Percayalah! Pasti Akan Ada Berkah Dibalik Pahitnya Ujian Hidup Yang Kita Jalani

Hidup terkadang memang tak semenarik novel-novel yang pernah kita baca, tak seindah cerita romance ala drama korea dan tak mudah ditebak selayak drama sinetron Indonesia. Namun percayalah bahwa keajaiban hidup itu jauh lebih menakjubkan dari pada cerita-cerita negeri dongeng di luar sana.

Senin kemarin, saya mendapati kabar buruk dari salah satu rekan kerja yang “GAGAL NIKAH” padahal acara pernikahannya minggu depan. Undangan sudah terlanjur tersebar, semua persiapan juga sudah 90% fix, namun malang sekali yang dialami salah satu teman saya ini. Entah ada masalah apa, hingga pernikahannya dibatalkan.

Saya tidak ingin kepo lebih lanjut, apalagi mendengarkan desas-desus gosip ngawur yang beredar. Yang jelas semua ini ada untuk menjadi pembelajaran bersama bagi setiap manusia, khususnya teman saya ini. Semoga teman saya ini ditabahkan dan diikhlaskan hatinya menghadapi ujian kali ini.

Tidak ada pihak yang salah dan yang benar, mungkin memang bukan jodoh teman saya. Mungkin ini adalah cara Allah untuk menjauhkan teman saya dari pasangan yang bukan menjadi jodoh terbaik versiNya.

Saya percaya bahwa Hidup adalah ujian, setiap ujian pasti terdapat hikmah yang luar biasa ketika kita sudah ikhlas menjalaninya.

Seperti yang saya alami minggu kemarin. Saya mendapatkan orderan fiktif (ojek online) untuk membelikan makanan sesuai aplikasi yang diminta custumer. Awalnya saya tidak curiga dengan orderan tersebut, soalnya saya bisa komunikasi dengan costumernya melalui chat di aplikasi.

Saya sangat senang karena biasanya saya membeli makanan di KFC, saya harus antri terlbih dahulu dengan pelanggan KFC yang lainnya, hari itu tidak ada antrian sama sekali disana. Saya sodorkan HP saya ke kasir dan kasirpun menyiapkan sesuai dengan pesanan di aplikasi.

Sewaktu sudah membayar tagihan yang dibebankan dan pesanan sudah siap antar. Saya beranjak dari kasir ke meja di KFC untuk foto nota pembelian. Namun ternyata, sesaat itu juga orderan yang saya dapatkan dibatalkan oleh costumernya.

Saya tidak dapat menghubungi costumer lantaran orderan tersebut sudah di batalkan, saya pun juga belum screenshot orderan tersebut untuk claim ke pihak layanan service ojek online jika sewaktu-waktu terjadi problem atau orderan fiktif seperti ini.

Ya sudah lah, mungkin makanan ini memang rezeki anak-anak saya (begitu dalam hati saya mencoba mengikhlaskan). Namun percaya atau tidak, Allah memberikan yang terbaik versi-Nya.

Belum selangkah saya keluar dari KFC, saya dapat orderan baru menjemput costumer yang tak jauh dari KFC. Saya jemput penumpang itu dan mengantarkan tak lebih dari 2 km dari tempat penjemputan. Saya juga sempat dapat tips dari costumer tersebut.

Setelah saya menyelesaikan orderan tersebut, kembali saya mendapat orderan untuk membeli makanan lagi selang beberapa detik setelah menyelesaikan orderan. Begitupun disaat selesai mengantar orderan makanan yang ini, kembali selang beberapa menit, kembali saya dapat orderan lagi dan  menutup perolehan pencapaian poin selama hari itu.

Hari itu adalah pencapaian tercepat saya mendapatkan bonus insentif penuh selama saya menjadi driver ojek online (sekitar jam 13.30). Alhamdulillah ☺☺☺

KETIKA HIDUP TERASA HAMPA, INGATLAH 3 HAL INI…
Source image : Pexels.com

Setiap musibah, ujian, terluka, dihianati dan rasa pahit dalam hidup yang lainnya adalah proses pembelajaran yang diberikan oleh Allah langsung kepada kita, agar kita semakin menjadi dewasa. Percayalah bahwa Allah membuat penawar racun sebelum racun tersebut dibuat.

Jadi ingat pengalaman saya saat mengalami kebutaan selama 4 bulan yang dulu.

Saya akui bahwa sebelumnya saya memang buta, buta bukan secara fisik, melainkan buta dengan arah jalan yang lurus.

Saya terlalu sombong dengan kehidupan (kesenangan) yang saya miliki. Mempunyai istri cantik, dikaruniai anak, serta mendapatkan penghasilan yang cukup baik. Hingga akhirnya saya diberi ujian mengalami kebutaan secara fisik.

Namun sebenarnya, dalam kebutaan itulah saya bisa melihat dengan jelas “ternyata saya sudah buta selama ini”.

Saya buta dalam mengartikan rasa syukur dari nikmat yang saya peroleh selama ini. Saya buta bagaimana terlalu acuhnya saya dengan lingkungan sekitar saya. Saya buta dengan jalan lurus yang selama ini sudah saya yakini saat masih kecil, serta mengabaikannya dan tidak menjalankannya saat dewasa.

Dalam kebutaan tersebut, saya belajar bagaimana angkuhnya saya selama ini, saya belajar betapa kurangnya perhatian saya terhadap keluarga selama ini, saya belajar bahwa Allah selalu memberikan kenikmatan yang luar biasa hingga detail terkecil, namun sering sekali saya dustakan dan memalingkan semua itu. Saya adalah hamba yang hina dan penuh dosa.

Saya belajar menerima takdir yang saya jalani, jikapun kebutaan ini saya alami selamanya, mungkin ini adalah jalan takdirNya. Namun dalam hati saya yakin bahwa Allah selalu memberikan obat penawar sebelum rasa sakit itu ada.

Dan Alhamdulillah, saya sembuh..

Dan dibalik kesembuhan itulah saya mengerti dan memahami makna dibalik ujian yang saya alami, tak ada alasan lain selain untuk mengingatkan kita untuk kembali kepadaNya, kepada jalan yang di RidhoinNya. Yah hanya kepadaNya kita akan kembali, bukan?

Baca juga : Bersyukurlah Saat Kita Diberi Kesehatan

Dan terakhir, saya bersyukur mendapat cambuk seperti itu dalam kehidupan saya. Sakit, perih dan putus asa itu pasti ada, namun bukan berarti tidak ada jalan keluarnya. Dan sebaik-baiknya jalan keluar adalah jalan menuju cahayaNya.

Yuk jadikan setiap ujian hidup sebagai cambuk kecil untuk mengingatkan kita akan dosa-dosa kita yang kita dustai. Selalu berbenah dan memperbaiki diri agar menjadi hamba yang sebaik-baiknya menghamba.

Dan teruntuk teman saya ataupun bagi pembaca yang mengalami hal serupa, percayalah bahwa badai pasti akan berlalu, setelah itu akan muncul pelangi yang indah.

Berprasangka baiklah bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik bagi kita, Sesunguhnya Allah adalah sebaik-baiknya Sutradara yang mengatur dan merencanakan betapa uniknya kehidupan kita.

[AI]

Share This :

12 Replies to “Percayalah! Pasti Akan Ada Berkah Dibalik Pahitnya Ujian Hidup Yang Kita Jalani”

  1. Kalo sempat, kfcnya antar sekalian kemedan mas.
    😁
    Inspiratif sekali mas langsung dibales dobel

    1. haduw, jauh kali itu, hahaha 🤣🤣
      iya mas, kalau rezeki mah tak akan kemana, kayak jodoh juga, gak akan lari ke tetangga kok hehehe 🤭🤭🤭

    2. Memang, kalau rezeki gak kemana.
      Tapi kalau kita gak kemana-mana cari rezeki. Pasti rezeki itu entah kemana-mana mas😁.

    3. hahahaha, betul sekali, wkwkwkw

  2. Langsung diganti rejeki yang lain ya.
    Inspiratif nih mas.

  3. rejeki emang nggak pernah ketuker mas. btw mulai kapan jadi mitra ojek online? pabrik gimana? masih? lama nggak main ke sini soalnya

    1. Masih bu dyah, buat sampingan aja jadi driver..
      Sejak puasa kemarin 😃

  4. Wah Mas Nur, inspiring sekali cerita hidup Mas, yaAllah saya gak kebayang kalau saya akan pernah buta misalnya yang seperti Mas alami.

    Sukses terus Mas, makasih juga selama ini sudah memotivasi saya menulis dengan komentar-komentarnya Mas Nur.

    1. Wah, kita akan saling memotivasi dalam tulisan kita masing-masing mbak

    2. Iya Massss

  5. Selalu ada hikmah dari setiap ujian yang dijalani ya, walau kadang terasa berat banget ketika menjalaninya.. :’) semoga teman nya mas irwan baik-baik aja yaa 🙁

  6. Sepakat, Mas. Yang terjadi sama kita semuanya merupakan hal terbaik dari Allah untuk kita walaupun mungkin saat menerimanya kita merasa belum cocok atau mengeluh, Jujur itu beraaat, dan terus belajar. Terima kasih ya diingatkan soal kebutaan sebab saya rupanya masih ikut terbutakan oleh nafsu dan kepentingan sendiri sampai lebih banyak mengeluh ketimbang bersyukur–apalagi bederma.

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.