4 Hal Yang Mungkin Akan Menjadikanmu Menjadi Semakin Dewasa

Masa muda adalah masa yang paling indah, masa muda tidak pernah bisa kita ulangi lagi, bukan?. Menjadi seorang yang dewasa adalah sebuah perjalanan hidup, dan menjadi tua adalah sebuah kepastian hidup.

Menjadi Tua itu pasti, Dewasa itu pilihan

Yah menarik memang untuk membahas perihal kedewasaan. Semua orang mempunyai kriteria sendiri untuk mengartikan arti dari kedewasaan menurut pribadi masing-masing.

Yang jelas, Secara hukum (yang berlaku di negara Indonesia), usia dewasa dimulai dari umur 17 tahun. Kalau belum mencapai 17 tahun belum bisa bikin KTP dengan kata lain masih anak anak bisa di bilang anak remaja.

Namun, jika dilihat dari sudut pengertian DEWASA itu sendiri, menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Dewasa adalah mencapai usia akil baligh, yaitu bukan anak-anak ataupun remaja lagi.

Sedangkan menurut islam, seseorang baik perempuan maupun laki-laki dikatakan dewasa atau baligh apabila seseorang tersebut sudah mengalami haid bagi perempuan dan mimpi basah bagi laki-laki.

Tentu saja masa seseorang untuk mencapai akil baligh, berbeda satu dengan lainnya.
Dewasa berarti matang. Baik matang secara biologis, maupun secara psikis.Sehingga bisa dikatakan tidak perlu menunggu tua untuk menjadi dewasa. Karena kedewasaan tidak selalu beriringan dengan bertambahnya usia.

Baca juga : Apa arti kedewasaan yang sebenarnya

Nah, untuk kali ini, aku ingin membahas bagaimana sih tips agar bisa menjadi dewasa?

1. Bekerja Merantau Ke luar Kota

Merantau ke luar kota menjadikan kita lebih dewasa
Source image by Stocksnap.io

Kata kebanyakan orang, menjadi dewasa itu harus mandiri dengan segala hal. Dari mencari kebutuhan hidup sendiri, menyelesaikan masalahnya sendiri, Tidur sendiri,  maupun mandi sendiri.

Intinya, menjadi dewasa itu harus mandiri dengan kekuatan diri sendiri dan tidak bergantung dengan bantuan orang lain.

Agar menjadi seperti itu, berarti kita harus pernah merasakan untuk hidup sendiri terlebih dahulu.

Merantau ke luar kota, yah cara ini cukup efektif untuk menghilangkan sifat manja dan kekanak-kanakan yang melekat pada diri kita. Dengan merantau, entah kuliah maupun bekerja, membuat diri kita, mau tidak mau harus berjuang sendiri agar tetap hidup di tanah perantauan.

Merantau juga cara yang tepat untuk mengexplore sejauh mana ketahanan diri kita menghadapai tantangan hidup secara mandiri. Dengan merantau kita bisa melatih hidup lebih mandiri, lebih kuat serta belajar tidak mengeluh dengan kenyataan hidup yang sebenarnya.

Dengan merantau, Kita akan menghadapi bagaimana susahnya mencari uang, Bagiamana memanage uang agar tidak kekurangan hingga tanggal gajian, Dan bagaimana kita bisa menyelesaikan masalah pribadi tanpa bantuan orang lain.

Baca juga : 7 Hal Ini Yang Akan Kalian Rasakan Saat Merantau di kota besar

2. Mempunyai Teman-Teman Yang Baik Dalam Pergaulan

Pantai banyu meneng - persahabatan
Sa-ha-bat @banyu meneng

Faktor terbesar perubahan karakter seseorang adalah karena sebuah pergaulan.

Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Jika ingin menjadi dewasa, bergaulah dengan orang yang kau anggap dewasa. Sebab pengaruh seseorang yang sering kita jumpai selayak teman, akan sangat berpengaruh besar dengan gaya hidup kita kedepannya.

Banyak orang yang terjerumus ke dalam lubang kejahatan karena pengaruh teman bergaul yang jelek. Namun juga tidak sedikit orang yang mendapatkan hidayah dan banyak kebaikan disebabkan bergaul dengan teman-teman yang baik juga.

Jadi, bijak-bijaklah memilih dan memilah teman.

Baca juga : Perihal sahabat yang menginspirasi

3. Bertahan Menghadapi Kesulitan Finansial Secara Mandiri

menjadi dewasa dengan Bertahan Menghadapi Kesulitan Finansial Secara Mandiri
Source image by Stocksnap.io

Di usia muda, mungkin kita masih bisa untuk berfoya-foya dan memenuhi segala keinginan kita tanpa berpikir panjang.

Wajar saja sih, Gaji yang yang kita dapatkan juga hanya untuk kita seorang bukan?. Untuk bertahan hidup selama sebulan pun cukup tak lebih dari separuh dari gaji kita. jadi pantas saja kita bisa menghabiskannya dengan hal lain seperti kuliner-kuliner maupun travel keluar kota.

Yah, Usia muda dan single memang memungkinkan kita free untuk melakukan apapun sesuai keinginan kita.

Tapi jangan terus terlena dengan kondisi ini. Cepat atau lambat kita akan dihadapkan pada kenyataan bahwa gaji yang kita dapatkan ini tak lagi hanya untuk kebutuhan pribadi, tapi juga kebutuhan keluarga kecil kita kelak.

Baca juga : Hal-hal yang akan dihadapi setelah menikah

Masalah kesulitan finansial mungkin akan menjadi masalah yang harus terbiasa kita hadapi saat berada pada fase menikah.

Itulah mengapa, kita harus punya pengalaman tentang menghadapi kesulitan finansial seperti ini. Biar tidak kaget dan sudah terbiasa dalam keadaan seperti ini.

Jika kita yang sudah pernah mengalami kesulitan finansial di usia muda dulu, itu pengalaman yang  patut kita syukuri. Setidaknya kita jadi tahu bagaimana cara menghargai setiap rupiah yang kita dapatkan.

Pun juga saat menghadapi kesulitan seperti ini, kita tidak langsung berputus asa dan serta merta langsung meminta bantuan orangtua. Karena kita sudah terbiasa dengan menghadapi masalah dengan sendirinya.

4. Patah Hati Yang Mendewasakan

Patah hati membuat menjadi lebih dewasa
Source image by Stocksnap.io

“Laki-laki akan menjadi dewasa ketika ditolak berkali-kali oleh wanita pujaanya – Jiraiya Sensei”

Rasanya agak aneh jika patah hati bisa membuat jadi dewasa. Semua pasti setuju, bahwa patah hati itu hal yang paling dihindari oleh kebanyakan orang.

Siapa juga yang mau merasakan hatinya patah, remuk menjadi berkeping-keping. Selain itu, patah hati juga  butuh waktu yang lama untuk menyembuhkannya, bukan?.
Tapi, menurutku, kita perlu tau bagaimana rasanya sakit hati.

Agar kita bisa tau bagaimana susahnya untuk mencari, agar kita tau bahwa sakit hati itu menyakitkan hingga kita bisa berpikir untuk tidak ingin menyakiti hati yang lain.
Sakit hati itu perlu, agar kita tau bedanya dia yang tulus dan dia yang cuma ingin mempermainkan kita. Untuk memahami itu, kita harus berani jatuh cinta sebanyak mungkin sekalipun pada orang yang salah.

Setidaknya, di ending ceritanya, kita bisa memahami arti bahagia sebenarnya dengan mempelajari rasa sakit yang pernah kita rasakan. Kita bisa menghargai perasaan seseorang untuk tidak menyakitinya lebih dalam.

Dan kita bisa lebih dewasa dalam mengartikan arti bahagia yang sebenarnya dengan tetap bersabar dan ikhlas dengan takdir yang telah di tetapkan-Nya.

Baca juga : Apa salahnya jatuh cinta?

*****

Yah begitulah tips untuk menjadikan kita lebih dewasa menurut aku pribadi. Setidaknya begitulah yang pernah aku rasakan.

Dengan pernah merasakan hidup mandiri di perantauan, Bertahan di finansial yang tidak stabil, berteman dengan teman yang mampu mengubah karakter yang baik, dan juga di tolak berkali-kali yang membuatku sadar bahwa hati itu tidak terbuat dari baja yang tidak gampang terluka.

Dan aku bersyukur dengan pengalaman yang aku rasakan itu. Sebab, seburuk apapun pengalaman yang pernah aku rasakan, segalau apapun hatiku terluka saat itu. Semua itu adalah pelajaran berharga yang menjadikan kita menjadi manusia seutuhnya.

#RuangObrol #Obrolin #DewasaItuPilihan

Ainur Irawan

Share This :

47 Replies to “4 Hal Yang Mungkin Akan Menjadikanmu Menjadi Semakin Dewasa”

  1. Yang rasanya paling ga enak, yang terakhir 😢

    1. tapi itu mujarab banget loh, hehehehe… 😀

    2. Mujarab kok.. mujarab 😭😭😭

    3. 😭…
      jadi kesimpulannya.. sering-seringlah patah hati, karena patah hati bisa mendewasakan.. hahahah 😀

    4. lupa ketawa jahatnya ketinggalah… 😈😈😈

    5. Duh, udah kenyang. 😅😅😅

    6. Kenyang kebanyakan makan 😆😆

    7. Kebanyakan makan ati 😅

  2. Wahahaha nomer terakhir, betul sih memang😂😂😂

    1. 😆😆😆
      Pengalaman ya dik, wkwkwkw

    2. Hahaha tau aja nih😂😂

  3. Yang belum berumah tangga menyangka no terakhir ya yang ampuh, padahal menghadapi nomer ke 3 banyak orang yang justru menunjukan sifat asli, disitu benar benar diuji, seseorang mampu tetap menjadi baik dalam kesulitan, atau berubah haluan demi memenuhi kebutuhan.

    1. Benar mbak…
      Masalah pertama dalam pernikahan awal, selain masalah dengan adabtasi dengan keluarga mertua dan saudara saudaranya. Masalah finansial juga tidak bisa di anggap remeh juga

    2. Yang belum berumah tangga macam aku ini yang masih 17 tahun menyangka nomor 3 yang paling ampuh💃💃💃

    3. Kita seumuran ya momo 😀😀😀

    4. aku juga loh… 17 ugha 😀

  4. Yang terakhir bner.. bner… bner….bner…..bner bisa me dewasakan, belajar banyak hal, dan merasakan dampaknya sekali, mungkin karna ngerasain sakitnya jdi lebih terasa pengalamannya😅

    1. Uhuk uhuk….
      Sengaja bikin poin ini terakhir, biar yang komen pada curhat. Hahaha

    2. Duh, kenapa masuk jebakan sib 😥😣

  5. Nomer 3 boong 😅😅😅

    1. Hahaaha 😀

    2. Kok bisa bang?

    3. Boong kalo ngaku itu engga mempam mendewasakan Mas Nur 😂😂😂

  6. Kayaknya saya belum dewasa deh karena tidak banyak memiliki pengalaman tentang keempat poin di atas. Tapi biarlah, nanti klo nikah pilih cewek yg lebih dewasa saja biar bisa mengajari cara bersikap dan bertingkah laku layaknya orang dewasa 😀

    1. hahahaha…
      itu bukan point yang menentukan dewasa mas..
      hanya saja, terkadang orang yang pernah ngalamin poin2 itu, biasanya menjadi semakin tabah, tegar dan dewasa

  7. Utk poin 2, bnarlah perkataan ini: pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik.
    Sip..
    Kbiasaan baik itu biasanya mdh didptkan dari brgaul dg org2 yg baik, itu mmang bs mbjdikan kita smkin dewasa.

    1. Aseek… keren kata-katanya bang… 🙂

  8. Aku kok cuma pengen ngomong aamiin

    1. tak bantu ngaminin juga yak… 😀

  9. Seringnya dewasa itu tuntutan ya kak :”) kalau tdk bisa dewasa tidak “ayem” menjalani hidup. Mau nggak mau semakin besar harus jd dewasa demi hidup “baik” haha. Pdhl kalau suruh milih, saya lebih milih ingin jadi anak kecil ;(

    1. hahaha…
      emang kenapa, kok pengen jadi anak kecil?
      seandainya udah pernah melahirkan dan punya anak. pasti punya kemauan untuk jadi orang dewasa yang keren, biar bisa di contoh dan di banggakan oleh anaknya 🙂

    2. Karena.. Karena.. Karena skrg aku masih dalam tahap remaja menuju dewasa yang ternyata tidak mudah ahaha.. Ah iya benar kak kak ir :”) kalau sudah punya anak pasti motivasi menjadi dewasa lebih besar ;”

    3. hehehe, ya gitu deh…
      aku juga ingin bisa di banggakan ama anak dong tentunya

  10. Saya jadi banyak merenung setelah baca ini, Mas Nur 😃

    1. Merenung apa kah itu bang?
      perihal patah hati? wkwkwkw 😛

    2. Sialan 😂

  11. Nggak cuma bekerja, menuntut ilmu di luar kota juga menantang kita lebih mandiri, belajar mengatur keuangan, memilah-milah pergaulan, mengatur jadwal 😀

    1. Iya.. Makasih masukannya 🙂

  12. Infonya bermanfaat

  13. Dewasa adalah tahan uji.
    Orang yang tetan santun sekalipun dikasarin oleh sesamanya adalah pribadi yang luar biasa.
    Salam santun….

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.