Ternyata Migrasi Blog Tak Semudah Membaca Artikelnya

Ternyata migrasi blog itu tidaklah mudah

Hai.

Sudah seminggu ini saya tidak membuat artikel di blog ini, alasannya karena saya baru pindahan.

Yeay! Saya punya rumah baru 😀

Awalnya blog ini tinggal di rumah susun yang diberikan secara cuma-cuma oleh pihak WordPress dan sekarang saya sudah pindah ke rumah sendiri dengan kunci rumah sendiri, Alhamdulillah.

Akhirnya saya memutuskan untuk memindahkan blog lama saya di wordpress ke hosting sendiri.

Sebenarnya sudah lama saya menginginkan untuk merubah blog saya jadi lebih profesional. Bahkan sejal awal membuat blog, namun saya terkendala dari dana sewa hosting serta awamnya di dunia blogging.

Ketakutan awal saya untuk hosting sendiri adalah masalah inkonsistensi menulis. Saya yang pernah menghapus blog lama karena terlalu lama vakum membuat saya memutuskan untuk membuat blog gratisan saja dulu, jika sudah bisa mengatasi inkonsistensi barulah saya akan memindahkan blog ke hosting sendiri.

Namun ternyata, memindahkan blog atau istilah kerennya migrasi dari wordpress.com ke self hosting bukan masalah mudah.

Dari yang saya baca-baca di artikel, sepertinya memindahkan blog tinggal install platform wordpress di hosting kemudian import data blog lama, setelah itu selesai sudah. Ternyata tidak demikian.

Baca juga : Mana yang lebih bagus antara Blogger, WordPress.com dan WordPress.org

Banyak masalah yang saya hadapi dalam proses pindahan atau migrasi blog tersebut, diantaranya :

1. Bingung Melakukan Apa Setelah Beli Hosting

Meskipun sudah baca-baca artikel migrasi dari blog-blog ternama, saya masih kebingungan dengan apa yang akan saya lakukan saat sudah membeli hosting. Hampir satu hari saya biarkan hosting tersebut tanpa melakukan apa-apa.

Saya kira dengan membeli hosting, secara otomatis pihak penyedia hosting sudah mensettingkan semua sampai beres. Ternyata saya salah.

Pihak hosting hanya mengkonfigurasi agar hosting dan domain bisa terhubung melalui Cpanel. Dan saya masih terlalu polos soal ini. Akhirnya saya pesan tiket (tiket : claim) agar supaya saya dibantu dalam migrasi kali ini. Syukur-syukur bisa dimigrasikan semua sampai selesai yang intinya saya tinggal nulis saja.

Saya kebingungan bagaimana cara migrasinya, lagi-lagi saya membuat tiket baru untuk menanyakan bagaimana cara import data file xml dari blog lama. Dan jawabannya saya disuruh login wordpress dulu baru di import datanya.

Saya kebingungan lagi, ini login wordpress yang mana? Dan ternyata dari tadi itu saya belum instalasi wordpress di hostingnya, hehehe.

2. Upload File xml Berkali-kali Dan Gagal

Setelah install WordPress di Hosting, saya coba untuk upload file export dari blog lama dengan harapan agar artikel di blog lama pindah di blog yang baru. Saya baca artikelnya tentang migrasi ini, prosesnya cukup mudah, namun tidak mudah saat melakukannya.

Karena blog saya sudah hampir tiga tahun mengudara dan artikelnya sudah mencapai 375 artikel, belum lagi dengan gambar-gambarnya yang lumayan banyak. Jadi file export blog lama saya lumayan besar. Hasilnya saat saya import ke blog baru berulang kali saya mengalami kegagalan.

Berkali-kali saya upload file tersebut hingga menghabiskan hampir separuh kuota internet di modem saya, tapi tak ada satupun artikel yang terupload dengan sempurna. Setelah saya teliti ada batas maksimal upload file xmlnya.

File export blog saya mencapai 23 Mb (16+7 Mb) sedangkan batas maksimal upload hanya 8 Mb. Saya baca panduan lain untuk mengatasi trouble ini. Yang pertama dengan mengunakan software split file xml. Hasilnya memang bisa upload, namun hanya sebagian (175) artikel saja yang terupload. Lah sisanya kemana?

Panduan lain juga mengatakan bagaimana cara memperbesar batas maksimal upload file xml. Saya melakukan seperti yang di perintahkan pada tutorial tersebut, namun tetap saja setting yang saya lakukan tak merubah batas maksimal upload.

Import file xml dengan mudah

Cara lain juga menyarankan untuk mengubah file php.ini pada cpanel, namun saya masih belum paham jadi tidak saya lakukan dari pada tambah rusak domain saya. Akhirnya saya pakai opsi terakhir, yaitu minta bantuan penyedia hosting dengan layanan tiket.

Dan Alhamdulillah, penyedia hosting yang amat ramah dan sabar menghadapi orang seperti saya mau menanggapi keluh kesah saya dan memperbaiki batas maksimal upload filenya. Akhirnya saya bisa upload semua konten dari blog lama ke blog yang baru.

Baca juga : Kelebihan Punya Blog Dengan custom Domain

3. Tautan Link Masih Tertaut Ke bLog Yang Lama

Setelah semua konten sudah terimport ke blog baru, saya melakukan setting yang dibutuhkan seperti ganti tamplate baru, rubah menu navigasi, dan konfigurasi webmaster tool. Namun saya menemui dua kejanggalan.

Pertama, saya melihat link dalam artikel (internal link) masih tertaut dengan blog lama. Kan tidak lucu juga kalau saya harus merubah internal link tersebut satu persatu. Jika saya lakukan, pasti akan butuh waktu lebih dari dua minggu untuk menyelesaikannya. Terus kapan saya harus mulai nulis?

Tapi akhirnya saya edit ulang semua internal link dalam artikel tersebut meskipun itu berat, kalian tak akan sanggup, biarkan saya saja, hahaha.

4. Kemana Pengunjung Blog Saya?

Kejanggalan yang kedua adalah pada kemana pengunjung blog ini? Sepi banget!

Visitor yang sepi saat awal migrasi blog

Saya sudah migrasi semua follower blog lama ke blog yang baru, namun hingga sore hari, tak ada satupun pengunjung yang singgah ke blog baru saya ini. Dan blog lama saya masih dikunjungi oleh orang lain meskipun sudah saya setting tidak terindex di google.

Saya baca panduannya tentang redirect site agar saat migrasi tidak kehilangan traffic blog lama, namun setelah saya teliti dengan mencoba sarannya, ternyata itu hanya berlaku pada domain.com ke domain.com. Hal tersebut tidak berlaku untuk blog naungan wordpress.com

Baca juga : Tips Bagaimana Mendapat Ribuan Like Dan Komentar Di Blog

Akhirnya setelah baca support wordpress, saya mengetahui bahwa untuk bisa redirect traffic, backlink dan tautan link dari blog lama ke blog baru, harus bayar setidaknya $13 untuk layanan Redirect site ini.

Ah busyet, nambah uang lagi deh.

****

Kesimpulannya, bagi Anda yang ingin migrasi blog wordpress Anda ke Self Hosted, kalian harus siapkan mental setidaknya pelajari lebih dalam lagi langkah-langkah migrasinya sebelum melakukan pembelian hosting seperti saya.

Memang migrasi tidaklah mudah, namun bukan berarti mustahil bagi seorang awam seperti saya. Yang penting sering-seringlah membaca dan jangan sungkan untuk merepotkan penyedia hosting dengan pertanyaan-pertanyaan tentang keluh kesah kita sebagai pelanggan yang kebingungan.

[AI]

Share This :

14 Replies to “Ternyata Migrasi Blog Tak Semudah Membaca Artikelnya”

  1. Selamat kak, akhirnya punya rumah sendiri. saya masih ngontrak ini. wkwkwk

    hmm, ternyata rumit juga ya.

    1. Hahahaha iya 😀

  2. Cihuii..
    Udah rumah baru nih yeee..
    Kalau udah rumah baru rejekinya juga baru.
    Rumah barunya di lokal apa bule mas? Berapa duit setahunnya?

    1. iya mas, masih tahap perombakan dan masih belajar..
      semoga saja rezekinya juga lancar
      pakai lokal mas, btw yang saya binggung bagaimana agar blog ini bisa kedetek di timeline reader wordpress. apa memang tidak bisa yah

  3. Dah muncul, akhirnyaaa. Heuheu

    1. Serius mbak?
      apanya yang muncul.
      postnya di reader atau form komentar di reader?

    2. Dua-duanya. 😅

  4. Udah install Jetpack belom om? Klo blom instal dulu ntar hubungin akun WP dengan blog self-hosted pakai plugin itu.
    Btw kok ane ga bisa reply di jawabannya ya?

    1. sekarang bisa mas.
      kemarin baca di support forum, disuruh disconek jetpack dulu, baru reconek lagi..
      Alhamdulillah sekarang udah muncul di dasboard, namun harus follow lagi kayaknya 🙂

  5. Selamat kk.. kunci rumahnya baru ciyeee

    Naini yg ejie ga paham soal migrasi. Itu bahasa xml, dll deuh.. mumet. Milih nulis aja ejie dah. Aahahhaah

    1. masih saya juga masih bingung kok, lebih banyak minta settingin pihak hostingnya

  6. 😂😂😂😂😂
    Akhirnya, setelah berbagai macam pertimbangan ya???

    Saya malah mulai dr awal soalnya nggak mau ribet. Hahaha

    1. sayang dengan artikelnya mbak, udah 300-an lebih

  7. OMG! Masalah gue banget ini mah, hahahaha
    Semenjak pindahan rumah, gue bingung kemana viewers gue selama ini? Dan, gue gak bisa migrasiin kontak ke blog baru ini.
    Jadinya semua serba baru. Kembali dari 0. Mulai awal lagi, hahahaha..
    Kontak yang gue inget dan sering rusuh di lapak, tanpa jaim gue paksa untuk menfollow blog baru gue, wkwkwkwkwk.
    .
    .
    Kalau kata orang yang ikhlas gue tibanin cobaan mbikinin rumah di raya.com, gue mesti perkuat di sabar. Karena gue anak baru, jadinya gugel pun masih tahap perkenalan dengan blog baru gue, hahahaha
    .
    .
    Btw kalian punya grup anak2 wordpress? cemplungin gue dooong!

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.