Adakah Penyesalan Dalam Sebuah Pernikahan

cinta antara laki-laki dan wanita

Apakah kau menyesal menikah dengannya?” Tanyaku pada seseorang teman yang telah mengakhiri rajutan tali asmaranya dengan seorang wanita.

“Tidak, bukan perihal penyesalan. Karena menikah adalah keputusan kita berdua. Kita tidak pernah tau jika ujung dari perjalanan cinta kita terbentur oleh tembok yang pada akhirnya memisahkan kita berdua”

“Sungguh aku tak menyesal, aku sudah berusaha untuk tetap membahagiakannya, Meskipun pada akhirnya bahagia yang aku damba itu tak lagi ada, aku bersyukur telah mengenalnya dan mencintainya sepenuh hati yang kurasa. Tidak ada yang salah, mungkin memang sudah takdir kita harus berpisah”.

Aku ikut bersedih mendengar jawaban temanku tersebut, aku bangga dengan ketabahannya. Aku yakin mengikhlaskan hal seperti itu tidaklah mudah, disaat kita sudah terbiasa hidup berdua, menjalani keseharian berdua, tiba-tiba kebiasaan tersebut jadi sirna.
Aku tersadar bahwa menikah tidak selalu melulu soal bahagia, kadang ada juga menikah yang diniatkan untuk bahagia, ternyata berujung derita dan merana. Karena  aku sendiri juga merasa bahwa menyatukan dua ego itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak cobaan dan terpaan hidup dalam kehidupan berumah tangga.

Baca juga : Ada rasa kehilangan ketika ada penyesalan yang bergejolak dihati

Kalau saya sendiri, jika ditanya “pernah menyesal tidak dengan sudah menikah?”

Maka aku jawab IYA…

Tidak ada kehidupan berumah tangga yang selalu bahagia, pasti akan ada naik turunnya kualitas kehidupan, terkadang kita berada di atas kadang juga dibawah.

Mungkin bagi sebagian yang masih single, kehidupan ini semacam roller coster, tapi bagiku disaat sudah menikah, kehidupan itu seperti jet coster. Percepatan rasa bahagia dan rasa terluka itu luar biasa terasa dari pada disaat masih single.

Coba bayangkan ketika kalian pacaran, disaat ada masalah. Kalian bisa saling menghindari dengan kesibukan lain. Nah kalau sudah menikah, bagaimana kalian bisa menghindar kalau kalian berada dalam satu wilayah yang sama, tidurpun juga bersama-sama. Nah disitulah tingkat kesulitannya.

Baca juga : Penyesalan cinta yang terlambat

Adapun beberapa penyesalanku disaat sudah menikah adalah :

#1. Tangisanmu Adalah Penyesalanku

Banyak orang yang mengira bahwa aku orang yang tegar, aku orang yang kuat dan selalu menyikapi cobaan hidup dengan hal baik dan penuh semangat. Padahal itu tidak sepenuhnya benar. Hatiku cukup rapuh akan gonjangan.

Seperti disaat aku mengalami kebutaan waktu itu, disatu sisi aku tidak ingin melihat orang disekitarku mengasihani aku, aku tidak ingin melihat mereka bersedih akan keadaanku, jadi sebisa mungkin aku tidak mengeluh dan tetap bahagia seperti orang normal lainnya.

Tapi tangisanmu adalah pengoyak hatiku.

Aku mendengar suara tangismu dalam doa yang kau panjatkan saat itu, aku tidak tidur, aku hanya pura-pura tidur. Aku mendengar semua doa yang kau lantunkan untuk kesembuhanku dan isak tangis itu membuat rongga dadaku semakin sakit.

Aku menyesal membuat menangis, aku menyesal tidak bisa menghapus air matamu, dan aku menyesal tidak bisa memelukmu dan mengatakan “tidak apa-apa, semua akan baik-baik saja”. karena aku tahu, aku sedang tidak baik-baik saja saat itu.

Baca juga : Miracle of Ramadhan : Kehidupan dan kesempatan kedua

#2. Pre-wedding

Adakah Penyesalan Dalam Sebuah Pernikahan
Dizaman sekarang sudah jadi tren kalau sebelum menikah biasanya ada foto prewedding terlebih dahulu. Sewaktu aku menikah dulu, aku tidak berpikir ke arah situ. Bahkan dana yang aku siapkan untuk hari H, jadi kacau karena sesuatu. Tapi memang kebanyakan begitu, ada saja cobaan disaat hari H semakin dekat.

Disaat aku jalan-jalan ke kebun raya bulan lalu, aku sempat melihat beberapa pasangan melakukan foto pre-wedding ditempat itu. Rasanya aku jadi ngiri deh.

Nda, yuk kita foto pre-wedding disini, kita kan dulu gak pake pre-wedding saat itu”  tanyaku
Ah udah telat mas, anak-anak kita mau taruh dimana” jawab istri

Dan disitulah aku menyesal, kenapa tidak foto pre-wedding terlebih dahulu, biar koleksi album menikah tidak melulu dengan foto kuade dan para tamu.

#3. Bulan Madu

Diawal menikah, aku merencanakan untuk bulan madu ke jogja bersama istri. Alasanku karena ingin menghapus kenangan buruk disaat berada di jogja dahulu dengan dia.

Tapi setelah 2 minggu pernikahan, bapak mertua meninggal dunia. Karena alasan tersebut akhirnya kita menunda untuk bulan madu dan mengunakan uang tabungan tersebut untuk acara doa dan tahlil hingga 100 harinya bapak.

Dan setelah 100 harinya bapak, bukti kalau aku adalah laki-laki perkasa terjadi. Yah, aku menghamili istriku. Hahahaha #tawa jahat

Karena itu kehamilan pertama yang sedikit rewel, dan istriku juga jarang makan nasi karena dimuntahin terus, dia cuma makan buah. Jadi bulan madunya kita tunda hingga sekarangpun belum bulan madu sama sekali. Hehehe

#4. Kata Siapa Nikah Itu Enak

Adakah Penyesalan Dalam Sebuah Pernikahan
Dan terakhir, Kata siapa menikah itu enak, pasti yang mengatakan hal demikan itu adalah seseorang yang belum menikah juga.

Menikah itu bukan enak, tapi UUUUUUUEEENNNNAAAAAAAK. Hahahaha #tertawa jahat

Jadi jika aku di tanya apakah kau menyesal dengan menikah?

Tentu jawabnya aku menyesal….

AKU MENYESAL, KENAPA TIDAK DARI DULU AKU MENIKAH, HAHAHAHAHA

Nikah itu membahagiakan, karena bisa menikmati kesedihan dan kebahagian hidup berdua
Nikah itu menyenangkan, karena kita akan mempunyai keturunan yang akan meramaikan kehidupan kita.

Nikah itu menenangkan, Masalah akan lebih mudah teratasi dengan pikiran dua orang, dan juga tidur dipelukan orang yang kita cintai, lebih menenangkan dari pada tidur sendirian. 😛

Dan menikah… ah sudahlah… 😀

Baca juga : Enaknya kalau udah nikah tuh gini?

***

Semoga kalian tidak menyesal membaca artikel nggak jelas ini, artikel ini hanya untuk kesenangan belaka, jika ada kesamaan nama, tempat, atau cerita, itu hanya kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Just Write No Fight

*Note : Kalimat terakhir pinjem semboyannya Bu Dyah

[AI]

Share This :

42 Replies to “Adakah Penyesalan Dalam Sebuah Pernikahan”

  1. Nyesel mas.
    Nyesel gak dari dulu

    1. Hahaha, iya mbak.. 😀

    2. Coba sekarang aja mbak :))

  2. nyesel baca iniiii!!!
    bikin ngiri huft!
    plis mas nur kasihanilah kami yg single fiisabilillah ini agar tdk menangis tersedu sedu membaca postingan sampean yg selalu bikin baper termaksimalkan 😢😢😢

    1. Hahaha..
      tapi loh aku pas baca artikelku sendiri malah ketawa sendiri loh..

    2. 😢😢😢😢😢

  3. Artikel ini bikin yang baca jadi KZL ples envy 😀

    1. hahaha 😀

  4. Nyesel sih enggak, cuma kadang kalo lagi berantem suka jd nyesel kenapa sih dulu milih dia padahal banyak cowok lain di dunia hahaha..

    1. Jangan gitu mbak, begitu-begitu juga dia cowok dari sejuta umat yang berhasil terseleksikan alam dan mendapat tempat dihati mbak nisa, bener kan?

    2. Iya sih, hati aku tuh sebenernya sempit, karena dia harus desek2an sama Rio Dewanto & Fedi Nuril di hati aku 😍

    3. Haduw….
      aku desek pevita juga gak muat hatinya, wkwkwkw

  5. Hahaha.
    Foto post-wedding saja Mas Nur, anak2nya yg motoin.😀

    1. apa itu post-wedding?
      baru denger istilah itu

    2. Photo2 sesudah nikah, hahaha. Kalau sebelum nikah kan namanya prewed. 😀

    3. I see….
      entar lah, kalau ke kebun saya lagi mau post wedding ama istri 🙂

    4. Ya ya ya, silahkan 😂

  6. Ya ampun kok jadi nyesel bacanya…hhaaa
    Mas memang selalu punya senjata buat para jones. Hhaa

    1. yang jones langsung ke sindir ya, 🙂
      sama mah 🙂

    2. Ya mba. Hhaa

  7. Post wedding aja mas ir, biar ntr klo anak pada udah gede, wajah mulai kriput, bisa jadi pembicaraan pas berdua, jadi kenangan :’)

    1. Eh gk tau mbk ika udh komen inii, uhuhu, g bc kmen atas ku soalnya 😂

    2. iya, bisa di coba neh 🙂

    3. Ku punya kontak ftografer yg bgus loh mas ir, sp tau minaat 😂😂

  8. Plot twistnya manis bgt, poin pertama lsg baper :))

  9. Uh, aku selalu merasa ingin menikah setiap kali membaca tulisanmu mas 🙂
    wkwk, untung masih pelajar.

    1. wah beneran masih pelajar, keren dong, aku aja baru dua tahun nulis disini

    2. haha, maha- pelajar maksudnya mas, keren banget, baru dua tahun 🙂

    3. masih pemula mah kalau dua tahun, yang lain udah 5 tahun keatas

    4. oh, keren pokok nya mas, mohon bagi2 ilmnya ya 🙂

  10. Pas buat aku, pengantin baru 🤣🤣🤣

    1. beneran mas?
      pengantin baru?

    2. Iya mas 😆😆😆

    3. wah selamat ya mas, atas pernikahannya…. hehehe..
      harusnya ditulis dong mas cerita pas pernikahannya itu, huhuhuh

    4. Iya mas, makasih mas hehe… Belom kepikiran buat ditulis nih soalnya

    5. Biar yang masih single ikutin jejaknya mas aggik
      alau perlu ditulis yang bisa membaperkan juga, hahah
      😀

    6. wkkkkwkwk, nyindir2 yang single nih mas 🙂

  11. Kami agak gimana gitu untuk menikah ya….
    Soalnya cita-cita kami tidak sama dengan kebanyakan orang.
    Sampai sekarang kami belum nemu perempuan yang tidak mau kaya, semua mau uang yang banyak atuh….
    wkwkwkkkkk
    Sulitnya seorang sosialis sejati menemukan pasangan hidup itu memang tidak enak.
    Hanya Tuhan saja yang tahu.
    Salam…..

  12. hmm.. gitu ya Mas..
    kenapa menikah selalu menjadi bahasan yang menarik, padahal menurutku ini satu-satunya hal yang paling bikin kepalaku pusing sampai sekarang.. hehe

  13. Haha…ini ap sih yg terakhir pnjlsannya bgtu…mas Ir..mas Ir bs aja…😁

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.