Si Bolang Yang Tak Tergiur Serba-serbi Zaman Now

Harus diakui bahwa kemajuan zaman now memang sangat menyilaukan mata. Dengan adanya perkembangan teknologi yang dapat memudahkan manusia untuk menyelesaikan sesuatu dengan cepat dan singkat, menjadikan masyarakat tidak bisa lepas dari era zaman now.

Akui saja bahwa yang cepat dan mudah itu memang menyenangkan, sebut saja ini soal kendaraan bermotor. Di zaman old, orang pergi ke pasar harus berangkat pagi-pagi dan berjalanan menyusuri jalanan dengan kaki telanjang (pakai sandal).

Namun sekarang, jarang sekali saya jumpai orang (anak muda) melakukan hal tersebut, sepertinya memanfaatkan ojek lebih menghemat waktu dan tenaga. Bahkan anak kecil (masih duduk di sekolah dasar) saja sudah bisa mengendarahi sepeda motor sendiri.

Begitu juga perihal smartphone, rasanya kesal juga saat melihat anak masih SD sudah memegang smartphone kemana-mana. Meskipun tidak begitu mengerti kegunaannya selain game moba, namun rasanya tidak sepantasnya orang tuanya memberikan kebebasan mengunakan smartphone kepada anaknya di usia terlalu muda seperti itu.

Kenapa anak kecil tidak memainkan permainan selayaknya anak kecil saja? game moba ini berat, anak kecil tak akan sanggup, biar smartphone tersebut dipinjamkan atau dikasihkan kepada saya saja. hehehe

***

Saya beruntung lahir di era 90-an, meskipun teknologi masih belum populer di zaman itu, namun saya merasakan kebahagiaan yang terindah dalam hidup saya. Dengan permainan sederhana dan seadanya, kita masih bisa tertawa lepas bersama-sama.

Coba bandingkan dengan sekarang, meskipun game Moba itu terlihat keren, bisa chat dengan banyak orang di dunia, tapi bagi saya game tersebut tak sebanding dengan serunya bermain tanah liat ataupun main kapal-kapalan di sungai kala itu.

Kadang saya merindukan masa lalu yang indah itu.

Namun beberapa hari ini rasa rindu itu terobati ketika melihat sepupu terkecil dalam keluarga besar saya, masih sangat lugu dan tak tergiur oleh pernak-pernik zaman now. Disaat banyak anak di desa yang berkutat dengan gadgetnya, adik sepupu saya ini justru melakukan hal yang sering saya lakukan sewaktu kecil dulu.

Dari pulang sekolah langsung main tanpa memakai sandal (sering ketinggalan soalnya, maka orang tuanya melarang memakai sandal saat main), setelah terasa lapar, pulang bentar selepas itu main lagi hingga sore hari.

Permainannya juga masih mengingatkan saya akan masa lalu, dari main kelereng, main layang-layang, main ke sungai dan lain–lain. Yang pada intinya tidak banyak anak di desa yang melakukan hal yang dilakukan oeh sepupu saya ini.

Baca juga : Kembali Ke Masa Lalu

Saya jadi ingat dengan kakak kandung saya saat melihat sepupu saya ini. Saya dan kakak mempunyai pribadi yang jauh berbeda dan berbanding terbalik. Saya pendiam dan jarang berbicara sedangkan kakak saya typikal anak yang mudah sekali akrab dengan orang lain.

Kerjaan kakak saya mirip sekali dengan sepupu saya ini, jarang di rumah dan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain di luar rumah. Sesekali pulang untuk makan, kemudian lari lagi. Bahkan kakak saya dulu dijuluki pelari tercepat di desa karena sering mengejar layang-layang yang putus dan mendapatkannya.

Setelah sore hari pulang kerumah, sering sekali kakak saya ini membawa 3-10 biji layang-layang yang didapatkannya. Sama halnya dengan sepupu saya juga melakukan hal demikian. Coba lihat karya buatannya di bawah ini.

Tas bolang
Saat main layangan, sepupu saya selalu bawa tas yang berisi layang-layang ini ke mana-mana

Itu adalah model tas bolang rancangannya sendiri yang terbuat dari kardus untuk tempat layang-layang yang di dapatkannya. Tersedia juga tempat benang dan perlengkapan lainnya untuk bermain layang-layang.

Meskipun terlihat sangat simple dan kuno, saya melihat banyak daya kreatif dalam otaknya dilihat dari segi kemudahan dan kemanfaatan fungsi alat tersebut.  Kakak saya juga demikian, namun dulu tidak memakai kardus tapi memakai kantong plastik besar.

Dibandingkan saya, kakak saya ini jauh lebih kreatif dan memiliki banyak hobi, buktinya Kakak saya bisa memperbaiki HP error meskipun tidak pernah sekolah jurusan elektronika, Punya banyak hobi seperti memelihara burung dan pandai memanfaatkan peluang menjadi usaha yang menghasilkan.

Kalau saya! Entahlah, saya sendiri bingung hobinya apa selain ngeblog, memeluk istri dan menciumi istri.

Baca juga : Si jahil Yang Beranjak Dewasa

***

Sepupu saya ini terkenal nakal meskipun tidak keterlaluan juga, Kenakalannya hanya perihal bermain tak kenal waktu (bolang) dan jarang mau mendengarkan orang lain saat biacara, apalagi kalau sedang dimarahi.

Mungkin karena dia seorang anak yatim kali yah. Dia seakan mencari perhatian yang dia tidak bisa dapatkan di keluarganya. Jika banyak orang memarahi dia sebab kenakalannya, saya justru tersenyum melihat tingkah lakunya.

Mungkin untuk saat ini dia memang nakal dan tak peduli omongan orang, tapi suatu saat nanti, saya percaya bahwa dia akan tumbuh besar dengan sangat baik. InsyaAllah dia akan baik-baik saja.

Semoga.

[AI]

Share This :

5 Replies to “Si Bolang Yang Tak Tergiur Serba-serbi Zaman Now”

  1. Wah keren mas ponakannya, gak tergiur dengan kenikmatan semu teknologi sekarang.

    Di desa saya untungnya juga masih banyak yang bermain permainan tradisional dibanding mnatengin gadget kaya saya ini. Hheee

    Semoga dia bisa jadi anak sholeh ya, kalau lihat dari karakternya dia tipikal orang kreatif dan supel sih, entar di masa dewasa kemungkinan besar mudah banget dapet banyak temen dan rejeki.

    1. bener itu mas, semoga… Amiin
      wah enak dong kalau masih banyak yang main permainan tradisional. Setidaknya itu lebih menyehatkan dari pada mengunakan gadget yang lebih banyak jarang bergerak dan ngabisin kuota juga,

  2. Muantappp 👍👍👍

  3. Anak yang luar biasa….
    Semoga gedenya lebih baik dari generasi kita.
    Salam….

  4. waduhhh jempol deh buat keponakannya.. hheheh

    anak2 sekarang mana mau lagi main di luar.. apalagi main layang2.. anak2 sekarang sukanya justru mai tiktok.. hhahah

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.