Memahami Skenario Kehidupan

Memahami skenario kehidupan

Beberapa minggu yang lalu, aku sempat kesal pada salah satu layanan jual beli online yang menawarkan barang dengan cukup murah, dan barang tersebut memang sedang aku idam-idamkan beberapa bulan ini.

Sebut saja layanan jual beli itu adalah “Lazada”. Dalam sebuah promo yang dinamakan Flash Sale di hari rabu, memperkenalkan produk langkah di pasaran yaitu xiomi redmi 5a dengan harga 999 ribu saja.

Tentu aku sangat tertarik untuk membeli handphone ini, selain murah, handphone dengan spesifikasi yang lumayan bagus ini, sangat cocok kalau aku gunakan biar terlihat kekinian. Dengan Kamera belakang 13 pixel, juga dilengkapi ram 2Gb.

Tapi sayang, semua itu tinggal kenangan. Flash sale berarti kita rebutan dari sekian ribu pelanggan yang juga menginginkan barang tersebut, sementara barangnya cuma beberapa saja mungkin, dan jangka waktunya juga sudah ditetapkan.
Sesuai jadwal yaitu jam 11 siang, aku menunggu dengan sabar pergantian detik demi detik jarum jam pukul 10 menunju jarum jam pukul 11 siang.

Tepat pukul 11.00 siang aku releod browserku dan menjumpai tombol “segera” menjadi “tambahkan ke keranjang”. Buru-buru aku tekan tombol tersebut, kemudian mengisi formulir alamat penagihan. Setelah selesai, aku klik ” Beli Sekarang”.

Dan ternyata, sekian detik kemudian server lazada down dan berkali-kali aku reload tetap saja sama, aku tidak bisa mengaksea data disana.

Dan sebalnya lagi, selang 30 menit barulah web lazada normal kembali tapi promo tersebut sudah bertuliskan “Sold Out”, “nantikan di promo flash sale berikutnya“. Huft

Baca juga : Belajar kehidupan dari puncak ketinggian alam

Karena sudah berniat mau beli handphone dihari itu, aku carilah handphone dengan harga segitu, tapi aku tak menemukan dengan kualitas dan sepesifikasi serupa. Akhirnya aku mengurungkan untuk membeli handphone waktu itu.

Masih sedikit kesal sih, bahkan beberapa kali aku tetap mengerutu dan menyayangkan promo tersebut hingga beberapa hari. Hingga akhirnya aku tersadar oleh kejadian hari jum’at di sore harinya.

Aku sadar bahwa gagalnya aku membeli handphone bukan sesuatu hal yang harus di sesali, justru aku baru menyadari bahwa ini adalah skenario terindah yang aku alami.

Tepat hari jum’at kemarin, adalah hari terakhirku bekerja. Bukan di PHK sih, cuma dirumahkan selama 2 minggu bergantian dan mungkin akan terjadi selama 2 bulan kedepan. Sebenarnya kabar seperti ini sudah aku dengar jauh-jauh hari, dari berhentinya pemasaran produk baru yang dirasa produk gagal, dan tidak adanya schedule order bulan februari hingga april untuk produk tersebut.

Demi kebaikan bersama, akhirnya perusahaan memutuskan untuk merumahkan 50% pegawai selama 2 minggu secara bergantian. Dan kebetulan aku mendapat liburan panjang duluan.

Dan disinilah aku menyadari bahwa, ada baiknya aku gagal membeli handphone. Dengan begitu, aku bisa memanfaatkan uang tabunganku yang aku dapatkan dari hobi menulisku ini untuk menutupi kekurangan uang dalam sehari-hari.

Mungkin memang ini tujuan dari kegagalan sewaktu membeli handphone, disaat kita merasa kecewa akan tidak terwujudnya keinginan sesuai dengan perencanaan. dan bagi kita, hal tersebut itu merupakan ketidakberuntungan, Padahal itu lah yang terbaik bagi kita, itulah skenario terindah bagi kita.

Baca juga : Sekali-kali kita perlu lihat kebawah

Ketika kita mengutuk dunia atas ketidak-adilan yang kita alami, percayalah kita akan mengetahui kebenaran di balik perasaan atas ketidak-adilan tersebut diwaktu yang lain seraya kita akan berkata

TUHAN MAHA ADIL.

Yah.. Allah Dzat Yang Maha Adil

Memahami Skenario Kehidupan was last modified: Maret 23rd, 2018 by Nur Irawan
Share This :

17 Replies to “Memahami Skenario Kehidupan”

  1. Allah memberi apa yang kita butuhkan meski kadang tidak kita inginkan.
    Ikhlas menjalani itu lbh baik.

    1. Iyaaa mbak 🙂

  2. Hikmahnya muncul di akhiran ya mas.
    Wah, semoga perusahaan mas cepet dapet solusi nih biar bisa bekerja dengan waktu normal lagi. Aamiin

    1. Gak apa mas, jarang2 juga dapet liburan kayak gini, hahaa..
      meskipun uang juga akan menipis,

  3. Pasti geregetan banget ya kak :3 udah ditunggu, giliran tinggal tambahkan ke keranjang malah server down ;( I felt u kak :’)
    Aku suka paragraf terakhir, hehe. Seringnya memang kita mengutuk dunia atas ketidakadilan, tanpa kita melihat dari berbagaii sisi

    1. iya gitu… tapi emang rasanya promo tersebut memang digunakan untuk mengundang pengunjung aja deh

  4. sabar …..

  5. Moga kapan2 dapet kesempatan promo lagi deh, wajarlah down, yang rebutan puluhan ribu orang, Hhaha,
    Semngat aja mas, mengejar promo :))

  6. Betul sekali masbro..
    Takdir Tuhan selalu adil.

  7. Seriusin ngeblog klo bisa masbro. Banyak chanel selain adsense buat nambahin tabungan

    1. Ini udah serius kok bang.,,, 🙂

    2. Tambahin artikel yang komersil. Maen di affiliate en job review. Udah daftar iblogmarket?

  8. Oey mas….
    Kita sama dong kalau begitu….
    Dinikmati aja hari-hari sepi di rumah
    eh tapikan mas udah…., kita lebih parah masih jomblo…. tapi tetap happy
    Salam….

  9. […] libur 2 minggu membuatku sangat tidak produktif sama sekali. Bukan tentang keuangan yang ingin aku bahas, tapi […]

  10. […] Baca juga : Skenario Kehidupan […]

  11. Sllu ada hikmah dlm stiap peristiwa..

  12. […] Baca juga : Sebuah skenario kehidupan […]

Tinggalkan Balasan ke rayamakyus Batalkan balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.