Seberapa Ikhlas Kita Dalam Beramal Dan Bersedekah?

“Barang siapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).” (QS. Al An’am: 160).

Saya sering mendengar ayat itu berkali-kali saat masih single dulu, ayat yang sering dibacakan oleh ustad kondang dalam memotivasi orang awam tentang sedekah. Bahwasannya seorang yang bersedekah tidak akan miskin dan justru mendapat kembalian berkali-kali lipat sesuai yang di janjikan oleh Allah.

Sebelumnya saya suka mendengar acara ustad tersebut di layar televisi saat sebelum berangkat kerja. Pembahasan awalnya adalah perihal sholat dhuha dan saya sangat memperhatikan pembahasan tersebut. Karena waktu itu saya memahami bahwa dhuha adalah sebaik-baiknya tempat untuk meminta urusan dunia.

Namun setelah beberapa episode, pembahasannya beralih tentang sedekah. Disinilah saya mulai tidak sepaham dengan beliau dan saya mulai sering tidak menonton acaranya hingga akhirnya acara televisi tersebut menutup acaranya 🤗🤗

Setelah bertahun-tahun tidak mendengar kabar tentang ustad tersebut, kemarin saya mengunjungi teman sekolah dalam rangka lebaran dan bercerita banyak tentang permasalahan yang dihadapi di dunia shinobi ini, #eh hahahaha 😄😄😄

Setelah bercerita tentang kabar, akhirnya berlanjut yang lebih dalam, terutama tentang sedekah ini. Teman saya bercerita tentang temannya yang kalau bersedekah seperti yang di gembor-gemborkan ceramah seorang ustad kondang yang pernah saya ikuti (lihat ceramahnya) dulu.

Teman saya bercerita tentang temannya yang ingin membeli mobil, maka sholawatin aja yang banyak saat melihat mobil yang di idam-idamkan. Terus tentang sedekah 50% gaji sebulan di sedekahkan biar dan mendapat ganti yang lebih di bulan selanjutnya.

Mindset seperti itu sama persis seperti yang saya pahami saat mendengarkan ceramah ustad tersebut saat masih single dulu. Saya sih cuma mendengarkannya saja, namun dalam hati saya berkata “Ini sedekah atau multilevel investasi sih” wkwkwkwk.

Kenapa amal yang seharusnya kita lakukan untuk tabungan kita di akherat, ujung-ujungnya untuk dunia juga. Seakan-akan kita bersedekah tidak ikhlas karena sedekah, namun terpaksa dan berharap ada hasil berkali-kali lipat dari sedekah yang kita keluarkan.

Kalau sedekah yah sedekah saja, jangan hanya terpincut pada pengembalian 10 kali lipat di dunia. Kalau sedekah diniatkan untuk mendapatkan kembalian berkali-kali lipat, bukan sedekah namanya, tapi dagang! Begitulah yang pernah saya tonton dari ceramahnya Cak Nun di Youtube

Baca juga : Sudahkah mencintai pasangan karena Allah?

Seperti halnya dengan bersedekah uang gajian hingga 50% dari gaji sebulan, kalau masih jomblo sih tidak mengapa, tapi kalau sudah punya istri dan anak? Mau di kasih makan apa anak dan istri kita?

Kita memang menyakini bahwa “Allah Maha Memberi”, Allah telah mengatur sedemikian rupa rezeki manusia agar tidak sampai kekurangan di dunia. Namun bukan berarti kita mengorbankan anak dan istri untuk bersedekah seluruh gaji kita sebulan, apalagi jika ujung-ujungnya untuk mendapatkan pengembalian 10 kali lipat.

Memang banyak orang yang membuktikan cara tersebut dan berhasil, namun apakah semua sama. Tingkat level keimanan dan keyakinan setiap orang itu berbeda. Justru ketika orang awam melakukan hal demikian dan gagal, mereka akan menyalahkan ustadnya padahal tidak semua yang disampaikan itu salah.

Sebenarnya banyak cara sedekah yang bisa kita lakukan selain bersedekah mengunakan harta kita. Seperti yang diterangkan di hadist berikut ini

“Setiap sendi manusia perlu bersedekah, setiap hari matahari terbit ada orang mengadili dua orang adalah sedekah. Membantu orang dengan mengangkat barang ke atas binatang tunggangan adalah sedekah. Satu kalimah yang baik adalah sedekah. Setiap langkah untuk mengerjakan solat adalah sedekah dan membuang sesuatu berbahaya di jalanan adalah sedekah. (HR. Bukhari).

“Setiap muslim harus bershadaqah.” Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana pendapatmu, wahai Rasulullah, jika ia tidak mendapatkan (harta yang dapat disedekahkan)?” Rasulullah saw. bersabda, “Bekerja dengan tangannya sendiri kemudian ia memanfaatkannya untuk dirinya dan bersedekah.” Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana jika ia tidak mampu, wahai Rasulullah saw.?” Beliau bersabda, “Menolong orang yang membutuhkan lagi teranaiaya.” Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana jika ia tidak mampu, wahai Rasulullah saw.?” Beliau menjawab, “Mengajak pada yang ma’ruf atau kebaikan.” Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana jika ia tidak mampu, wahai Rasulullah saw.?” Beliau menjawab, “Menahan diri dari perbuatan buruk, itu merupakan shadaqah.” (HR. Muslim)

Sumber gambar dari Inspirasihiduplahir.blogspot.com

Nah, jika senyum ikhlas pada sesama saja merupakan sedekah, mengapa kita harus mengorbankan harta yang berlimpah kalau ujung-ujungnya tidak secara ikhlas dan berharap mendapat pengembalian 10 kali lipat dari yang disedekahkan.

Jika amalan (sedekah) yang seharusnya untuk kehidupan di akherat di korbankan untuk kejayaan di dunia, terus apa yang bisa kita sisa kan untuk kehidupan kita di akherat nantinya?

Yuk kita renungkan kembali dan menata niat kita dalam berbuat baik, terutama dalam bersedekah.

Jika ingin bersedekah, maka sedekahlah. Jika kalian bisa ikhlas mensedekahkan 100% gaji kalian sebulan, yah tak masalah. Kalau saya masih belum bisa, saya lebih suka bersedekah semampu yang bisa saya keluarkan, biarpun hanya 1000 rupiah.

Yang penting kita tetap bersedekah seberapapun yang kita keluarkan, yang penting kita niatkan untuk ridho Allah semata. Bahwa kita mengeluarkan zakat, bersedekah dan beramal itu karena tidak ada niatan lain kecuali karena itu yang diperintahkan Allah melalui firmanNya.

Mengerjakan perintahNya dan menjauhi laranganNya adalah bentuk keikhlasan kita sebagai manusia. Tak peduli balasannya apa, yang penting Allah ridho itu sudah cukup!

“Setiap kali tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, menyuruh pada kebaikan adalah sedekah, melarang kemungkaran adalah sedekah, dan hubungan intim kalian (dengan isteri) adalah sedekah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah salah seorang di antara kami melampiaskan syahwatnya dan dia mendapatkan pahala?” Rasulullah Saw menjawab, “Bagaimana pendapat kalian jika ia melampiaskan syahwatnya pada yang haram, apakah ia berdosa? Demikian juga jika melampiaskannya pada yang halal, maka ia mendapatkan pahala.” (HR. Muslim).

Terakhir, hubungan intim suami istri yang sah juga termasuk sedekah. Jadi berbahagialah bagi yang sudah menikah, karena disetiap kita berhubungan intim dengan keikhlasan hati untuk menyenangkan hati pasangan kita, itu dianggap sebagai ibadah dan sedekah. Nah loh 😍😍😍😍

Dan bagi yang masih single…

Berpuasalah..!

Karena dengan berpuasa menjaga kesucian diri juga termasuk sedekah. Semoga bermanfaat dan didekatkan dengan jodohnya bagi yang masih sendiri, Aamiin ☺

[AI]

Share This :

5 Replies to “Seberapa Ikhlas Kita Dalam Beramal Dan Bersedekah?”

  1. Seperti biasa.. postingannya menusuk kalangan jomblo.. hhahaha

    Tapi aku pernah baca juga mas..katanya tidak masalah kalo kita awalnya berharap sedekah kita mendapat balasan di dunia.. toh intinya kita bersedekah kan karna memang ingin mendapat balasannya.. entah itu di dunia atau akhirat.. ya kembali kepada individunya masing.. sama seperti saat kita kecil.. saat kita berpuasa kita juga berharap iming2 hadiah dari orangtua.. seperti itu yang pernah aku baca kurang lebihnya mas.. hhehe

    1. Iya, tiap individu memang berbeda 😄

  2. Bener banget, masalahnya kan yang namanya sedekah engga bisa harus di samaratakan semua orang harus 50% dari gaji. Kan income setiap orang beda-beda, serta tanggungan setiap orang beda.. kalau menurut saya juga sedekah ya sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing orang.. kalau dipaksakan seperti itu malah jadi beban juga kan yaa wkwkwk

    1. Beratnya itu pada tingkatan “ikhlas”nya itu, kalau 1000-10.000 rupiah, banyak orang akan ikhlas mengeluarkan sejumlah itu.
      tapi kalau $1000, wkwkwkw

  3. Ngacung yg msih single wkwkwkw

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.