Jatuh Cinta Berkali-kali Pada Orang Yang Sama

Kapan hari saya disindir oleh pembimbing saya perihal story di WhatsApp. Beliau berkata “Rasanya ada yang sedang jatuh cinta, beberapa kali pasang foto anak dan istri di story WhatsApp”. Awalnya saya tidak sadar yang dibicarakan itu saya, setelah ditunjukkan foto dari story tersebut, barulah saya sadar yang jadi topik pembahasan dari tadi adalah saya.

Ok, saya tidak sedang jatuh cinta, mungkin karena saya lagi gila foto selfie, hahaha

“Seindah apapun pasangan kita, kalo setiap hari yang kita temui adalah dia, pastinya bakal ada rasa bosan juga. Tidak ada pertengkaran yang berawal dari ketidakcocokan atau perbedaan. Pertengkaran dalam hubungan itu biasanya didorong oleh kebosanan” Quote by Alitt Susanto

Pagi ini saya menemukan quote tersebut dari blognya Mas Alitt Susanto. Saya setuju dengan quote di atas, namun itu berlaku untuk yang masih pacaran. Bagi yang sudah menikah, problemnya tidak segamblang itu.

Titik jenuhnya bukan dipicu hanya karena bosan dengan pasangan, melainkan ketidak cocokan dan keegoisan yang sama-sama tidak mau mengalah akan menjadikan gesekan-gesekan dalam hubungan rumah tangga.

Terlebih lagi kurang harmonisnya lingkungan sekitar dan tekanan biaya hidup yang masih belum stabil, tentu akan berpengaruh besar dalam hubungan keduanya. Terlebih lagi munculnya godaan dari luar, semacam trio macan,  ganteng-ganteng srigala ataupun sang mantan yang mulai bersemi.

Source image by Pinterest.com

Pokoknya pernikahan itu complicated loh guys?

Pernikahan itu tidak selalu indah seperti bayangan kalian-kalian yang hobinya lihat drama korea. Dengan mengucapkan janji suci dan stempel KUA, tidak selalu bisa menjamin kedua mempelai hidup bahagia.

Pernikahan itu semacam kalian telah memasuki hutan rimba yang belum pernah di lewati manusia, kalian tidak pernah tahu apa yang menghadang di dalam sana. Bisa jadi kalian akan di hadang trio macan, manusia setengah salmon, ataupun ganteng-ganteng srigala, hahahaha

Banyak yang akan kalian hadapi setelah masuk dalam kehidupan berumah tangga. Seperti terbukanya topeng keaslian diri pasangan, ego yang tak saling mau mengalah, kebiasan yang terlampau berbeda, campur tangan orang tua atau mertua, mengawali hubungan baik dengan tetangga yang tak selalu berjalan mulus dan sebagainya.

Dan yang paling serem dari semuanya adalah menghadapi titik jenuh dan rasa bosan.

Sebagai manusia, pasti kita pernah merasa bosan dengan kebiasaan yang kita lakukan setiap hari. Misalnya saja perihal pekerjaan, ingin rasanya sekali atau dua kali kita tidak bekerja seharian, menghabiskan waktu di rumah dengan bersantai dan tidak melakukan apa-apa #mati dong, hahaha.

Dalam menjalin hubungan juga begitu!

Pernah tidak kalian merasa bosan dengan pasangan kalian saat pacaran. Tiap kali ketemu yang di obrolin cuma gitu-gitu saja, atau mungkin pergi hangoutnya ke cafe itu-itu saja. Wajah sang pacar juga tidak berubah, tetap gitu-gitu saja, tidak ada variasi rasanya, hahahaha

Dalam pernikahanpun sama!

Bayangkan saja setelah nikah, kalian akan bertemu selama 24 jam dengan pasangan kalian. Pergi ke ruang depan bertemu pasangan, pergi ke kamar bertemu lagi, bahkan ke kamar mandi masih bertemu lagi.

Kalian akan memahami dan meyakini setelah nikah bahwa filosofi “dunia tak selebar daun kelor” itu memang benar adanya, hahaha 🤣🤣

Untuk menghadapi rasa bosan dalam menjalin hubungan dengan pasangan, tidak bisa kita samakan seperti bosan dengan pekerjaan. Cuti libur dua hari, masalah bosan sudah beres.

Nah kalau masalah hubungan pernikahan, apakah dengan cuti tidak mencintai selama dua hari bisa menyelesaikan rasa bosan?

Tentu tidak lah! Malah hubungan kalian yang akan dipertaruhkan kelanjutannya, hehehe

Complicated bukan?

Jadi masih mau menikah? Hahahaha

.

.

..

….

Ok pembahasan diatas itu cuma becanda

WHATS…!!!

🤣🤣🤣🤣

Sejauh yang saya jalani, menikah itu tidak berbeda seperti yang kalian jalani saat masih single.  Jika ada yang bilang menikah itu complicated, memang iya, namun tidak semenyeramkan seperti berjalan di hutan rimba segala.

Memang kita tidak bisa menyamakan story kehidupan kita berumah tangga dengan buku-buku kiat sukses berumah tangga. Sebab tiap kehidupan punya keunikan sendiri-sendiri, punya problem sendiri-sendiri dan punya jalan keluar sendiri-sendiri.

Source image by Stocksnap.io

Problematika berumah tangga akan menjadikan kita semakin dewasa, tiap ada masalah dan kita berhasil menyelesaikannya, pasti akan menambah rasa sayang antara keduanya. Disitulah hikmah dari permasalahan rumah tangga.

Tidak ada pasangan hidup yang sempurna. Yang ada, keduanya saling menyempurnakan kekurangan masing-masing. Jika dalam sebuah pernikahan ada rasa bosan di antara keduanya, mungkin gesekan-gesekan yang sudah saya jelaskan di atas jadi salah satu penyebabnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, tentu kita harus selalu mengupdate rasa cinta kita pada pasangan kita. Caranya bagaimana?

Yang pertama, Salah satunya dengan mensyukuri nikmatnya mempunyai pasangan.

 “Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah, tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik”. D’masive – Jangan Menyerah

Putar lagu tersebut berkali-kali, kalian akan menyadari bahwa kalian punya segalanya dibanding mereka-meraka yang ada di jalanan, mereka-meraka yang tidak punya rumah, atau mereka-mereka yang masih jomblo diluar sana.

Setidaknya kalian bisa lihat bahwa kalian masih memiliki pasangan yang pernah membuat kalian tergila-gila pada awalnya. Bagaimana perasaan itu tumbuh dengan berbunga-bunga saat awal pernikahan kalian.

Ingatlah diluar sana masih banyak jomblowan jomblowati muda yang masih menunggu dipertemukan jodohnya, sedangkan kalian sudah beruntung mendapatkan jodoh kalian lebih cepat dari pada mereka.

Syukuri itu semua, dan semoga setelah itu, kalian akan bangga memiliki pasangan hidup kalian.

Yang kedua, mungkin dengan lebih menjaga pandangan, khususnya dalam memandang lawan jenis lain selain pasangan.

Kasus seperti ini memang lebih banyak pada laki-laki, apalagi pandangan laki-laki itu memang menjurus ke arah situ sih, namun tetap apapun yang tampak di mata, usahakan tidak turun ke hati. Biarlah pasangan sejati yang menempati ruang hati kita ini.

Yang ketiga, mungkin dengan seringnya melakukan perjalanan atau liburan yang mengingatkan kalian pada memori masa silam. Entah saat pertama kali kencan atau tempat pertama kali kalian bertemu.

Dengan mengulang kembali kenangan membahagiakan, mungkin akan cukup berhasil men-charge ulang cinta yang kalian miliki pada pasangan kalian.

Yang keempat, Tanggung jawab sebagai orang tua

Beruntung jika kalian sudah mempunyai anak, sebab anak merupakan penerus generasi kita, selain itu anak juga merupakan penguat cinta kalian berdua. Disetiap ada masalah antara kalian berdua hingga membuat kalian jadi tak akur sama lain, lihatlah sang buah hati, InsyaAllah kalian akan mengakhiri ke-egoisan kalian demi anak-anak kalian.

Dan terakhir, Semua itu tergantung pada DIRI-mu. Jika kamu menginginkan cinta terhadap pasangan seperti dulu, maka tumbuhkan rasa cinta itu pada dirimu dulu.

Bisa bikin banyak orang jatuh cinta di waktu yang sama itu hal biasa. Tapi bisa berkali-kali bikin jatuh cinta pada orang yang sama itu baru luar biasa” Quote by Alitt Susanto

Disitulah tantangan hidup berumah tangga,

Jika kalian sudah yakin bisa tergila-gila dengan orang yang sama di tengah rasa bosan yang melanda?

Yuk nikah…. 🤭🤭

[AI]

Share This :

14 Replies to “Jatuh Cinta Berkali-kali Pada Orang Yang Sama”

  1. bahasan yang menarik nih mas nur, beberapa waktu ini dipertemukan dengan cerita2 kerumitan berumahtangganya teman-teman di sekitar. jadi, sekomplek ini ya pernikahan itu. huh,gitu masih suka ngomporin nikah 😛
    pake send foto segala 🙁

    poin kedua sama ketiga kenapa pake ‘mungkin’ ya, kesannya kayak kurang manteeb. 😛

    1. karena kehidupan itu tidak ada yang pasti kak, jadi kalimat “mungkin” bisa menjelaskan betapa ambigunya diriku ini #eh hahahaha

    2. ah, gitu, tapi kalau soal ngomporin yakin ya Mas Nur. hahaha

    3. yakin dong, kan nikah itu ibadah, dengan ngomporin orang untuk ibadah, insyaAllah aku dapet cipratan pahala #NgelesPadahalHobby

    4. halah ngelees hahaha

  2. AHHHHH MANTEP SUHU HAHA

  3. Menikah urusan komitmen. Seperti apapun storinya sampai kesana, harus bisa dipertahankan dan nikmati 😀

  4. Biasanya ngomporin para jomblo, sekarang agak nakut nakutin. Walau diujung dijelaskan tdk semenakutkan itu, tapi tetap saja…. (Jangan diteruskan) hahahaha

    1. Hehehehe,
      tapi kan bener mas, emang tidak semenakutkan itu, yang penting niat diawal komitmentnya aja…

    2. Betul sekali mas.

  5. Weits… cucco meong nih tulisannya, hahahaha… Pakar cinta bapak ini *standing applouse*..
    Kalau saya sih mengatasi rasa bosan dan jenuh dalam rumah tangga tuh simpel sih. Saya menerawang jauh ke masa lalu dan membatin “KALAU BUKAN DIA (BAPAKNYA UCUPYO TERTJINTA) YANG MELAMAR, MUNGKIN SAYA AKAN MENJADI PERAWAN TUA” :D…
    .
    .
    Yakinilah, jika kita memilih pasangan hidup sesuai dengan tuntunan agama, insyaallah insyaallah *speechless gue mau ngomong apaan lagi*, *kibaskibasinpashmina*

    1. hahahaha..
      yah, saya sendiri kadang bersyukur sudah menemukan jodoh disaat masih bisa dibilang muda.

  6. ( Warning! Bacaan dewasa. Anda belum cukup umur, Zahra. Atau efek sampingnya adalah senyum senyum sendiri membayangkan doi yang masih abstrak)

  7. Kok akunya malah jadi sedih, karena mau dicintai sebegitunya. 😢

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.