7 Hal Ini Yang Akan Kalian Rasakan Saat Pergi Merantau Ke Kota Besar

7 Hal Ini Yang Akan Kalian Rasakan Saat Pergi Merantau Ke Kota Besar

Kapan hari saya liburan bersama keluarga ke kota Surabaya untuk mengikuti event yang diselenggarakan oleh pihak sekolah Taman Kanak-kanak. Acaranya menari di Taman Remaja Surabaya yang di ikuti oleh 7 Taman Kanak-kanak dari kecamatan yang sama.

Saya terpaksa ikut untuk menjaga si Nisa disaat Ibunya dan anak pertama sibuk mengikuti acara menari tersebut. Sementara saya sibuk mengendong si Nisa yang terlelap padahal cuaca Surabaya begitu panas.

Saat pulang, saya melihat bagunan sebelah Taman Remaja yang mengingatkan saya akan masa silam. Bangunannya terlihat banyak perubahan tampak dari luarnya, sangat berbeda saat saya kerja disana 10 tahun silam.

Hi-Tech Mall merupakan tempat bersejarah bagi saya, tempat pertama kali saya mendapat pekerjaan dan pertama kali juga saya merantau jauh dari orang tua. Saya berkelana sendirian tanpa teman bahkan saya bekerja di sana bermodalkan kenekatan saja.

Banyak suka duka yang saya rasakan saat merantau di kota Surabaya, mengingat ini pertama kalinya saya merantau dan jauh dari rumah. Namun banyak hal yang menarik yang saya rasakan dan saya mengerti saat merantau di kota, di antaranya :

1. Begini Rasanya Hidup Mandiri

Sumber gambar by Stocksnap.io

Selama ini kita hidup dari kerja keras dan keringat kedua orang tua, dari kecil hingga lulus sekolah kita berpangku tangan dalam lindungan mereka. Namun disaat merantau, semua perlindungan orang tua tidak menyertai kita kecuali doanya.

Kita yang terbiasa saat bangun tidur, sarapan sudah tersedia di depan meja. Kini saat merantau, kita harus masak terlebih dahulu ataupun berjalan beberapa meter dari tempat kos untuk mencari sarapan di warung.

Kita yang sudah terbiasa pergi dengan kamar berantakan, saat kembali kamar sudah dirapikan oleh orang tua kita. Disaat merantau, nyaman atau tidaknya kamar kita tergantung dari usaha kita untuk membersihkannya. Jika tidak dibersihkan, sampai kapanpun kamar tersebut tetap berantakan.

Dengan merantau, kita akan merasakan hidup serba mandiri, kita belajar bertahan dari kerasnya dunia luar tanpa lindungan orang tua. Awalnya memang berat, namun dengan hidup diperantauan akan menjadikan kita jauh lebih dewasa dan mandiri dari pada sebelumnya.

Baca juga : 4 Hal YangMungkin Akan Menjadikanmu Lebih Dewasa

2. Kalian Akan Mengerti Arti Kangen Dan Rindu Yang Sesungguhnya

Jika Dilan pernah bilang Rindu itu berat, itu memang tidak salah. Namun bukan rindu semacam Dilan itu yang berat, melainkan rasa rindu kepada orang tua disaat berada di perantauanlah yang berat.

Disaat saya merantau dulu, handphone masih menjadi barang mewah yang tidak semua orang bisa memilikinya, terutama saya. Meskipun saya memiliki handphone juga percuma, keluarga di rumah juga tidak ada yang punya. Disaat itulah, rindu hanya bisa dipanjatkan melalui doa akan tersa lebih berat ketimbang rindunya si Dilan.

Setiap orang yang pergi merantau untuk pertama kali, pasti akan merasakan rindu dan kangen yang sama. Rindu kampung halaman padahal baru 1-3 minggu berada di kota, juga rindu masakan ibu padahal di nasi padang juga banyak menunya. Intinya bagi yang sedang merantau, mereka akan merasakan rindu dan kangen yang sangat dalam dan belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

3. Akhir Bulan Merupakan Waktu Yang Kritis Dan Berat Untuk Dijalani

Sumber dari Pexels.com

Akhir bulan merupakan fase ekonomi kritis yang biasa dialami oleh seorang perantauan. Penghematan besar-besaran dari makan nasi di siang hari dan makan mie di malam hari merupakan cara untuk bertahan dari fase kritis ini.

Solusi lain, dengan cara cari pinjaman adalah cara mengatasi keuangan sulit secara instan yang bisa dilakukan oleh seorang perantauan. Saya sendiri juga pernah mencoba puasa di 10 hari terakhir menjelang gajian, namun di 5 hari terakhir tetap saja mencari pinjaman adalah solusi terbaik untuk mengatasi fase kritis ini.

Baca juga : Pengalaman Yang Bisa Diaplikasikan Untuk Mendapat Job Di Freelancer Indonesia

4. Ternyata Mengatur Keuangan Tak Semudah Kedengarannya

Hidup mandiri di perantauan itu tidaklah mudah, terutama perihal mengatur keuangan sendiri. Kebalikan dari fase kritis, disaat sudah menerima uang gajian, kita dengan sigap langsung membelanjakan uang tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.

Tanpa sadar kita sudah menghabiskan lebih dari separuh gajian untuk membeli barang yang menurut kita untuk memenuhi kebutuhan selama sebulan, padahal tidak. Pengalaman saya saat awal-awal menerima gajian, saya justru membeli beberapa barang yang sebenarnya tidak terlalu saya butuhkan.

Entah karena faktor membelanjakan uang itu menyenangkan atau memang saya sudah gelap mata lihat banyak uang untuk pertama kalinya. Setelah itu, saya mengulangi hal yang sama dengan menggali lubang dan menutup lubang berulang kali.

Awal-awal merantau memang problemnya adalah tentang mengatur keuangan. Hal ini dikarenakan kurangnya pengalaman serta adaptasi lingkungan. Namun setelah beberapa bulan, kita bisa berpikir jernih dengan memilih dan memilah tempat makan yang enak dan murah maupun barang mana yang seharusnya lebih kita butuhkan.

5. Teman Kos Yang Tak Selalu Menyenangkan

Sumber dari Pexels.com

Merantau berarti kita harus beradaptasi dengan tempat yang baru, lingkungan yang baru dan teman yang baru. Mempunyai teman baru dengan latar belakang yang berbeda mungkin memang sangat menyenangkan, terutama jika dia baik dan sopan.

Namun terkadang ada juga teman kos yang sangat menyebalkan. Misalnya saat kita menikmati tidur di malam hari, teman kos justru sedang asik berbicara via telepon dengan pacarnya. Itu memang hak dia, namun juga cukup menganggu teman sekamar lainnya jika berbicara dalam ruangan yang sama.

Dan juga perihal kebersihan kamar (kasur). Ada juga yang sangat malas membersihkan tempat tidurnya dan sering sekali menimbun sampah di tempatnya. Alih-alih ingin mengingatkan, namun takutnya dia malah tersinggung dan membuat hubungan kita makin renggang.

Di sisi lain, dengan mempunyai teman kos yang menyenangkan, akan membuat kita betah dalam perantauan. Karena dengan adanya teman satu kos, bisa sedikit mengobati rindu kita pada orang tua dan kampung halaman.

Baca juga : 14 Tipe Teman Yang Bikin Ingat Selalu, Kamu Tipe Yang Mana?

6. Merantau Berarti Bebas Melakukan Apapun? Yakin!

Merantau berarti kita bebas melakukan apa saja, begadang tengah malam, keluyuran di jalan maupun tidur terlentang juga tidak ada yang melarang. Namun kita juga harus paham, apa yang kita lakukan akan berdampak bagi diri kita sendiri.

Dikatakan bebaspun kita tetap terikat pada peraturan. Seperti peraturan pada tempat kos yang melarang pulang di atas jam 12 malam. Jika kita melanggarnya kita akan di beri hukuman oleh pemilik kos-kosan.

Sama halnya dengan peraturan dalam diri masing-masing, Jika kita mengabaikannya, kita akan menanggung sendiri akibatnya. Hal ini seperti menjaga kesehatan, jika kita terus tidur kurang dari 5 jam sehari, maka lambat laun kita juga kan menerima dambak buruk dari gaya hidup seperti itu.

7. Merantau Juga Bagus Untuk Menemukan Jodoh Pujaan Hati

Sumber dari Pexels.com

Semakin lama kita berada dalam perantauan, kita akan merasa semakin nyaman dan bisa beradaptasi dengan kehidupan di kota. Perlahan kita mengikuti adat dan gaya hidup di sana, dan kita mulai terbiasa dan betah hidup di kota ini.

Jika dalam perantauan kita menemukan seorang yang kita suka, tidak ada salahnya kita membuka hati untuk orang yang spesial di hati kita. Kita tidak pernah tau jodoh seperti apa yang akan ditakdirkan kepada kita, bisa jadi orang spesial dalam perantauan ini.

Jadi jangan takut dan minder karena kita dari orang desa, apalagi jika seorang tersebut dari kalangan orang berada. Tak ada salahnya untuk melangkah maju, asalkan niat kita baik, InsyaAllah akan berujung baik pula.

Baca juga : Jodoh itu Dicari Atau Dinanti

Jika kita mengalami kegagalan dalam hubungan tersebut, percayalah sesungguhnya kita telah dijauhkan dari hubungan yang tak semestinya kita jalani. Bersabarlah suatu saat kita akan menemukan yang terbaik versi-Nya untuk masa depan kita nanti.


Yah begitulah pengalaman saya sewaktu merantau dulu, meskipun di point terakhir saya tidak pernah mengalaminya, namun salah satu teman satu kos saya dulu akhirnya menjadi orang surabaya dan meninggalkan kampung halamannya di jogja.

[AI]

Share This :

12 Replies to “7 Hal Ini Yang Akan Kalian Rasakan Saat Pergi Merantau Ke Kota Besar”

  1. Punya temen kamar yang banyak berkebalikan sifatnya memang kadang suka kesel. Bagaimana dia suka nimbun apa-apa sementara kita orangnya suka rapi. Kalau diingetin jd tersinggung. 😩

    1. nah itu, aku kan paling gak bisa tidur kalau celana dalam berserakan di kasur apalagi kasurnya bersebelahan sama aku huft 🙁

  2. nomor 7 😂😂😂

    1. Hahahaha…
      😀 😀 😀

  3. Duh, emang anak perantauan itu berat. Dilan, bukan rindu yang berat, tapi anak kost

    1. perlu diklarifikasi lagi yah novelnya dilan, wkwkwkw

  4. Wuihhh,, rumah baru nih. Keren euyyy 🙂 .

    Ngerantau itu yg paling ga enak pas sakit, duh, langsung ingat emak dan kalau bisa dalam sekejap beliau harus tiba, tapi jarak tetap perlu waktu utk diperpendek 😥 *halah*

    1. dulu aku sakit saat merantau, sakitnya tak tahan-tahan mbak..
      pulang juga kejauhan, mending dibuat rehat dengan cuti sehari saja…

    2. Sakit saat jd anak perantauan itu yg paling nyesek pokoke 😥

  5. Ceritanya mewakili isi hati anak rantau :’)

  6. Saat merantau akhir bulan itu paling memilukan bagi orang yang boros. Tetapi bagi mereka yang suka berhemat, santai-santai saja tuh…..

  7. Memang banyak orang spesial di perantauan~

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini