Hukum Melombakan Burung Dara Itu Dosa Atau Tidak Sih?

Diwaktu istirahat jam makan siang, Aku dan teman-temanku sedang menikmati es teh manis di warung dekat perusahaan. Sambil menghisap sebatang rokok, kita saling bercerita.

Eh tidak…, rasanya kita tidak bercerita sama sekali waktu itu. Kalian sibuk mainin gadget masing-masing. Sedangkan tanganku hanya diam memegangi rokok dan sesekali mengambil gelas berisi es teh manis dan aku minum secara perlahan.

Disela-sela kesunyian itu (padahal banyak orang, tapi semua diam dan terpaku pada gadgetnya) aku melihat beberapa orang (tiga orang) dari kejauhan sedang berjalan ditengah teriknya matahari disuatu padang tandus yang luas.

Tanah yang tidak di tanami apa-apa karena musim kemarau, terlihat begitu menyegat dengan ilusi fatamorgana yang tampat dari kejauhan. Tapi 3 orang itu tetap bersikeras berada di teriknya matahari jam 12 siang itu.

Hanya berteduh di sebuah pohon yang tidak begitu tinggi, dan tidak begitu banyak daunnya, mereka duduk dan mengeluarkan sesuatu dari sangkar yang dari tadi mereka bawa ke tengah tanan tandus tersebut.

Beberapa pasang burung dara mereka keluarkan dari sangkar tersebut. Satu orang memegangi burung itu dan berjalan menjauh dari tempat teduh yang menurutku tak seteduh senyumanmu kala itu #halah.
Setelah cukup jauh, satu orang yang membawa burung dara, akhirnya melepaskan burung dara tersebut. Sementara 2 orang lainnya mengibaskan burung dara yang dipegangnya sambil berteriak.

Burung dara yang dilepaskan itu terbang sangat cepat dan menghampiri burung dara yang di gibaskan oleh kedua orang itu. Kasihan sekali…

Baca juga : Cinta itu butuh pengorbanan

Bagaimana hukum mempermainkan burung dara itu yah? Bukankah itu dosa?” ucap salah satu temanku.

Yah Dosa lah…, itukan termasuk judi “ Sahut temanku yang lainnya.

Kalau hanya untuk kesenangan atau hobi saja, tanpa ada pertaruhan berupa uang gimana?” kata temanku lagi.

Entahlah….!

Aku hanya diam dan menyaksikan mereka berdebat dengan itu.

Entah dosa atau tidak, yang jelas dari sudut pandang manusia, tetaplah tidak dibenarkan mempermainkan makhluk Tuhan seperti itu. Baik itu untuk perlombaan dengan hadiah ataupun tidak, tetap saja yang tersiksa juga burung dara itu juga.

Aku sih tidak perlu ambil pusing dengan berbagai hadist yang mengatakan makruh ataupun haram. Setidaknya aku sadar sebagai mahkluk Tuhan, seandainya itu aku yang dilombakan seperti itu, aku juga bisa marah.

Bayangkan betapa setianya burung dara itu kepada pasangannya, dia tidak bisa selingkuh dengan pasangan lain. Dan Manusia memanfaatkan kesetiaanya itu untuk menjadi sebuah kesenangan saja.
Seandainya kita sebagai manusia yang mencintai pasangan kita, kita selalu rindu dan tidak ingin berpisah dengannya, tiba-tiba kita dijauhkan begitu saja, dan dipaksa untuk melakukan sesuatu untuk kesenangan orang lain tersebut.

Bagimana perasaan kita?

Sakit kan…!

Apalagi aku juga tau sakitnya jauh dari orang yang kita cintai, lebih menyiksa ketimbang tertusuk jarum suntik Rubela sekalipun. Luka fisik tak seberapa sakitnya ketimbang luka dihati #Eaaaaaa

Jika seandainya kalian diperlakukan seperti burung dara, apakah kalian akan tetap menghampiri pasangan yang kalian cintai, atau kalian terbang saja mencari kebebasan yang hakiki.

Kalau aku sih, tetap akan terbang ke pasangan itu, karena cinta ini tetap akan memaksaku untuk kembali ke sang pemilik hati. Eaaahhh 😛

Baca juga : Arti Cinta Sejati

Tapi aku akan berusaha untuk berubah dari burung dara menjadi elang yang akan menerjang makhluk biadab yang menjauhkan rindu dihati ini, hihihi

#SepasangMerpati #SetiaSampaiMati

Ainur Irawan

Share This :

0 Replies to “Hukum Melombakan Burung Dara Itu Dosa Atau Tidak Sih?”

  1. Kalo secara hukum dalam dien, sudah jelas haram ya. Dan perbuatannya itu merupakan dosa. Dinul Islam telah mengajarkan kita untuk selalu menyayangi manusia dan hewan. itulah yg sering dibahasakan sebagai hubungan horizontal(bukan cuma antar manusia dgn manusia, antar manusia dan hewan tapi manusia dengan lingkungan sekitar).
    Dan segala bentuk penyiksaan terhadap hewan, apakah itu diadu, diperlombakan dgn gak jelas, itu diharamkan!

    1. I see 🙂

  2. aku baca ini sambil denger lagu mellow , jadi baper kang

    1. Hehehehe 🙂

  3. Yg namanya memanfaatkan sesuatu demi kpntingan diri tp dg mengorbankan pihak lain, bagi saya itu ttp kurang tepat. Bukan dosa atau tdk, hram atau makruh, tp sy lebih suka menyebutnya egois. Adakah egois yg baik? Sy rasa tdk ada.

    1. hmmmm, entar tak cari bang..
      egois tapi efeknya baik, hehehe

  4. untung burung dara, bukan burung yang…..

  5. Mengadu hewan ya.. menyiksa saya saja…

  6. #saya = sama

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.