Jodoh Memang Ditakdirkan Namun Jodoh Juga Patut Diperjuangkan

Bukankah jodoh setiap orang itu sudah ditetapkan! Kenapa harus susah-susah mencari dan memperjuangkan jodoh yang sudah ditetapkan dan ditakdirkan?

Banyak orang yang berusaha menerka-nerka dan menafsirkan hakikat jodoh sebenarnya. Tak semua orang salah saat menafsirkan hakekat sebuah jodoh, namun tidak juga terlalu dibenarkan. Hidup, Rezeki, Jodoh dan Mati adalah sebuah rahasia dari Illahi, akan lebih baik jika kita jalani saja apa yang sudah dikehendaki.

Kita memang tak bisa memilih untuk lahir kalangan apa, punya wajah seperti apa, dan mati di tahun berapa. Namun menurut saya, sesungguhnya kita memiliki kebebasan untuk memilih siapa jodoh kita nantinya.

Saya jadi teringat kutipan dari bacaan favorit saya sewaktu SMA dulu :

Ayah .. apa yang disebut takdir manusia itu hanya sesuatu yang berarak seperti awan dalam arus yang telah ditetapkan? Atau sesuatu yang bisa dipilih atas kemauan sendiri dengan menaiki arus tersebut.. hal itu masih belum begitu kumengerti

Keduanya mungkin saja akan sampai diakhir yang sama, hanya saja saat memilih yang kedua, seseorang bisa berjuang mengejar tujuan hidupnya.

Kemudian dalam pertarungan ini akhirnya aku mengerti bahwa mereka yang memiliki hal itu adalah orang yang benar-benar kuat.”  By Neji Hyuga – Serial Naruto

Jodoh itu bisa dipilih, misalnya Kamu ingin si A jadi jodohmu? Bisa saja. Pengen si B? Bisa juga. Pengen si C? Apalagi. Kita bebas memilih siapa saja yang akan jadi jodoh kita. Kuncinya, ada dalam ikhtiar masing-masing.

Kita tidak pernah tau siapa jodoh kita, yang harus kita yakini bahwa Allah sudah menyiapkan jodoh kita di waktu dan tempat yang tepat. Nah disitulah kita sebagai manusia juga wajib untuk ikhtiar dalam mencari dan memperjuangkan.

Sama halnya dengan hidup, bukankah selama ini kita juga berjuang untuk tetap hidup? Dari mencari rezeki agar kita bisa makan dan mencukupi kebutuhan, menjaga kesehatan agar tetap sehat dan tidak sakit dan lain sebagainya. Meskipun kita tau bahwa hidup, rezeki dan kematian itu pasti.

Bagaimana dengan seorang wanita? Apakah perlu wanita berjuang juga untuk mencari jodohnya?

Sering sekali saya mendengar bahwa wanita itu identik dengan kata “menanti” sedangkan laki-laki identik dengan kata “memperjuangkan“. Dulu sewaktu SMA pernah dengar teman saya mengatakan bahwa “laki-laki itu menang memilih dan wanita menang nolak” hihihihi.

Entah siapa yang mengawali pemikiran semacam itu. Tapi saya lebih setuju bahwa wanita juga harus ikut memperjuangkan jodohnya. Rasanya tidak adil saja bahwa hanya laki-laki yang harus berjuang, makanya sering aja laki-laki mendapati “cinta bertepuk sebelah tangan” dalam hidupnya #Nyesek.

Ah bukan, seharusnya laki-laki dan wanita tetap harus sama-sama memperjuangkan jodohnya. Karena alasan di atas tadi, bahwa semua orang memiliki kebebasan untuk memilih jodohnya.

Bukankah semua orang ingin memiliki masa depan yang baik?

Bukankah setiap orang menginginkan pasangan hidup yang baik?

Bukankah kalian berhak memilih calon ayah yang baik untuk anak kalian di masa depan?

Misalnya jika suatu hari nanti, kalian berjumpa dengan laki- yang shalih, baik agama dan akhlaknya, mapan penghidupannya, dan cakep tampangnya. Terus apakah kalian masih memilih tinggal diam? Tanpa berusaha gitu?

Yakin hanya diam dan menanti, dia bisa datang sendiri!

Maka dari itu, tidak hanya laki-laki, perempuan juga musti harus berjuang mendapatkan jodohnya. Namun perjuangkan dengan cara yang ma’ruf dan paling elegan yang kalian bisa.

Baca juga : Jika Jodoh Adalah Cerminan Diri, Berarti Kita Cukup Pelajari SIfat CerminKan?

Jika perjuangan kita disambut baik, alhamdulillah. Namun jika tidak, ya Allahu Akbar. Masih banyak pintu orang shalih lainnya yang bisa kalian perjuangkan nantinya. Terkadang  Allah tidak selalu memberi yang kita inginkan, namun Allah selalu memberi yang kita butuhkan.

Ku kira baiknya begini, masing-masing dari kita saling menjaga sesuai titahNya, bahkan jika kita saling melewatkan, sudah kuberikan usaha terbaikku, mencintaimu dengan cara yang paling elegan,  dengan menjaga, menyerahkan  hati kepada takdir Tuhan, pemilik rencana paling indah.” Arin Rissaid

[AI]

Share This :

8 Replies to “Jodoh Memang Ditakdirkan Namun Jodoh Juga Patut Diperjuangkan”

  1. Siti khadijah juga dulu melamar Nabi Muhammad ya mas.

    Setuju nih mas, sama kaya rejeki sih. Kalo gak diperjuangkan ya gak bisa didapat.

    1. Iya mas, Terkadang cowok yang cukup religi, lebih malu-malu untuk mendekati wanita, mungkin karena jam terbangnya kurang, hahaha..
      kalau nunggu cowok seperti itu, yah sulit juga kalau pihak wanita tidak menyentil dengan kode-kode yang bisa dipahami cowok seperti itu

    2. Harus ada komunikasi lebih lanjut di antara keduanya ya. Hhee

  2. mas Nur Ir…nanya serius.
    Kalau misalnya, misal nih ya, sudah dpt yg kyk gni…

    Misalnya jika suatu hari nanti, kalian berjumpa dengan laki- yang shalih, baik agama dan akhlaknya, mapan penghidupannya, dan cakep tampangnya. Terus apakah kalian masih memilih tinggal diam? Tanpa berusaha gitu?

    Lalu bagaimana cara berjuang utk mndptkannya dg cara yg ma’ruf dan plg elegan? *kepo 😁

    1. hmmmm….
      apa yah…
      seperti kata arin “sudah kuberikan usaha terbaikku, mencintaimu dengan cara yang paling elegan, dengan menjaga, menyerahkan hati kepada takdir Tuhan”
      Wanita memang biasanya menanti, tapi kalau laki-lakinya tidak tahu si wanita, di nantipun juga percuma kan..
      minimal perkenalkan diri kita, beri sedikit perhatian kalau kita mencintai dengan cara elegan..
      hahaha gitu lah, tanya arin deh, wkwkwkw

    2. 😂😅😆 piye tah mas, kan Arin blm nikah, q lbh suka brtnya dg yg sudah trbukti dunk, mas Nur Ir misalnya…ya bukannya ga mgkn kan lelaki dg kriteria sprti itu tba2 sja hadir…jd kan bs siap2 nnt mnjemputnya. Haha 😅

    3. Hahaha…
      Iya semoga 🙂

  3. Setuju mas…
    Kita selalu mendapatkan apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan…
    Soal jodoh, kami sendiri tidak begitu peduli karena di sini, para kapitalis menikahkan anaknya dengan jujuran yang tinggi-tinggi. Kami jadi enggan untuk menikah, bukan karena tidak sanggup tetapi karena masalah prinsip dan juga karena dorongan dari dalam hati sendiri.
    Salam….

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.