Jangan Takut Tidak Kebagian Jodoh Hanya Karena Merasa Kurang Tampan

Jangan minder hanya karena tidak dianggap tampan bagi sebagian wanita, karena sebagian lagi tentu akan menganggapmu sebagai yang tertampan di dunia” Quote by Irawan di era jomblo jahiliyah

Prinsip seperti itu yang selalu saya pegang erat-erat sewaktu masih single dulu. Berbekal wajah yang biasa-biasa saja (pas-pasan) sejak lahir, kulit sawo kematangan, bekas jerawat di pipi yang tak kunjung hilang malah membekas dengan permanent, tak membuat saya minder dengan hasil karya Tuhan yang Maha Adil.

Karena saya sadar di balik wajah biasa-biasa saja ini ada wajah yang lebih buruk dari pada saya, eh bukan itu maksudnya hahaha. Maksudnya tentu ada kelebihan lain dengan wajah ini. Misalnya saja saat saya memelas atau memberi raut muka sedih, sebagian orang akan tidak tega melihat saya, di situlah ironinya, hahaha.

Sempat saya merasa minder sewaktu sekolah, apalagi saat ada cewek yang bilang “jangan sok kegantengan deh” atau “enggak ah, aku gak mau satu pasangan (tugas kelas) sama irawan, dia dekil, lusuh, keringetan lagi“. Meskipun itu becanda, namun rasanya kena banget di hati,  perkataan seperti itu yang bikin nyali seorang laki-laki bisa down berkepanjangan.

Namun saya tidak seminder itu, saya yakin ucapan seorang ibu yang mengatakan kepada saya bahwa saya adalah “anak yang paling ganteng” adalah fakta yang tak terelakkan. Saya menyakini hal tersebut, makanya saya tetap survive dengan cacian dan hinaan yang saya dapat saat mendekati lawan jenis.

Banyak laki-laki yang tidak percaya diri saat mendekati wanita yang disukainya, alasannya karena minder dengan keadaan, entah karena ceweknya terlalu cantik, masih pengangguran, tidak punya modal dan sebagainya. Terlebih lagi jika wajah yang tidak bisa bersaing dengan cowok lain yang juga sedang mendekati wanita tersebut.

Come on guys! Jangan nyerah hanya karena alasan seperti itu.

Cinta itu bukan soal wajah, bukan soal modal atau jabatan. Cinta itu tentang memberi dan menerima, Cinta itu tentang perasaan suka dan kenyamanan seseorang.

Cinta Itu Perihal Nyaman Di Dada

Perihal rasa nyaman di dada
Source image by Pixabay.com

Minggu yang lalu saya mampir ke rumah salah satu teman sekolah yang sejak lulus kita tidak pernah berjumpa. Dia seorang cewek yang complit, udah tinggi, putih, dan dari kalangan elit yang tinggalnya di perumahan. Dan dulu dia sering gonta-ganti pacar seperti ganti sandal japit gitu.

Sekarang dia sudah mempunyai anak, dan mempunyai suami yang selevel dengan saya, tidak tampan meskipun wajahnya terlihat berwibawa. Kalau di banding dengan mantan-mantannya, jelas suaminya yang ini terlihat lebih tua dan tak setampan mantan-mantan dia.

Sempat saya bertanya kepadanya “Bisa nikah juga yah, kirain cowok itu kamu anggap sandal japit gitu, bisa dibuang kapan saja kalau ada sandal japit model baru”. Dia tertawa sambil melempar bantal kepada saya.

Akhirnya dia bercerita panjang kali lebar ditambah tinggi, yang pada intinya dia mengatakan bahwa semua orang pasti punya masa lalu, kadang sering khilaf. Awalnya tidak ada niatan untuk menyakiti, toh semua orang menginginkan yang terbaik bukan? Entah kenapa saat mencari yang terbaik, dia sering merasa kecewa, namun suaminya lah yang bisa memberi rasa nyaman hingga akhirnya dia memutuskan untuk menikah.

Tuh kan, jadi jangan minder hanya karena wajah kita pas-pas’an untuk mendekati seorang wanita. Kita boleh kalah soal wajah, kita boleh kalah soal kemapanan, tapi kita masih bisa bersaing tentang kenyamanan. Eaaahhh..

Man Jadda WaJada

Kalau menurut arti, Man Jadda WaJada itu artinya barang siapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil. Begitu juga bagi yang bersungguh-sungguh mencari jodoh, tentu dia akan mendapatkan hasil.

Ditolak dan dikecewakan juga termasuk hasil, dan semua itu bukan hasil yang terburuk. Karena saya yakin bahwa tidak ada usaha yang terbuang sia-sia. Kegagalan dan kekecewaan adalah kerikil kecil untuk menuju kesuksesan.

Pernah saya menceritakan seorang teman sekolah yang mendekati wanita idamannya. Dia berusaha mendekati gadis ini, karena sewaktu itu masih sekolah tahap akhir, akhirnya dia menemukan jalan untuk bisa dekat dengannya dengan membantunya menyelesaikan tugas sekolah.

Demi gadis tersebut, teman saya ini belajar mengoperasikan software multimedia yang bukan keahliannya. Dia berusaha dan belajar otodidak selama dua bulan, hingga akhirnya dia bisa membantu menyelesaikan tugas si gadis tersebut.

Terus apakah setelah itu dia menjadi semakin dekat dengan gadis tersebut? Ternyata tidak! Meskipun setelah lulus dia masih menyukai gadis tersebut selama bertahun-tahun, endingnya si gadis tersebut menikah dengan orang lain.

Dia galau? Tidak juga! Dia mendapatkan hal yang jauh lebih berharga dari pada cinta si gadis.

Salah satunya adalah teman-teman satu kelas si gadis ini. Karena kegigihan teman saya, banyak teman sekelas si gadis ini berempati untuk mendukung teman saya. Hingga akhirnya teman saya ini mengenal semua teman sekelas si gadis tersebut.

Kedua, karena sudah terlanjur mempelajari multimedia, sekarang ilmu yang dia pelajari otodidak menjadi sangat bermanfaat bagi kariernya. Dia menjadi salah satu staff IT management pada sebuah hotel sekaligus freelance fotografer dan editing video di salah satu studio foto di daerahnya.

Dan Alhamdulillah, selepas hari raya kemarin, teman saya ini mengikat separuh hatinya dalam sebuah ikatan suci pernikahan.

Jadi, jangan beranggapan penolakan dan kekecewaan adalah akhir dari semuanya, namun dari kegagalan dan kekecewaan itulah berkah dan pembelajaran bagi kita, syukur-syukur hal tersebut dapat menuntun kita ke jalan yang terbaik versi-Nya.

Sabar Dalam Mencari Jalan Keluar

Sabar dalam mencari jalan keluar - jam pasir
Source image by Pixabay.com

Seperti saat tadi malam, saat saya dan istri sedang bersama, saya melihat foto lama yang masih tersimpan di netbook. Saya senyum-senyum sendiri saat melihat ke-Alay-an saya sewaktu masih single dulu. Dari foto SMK, explore tempat wisata, foto di perusahaan dan foto lainnya. Ironinya, gaya yang saya pakai saat berfoto, tidak ada variasainya, gitu-gitu saja gayanya.

Kemudian lanjut ke foto kita berdua, terutama foto saat liburan di jogja. Bukan berdua sih, tapi bertiga. Antara saya, istri, pesaing cinta 1, pesaing cinta 2 dan mantan.

Ceritanya sewaktu liburan di Jogja, saya baru menyadari bahwa istriku yang tidak tinggi, tatanan giginya tidak rata, banyak tai lalatnya, ternyata menyimpan inner yang luar biasa. Saya kira hanya saya sendiri yang terpeleset bisa jatuh cinta kepadanya, ternyata tidak!

Saya baru tau kalau dia punya mantan dan masih berhubungan karena sewaktu lulus sekolah, keduanya lost kontak. Saya juga tidak sengaja mengetahui bahwa ada 2 teman satu perusahaan juga menyukainya dan salah satunya juga ikutan liburan ke jogja bersama saya.

Jadi jika ada yang bilang jogja itu kota yang mengasikkan, bagi saya jogja adalah mimpi buruk, hahaha. Karena sewaktu disana ada banyak luka yang saya alami, dari luka hati, luka fisik (lelah dan capek) dan batuk saat pulang (waktu itu gunung merapi sedang erupsi).

Kemudian saya iseng tanya kepada istri, kenapa pada akhirnya memilih saya sebagai suaminya? Padahal kalau secara fisik dan wajah, saya berada di urutan kelima. Kalau urutan kemapanan, saya berada di urutan ke 4 (masih punya cicilan motor). Dan sepertinya saya hanya memenangkan persaingan perihal karakter, karena karakter saya unik banget, susah ditebak apalagi dijelaskan dengan kata-kata, pokoknya absurd banget deh saya ini hahaha.

Awalnya istri malas mau menjawab, hingga akhirnya dia cuma menjawab sangat singkat “Mas, lebih penyabar dari pada yang lain”. Jadi ketampanan saya selama ini tidak berpengaruh sama sekali dihadapan istri saya. Huft, hahahaha

Menurutnya, saya lebih sabar dari pada yang lainnya. Ada cowok yang dia suka, namun disaat kesal pada sesuatu,  dia melampiaskan kekesalannya pada barang miliknya. Yang satunya lagi jika kesal, melampiaskan kekesalannya pada rokok. Dan mantannya kalau sedang marah, ucapannya gak kayak manusia.

Berbeda dengan saya, menurutnya, dekat dengan saya itu nyaman, karena selalu bikin tertawa. Bahkan saat kesal pun masih bikin rindu. Dan yang paling penting, wanita itu menyukai laki-laki yang bisa bersabar saat menghadapi kelabilan wanita, misalnya saat PMS atau saat menemani berbelanja. 🤣🤣🤣🤣🤭

***

Jadi, jangan minder hanya karena wajah pas-pas’an, dompet tidak tebal dan kendaraan hanya Vega-R tahun 2006. Percayalah jodoh tidak akan tertukar, tinggal bagaimana kita percaya bahwa Allah sudah menyediakan jodoh kita di depan sana dan kita berjuang untuk mendekatinya dengan selayaknya.

Dan terakhir bersabarlah, Jika tidak di pertemukan sekarang, mungkin minggu depan, bulan depan atau tahun depan. Semua itu akan indah pada waktunya.

Bersabarlah….

[AI]

Share This :

5 Replies to “Jangan Takut Tidak Kebagian Jodoh Hanya Karena Merasa Kurang Tampan”

  1. Kesimpulan tambahan, bagi jomlowan, perteballah stok sabar, agar dia tak pernah habis dalam situasi apapun 🙂

  2. Wkwkwk, aku baca ini antara ngakak tapi ada sisi menyetuh #eaaaa
    Jadi, Mas Ir itu sifatnya rada mirip sama Kang Garem. Biarpun nggak ganteng2 amat, tapi pede aja dan pantang minder kalau ngedeketin perempuan yang disuka.

    1. Ngak ganteng2 amat 😅😅

  3. Mendadak keinget sama si dia deh… hahahaha

  4. Uwuwuu😍😍😍

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.