Melangkah Di Ulang Tahun Kedua Si Nisa

Kali ini saya ingin membahas si cantik Nisa, Bukan Nisa Sabyan yah? Tapi anak kedua saya yang kemarin tanggal 2 Juli genap berumur 2 tahun.

Saya jadi ingat bahwa pertama kali saya membuat blog ini juga karena kesepian ditinggal istri yang sedang cuti kerja karena sudah mendekati proses lahiran. Saya dan istri sempat satu perusahaan sebelum akhirnya istri memutuskan resign setelah melahirkan anak kedua.

Belum genap satu bulan blog Penadiri ini saya buat, anak saya terlahir di dunia ini. Dan saya beri nama Khoirun Nisa bukan karena ikut-ikutan nyamain nama dengan Nisa Sabyan. Sebab 2016 Nisa Sabyan masih belum terkenal bahkan groupnya mungkin belum terbentuk, hehehe

Blog yang awalnya saya niatkan untuk menulis tentang artikel islami, berubah menjadi blog gado-gado yang kebanyakan isinya tentang curhatan ala bapak-bapak anak dua. Dari tangisannya nisa, puisi dan cerita perjalanan ke tempat wisata. Intinya arah penulisan blog ini jadi keluar dari tema sebelumnya.

Meskipun begitu, saya sempat konsisten menulis satu hari satu artikel dengan tema seperti itu. Memang tema curhatan jauh lebih mudah di tulis dari pada tema tutorial maupun tentang artikel berat yang mengunakan dalil dan logika dalam penulisannya.

Naila dan Nisa

Ada keunikan dalam kelahiran kedua anak saya, anak pertama lahir dengan hari yang sama seperti hari kelahiran ibunya yakni hari Rabu. Sedangkan anak kedua, hari lahirnya sama dengan saya, yaitu sabtu dan sama-sama lahir di bulan Ramadhan.

Anak pertama lebih mirip ibunya, sedangkan anak kedua lebih mirip mbah nya (ibu saya). Dari karakternya, anak pertama lebih mirip ibunya terutama perihal manja dan ke-lebay-annya. Sedangkan anak kedua, jelas tidak mirip saya, karena sewaktu saya masih kecil saya terkenal pendiam kayak batu.

Di umurnya yang kedua ini, si Nisa mulai banyak bicara dengan kosa kata yang sudah beragam. Dia adalah ratu di rumah yang membuat kakaknya harus selalu mengalah. Dia paling pandai membuat kakaknya menangis terutama saat rebutan mainan.

Dan saya sangat bersyukur, disaat adiknya cukup nakal dan jahil, kakaknya memiliki jiwa yang besar dalam urusan mengalah. Melihat mereka, saya jadi ingat masa kecil saya dulu. Saya adalah adik yang sering membuat kakak saya harus mengalah, terutama tentang pemilikan barang dan makanan.

Kejutan Kecil Untuk Si Nisa

Saya dan istri sudah sepakat tidak membesar-besarkan acara seperti ulang tahun maupun anniversary Β dalam keluarga. Yang penting kita tetap mengingatnya dan mensyukurinya dengan cara yang sederhana. Seperti kejutan hadiah maupun kue yang bisa kita makan sekeluarga.

Seperti acara ulang tahun si Nisa kemarin, kami sekeluarga tidak ada niatan harus mengadakan acara seperti kebanyakan tetangga dekat rumah, yang harus mengundang anak-anak kecil lainnya dalam sebuah pesta ulang tahun.

Saya lebih menyukai adat jawa yang merayakan hari ulang tahun dengan selametan seadanya. Rencananya sabtu besok bertepatan dengan wetonnya si Nisa, saya dan istri ingin membuatkan bubur jenang merah dan snack yang di kemas dengan plastik, kemudian di bagikan ke anak-anak tetangga.

Tradisi seperti itu yang biasa saya lakukan tiap tahunnya untuk mensyukuri bertambahnya umur anak-anak. Sedangkan untuk kita (saya dan istri) lebih sederhana lagi, dengan membelikan makanan (gorengan) dan di antarkan ke musholla.

Tapi kemarin, istri saya berencana membelikan kue tar kecil untuk ulang tahun Nisa. Bukan untuk pesta namun buat dimakan sekeluarga saja. Nisa sangat senang saat melihat kue yang di tujukan kepadanya. Tangannya berualng kali mau pencet boneka yang ada di kue tersebut.

Lucunya disaat disuruh niup lilin, dengan sekuat tenaga Nisa meniup lilinya, namun api di lilinnya tak kunjung padam. Gimana mau padam kalau niupnya dengan jarak 1 meter dari kue?

Akhirnya dengan bantuan kakaknya, nisa meniupnya sama-sama dan berhasil memadamkan api di lilin tersebut. Dengan bantuan mbah uhtinya, Nisa memotong kuenya menjadi beberapa bagian untuknya sendiri, hehehe

Keduanya sangat lahap saat memakan kuenya, sedangkan saya, kue ini terlalu manis kalau saya makan dekat istri. Jadi saya makan sedikit dan lebih banyak melihat istri menikmati kuenya.


Semoga dengan bertambahnya tahun, kedua anak saya di beri kesehatan dan diberi umur yang bermanfaat. Kelak menjadi wanita-wanita sholihah persis seperti namanya dan semoga keduanya jadi kebanggan bagi kami (sekeluarga) baik di dunia dan akhirat. Aamiin

[AI] Β 

Share This :

8 Replies to “Melangkah Di Ulang Tahun Kedua Si Nisa”

  1. Selamat bertambah kepintarannya ya Nisa.
    Nisa bukan nakal, kakak, ayah-bunda, tapi, Nisa lagi aktif-aktifnya dengan ego masih berlebih πŸ™‚

    1. Bener mbak, tak ada anak kecil yang nakal, yang ada hanya orang tua yang kurang sabar πŸ˜ƒ

  2. Happy Birthday Nisa, semoga sehat selalu dan semua cita2 dan impian nya tercapai yaa..aminn.. Kadang merayakan hari ulang tahun memang menyenangkan dengan keluarga yaa

    1. Makasih mas πŸ™‚

  3. Alhamdulillah semoga yang baik baik terjadi buat nisa, mudah segala urusannya, jadi anak sholehah..
    Eh Nisa kakak mau kuenya dong

    1. Aamiin πŸ™‚
      itu kue 3 hari yang lalu, yah habis dong, wkwkwkw

    2. Hiiks

  4. Hbd nisa sabyan, eh, khairun nisa.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
    Semoga jadi anak berbakti. Amin

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.