Apa Yang Membuatku Memutuskan Menikah Denganmu

APA YANG MEMBUATKU MEMUTUSKAN MENIKAH DENGANMU

Artikel ini kelanjutan artikel kemarin “Ketika pasangan bertanya tentang hal yang tidak disukai oleh kita akan dirinya?”. Masih melanjutkan sesi pertanyaan dilematis yang di lontarkan oleh istri.

Isi tulisan ini hanya tentang curhatan terselubung. Jika dikemudian hari istri ingin mengetahui alasannya, aku tinggal memberi rujukan link ini biar dia membaca isi hatiku yang sebenarnya, hahaha.

Kenapa aku bisa memutuskan untuk menikahi dia?

Seperti penggalan dari lagu “Tujh mein rab dikhta hai” dari film india Rab ne bana di jodi, yang artinya “aku melihat tuhan dalam dirimu, aku harus bagaimana kawan?”.

Seperti itulah alasanku menikahi istriku. Tapi bukan seperti melihat Tuhan seperti lirik tersebut, tapi lebih karena aku melihat masa depanku bersamanya bahkan sebelum aku menjalaninya.

Anggap saja itu menghayal. It’s Fine.

Kadang hidup itu berawal dari mimpi, begitu kalau kata bondan (bukan alm. Pak bondan, kalau yang itu mah mak nnyuuuss). Siapapun orangnya, dengan mempunyai mimpi dalam dirinya, dia akan menjalani kehidupan ini dengan bersemangat.

Dan orang yang sudah kehilangan mimpi, hidupnya akan terpuruk dan tenggelam dalam kegelapan. Seperti Uchiha Obito, setelah kepergian Rin, hidupnya hampa karena kehilangan mimpi-mimpinya. Akhirnya dia harus tenggelam dalam kegelapan dan memusuhi dunia. Loh kok ini malah bahas anime, hahaha 😀

Back to topic.

Sebenarnya ada banyak hal yang menjadi pertimbanganku saat memutuskan menikah dengan dia. Berikut saya jelaskan dengan menuliskan poin demi poin tentang kenapa tiba-tiba aku memutuskan untuk menikahi dia.

#1. Teman Jadi Cinta

Hal pertama alasan kenapa aku memutuskan menikah tanpa pacaran adalah karena terprovokasi lagunya Zigas yang berjudul “Sahabat jadi Cinta”.

Tentu aku menikah bukan karena usiakku sudah sedikit menua, karena pada waktu itu aku masih berumur 23 tahun lebih 7 bulan. Umur segitu bagi cowok merupakan usia labil-labilnya laki-laki, yang sukanya keluyuran dan ganti-ganti pasangan.

Kenapa demikian? Karena kebanyakan teman sekolahku, disaat kumpul dan ngopi bareng, yang dibahas Cuma pacar yang ini dan yang itu, putus yang sana dan putus yang sini. Sedangkan aku masih setia dengan status kejombloan. Hahaha

Tapi bukan berarti aku tidak laku loh, Cuma belum ada saja cewek yang melihat pesonaku yang luar biasa ini, wkwkwkw.

Tapi aku senang dengan status single seperti ini, karena dengan berstatus single tidak punya pacar, tiap minggu aku bisa jalan dengan cewek yang berbeda-beda, ups… #abaikan yang ini.

Istriku ini adalah orang yang susah sekali aku ajak jalan, dan seingatku dia nggak pernah mau, hiks :(.
Karena kita sudah kenal dan menjadi teman, seiring dengan perkembangan zaman, rasa penasaran dan ingin tahu lebih tentangnya membuatku semakin jatuh cinta kepadanya.

Bisa jadi itu karena KARMA. Sebab aku dulu pernah menyombongkan diri bahwa “Aku tidak akan jatuh cinta kepada teman sendiri atau teman sekantor”. Bagiku, punya pasangan sekantor itu sepertinya akan membosankan.

Dan pada akhirnya aku semakin penasaran dan jatuh cinta lebih dalam lagi ketika mengetahui ada 4 orang laki-laki yang mempunyai perasaan yang sama seperti aku.  Dan aku semakin yakin bahwa aku MENCINTAINYA.

Baca juga : Untukmu yang terlalu sibuk dunia hingga lupa menikah

#2. Dia Muslimah Yang Baik Untuk Dijadikan Istri

Dia Muslimah Yang Baik Untuk Dijadikan Istri
Source image by Stocksnap.io

Sebagai seorang muslim, wajib hukumnya menikahi wanita sesama muslim, betul?

Aku memahami bahwa pengetahuan tentang agamaku tidaklah begitu menonjol. Disaat banyak orang  banguntengah malam untuk sholat malam dan berdoa agar didekatkan jodohnya, aku justru lebih banyak bangun tengah malam untuk melihat bola.

Disaat aku muda dulu (sekarang juga masih cukup muda kok), segala pernak-pernik tentang sepak bola merupakan kehidupanku selain menjadi buruh pabrik dan anak yang baik bagi orang tuaku. Sore main bola, malam dikit main PS sama teman, malamnya begadang dan begitulah hari-hari yang aku lalui.

Aku mengetahui bahwa orang baik akan dijodohkan dengan yang baik, dan berlaku sebaliknya. Meskipun aku sadar aku bukan orang yang baik bagi muslimah seperti ustadzah Oki misalnya. Tapi aku juga punya mimpi ingin memiliki istri yang kuat pondasi ke-agamaanya.

Karena sebagai imamnya, aku tidak harus sok mengajarinya tentang agama, yang aku sendiri juga tidak menguasainya. Dan aku ingin dengan menikahi muslimah yang baik, akan menjadi pendongkrak semangatku menjalani kehidupan yang sakinah mawaddah warohmah.

Baca juga : Hal-hal yang mungkin anda alami setelah menikah

Dan semua poin tersebut ada pada diri istriku. Dia memakai jilbab, sering terlihat sholat dhuha saat istirahat kerja, Dia lulusan madrasah didesanya, Dia setia (terlihat saat menolakku dengan sopan karena tidak ingin melukai komintment yang dia bangun dengan pacar, meskipun pacarnya tidak ada kabar dan menghilang selama setahun).

Dan terakhir, orang tuaku menyukainya disaat dia pertama kali kerumahku bersama teman-teman (Saat itu kita masih belum ada hubungan special). Aku menunjukkan pada ibuku bahwa dialah target masa depanku.

Dan ibuku tersenyum seakan bilang “Kejarlah nak, bawa dia kerumah ini”. Ok “Perintahmu adalah titah bagiku, Ibu! Akan aku culik dia dan aku sekap dengan manja di rumah ini” Hahahaha

Baca juga : Pilih mana wanita cantik atau wanita sholihah

#3. Dia Calon Ibu Yang Baik Untuk Anak-Anakku Nanti

 Dia Calon Ibu Yang Baik Untuk Anak-Anakku Nanti
Pastilah setiap laki-laki akan mempertimbangkan poin yang satu ini. Karena menikah itu tentang mendapatkan keturunan yang suatu saat nanti akan menjadi ahli waris bagi kehidupan kita.
Setiap orang akan mendambakan anak yang sholeh dan sholehah, agar suatu sat nanti anak-anak tersebut yang akan menjadi penolong bagi kita.

Ada 3 amalan yang tidak akan putus bahkan ketika kita sudah mati. Amalan tersebt yaitu, Ilmu yang bermanfaat, Amal jariyah dan Doa anak sholeh dan sholehah.

Agar mempunyai anak yang sholeh dan sholehah, kuncinya adalah pada orang tuanya. Dan guru pertama bagi anak adalah seorang Ibu. Jadi jika kita memiliki istri yang baik dan sholihah, InsyaAllah anak kita juga akan baik dan sholeh sholihah.

Dan menurutku, Istriku adalah calon ibu yang baik untuk anak-anak ku nanti. Aku bisa melihat saat berkunjung kerumahnya, dia sangat kompeten menjaga ponakannya, apalagi kalau menjaga anak sendiri :D.

Baca juga : 7 Hal penting Menjadi ayah keren di zaman now

#4. Dia Putih Dan Cantik Untuk Meningkatkan Kualitas Keturunan

Ini poin yang tidak penting, Tapi bagiku ini cukup penting. Aku yang memiliki kulit yang kasar kayak buaya, juga warna kulitku seperti sawo yang sedikit terlalu matang. Rasanya aku ingin menikahi wanita yang mempunyai kulit yang halus dan putih.

Dulu aku berangan-angan bisa memiliki istri secantik Chelsea Olivia. Aku punya banyak fotonya sewaktu SMA dulu, aku mengkoleksinya dari friendster officialnya dan aku buat wallpaper di komputer. Ok itu agak mengerikan, wkwkwkw.

Chelsea ini mempunyai wajah yang cantik, putih dan gisulnya itu loh, hahaha. Dan Istriku ini juga memiliki poin dari kriteriaku mencari istri idaman.

Pertama tentang jilbab dan pondasinya dalam mengenal agama. Dia juga cantik, toh selain aku ada 4 orang lain dan bahkan lebih yang mengincar dia untuk dijadikan istri. Bahkan setelah aku bertunangan dengan dia, ada seseorang yang terlambat meminang, karena keduluan aku hahaha.

Selain cantik, istriku ini kulitnya cukup mulus dan bersih tanpa jerawat. Dia jarang memakai makeup berlebih, hanya kadang di hidungnya sedikit berminyak. Tatanan giginya juga tidak beraturan, dan ada gisul di giginya yang menambah gemes ingin mencium bibirnya, halah…

Dan terakhir, dia bertubuh kecil, seimbang dengan aku yang lumayan tinggi untuk standart cowok. Bagiku cewek mungil itu menyenangkan, karena aku bisa memeluk dia dan dia tidak berdaya untuk melawanku. Hahahaha

Baca juga : Jangan turunkan standartmu hanya karena kamu lelah menunggu

#5. Mungkin Ini Takdir

Ini adalah point yang paling penting dalam menjawab pertanyaan kenapa aku memutuskan menikah dengan dia tanpa pacaran terlebih dahulu.
Dan jawabanku adalah Takdir.


Disaat semua permintaan dan bebagai cara yang aku lakukan untuk mendekati dia, Semua usaha itu berujung pada penolakan halus dan itu membuatku terluka berkali-kali. Entah kenapa, penolakan tersebut tak bisa membuatku move on dari dia.

Aku tidak bisa tidak peduli disaat dia mengalami kesusahan, aku juga tidak bisa sok tidak memperhatikannya disaat dia lewat didepan mataku. Pernah aku coba melakukan hal demikian, dengan tidak peduli dan tidak memperhatikannya. Hasilnya aku gagal, Bahkan aku semakin merindukannya.

Disaat aku berada dalam keputus asaan dan proses mengikhlaskan, Disitulah titik balik dimana aku mendapat sebuah celah dan keberuntungan mendapatkan hatinya.

Baca juga : Berjalan menapaki takdir

Setelah hampir beberapa bulan kita jarang berkomunikasi, aku baru menyadari bahwa dia juga memutuskan untuk tidak memikirkan laki-laki untuk saat ini. Dia hanya ingin fokus dengan kuliahnya.
Entah kenapa disaat aku berkunjung kerumahnya untuk bersilaturohmi (lebaran), dia mengajakku kesebuah telaga dekat rumahnya untuk menyenangkan hati kedua ponakannya. Dan disaat itulah tanpa sengaja aku melamar dia dengan mengatakan “Aku pinang kau dengan bismillah”. Ok ini sedikit lebay dan drama banget.

Intinya, aku mengajak dia menikah, Dan dari sekian pernyataanku tentang cinta kepadanya yang selalu ditolak mentah-mentah, kini justru dia menerimanya dengan anggukan mesra. Padahal apa yang aku lakukan itu tidak begitu serius dengan perencanaan secara matang.

Jantungku tiba-tiba berdebar kencang seakan aku tidak percaya dengan apa yang aku dengar. Ini sungguh gila, bahkan aku ingin melompat ke telaga tersebut karena kegirangan. Tapi aku tahan karena gengsi dan menjaga image sok cool gitu.

Dan diperjalanan pulang kita berkali-kali salah tinggkah dan sering gagal paham dalam perbincangan. Mungkin kita sedang syok, istriku juga saat aku tanya kenapa baru sekarang mau menerima aku, jawabannya juga tidak tau, tiba-tiba saja dia menganggukan kepalanya.

Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan pacaran lagi, jika suatu hari ada orang yang langsung melamar dia, dia akan menerimanya sepenuh hati. Dan beruntungnya, aku adalah orang pertama yang mengatakan itu padanya, akhirnya kita MENIKAH.

Baca juga : Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk menikah

****

Cinta itu rumit, kadang cinta itu justru hadir disaat kita sedang putus asa dan datangnya juga secara tiba-tiba. Seperti jodoh, kita tidak pernah tau kapan kita singgah di jodoh yang ditakdirkan untuk kita, yang harus kita lakukan hanya dengan menjalaninya.

Yah, dengan tetap menjalaninya dengan keikhlasan kita.

[AI]

Share This :

41 Replies to “Apa Yang Membuatku Memutuskan Menikah Denganmu”

  1. aaaahhhh baper bapeeer sweett abizzz :”””))
    langgeng bahagia selalu ya mas beserta istri dan anak” sehat ceria selaluuu aamiin

    1. Aamiin

  2. Sip sip…Cinta itu memang rumit, mas Nur Ir.

    1. Iya, cinta memang rumit, kalau muniroh faruq, rumit tidak?

    2. Muniroh Faruk lebih rumit dari cinta iru sendiri, mas Nur 😂

    3. kayaknya sih iya, hahahaha 😀

    4. 😂😂😂

  3. Mas ainur yang ketjeh badaiiii, kisahnya sangat menginspirasiii kaum muda😋

    1. hahah 🙂

  4. Bara api untuk para jones mas. Hhhaaa
    Tapi asyik sih dikemsnya.

    1. Hahahaha, 😀

  5. sudah balik lagi mas jadi kompor? Huahahah 😅😅 eh no 3 itu foto di bakti alam PSR kah??

    1. Iya di bhakti alam, itu liburan sebelum tahun baru kemarin, hehehe
      masih belum, tunggu aja postingan berikutnya, hahahaha

  6. Angkat aku jadi murid, sensei!🤝

    1. Oh tidak….
      aku masih berguru sama bang ical, hahahaha

  7. Semoga langgeng Mas Nur. Begitulah disaat kita sudah mengikhlaskan seseorang,disaat itulah Tuhan membuka jalan.

    1. Eyaaaahhh..
      pengalaman nih, wkwkwkw

  8. “Cinta itu rumit, kadang cinta itu justru hadir disaat kita sedang putus asa dan datangnya juga secara tiba-tiba.”
    😅 hahaha,
    Kata Mbk Uti, wanita yang paling bahagia adalah wanita yang bahagia karena begitu dicintai oleh suaminya. 😳
    Semoga langgeng Mas Nuur dan mb Dewi. 😍

    1. Makasih Kak, Moga doanya kembali ke mbak ikha, Aamiin

    2. Sama-sama, Mas Nur.
      Aamiin

  9. Ga bisa ga baper 😍 senang pasti istrinya baca mas~~~

    1. Yah, semoga hhihih

  10. Duh, gara-gara baca ini, saya jadi ingin segera menikah… 😂
    Semoga langgeng selalu ya mas. 😀

    1. Aamin
      makasih mas agung

  11. Hahahha.. Tosss!! aku juga ngerasa kena karma bang. Dulu paling anti sama kota jakarta krn ribet dan macet taunya malah nikah sm org jakarta. Nah, mertua aku juga paling anti punya menantu sunda katanya matre. Taunya 2 anaknya malah dpt istri sunda wkwkwk..

    1. Padahal matre itu relatif yak, hahaha

  12. Iya, kembaran aku si chelsea olivia aja matre wkwkwk

    1. Yah, kenapa harus kembaran ama mbak anisa sih, gak ada yang lain apa, hahahaha
      tapi jadi pelajaran juga, apa yang kita tidak sukai, terutama kriteria jodoh, biasanya setelah dapat pasangan, kriteria ysng kits tidak sukai itu identik dengan pasangan kita, biasanya sih gtu..
      mungkin itu ujian bagi suami atau istri yah,

    2. Setujuhh.. karena kita ga mungkin dapet pasangan yg sama persis sm kepribadian kita. Pasangan itu gunanya melengkapi bukan menyamai. Bener atau salah tergantung cara pandang masing2. #lagiwarasss

  13. gakuat bangeeeet. baru baca berapa paragraf udah aku likee ☺☺
    happily ever after mas Ir dan istriii ❤

    1. Yuk dibaca sampai habis, entar nyesel loh gak baca,
      bisa jadi kepikian, hahahaha 😀

    2. udaah mas. udh khatam. ini lucu sih. aku jd tau pandangan cowok yang lagi jatuh cinta, kurang lebih spt yg dijabarkan mas Ir 😀 haha

    3. Hehehe, pengalaman nih, wkwkwkw

  14. Baru mampir di sini lagi, temanya tentang menikah?
    Aku balik lagi ajaaha. Tapi, sebelumnya, udah baca semua karena penasaran. Dan kalimat penutup yang indah, aku suka.
    “Yah, dengan tetap menjalaninya dengan keikhlasan kita.”
    Terima kasih ya Mas Nur, udah berbagi ceritanya. 🙂
    Kapan-kapan aku balik lagi, yaach. ^_^

    1. hehehe, makasih sudah berkunjung 🙂

    2. Saamma-sammaa, Mas Nur.. 🙂

  15. Haduuuhhh
    Maniiissssnyaaaa….
    Hahaha…
    Semoga aku punya kisah cinta yg manis kayak gini jugaaa….
    Wew…

  16. Wow, bgtu ya ceritanya… sy suka dech dg stiap cara mas Ir dlm menguraikan urusan cinta/jodoh, sllu khas…😀😀
    Cb waktu itu mas lr lompat aja k telaga itu, penasaran ap yg trjdi slnjutnya, ap ttp berujung nikah gak ya, tp ya…klau sy sih klau udah jodoh tak kmna, sekalipun ndak hrus pcaran dulu, yg mna klian muslim jg mmang myakini cara brjodoh sprti itu.
    Bruntung mas punya istri idaman, syukurilah, dan tolong jaga terus ya..semoga rumah tangganya aman sentosa, langgeng trus…

    1. 🙂
      senang mas desfortin bisa berkata begitu…

  17. ciee, ciee,,, uh, baper nya diriku, selaku jomblo ya, wkwkwk.
    mantap euy
    semangat kaka, moga langgeng, sakinah mawaddah warahmah 🙂

  18. Cerita yang manis ya teman….
    Kami sampai senyam-senyum sendiri membacanya.
    Salam santun…..

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.