Satu Garis Merah

Aku lega setelah melihat senyumanmu pagi ini yang tidak terlihat rasa kawatir di wajahmu. Teringat beberapa hari yang lalu, aku begitu cemas melihat keadaanmu yang tidak begitu baik. Kamu beberapa kali merobohkan diri di kasur sementara dahimu mengeryit menahan rasa sakit disekujur tubuhmu.

Beberapa kali kamu meminta aku untuk memijat tangan dan kakimu, dan pijatanku bersama doa yang aku panjatkan tidak begitu menambah baik keadaanmu.Kamu terus saja menolak saat aku mengajak periksa ke dokter, alasanmu hanya menyalahkan rasa capek karena kerja seharian.

Aku tau betapa susahnya menjadi ibu rumah tangga yang mengurusi seisi rumah, aku juga tau bahwa tidurmu tidak senyeyak tidurku karena keadaan anak yang juga meresahkanmu.

Aku sebenaranya ingin membantumu, tapi apa daya terkadang aku tidur seperti orang mati, tidak mendengar apapun biarpun tangisan anak kita terasa begitu menyakitkan ditelinga, tapi tetap saja suara itu tidak sampai ke telingaku.

Mungkin dinding kamar kita yang bersebrangan meredam suara tangisan itu, atau mungkin aku saja yang egois yang tidak bisa bangun dengan suara tangisan senyaring itu.

Aku hanya bisa membantumu meringankan rasa capek disekujur tubuhmu, dengan pijatan pijatan lembut tentunya. Walaupun terkadang aku geli saat memijatmu dan gagal fokus dengan pesonamu itu.

Yang aku binggung, bagaimana cara agar rasa cemas dan khawatir di wajahmu menghilang. Tentu itu bukan efek rasa capek dikaki dan tanganmu, karena yang selalu kau cemaskan adalah daerah sekitar perutmu.

Beberapa kali kamu mengerang kesakitan di sekitar perut, aku pikir itu karena efek PMS. Tapi setelah mengingat kembali, ternyata sudah lebih 2 bulan kamu tidak kedatangan tamu bulananmu. Kecemasan itu justru menular kepadaku.

Sudah dua bulan juga kamu menganti KB suntik menjadi pil KB, dan sejak itu juga tamu bulananmu tidak kunjung hadir. Kita berdua sama-sama cemas dan khawatir, bukan hanya karena tidak hadirnya tamu bulanan, tapi karena nyeri diperutmu itu.

Akhirnya kemarin aku membelikan sesuatu untukmu, sesuatu yang bisa menghilangkan rasa cemas dan khawatir dihatimu. Tadi pagi kamu sudah mengunakannya, dan tepat setelah aku pulang kerja, ada senyum lega dibibirmu. Aku pun ikut senang karena melihat satu garis merah dialat itu, dan itu menandakan hilangnya rasa khawatir dihati kita.


Semoga engkau sehat selalu sayangku πŸ™‚

[AI]

Share This :

40 Replies to “Satu Garis Merah”

  1. kok kebalikan Mas? biasanya yang pakai pil justru teratur lho haidnya? yang suntikan apalagi yang tiga bulan sekali justru jarang bahkan ngak haid sama sekali. kalau yang masih menyusui justru bisa KB alami tanpa kontrasepsi karena nggak haid kayak saya dulu. dua tahun full nggak dapet.
    coba kalau masih keram perut dicek ke dokter atau bisan mas. semoga ngak ada yang bahaya. salam buat mamanya Naila dan Nisa

    1. Udah gak apa kok bun, mungkin memang kecapean…
      kemarin kalau KB suntik justru gak teratur haidnya, sebulan normal yang dua bulan haidnya berlebih, istikhadoh terus

  2. Itu satu garis merah tandax apa,mas?

    1. Enggak hamil mas, hehehe

    2. Ooo…. haha..
      Dimaklumi aja ya, karena mmg sy gak tahu apa2 mas soal itu.. 😁

    3. hahahaha, gak apa.. entar juga tau kalau udah saatnya πŸ™‚

    4. Jajajajaja….😁

  3. Waaah dede bayuuuu 😍
    Mugi mugi istri selalu sehat mas
    Walaupun terkadang aku geli saat memijatmu dan gagal fokus dengan pesonamu itu.
    Eaaa itu gombal πŸ˜…

    1. Eh satu garis ya? Lgi ga konek hadeeuuh malu salah ngeh,πŸ˜”
      *melipir pergi🚢

    2. Hahahah πŸ˜€

    3. bukan gombal Quree, itu beneran tepesona dan bikin gagal fokus, wkwkwkw

    4. Istri mas nur klo baca ini mkin nempel ke mas nur deh πŸ˜…πŸ˜…
      Tunjukkin tunjukkin

    5. Hahahaha πŸ˜€
      tanpa bacpun udah nempel kok πŸ™‚

    6. πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… dikasih lem kah?
      Sprti nya mas nur bisa berbagi tips kelengketan dlm rumah tangga heehehe

    7. hahaha, boleh juga tuh.. πŸ™‚

  4. Kukira bakalan dua garis merah … adanya adik si nisa dan nayla.
    Semoga mbk Dewi sehat-sehat terus.

    1. kasihan mbak, baru saja perutnya kembali cantik dan mulus, malah disuruh melar lagi, hahah
      lagian masih terlalu dini, aku gak sanggup kalau ketiganya minta gendong. hahaha

    2. Satu di depan, satu di belakang, satu di samping. Cucok.πŸ˜‚ nanti Mas Nur cepat bungkuk kalau ketiganya minta gendong barengan

    3. ini komentar terjahat hari ini hiks :'(

    4. Hahaha.

  5. Duh unch swyth

  6. Saya saja yang gak KB gak pernah lagi bergaris 2. Anaknya baru dua kok cemas hamil lagi mas Nur. Bukannya mau nyaingin saya punya 5

    1. masih terlalu dini mbak, hehehe
      kasihan istri kewalahan dirumah…

    2. Yg kecil berapa tahun?

    3. masih 1 tahun 3 bulan

    4. Iya, masih menyusu. Setahun lagi cocok nambah

  7. Bisa jadi beberapa minggu kemudian berubah jadi 2 garis mas ir, biasanya di awal2 tu hormonya belum bisa kelihatan positif, wkwkwkkwk…..
    πŸ˜…

    1. ini jahat.. hahahaha
      moga enggak deh,

    2. Wkwkwkwkwk…
      Apa pun kehendak Allah bukankah itu yg terbaik mas ir, bukan kah kita harus mensyukurinya mesti enggak siap….πŸ˜†πŸ˜†

    3. tapi tetap saja, manusia diberi sebuah pilihan untuk memilih dan melangkah πŸ™‚

    4. 😊☺

  8. Yah gagal, bulan depan coba lagi ya bang ir (langsung kabur)

    1. hahaha, kalau coba yang itu pastilah, tapi untuk hamil, enggak dulu deh, πŸ˜›

  9. Nambah anak lagi mas, alhamdulillah hahaha

    1. enggak gin, satu garis itu atinya negatif, enggak hamil

    2. barangkali garisnya samar2 mas

  10. Wah memangnya kenapa mas nur klo dua garis?
    Kan enak nanti rumahnya bakal ramai. Meskipun waktu kecil bikin repot, nanti klo udah besar akan enak soalnya klo butuh apa2yg sepele bisa minta bantuan anak-anaknya. Soalnya ortu saya punya 6-anak. Dan mesti gotong royong tuh ngurusin rumah dan sebagiannya πŸ˜€

    1. kasihan istri mas… πŸ™‚

  11. Unik, judulnya bikin penasaran hrus bca sampe akhir, trnyta oh ternyata …..hasil tespek, haha…
    Emang klau nambah dede lg bikin cemas ya…?

    1. ndak juga sih bang, cuma kasihan aja lihat istri

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.