Tips Sederhana Memilih Calon Suami Yang Sholeh

Setiap muslimah tentu akan harap-harap cemas perihal mencari dan memilih calon suami yang baik bagi dirinya. Sebab suami yang baik dan sholeh akan menuntun ke jalan yang di Ridhoi-Nya. Tidak hanya untuk bahagia di dunia semata, melainkan untuk kehidupan abadi di akhirat nantinya.

Memilih calon suami yang dijadikan pasangan seumur hidup bukanlah sesuatu hal yang mudah. Banyak hal yang harus di pertimbangkan, apalagi menyangkut perasaan suka dan nyaman juga termasuk hal yang pelik dalam mencarinya. Terlebih lagi kalau kriteria calon pasangan impian juga harus seorang suami yang sholeh secara agama.

Bukan berarti seorang “ustad” atau pria yang lulusan pondok ternama merupakan calon suami ideal semua muslimah. Tingkat kesolehan pria tidak dibatasi dari mana lulusannya, bagaimana suara saat baca alqur’annya, ataupun bagaimana saat menjadi imam saat sholat berjamaah.

Banyak kok muslim lulusan pondok yang hanya jadi warga biasa saat berada di tengah-tengah masyarakat, bahkan banyak juga yang perilakunya tak mencerminkan lulusan pondok.

Saya jadi ingat tentang seorang lulusan Al-azhar Mesir yang menjadi marketing produk rokok. Bukan perihal pekerjaanya, namun cara menyampaikan dan memasarkannya yang menurut saya tidak tepat. Apalagi ini perihal rokok loh?

Lulusan SMK pun sama, semua kalangan bisa jadi imam dan calon suami yang sholeh. Bahkan seorang tukang ojek online semacam saya juga bisa kok menjadi calon suami yang sholeh, hehehe 😅😅 #PromosiinDiriSendiri #HidupTukangOjekOnline

Jadi bingung kan? Bagaimana mencari calon suami yang baik?

Tenang, saya punya tip sederhana tentang bagaimana sih memilih suami yang tepat untuk dijadikan imam dalam menjalani sisa kehidupan ini?

Lihatlah Bagaimana Pengorbanananya Dalam Menjalankan Ibadah

Tak perlu mencari pria dengan embel-embel “ustad” ataupun lulusan pondok ternama untuk kriteria suami yang sholeh. Karena orang biasa yang lulusan SMK seperti saya, juga bisa kok jadi suami yang baik dan sholeh 😛 😛

Untuk melihat pria sholeh seperti ini, simpel saja! Lihat bagaimana sholatnya. Jika Sholat yang merupakan kewajiban seorang muslim saja berani ditinggalkan, apalagi kalian yang hanya titipan Tuhan.

Lihat bagaimana Sholat subuhnya! Kalau dinginnya pagi saja ia bisa taklukkan dengan menyegerakan sholat berjamaah di masjid, apalagi menaklukkan hatimu, huhuhuhu

Lihat juga puasanya, kalau puasa menahan lapar dan haus selama 13-14 jam saja tidak kuat, bagaimana dia menahan gejolak emosi dirinya. Bagaimana dia bisa menahan kesabaran saat ada permasalahan pada hubungan kalian. Apalagi bagaimana dia bisa tahan gejolak “anu” nya saat kalian sedang tidak berada di sisinya.

Lihat juga bagaimana dia mengeluarkan sebagian hartanya. Kalau untuk sedekah saja dia berat, apalagi membagi hatinya untukmu.

Lihatlah Bagaimana Dia Memuliakan Orang Tua Dan Keluarganya

Cara lain melihat calon suami itu baik adalah dengan melihat bagaimana dia memperlakukan orang tuanya dan keluarganya. Lihat bagaimana perhatiannya pada ibunya dan bagaimana perilakunya kepada saudara-saudaranya.

Kalau wanita terdekatnya saja (Ibu) ia muliakan, apalagi kamu yang akan menjadi calon istri yang akan menemani hingga akhir hidupnya. Pasti kau akan jadi pusat perhatiannya sekaligus jadi tempat bersandar di kala sedang susah maupun bahagia.

Perlakuan baik pada saudara-saudaranya juga sangat penting kita perhatikan, sebab tidak jarang permasalahan dalam keluarga itu bermula dari hubungan keluarga besar yang kurang harmonis. Kamu juga akan merasa nyaman sebagai menantu saat memiliki saudara-saudara ipar yang menyenangkan.

Baca juga : 3 Resep Ini Yang Bikin Suami Selalu Dicintai Istri

Lihatlah Bagaimana Pergaulannya

Source image by Stocksnap.io

Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Entahlah, apakah peribahasa ini cocok untuk poin ini. Intinya jika ingin tahu pribadi seseorang, lihatlah sekelilingnya (temannya).

Jika dia berteman dengan penjual minyak wangi, meskipun dia tidak memakai minyak wangi, setidaknya hawa atau aura di sekitarnya juga kan tercium harum. Sedangkan jika dia berteman dengan tukang ledeng dan penyedot WC, bisa dibayangkan bagaimana aroma badannya.

Teman sangat berpengaruh pada pribadi seseorang, jika kebanyakan temannya adalah para alim ulama, dan jamaah majlis taklim. Maka cara berpikirnya juga akan terpengaruh seperti mereka (meskipun lulusan SMK).

Dan meskipun dia lulusan Al azhar sekalipun, jika teman-temannya adalah seorang penjudi, pemabuk, penzina, pelakor dan sebagainya. Kecil kemungkinan dia tidak ikut-ikutan seperti mereka.

Jadi, lihat dulu bagaimana pergaulannya, maka kau akan bisa menyimpulkan bagaimana pribadinya.

Cari Tahu Bagaimana Caranya Mencari Rezeki Yang Halal

Tidak penting seberapa besar penghasilan calon suami tiap bulan, asal itu rezeki itu diperoleh dari pekerjaan yang halal, pasti kehidupan rumah tanggamu kelak akan dinaungi keberkahan.

Meskipun penghasilan besar namun diperoleh dari pekerjaan yang tidak benar (Hasil Korupsi, jualan barang haram, dan sebagainya). Percayalah kehidupan rumah tanggamu tak akan nyaman. Apalagi jika rezeki yang tidak halal masuk pada darah anak-anak kita nantinya.

Anak adalah harta yang paling berharga di dunia ini. Jika sejak kecil sudah kemasukan rezeki yang haram, bayangkan akan jadi apa saat besar nanti. Jangan salahkan anaknya, namun telusuri lagi dari mana sumbernya.

Baca juga : Seberapa Ikhlas Kita Dalam Beramal Dan Bersedekah?

Perbaiki Diri Sendiri Sehingga Pantas Bersanding Dengan Imam Yang Sholeh

Source image by Islampos.com

Tak lengkap rasanya jika hanya terus memilih dan mencari calon pasangan yang baik untuk dijadikan imam, sementara kita sendiri tidak baik menjadi makmumnya. Agar mendapat imam yang baik, maka seharusnya kita juga perbaiki diri untuk bisa mengkuti dan menjadi makmum yang baik.

Minimal jika imamnya sujud, kita ikutan sujud, ataupun kalau imamnya kentut (karena kebelet) kita sendiri tidak ikut-ikutan kentut. Tapi tetap tegak dan terus berjalan di jalan yang benar.

Tak adil jika imamnya sudah baik tapi makmumnya kurang ajar. Kasihan, berat di imamnya. Minimal samakan frekuensi agar bisa menjalankan ibadah yang hakiki. Tak selalu imam yang baik akan berjalan ke jalan yang benar, ada kalanya bisa ngelamun dan salah jumlah rokaat juga.

Masak imam salah, kalian akan ikutan salah walaupun kalian tahu itu salahnya?

Istri yang baik itu bukan istri yang selalu mendukung suaminya, iya kalau suaminya bener, kalau salah? Misalnya saja suami minta izin menikah lagi karena sunnah rosul, dan kalian mengizinkan begitu saja, situ waras?

Istri yang baik adalah istri yang mau mengingatkan suaminya jika terlampau keluar dari garis kebenaran. Misalnya saja istri membangunkan suami untuk sholat subuh atau sholat malam, atau juga istri mau membangunkan suaminya untuk ibadah malam yang mengasikkan.

Kira-kira, yang JOMBLO tau tidak, ibadah malam apa yang mengasikkan?

Hayoo tebak….?

Yang bisa jawab bisa di share di komentar, yang benar akan dapat doa “Semoga disegerakan” hahahaha 😅😅

Kesimpulannya, carilah pasangan hidup yang sholeh agar hidupmu bahagia dunia dan akhirat. Ingat, pasangan hidup itu “suami atau istri” bukan “pacar”. Karena pacar yang sholeh itu cuma imajinasi.

Yuk menikah… (ini jadi motto yang aps untuk blog ini, hahahaha)

[AI]

Share This :

4 Replies to “Tips Sederhana Memilih Calon Suami Yang Sholeh”

  1. Kebetulan nama saya Soleh bang. Promosikan dong bang .Hehehe

  2. Yang paling sulit itu memantaskan diri sendiri yaa, kadang merasa ada saja yang masih kurang gitu…

  3. Nikah ya ? Hhhhmmm , Hhehe

  4. Tips nya buat saya? Hadooohhh… Hombreeennggggg

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.