4 Moment Yang Akan Kamu Rasakan Saat Tidak Memiliki Smartphone di Zaman Sekarang

4 MOMENT YANG AKAN KAMU RASAKAN SAAT TIDAK MEMILIKI SMARTPHONE DI ZAMAN SEKARANG

Agak aneh juga jika anak muda zaman now tidak memiliki Smartphone? Smartphone seperti sudah menjadi kebutuhan utama yang harus ada dalam setiap rutinitas harian. Dengan teknologinya, memudahkan kita untuk mendapatkan informasi maupun mempermudah komunikasi dengan sesama.

Sudah berapa bulan saya tidak mempunyai smartphone baru setelah sekian lama smartphone lama rusak. Bukan karena tidak bisa beli, cuma uangnya yang belum ada, hahahaha.

Sebenarnya Β enjoy saja sih saat tidak memegang smartphone, saya sudah mulai terbiasa dengan itu. Meskipun saya tidak memiliki smartphone, bukan berarti saya tidak bisa mengakses sosial media yang saya punya, atau tidak bisa konsisten menulis seperti biasanya?

Memang dampak rusaknya smartphone dulu lumayan besar, dari terputusnya koneksi komunikasi di WhatsApp yang sering kali saya gunakan untuk berhubungan untuk urusan kerjaan, blog dan obrolan lainnya. Jadi sedikit ruwet juga tidak adanya smartphone tersebut.

Namun setelah beberapa waktu, selain koneksi kerjaan juga memakluminya dan kembali ke penggunaan fitur email, teman-teman lainnya juga sudah terbiasa dengan tiadanya kontakku di smartphone masing-masing. Jadi kalau mau hubungi saya dengan cara ketik REG SPASI SAYANG, #ehbukan, harus mengunakan metode kuno bernama SMS.

Baca juga : Kembali ke masa lalu

Bahkan saya bangga bisa menghilangkan kebiasaan menggunakan smartphone dirutinitas harian. Tapi bukan berarti saya terus menyukai tanpa adanya smartphone. Ada beberapa moment yang tidak menyenangkan saat tidak memiliki smartphone. Berikut saya jelaskan beberapa moment tersebut:

#1. Kurang Update Berita Terkini

Bukan sekali dua kali saya melewatkan berita yang sudah viral sebenarnya, setelah ada perbincangan yang menjelaskan berita tersebut, saya hanya bisa mendengarkan dan berkata β€œOOOOOH…”.

Dengan tidak memiliki smartphone, otomatis saya jarang update status terbaru di facebook, #ah ini apa hubungannya, hahaha. Saya jadi jarang mengetahui berita-berita terhangat yang sudah tersebar di jaringan internet. Apalagi sekarang kebanyakan sharenya lewat WhatsApp dari group satu ke group yang lain.

Karena saya tidak memiliki smartphone dan jarang nonton TV, sering kali saya menanyakan kembali ke teman-teman tentang berita apa yang dibincangkan kali ini.
Pernah juga undangan nikahan disebar di group WhatsApp sementara saya sendiri bingung mau buka WhatsApp di mana? Tau-tau temen sekolah datang menjemput ke rumah dan ngajakin kondangan bersama.

Mereka marah-marah, dari chat tidak pernah dibales, dicalling tidak diangkat dan sebagainya. Hingga akhirnya kemarahan mereka mereda saat aku ceritakan penderitaan saya yang sebenarnya, hahahaha πŸ˜€

#2. Sering Dicuekin Saat Ngumpul Sama Teman


Namanya juga anak zaman now, smartphone sudah bukan barang mewah lagi karena setiap anak sudah hampir mempunyai barang ini. Dan bagaimana kalau saya memiliki teman (rekan kerja) yang rata-rata anak zaman now semua.

Tentu diantara 7 orang yang terbiasa makan dan ngafe bersama saya, saya sendiri yang paling tua diantara mereka (itu kadang membuatku sedih). Disaat kita ngumpul dan ngobrol, kita memang jarang menggunakan smartphone sembari berbicara. Namun jika topik udah tidak ada yang dibahas, mereka akan lanjut dengan gadget mereka.

Nah sialnya, hanya saya sendiri yang tidak memiliki smartphone, tiga orang berdiskusi game Mobile Legend, dua lainnya buka instagram dan facebook, satu lainnya entah buka-buka apa. Intinya saya sendiri seperti dicuekin tanpa sebab.

Baca juga : Tip biar tidak baper menghadiri perta pernikahan teman

#3. Menunggu Tanpa Ada Smartphone Itu Menjenuhkan

Pernah saya tulis dalam blog ini tentang menunggu adalah fakta sebuah kehidupan, bahwa kehidupan itu sendiri merupakan rentetan penantian ataupun berupa list tunggu yang menghiasi keseharian kita.

Menunggu tidak selalu membosankan, begitulah yang pernah saya tulis dan saya percayai. Namun kemarin disaat saya pergi ke Bank untuk mengurusi ATM yang tertelan dan tak kembali, saya baru sadar bahwa menunggu itu sangat membosankan, terutama kita tidak memiliki smartphone dan tidak ada teman untuk ngobrol.

Saya kesana sepulang kerja, mendapat antrian no 75. Nomor cantik sebenarnya, namun ironisnya itu angka terakhir dalam antrian di hari itu. Saya sudah menunggu dengan sabar, saya sudah beristighfar sebanyak mungkin namun melihat kanan dan kiri semua mengunakan smartphone, jadi eentah kenapa waktu tiba-tiba luaaaamaaa bergerak.

Pikir saya mungkin enak kalau punya smartphone seperti dulu, biarpun nunggu antrian lama, yang penting koneksi cepat dan daya terpenuhi, saya masih bisa melakukan banyak hal. Dari menulis konten melaui smartphone, update status, kepoin mantan #eh hahaha.

Tapi kemarin, selain saya sendiri terkena flu, sedikit pusing dan batuk juga. Menunggu 1,5 jam disana seperti menunggu 3 jam lamanya.

Mungkin lebih enak kalau saya minta ditemani saja kemarin, biar ada teman untuk ngobrol, minimal ngosipin customer service cantik di depan saya sudah cukup mengalihkan waktu untuk sementara.
Memang menunggu itu membosankan, namun terkadang juga bisa menyenangkan πŸ™‚

Baca juga : Dalam menunggu, sabar saja tidak cukup

#4. Β Berasa Bengong Sendiri Di tempat Umum


Ini masih melanjutkan cerita di Bank kemarin, cuma point ini lebih ke detailnya.

Di Bank tersebut ada dua baris bangku, satu baris terdapat 4×3 kursi. Satu baris berada disampingnya dengan jumlah yang sama.

Bangku paling depan di isi oleh dua orang dan dua anaknya, saya sendiri juga malas untuk duduk didepan sendiri. Kan biar tidak katauhan juga kalau curi pandang ke teller didepan #eh.

Bangku paling belakang, kedua baris kursi nyaris tidak menyisahkan kursi kosong, akhirnya saya memilih bangku di tengah.

Setelah saya duduk, saya menoleh ke kanan, ada cewek berjilbab sama pacarnya dan sisi kiri ada cewek juga, rambutnya di ikat dan memakai tindik hitam dikupingnya. Ah ini jelas anak zaman now banget, namun dia juga bersama adiknya kalau menurut saya. Terlihat dari beda umurnya yang kemungkinan kecil bukan pacarnya.

Baca juga : Apa yang harus aku katakan saat melihat wanita cantik di depan mata

Alhasil, saya tidak bisa ngobrol apa-apa, kedua sisi sudah memiliki teman ngobrol sendiri sembari mempermainkan gadget yang dibawahnya. Sementara saya, hanya melihat kurs dollar dan besaran deposito yang kadang saya tidak mengerti bagaimana ngitungnya.

Dengan memakai masker di mulut, sedikit bau keringat dan sedikit kusam, saya berhasil menjadi ”batu” selama 1,5 jam di sana. Duduk sangat tenang dan tidak banyak bergerak berharap di panggil duluan seperti waktu taman kanak-kanak dulu, ternyata masih saja harus menerima nasib sebagai antrian terakhir di hari itu.

Disaat sudah waktunya maju, sebelum dipanggil Customer Service, saya sudah maju duluan. Senyum Custumer service membuyarkan kekesalanku menunggu lama, apalagi dia berkata β€œMaaf yah mas sudah menunggu lama?”. Dalam hati saya menjawab β€œBuat adik, seberapa lamapun saya unggu” hahahaha.

****

Yah kadang kesal juga tidak memiliki smartphone di moment-moment tertentu, namun saya lebih banyak menikmati juga, terutama akan ketenangan dan quality time saat dirumah.

[AI]

Share This :

30 Replies to “4 Moment Yang Akan Kamu Rasakan Saat Tidak Memiliki Smartphone di Zaman Sekarang”

  1. Saat bareng keluarga d rmh sy lebih suka tanpa smartphone, tp kalau udah d luar, aplgi pas memang ada agenda pertemuan, tanpa smartphone itu tersiksa skli..
    Aplgi nunggu slma 1,5 jam itu mas gak ada yg dikerjain jlas bosan, mkanya sring sy bilang, bahwa waiting is a boring thing bs bikin ‘sinting’.

    1. Hahahaha, bener mas..
      saya setuju, kalau diluar tanpa gadget, seperti berasal dari masa lalu, hahaha

    2. Berarti, apkh itu namanya sdh kecanduan?

    3. Bener bangett, sampai skrang rasanya power bank juga penting πŸ˜…

    4. ah ini tambah power bank yang wajib ada, huft πŸ™

  2. Ya mas, kalo jalan di luar gak bawa smartphone iti rasanya adanya yang hilang, apalagi yang jones,eh. Hhhaaa

    1. apa hubungannya dengan jones #mancing

  3. Saya pun juga sedang tidak punya gawai tapi untuk ukuran seorang yang lagi nganggur pikir saya tak masalah asal masih ada pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah, hehe. Meski tak ada gawai untuk masih ada notebook, jadi untuk urusan update informasi masih bisalah login ke twitter. πŸ˜€

  4. Aku juga pernah tu mas.. kami nongkrong enam orang.. semua sibuk main mobile legend.. cuma aku yang ga ada mobile legendnya.. karna kesal akhirnya aku pulang sendiri.. πŸ˜‚

    1. nah, menyebalkan yah mas, seperti kita bukan sealiran dengan mereka, hahaha

  5. Waaahhh…
    Kalo aku, handphone biasa ketinggalan cuek aja. Tinggal bikin pengumuman di group dan medsos.
    Tapi kalo smartphone ketinggalan, wajib pulang lgi untuk jemput.
    πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

    1. Hahahahaha…
      berarti biasanya bawa 1 hp dan 1 smartphone tiiap kerja yah mbak?

    2. Iyaaa. Hahaha.
      Hp buat nelpon aja.
      Smarphone buat semuanya.

  6. ” terutama akan ketenangan dan quality time saat dirumah.”
    Ah, kadang itu saya rindukan Mas Nur.. waktu-waktu dimana ga megang hape dan lebih asyik ngumpul bersama. Skrng di rumah adik saya yang sibuk main hape terus. Susah deh.
    Btw antrian 1.5 jam lama jugaa. Pasti beneran jd batu itu πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

    1. iya, lama banget padahal cuma nunggu 10 orang saja..
      tapi satu orang bisa menghabiskan 30 menit
      dan CS nya cuma 2, yang dua pulang duluan

    2. 10 itu banyak πŸ™
      semua demi ATM ya mas Nur. πŸ˜€

    3. Yah bagaimana lagi, bank dan rumahnya berjarak 25 km
      jadi mau pulang juga percuma kan, rugi di waktu dan bensin juga, hehehe

    4. Weww…jauh banget ternyata. πŸ˜‚πŸ˜‚

    5. iya, soalnya untuk benerin atm, harus ke tempat pertama buat..
      ironi nya, aku dibuatkan oleh perusahaan

  7. Iyak, nunggu jadi jenuh sendiri dan kayak orang linglung karena tengok kiri kanan pada pegang smartphone.
    Dan kondisi demam smartphone di tempat umum ini memudahkan aksi para copet menggondol dompet. Haha πŸ˜‚

    1. Untung isi dompetku udah di gondol ama bini, wkwkwkw

    2. Ahaha πŸ˜πŸ˜πŸ‘΅

  8. Nomor satu itu alasan saya wajib punya dan bawa smartphone kemana-mana. Biar nggak kudett dan cuma bisa ‘ah oh’ aja waktu yang lainnya pada cerita

  9. Saya kalau keluar kost buat sekadar beli jajan sering lupa bawa smartphone. Saya mikirnya, jajan ga bakal lama, memang sih kalo jajannya ga ngantri.. tapi pas kebagian ngantri, suka jadi awkward sendiri sih.. kwkwk
    Selanjutnya pas saya bawa smartphone, eh malah ga digunain sama sekali πŸ˜…πŸ˜…

    1. Hahaha, kadang waktu memang suka mempermainkan kita, wkwkwkw
      atau memang rencana kita tidak selalu sesuai dengan ahrapan kita

    2. Benar πŸ™„

  10. Tanpa smartphone aku galau mas Ir, gak bisa videocallan sama si cintah😁😁😁😁

    1. Hahahaha, benar…
      aku juga kadang galau gak bisa selfie ama cinta, wkwkwkw

  11. Malah kita lebih fokus saat tidak ada smartphone….
    Trus menulis juga lebih fokus.
    Ada plus minusnya sih tapi dinikmati saza…
    Salam.

  12. Tanpa smartphone sepertinya hidup akan jadi lebih damai. Hehehe

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.