Hati Yang Telah Memilih

Aku suka menulis di blog ini. Mungkin sekarang aku sudah jatuh cinta dengan ini, rasanya ada yang kurang saat aku mencoba untuk tidak merangkai sebuah kata atau berspekulasi tentang sebuah cerita di hari ini.

Aku ingin berbagi cerita dan pengalaman hidup di blog ini, anggap saja blog ini sebagai diary digitalku yang bisa kalian baca dengan seenaknya. Walaupun ketika tulisanku jelek tidak bermakna, dan kalian ingin sekali menyobek tulisan yang aku buat ini. Dan pada akhirnya kalian juga tetap gagal untuk melakukannya.

Aku suka menulis, bukan karena aku sudah terbiasa menulis, sungguh aku bukanlah orang yang terbiasa dengan tulis-menulis. Aku tidak punya buku diary dirumah, akupun paling tidak suka menulis di buku waktu sekolah, aku lebih suka meminjam catatannya teman yang kemudian aku foto copy sepulang sekolah.

Aku juga tak ada niatan untuk menjadi penulis profesional, karena aku juga tak yakin dengan tulisanku sendiri. Selain pengunaan kata dan pengolahan kata yang aku gunakan sangat minim variasi, juga rasanya aku bukan typikal orang yang suka membaca lama. Kan katanya, penulis profesional itu harus gemar membaca.

Bagiku, menulis itu tentang sebuah kesenangan, ketika aku merasa senang dan ada waktu senggang, aku ingin mengisi waktu tersebut dengan sebuah tulisan. Aku tidak ingin membebani diri untuk tetap setia menulis setiap hari, karena aku tidak bisa membagi kesetiaanku, pada kenyataannya, istriku lah yang berhak atas kesetiaanku itu.

Baca juga : Kamu adalah pusat alam semestaku

Lagi pula, aku menulis juga untuk mengenang kebersamaanku dengannya, tentang canda tawa kita, tentang keluarga kecil kita, juga tentang cerita tragis dan melankolis yang pernah tercipta saat aku mengharap cinta darimu dulu.

Sengaja aku rangkum dan aku tulis ulang dengan cerita berbeda, yang tidak harus aku yang jadi lakon utamanya. Karena Aku lebih suka mengambarkan cerita orang lain, tapi tak lupa aku selipi ceritaku denganmu di sela-selanya.

Taukah engkau, setiap aku menulis tentangmu disini, ada rasa bahagia yang menderu keras di jantungku, berdengup kencang yang membuat geli, mungkin karena itu aku sering tersenyum dengan sendirinya saat mulai mengetik cerita tentang kita.

Baca juga : Sang penjaga kebahagian

Rasanya lega sekali disetiap aku meyelesaikan satu judul tulisan. Seperti sekarang ini, di tengah keribetan kerjaan yang mengharuskan aku memikul kerjaan itu sendiri, tapi Aku masih dalam keadaan bahagia, tak terpengaruh dengan pusingnya kerjaan hari ini. Aku mencoba untuk bisa membuat bahagia diri sendiri disetiap situasi rumit yang terjadi.

Karena aku yakin, disetiap masalah yang terjadi, engkau selalu mendoakanku yang terbaik dari sana.

Writing every moment
Writing every moment

Jadi tetap tenang dan terus bercerita sebisa ku melangkahkan jari-jari ini, karena menulis bukan karena aku terpaksa menyukainya, karena hatiku sendiri yang telah memilihnya. Sama halnya dengan Kamu disana, Β Hatiku yang memilih untuk tetap mencintai dengan apa adanya.

~ merinduΒ di tengah rutinitas~

Share This :

0 Replies to “Hati Yang Telah Memilih”

  1. ahay πŸ˜€
    Mas Nur tulisan kali ini agak berbeda, keliatan romantisnya 😁

    1. ^^
      lagi garing ditengah keribetan kerja..

    2. justru bagus mas, simple aja tp ngena. Ini gaya nulis bebas dg kata “aku” dan “kalian” πŸ˜€

    3. πŸ€”πŸ€”πŸ€” biasanya juga pake kata aku dan kalian

    4. haha msa sih? Koq ini kyk beda bahasanya…ga deh biasanya ga gitu mas 😝

    5. Ko di awal ngeblog sih, emang pake “saya,anda”
      Tapi sekarang ndak kok, aneh soalnya kalau aku nulis curhat pake kata “saya”

    6. iya kerasa formal bngt ya mas? 😁

    7. kadang lain juga ga papa

    8. Biar bervariasi ya mas…

  2. Betul tulisannya simpel dan mudah, saya masih belajar untuk menulis sederhana seperti mas.

    1. πŸ™‚

  3. Setuju. Menulis untuk bersenang-senang saja. Yg penting suka dulu, masalah kualitas dipikir belakangan klo ada waktu luang.

  4. aku pernah mengalami fase ini: setiap hari rasanya pengen nulis dan legaaa banget saat bisa menyelesaikan satu judul dalam satu hari. Dulu tema tulisanku: kehidupan dalam omprengan dengan ngebahas tingkah para penumpangnya juga keadaan lalulintas dengan segala sesuatu yang melintas. aku mulai nulis menggunakan fasilitas Notes di Facebook (2009an) dan kemudian sempat pake blogspot tp ga nyaman dan akhirnya beralih ke wordpress dan betah! bertahan sampe sekarang cuma ya udah ga bisa setiap hari. Seminggu sekali nulis aja udah syukur ahahahahahaa…
    Terus menulis yak!

    1. Bang Joe semangat nulis jga…

  5. kuingin kelak dicintai berkali-kali oleh seorang suami yang baik hatinya.
    .
    semangat menulis terus, bang
    salam buat bunda, dan kedua anak perempuannya (eh bener gak, bang?)

    1. Bener kok, mAsih 2 ;p

  6. Menulis selalu terasa menyenangkan apalagi kalau menuliskan momem2 tertentu yang tak ingin dilupakan 😊

    1. Setuju sekali mas….

  7. Tulisannya ringan dan enak dibaca.
    Main main ke blog saya ya πŸ™‚

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.