehidupan yang ia jalani, hanya untuk mendapat keberkahan dan Β Ridho-Nya saja.

So, masih mau gaji besar? Mau dong πŸ˜› wkwkwkw

Wallahualam…

Share This :

0 Replies to “Pilih Gaji Besar Atau Pilih Gaji Yang Berkah?”

  1. mau gaji besar yang berkah, hahaha πŸ˜€

    1. -_- hmmm..
      itu mah sama saja dengan pilihanku :P…
      coba deh pilih yang lain wkkwkwkw

    2. yaudah gajinya yg cukup tapi berkah, cukup buat apapun tapi πŸ˜›

    3. hahahaha…
      kalau dipikir lagi, rezeki kita udah cukup untuk sehari-hari, bukankah seperti itu..
      ya kita saja yang kurang memahami dan mensyukurinya

    4. sama jwbannya 😁.
      kl kata pak ustad sih polanya gini : gaji sedang==>zakat dan sedekah==>berkah==>bertambah menjadi besar hehe

    5. Sip… lanjutkan cinta..
      keberkahan itu bukan hanya soal uang, bisa jadi soal di dekatkan dengan jodoh… πŸ™ŠπŸ™ŠπŸ™Š

    6. haiyaaahhhh mas Nur mulai lg!
      Tapi baiklah…Cinta kasih bocoran deh biar mas Nur senang, Cinta berencana nikah th ini, dg siapanya itu blm tahu mas, tp dg berencana pastinya ada step2 yg Cinta ambil selanjutnya. Lama2 sebel jg dikatain jomblo gamov πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.
      Pokoknya Cinta mai dan niat move on th ini, niat nikah jg, doanya ya maa Nur, doakan yg trbaik, aamiin aamiin Ya Robb πŸ˜‡

    7. Aamiin…
      tapi sebelum itu, bersihkan dulu niat nikah seperti itu, masak niat nikah karena takut di bilang jomblo..
      Nikah itu untuk penyempurna iman, begitu kalau kata buku.. soalnya aku gak punya ustad, hanya punya seorang pembimbing yang gak mau di panggil ustad.. πŸ˜€

    8. hihi, iya mas, niatnya sih macem2 smga aja msh boleh :
      – niat menyempurnakan agama/ibadah
      – niat biar ga baper/cemburu mulu sm mantan kl dkt2 dan komen di blog lain
      – niat menjadi lbh baik dan berkah
      – niat bangun cinta bukan jatuh cinta *ahaiiiii
      – dan terakhir…niat banget pokoknya mah πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    9. hahahaha.. iyalah, semoga tercapaikan cita-citanya πŸ™‚

    10. Aamiin, terimakasih mas Nur 😊

  2. Kalo saya sih belum tahu orang belum kerja :v *ups..

  3. gaji umr buat aku udh cukup kok ahamdullilah

    1. SIp…. πŸ‘πŸ‘

  4. cukup dan berkah… ngga ada pilihan gitu ya Mas hehe

    1. hahahaha :D..
      tambahin ndiri gih? πŸ˜›

  5. Keberkahan tanpa riba

  6. Klo saya sih hidup serba kecukupan aja udah syukur. Nggak terlalu banyak mikirin penghasilan. Sering liat orang ya serba kekurangan sih, jadi lebih bisa mensyukuri keadaan yg serba pas-pasan. Tapi ya juga pingin sih penghasilan bertambah ha ha ha……

  7. Yang penting harus terus berusaha untuk mendapatkan rezeki yang baik ya πŸ™‚

    1. Siap 89

  8. Reblogged this on jonegoro13.

  9. Katanya sih, rejeki gak akan tertukar. Meskipun demikian kita sering was-was, untuk menghilangkan was-was itu diciptakanlah pekerjaan sebagai sarana menjemput rejekinya. Gak mungkin kan Tuhan menyuapi kita dengan “tangan”nya? hehe.. hanya sepemahamanku ini mas. πŸ™‚
    salam

    1. ya benar mas, memang untuk menjemput rezeki juga di perlukan ihtiar..
      tapi keberkahan ini konteknya tentang bagaimana rezeki ini bisa membawa kemanfaatan bagi kita di dunia maupun akhirat.. πŸ™‚

  10. menginspirasi, gaji besar dan berkah. hehehe

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini