Hal Menyenangkan Menjadi Tukang Ojek Online

Akhir-akhir ini saya jarang mengunjungi dashboard wordpress saya, entah itu sekedar blogwalking maupun melihat statistik dan membalasi komentar yang masuk, apalagi untuk sekedar update isi blog.

Mungkin juga karena efek berpuasa hingga saya enggan untuk menyalakan laptop di rumah padahal seminggu kemarin saya full libur kerja. Berbeda dengan satu tahun yang lalu, saya sempat membuat chalenge menulis untuk diri sendiri dengan menulis satu hari satu artikel selama bulan puasa, namun sekarang jadi kebalikannya.

Mungkin saya terlalu sibuk, saat siang saya disibukkan dengan pekerjaan sampingan beserta rutinitas harian di rumah. Namun disaat malam, setelah sholat terawih saya jadi mengantuk. Rencana menulis di sela-sela sahur juga menjadi sebuah rencana yang tak kunjung terlaksana.

Oh iya, sekarang saya punya pekerjaan sampingan loh, wkwkwkw #PadahalNggakAdaYangTanya 🤣🤣

Saya mendaftar sebagai salah satu driver online (Ojek Online) disalah satu penyedia ojek online di Indonesia. Sebenarnya saya sudah sejak lama ingin menjadi tukang ojek online, namun baru bisa mendaftar minggu kemarin.

Alasannya simple, karena saya belum punya hanphone canggih untuk bisa mengikuti syarat registrasi. Namun beberapa minggu kemarin, Alhamdulillah saya mendapatkan handphone secara cuma-cuma setelah memenangkan salah satu lomba blog yang saya ikuti ☺☺

Dan tanpa menunggu lama, saya langsung menyodorkan form registrasi besoknya dan langsung diterima sore harinya setelah mengikuti berbagai training. Saya mendapatkan perlengkapan mengemudi seperti jaket, helm dan accesoris yang diperlukan untuk customer.

Tau tidak apa yang menyenangkan mempunyai pekerjaan sampingan sebagai tukang ojek online?

Uang tambahan! Itu sudah pasti,

Namun ada banyak hal selain uang yang saya dapatkan saat menjadi tukang ojek online. Di bawah  Ini saya akan ceritakan pengalaman yang menyenangkan yang saya alami selama menjadi tukang ojek online.

Kesan Pertama Kali Mendapat Penumpang

Kesan Pertama Kali Mendapat Penumpang ojek online
Sumber gambar dari Tribunnews.com

Hal yang kita alami pertama kali biasanya mempunyai kesan tersendiri dalam diri kita, contohnya saja cinta pertama, ciuman pertama, penolakan pertama, diputusin pertama kali dan lain sebagainya.

Pengalaman pertama kali menjadi driver online juga tidak kalah serunya, selain belum ahli dalam menguasai aplikasi, medan dan cara menghadapi customer. Kita harus terjun dengan sendirinya tanpa bantuan orang lain.

Saya mengalaminya sendiri betapa geroginya saat itu. Yang pertama kali adalah saat menghubungi customer via telepon. Saat training saya diajarkan lebih baik menghubungi via telepon, karena itu lebih menghargai customer. Karena ini baru pertama kali, jadi saya sangat kaku apalagi Customer pertama kali saya ini adalah wanita.

Pesanan pertama yang saya terima adalah membelikan makanan di warung merchant dan mengantarkan sampai tujuan. Dan karena ini pertama kali saya mengunakan aplikasi tersebut dan saya juga tidak pernah mengunakan google map, jadi saya nyasar.

Apanya yang menyenangkan dengan Nyasar?

Bagi saya, “nyasar” sendiri itu merupakan kesenangan dan pelajaran berharga buat saya. Sebab saya percaya bahwa kebijakan seseorang berawal dari sebuah pengalaman dan pengalaman berawal dari kebodohan seseorang saat menjalaninya.

Waktu yang harusnya saya tempuh 10 menit, jadi 20 menit ketika saya sampai tujuan lokasi. Saya menceritakan apa yang saya alami pada si pemesan, namun bukan malah di maki justru saya dipersilakan masuk untuk sekedar minum dan beristirahat. Si pemesan merasa kasihan kepada saya #EfekCowokKece wkwkwkw

Jadi Tahu Banyak Tempat

jadi tahu banyak tempat saat daftar ojek online
Sumber gambar dari Malesbanget.com

Setelah menjalani pekerjaan sampingan ini seminggu, saya menyadari bahwa saya jadi banyak tahu tentang jalanan di kota tempat saya tinggal. Terutama kuliner-kuliner yang menarik untuk dicoba di seluruh penjuru kota.

Saya dulu cukup yakin tidak akan kesasar di kota sendiri, namun nyatanya saya salah. Banyak yang saya tidak ketahui apalagi jika itu berhubungan dengan “nama jalan’ atau masuk kesebuah perumahan atau desa.

Mencari alamat itu tidaklah mudah apalagi jika kita hanya berpedoman pada maps saja. Pernah saya mengalami sendiri, hanya berfokus pada map justru membuat perjalanan yang saya alami justru semakin jauh.

Padahal untuk sampai kesana hanya butuh 5 menit, karena mengikuti petunjuk maps, malah jadi 10 menit sampai di tujuan. Jadi untuk mengatasi hal tersebut tidak terjadi lagi dan agar perjalanan jadi hemat waktu, saya membiasakan diri sebelum mengantarkan pesanan, saya mempelajari rute lokasi terlebih dahulu.

Karena saya lahir di kota yang saya tempatil, jadi saya lebih banyak tahu jalan mana yang lebih cepat, lebih aman, jauh dari lubang-lubang tak mengenakkan dan yang paling penting lebih cepat sampai tujuan. Jadi pengunaan mapsnya hanya saya lihat ketika menemukan titik di mana rumah si pemesan.

Dan cara seperti itu cukup signifikan dalam menghemat waktu, rasa letih di punggung, rasa haus di tenggorokan dan pertalite di kendaraan.

Sering Disapa Di jalan Padahal Tidak Pernah Kenal

Kalian tahu kenapa power ranger itu memakai kostum? Tujuannya simple agar lebih mudah dikenal. Kita tahu sendiri bahwa power ranger itu versinya banyak sekali, dan untuk mengetahui setiap versi di bedakan dari kostum yang dipakai.

Senangnya jadi tukang ojek online itu sangat mudah dikenali orang, terutama sesama tukang ojek online.  Di jalan yang biasanya saya lewati dengan normal, sekarang setiap berpapasan dengan pengendara yang memiliki kostum yang sama, saya sempatkan untuk menyapa, terkadang lebih sering mereka yang menyapa saya lebih dulu.

Namun di tempat saya berbeda, tempat saya merupakan zona merah bagi pengemudi ojek online, sebab masih banyak ojek pangkalan yang berkeliaran di sudut-sudut kota. Cara yang paling mudah adalah dengan tidak memakai jaket dan berkamuflase sebaik mungkin agar tetap aman dan menghasilkan.

Meskipun begitu, pakai jaket atau tidak, kita tetep mengetahui kok kalau kita sama-sama pengemudi ojek online. Apalagi saat bertemu saat membelikan pesanan di merchant-merchant penjual.

Saya sering di ajak ngopi atau sekedar kumpul di basecamp, namun saya lebih suka menolaknya dengan halus dengan berbagai alasan yang saya miliki. Bukan karena saya tidak suka kumpul-kumpul, namun masih banyak tanggung jawab saya yang lain dari pada sekedar kumpul.

Saya lebih suka menunggu orderan datang dari rumah sembari menjaga anak-anak dan bermesraan dengan istri. Lagian namanya juga ojek online, kenapa harus mangkal segala? Kita ini online loh, mangkal sekali-kali sih tidak masalah, kalau tiap hari, apa bedanya dengan ojek pangkalan.

Tapi mungkin mereka benar, mereka menganggap pekerjaan ini sebagai pekerjaan utama mereka, jadi sepatutnya kalau mangkal unuk mendapat orderan lebih, sedangkan saya kan tidak.

Apapun itu, dengan menjadi pengendara ojek online, kita akan mempunyai banyak teman di jalan, baik itu yang sudah kita kenal maupun tidak.

Cocok Untuk Uji Nyali Keimanan

Jadi ojek online itu banyak di uji cobaan keimanan
Sumber gambar dari Tribunnews.com

Kebetulan sekali sekarang bulan Ramadhan, menjadi tukang ojek online di bulan Ramadhan itu banyak sekali godaannya. Karena medan pekerjaan kita berada di jalan, semua itu berpacu pada emosi dan pikiran kita saat menjalankan puasa ramadhan.

Kata orang saat ramadhan itu para setan di belenggu agar tidak mengoda iman, namun pada kenyataanya banyak orang yang tak menjalankan ibadah puasa dengan semestinya. Mereka makan dan minum seperti hari-hari biasanya, dan ironisnya cukup banyak pengemudi ojek online yang melakukan hal seperti itu.

Mungkin itu salah satu yang membuat saya enggan untuk mampir ke basecamp yang dihuni oleh kebanyakan pengemudi yang tidak berpuasa. Entah apa alasan mereka saat tidak berpuasa, jika beralasan karena pekerjaan, menurut saya pekerjaan seperti ini tidaklah pantas untuk dijadikan alasan tidak berpuasa.

Jadi disaat Ramadhan seperti ini sangat cocok untuk jadi uji keimanan kita sebagai pengemudi ojek online. Selain dari godaan teman yang makan dan minum di depan kita, juga kita akan lebih sering mengunjungi warung-warung makanan di jam 12 siang.

Di saat panas-panas bulan puasa, kita justru terjebak di kepulan bau sedap dari ayam KFC maupun segarnya es lemon tea di M2M. Kita bekerja di luar ruangan dengan sengatan terik matahari yang menyengat di tengah keringnya tenggorokan.

Pilihannya tetap barada pada diri masing-masing, mau puasa atau berlagak seperti orang puasa?

Ujian lainnya adalah tentang kejujuran dan ke-halal-an rezeki. Saya sendiri tidak tahu uang yang kita peroleh ini halal atau haram. Yang jelas jika kita melakukan pekerjaan dengan cara yang baik, InsyaAllah rezeki yang kita peroleh juga baik.

Di ojek online, banyak sekali cara mendapatkan penghasilan yang cepat namun tidak baik. Seperti pengunaan fake gps atau mengunakan order fiktif guna mendapatkan insentif yang besar. Saya dan teman saya pernah mendapat tawaran seperti ini, namun saya tetap ingin melakukan pekerjaan ini dengan cara yang baik.

Saya tidak peduli dengan insentif dan bonus yang bisa saya dapatkan, karena bagi saya pekerjaan ini hanya sampingan. Pekerjaan yang saya lakukan disaat ada waktu senggang dan luang.

Saya tidak harus menargetkan untuk mendapat orderan sekian kali setiap hari. Kalau ada yah Alhamdulillah, kalau tidak yah udah. Kalau sudah rezeki mah tidak akan kemana!

“Janganlah menganggap rezki kalian lambat turun. Sesungguhnya, tidak ada seorang pun meninggalkan dunia ini, melainkan setelah sempurna rezkinya. Carilah rezki dengan cara yang baik (dengan) mengambil yang halal dan meninggalkan perkara yang haram”( HR Ibnu Hibban, Al Hakim, Al Baihaqi)

[AI]

Hal Menyenangkan Menjadi Tukang Ojek Online was last modified: Mei 30th, 2018 by Nur Irawan
Share This :

12 Replies to “Hal Menyenangkan Menjadi Tukang Ojek Online”

  1. Pengalaman yang sangat menarik, Mas. Wah, saya baru tahu kalau di ojek online ada fenomena “fake gps” atau “order fiktif”. Btw, ada hal-hal yang tidak menyenangkan nggak mas pada jadi tukang ojek online? Terima kasih

    1. Kalau menurut saya sih, saat dapat order fiktif..
      Udah jauh2 jemput, ternyata orangnya tidak ada.. kan kzl
      Wkwkwkw 😂😂

  2. Jadi anak jalanan bah.. 😂

    1. Hahaha..
      Jadi boy mas wkwkwk 🤣🤣

    2. Natasha wilona nya mana ? 😂

    3. Hahahaha nggak mau ikut 🤣

    4. Duluan aja mas.. 😂😂

  3. Hahaha, gak narget mas..
    Kalau ada waktu senggang ya di aktifin kalau tidak yah aku matikan aplikasinya.. 😁

  4. Baca kutipan yang terakhir jadi berasa kultum. Tentang rezeki, Alloh pasti ngasih yang terbaik untuk masing2 orang. Semangat Mas Ir, jangan terpgoda sama kaepci mekdi dsb!!! 😀

    1. Tapi baunya mengiurkan loh saat jam 11 siang hihihihi..
      aku lebih tergoda sama istri timbang kaefci, wkwkwkw

  5. Hahaha, semoga kamu teruuuus menikmati sampinganmu itu ya Mas 😀 Kayaknya, tidak terlalu terikat sekali kan yaaaa 😀

    BAHAGIAAAAH!

  6. seriusan baru pake google maps. 😁

    Kl q malah sll mrsa terselamatkan krn aplikasi itu, kmnapun asalkan ada si maps itu, serasa aman…bda kl ga ada itu, waduh puyeng jdnya. 😅

    Btw, selamat atas pkerjaan barunya mas. Sepengalamanku naik ojol, memang ojol terbaik. 👍

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.