Problem Yang Mungkin Dihadapi Setelah Migrasi Ke WordPress Self Hosted

Ternyata migrasi blog itu tidaklah mudah

Hai kawan, Dari kemarin bahas tentang migrasi melulu nih. Tidak apalah, selain untuk share dan berbagi pengalaman, juga sebagai pengingat diri sendiri juga. mumpung masih ingat jadi lebih baik dibekukan menjadi sebuah tulisan.

Kali ini saya ingin membahas tentang kendala yang sering terjadi setelah proses migrasi blog wordpress ke wordpress self hosted selesai.

Saya migrasi blog ini tidak berjalan mulus begitu saja, banyak persoalan dan kesulitan yang saya hadapi selama ini. Soalnya ini adalah pengalaman pertama saya migrasi dan tidak ada teman atau sensei yang membimbing saya dalam proses migrasi kali ini. Semuanya saya lakukan dengan pedoman artikel di internet saja.

Namun saya senang, meskipun sulit tapi banyak ilmu baru yang saya dapat saat mencoba utek-utek sendiri permasalahan yang saya hadapi. Intinya sih butuh keulutan, kesabaran dan mau mencari. Apapun masalahnya, pasti akan terjawab dengan sendirinya. Man Jadda wajaddah.

Kembali ke topik utama, Apa sih kesulitan yang saya hadapi setelah proses migrasi?

Berikut saya akan share satu persatu problem yang saya hadapi selama proses belajar dan memahami blog self hosted ini.

Traffick Blog Akan Turun Drastis

Meskipun sudah mengunakan plugins super awasome jetpack bukan berarti blog lama kita terhubung seutuhnya dengan blog baru. Kenyataannya bahwa wordpress.com dan org itu bersebelahan. Saya juga sudah mengoptimalkan dengan redirect site agar semua pengunjung di blog lama akan bermigrasi ke blog baru, namun ternyata saya salah.

Entah itu kesalahan dari meredupnya tingkat ketampanan saya karena usia bertambah di bulan April ini atau menghilangnya popularitas saya di mata google. Yang jelas itu berdampak banget pada traffik blog saya.

Yang tadinya kisaran hampir 2000 pengunjung tiap harinya, sekarang tinggal ratusan saja. Yah tetap disyukuri juga. Setidaknya populerias dan inner ketampanan saya masih tetap berpengaruh meskipun itu tidak seperti dulu #halah apasih ini.

Baca juga : Tips Agar Blog Baru Wodpress Cepat Terindex Oleh Search Engine

Kesulitan Editor HTML

Awalnya saya sangat percaya diri karena sudah lumayan berpengalaman edit kode HTML di blog blogger. Namun setelah melihat Editor WordPress, ternyata jauh berbeda dari pada editor HTML di blogger.

Kalau di blogger, htmlnya menjadi satu bagian-bagiannya, yang penting paham mana letas CSS nya dan mana letak html body nya. Jadi kalau ingin edit html, tinggal masuk editor dan cari bagian mana yang akan ditambahkan atau diedit ulang. Dan yang paling penting letak htmlnya tidak jauh berbeda meskipun theme nya berbeda.

Sedangkan editor di WordPress, selain html kodenya terbagi dari beberapa bagian, juga letak htmlnya tidak selalu sama. Beda tema beda juga letak dan kode htmlnya.

Misalnya kemarin saya ingin menganti kode entry-title dan author di editor. Di panduan yang saya baca dikatakan terletak di single.php. namun setelah saya cari di sana, saya mencarinya berulang-ulang dengan seksama masih juga tidak menemukan kode html yang dimaksud.

Ternyata setelah baca-baca artikel lainnya, letak kode html di wordpress itu tergantung dari tema-nya. Jadi saya harus cek semua berkas tema yang ada di editor satu per satu.

Sering Error Saat Balas Komentar

Tidak satu kali dua kali saya mengalami hal ini, entah ini hanya terjadi pada blog saya atau memang ada yang pernah merasakan hal serupa.

Bagi saya, membalas komentar yang masuk itu penting, selain untuk menyambung silaturohmi dan keakraban sesama blogger, juga menujukkan kalau author blog itu manusia.

Banyak loh blog-blog diluar sana yang mempunyai banyak komentar dari pengunjung. Entah itu komentar dari yang benar-benar tanya tentang artikel yang dibahas ataupun sekedar meninggalkan jejak. Namun saya tidak melihat author dari blog tersebut menanggapi semua komentar yang masuk.

Rasanya seperti melakukan hal yang sia-sia saja. Misalkan gini, kita seorang blogger yang membuat konten untuk berbagi bukan? Jika ada yang berkomentar dan tanya-tanya tentang pembahasan dari artikel yang kita muat, itu menandakan bahwa artikel tersebut bermanfaat bukan?

Nah kalau kita tidak menjawab komentar yang masuk, bagaimana kita sebut konten itu bermanfaat kalau tidak menjadi solusi bagi yang bacanya.

Nah, saya sempat kesal juga setelah pindah ke self hosted, saya sering mendapatkan komentar dari teman blogger, namun saya kesusahan dalam menanggapi atau membalas komentar yang masuk.

Seperti kasus artikel kemarin, sebenarnya ada 4 komentar yang masuk, tapi saya hanya bisa membalas 2 dari komentar tersebut. Komentarnya mas anggik dan mbak rayamakyus saja yang publish, sedangkan komentar kunu dan mbak ysalma menhilang. Coba tenggok gambar dibawah ini

Padahal di sampingnya terdeteksi 6 komentar, namun yang terlihat di kolom komentar hanya 4 komentar, nah yang 2 kemana?

Di notifikasi wordpress, komentar kunu dan mbk ysalma terdeteksi dan sudah saya approve, namun di menu komentar di dashboard, kedua komentar tersebut tidak terdeteksi batang hidunya. Entahlah, saya cukup kesal akan hal tersebut.

Jadi jika saya tidak membalas komentar kalian, mungkin komentar kalian terjebak di antara dunia nyata dan dunia maya.

Harus Hemat Penggunaan Usage Penyimpanan Data

Kalau di wordpress, kita akan diberi keluasaan dalam upload image sesuka kita. Dengan batasan 3gb tentu itu akan sangat lama hingga sampai batasan limit usagenya. Saya saja sudah 2 tahun membuat blog di wordpress, dengan upload sekitar 500-an image, itu saja cuma menghabiskan 5% dari usage penyimpanan data wordpress.

Nah, kalau WordPress self hosted, kita harus hemat banget dalam pengunaan data, terutama dalam upload image. Saya yang membeli paket dengan usage penyimpanan 1Gb saja, belum upload gambar sudah terkuras 150mb.

Jadi agar lebih hemat, setiap upload image saya harus kompres gambar terlebih dahulu. Padahal dulu kalau upload via smartphone, satu gambar bisa 3-5 mb. Sekarang saya berusaha untuk upload gambar tidak lebih dari 30-40 kb. Hahaha

Hemat pangkal kaya

Harus Mikirin Performa Kecepatan Blog

Selama ngeblog di worpress, belum pernah saya mengalami artikel saya tidak bisa di load sama browser. Meskipun dalam satu artikel terdapat 7-10 gambar, tapi loading blog tetap stabil.

Kalau di self hosted, meskipun bandwith sudah unlimited, kalau hosting kita mengunakan cloud server, kita akan sering mengalami error 503 (website down). Penyebabnya beraneka ragam, entah itu karena sudah waktunya upgrade atau settingan di wordpress kita kurang optimal.

Beberapa hari yang lalu, saya mengalami hal tersebut, setelah membicarakannya dengan pihak hosting, saya disarankan dengan berbagai artikel untuk meningkatkan performa kecepatan blog. Saya aplikasikan artikel tersebut di settingan blog wordpress saya.

Hasilnya blog saya lumayan stabil dan sudah jarang mengalami trouble seperti kemarin.

***

Begitulah kira-kira kendala permasalahan yang saya hadapi setelah proses migrasi selesai. Memang tidaklah mudah proses adaptasi ke self hosted, namun tetap menyenangkan karena kita bisa belajar lagi dan lagi.

[AI]

Share This :

7 Replies to “Problem Yang Mungkin Dihadapi Setelah Migrasi Ke WordPress Self Hosted”

  1. Wahhh ternyata ternyata susah juga ya. Apalagi kayak saya nggak tau sama skli dngan html dll. Bisa stres kali ya

  2. Hahaha… ane paling sering ngerasain bingung make editor.
    Oh ya.. om jangan lupa kalau mau modifikasi tema wp yang dipake jangan lupa bikin child theme-nya dulu. manfaat penggunaannya banyak.
    dan satu lagi sebelum modifikasi live di blog, test dulu di localhost.
    bisa pake xampp atau pake instantwp. (ane pake program terakhir)

    1. Kagak paham bang, aku nyerah berurusan dengan cpanel, wkwkwkw
      mungkin udah terbiasa pakai blogger, jadi yah kalau ngedir yah di editor blog.
      trus maksudnya child juga tidak paham saya bang?

  3. Duh, banyak ribetnya ya mas. Apalagi buat saya yang gapek.
    Tapi salut sih mas, dah bisa nanganin semua permasalahannya selama pindah

    1. masih belum mas, masih banyak yang error terutama yang berhubungan dengan SEO, yang penting tetep nulis dan tetap belajar

    2. Lama-lama ntar artikel lama pasti juga keindeks lagi mas, semangat ya

    3. iya semoga saja mas

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini