Inkonsisten Dan Monetize Hati

Kok tumben tidak pernah nulis?” Tanya salah satu teman kerja. Memang biasanya saya lebih terlihat sibuk nulis dari pada sibuk ngerjain tugas kantor. Tapi itu dua bulan yang lalu, tapi sekarang saya malah tidak pernah buka Microsoft word atau sekedar ngecek timeline wordpress.

Dibilang sibuk kerja juga tidak, entahlah mungkin saya mulai kehilangan hasrat untuk menulis. Padahal sebenarnya sudah banyak draft judul yang ingin saya tulis, tapi keinginan dan mood untuk nulis seketika hilang saat hendak membuka lembar baru di Microsoft word di komputer.

Wajar sih tidak pernah nulis lagi” kata teman yang lainnya. “Soalnya sekarang ada hobi yang lebih monetize ketimbang nulis di blog” sindirnya.

Saya hanya bisa tersenyum tak bisa memungkiri sindiran teman saya tersebut. Pada kenyataannya hobi baru saya ini memang lebih monetize ketimbang nulis di blog.

Tapi rasanya kurang tepat kalau dibilang hobi, karena banyak diantara orang-orang diluar sana menganggap sebuah hal yang saya sebut hobi ini merupakan pekerjaan utamanya untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.

Jadi, saya yakin bukan karena hobi nge-gojek yang menjadi kendala utama kenapa saya jadi jarang nulis. Karena saya hanya menjalankan pekerjaan sampingan itu disaat libur kerja, dan itupun juga lihat keadaan keluarga juga. Jika anak dan istri minta liburan, yah liburan juga dong.

Lagian, dari kebanyakan artikel yang saya tulis di blog ini, juga saya lakukan sambil kerja di perusahaan kok, jadi nge-gojek bukan sebuah alasan saya mulai jarang nulis lagi di blog ini.

Ataupun karena alasan nulis di blog sudah tidak menghasilkan lagi?

Jujur saja, saya hosting blog ini bukan karena saya berharap mendapat jutaan dolar dari adsense seperti kebanyakan orang. Karena saya sadar siapa saya dan sebagaimana minim kemampuan saya dalam dunia blogger ini.

Saya sewa hosting untuk blog memang sejak awal saya menginginkannya, hanya saja saya ragu disaat awal-awal ngeblog untuk langsung sewa hosting. Selain karena alasan inkonsisten yang pernah saya alami di tahun 2011 dulu, juga rasanya mubadzir aja buang-buang uang untuk sebuah blog, toh pada akhirnya diabaikan lagi.

Maka mulailah saya dengan blog gratisan yang setelah 1 bulan dibuat, kembali saya mengalami writer block lagi. Namun ada beberapa orang yang menyemangati saya untuk terus menulis, disitulah saya mulai konsisten bahkan saya mampu menulis hampir tiap hari.

Rasanya aneh saja, disaat orang yang tidak hobi dengan membaca nekat menulis di blog. Itu seperti seorang yang tidak pernah merasakan ruwetnya dapur, tiba-tiba disuruh jadi koki. Yah hambar lah semua tulisannya.

Terlihat dari kata-kata di blog ini yang standart banget, tidak ada inovasi penulisan yang menarik bahkan banyak typo dan kesalahan penggunaan kata imbuhan, antara yang dipisah amaupun yang digabung.

Tapi biarlah, disitulah uniknya sebuah blog. Tak perlu ada revisi penulisan semacam mengerjakan tugas skripsi maupun sebuah makalah. Apapun kata yang tertulis disitu akan menjadi ciri khas penulisnya. Begitu kan?

Hanya saja, saya memang lagi mengalami writer block yang amat dalam. Hasrat menulis dalam diri saya sedang menurun, hingga disaat saya mencoba untuk memaksa diri untuk menulis, hasilnya pun tulisannya seperti kehilangan jati diri.

Jadi, bukan karena saya memiliki hobi baru yang lebih menggiurkan yang membuat saya inkonsisten dalam menulis di blog. Bukan karena penghasilan blog yang kecil yang membuat saya enggan menulis lagi, karena pada dasarnya saya abai akan hal tersebut.

Mau itu menghasilkan atau tidak, saya ingin terus menghidupkan blog ini semampu saya. Saya ingin mewariskan blog ini suatu saat nanti pada anak-anak saya.

Jadi jika sekarang saya mulai jarang nulis lagi, mungkin saya ingin menimbulkan rasa rindu terlebih dahulu dengan berhenti sejenak untuk menulis. Disaat rasa rindu tersebut sudah tak tertahankan, maka saya akan menulis lagi seperti hari ini.

Yah seperti hari ini.

[AI]

Share This :

19 Replies to “Inkonsisten Dan Monetize Hati”

  1. Kukangen looh mas Nur

    1. Aku tidak quree hahaha, 🤣🤣
      Soalnya sering baca timelinemu di twitter

    2. Lah mas Nur diam-diam aktif baca twitter ternyata -__-

    3. Wait…
      Twitter apa facebook yah aku lihat statusmu itu, hahaha 🤣🤣

  2. Semangat mas, mungkin waktu mas kehilangan hasrat menulis akan mendatangkan tulisan2 yg bombastis…
    Btw memang hal seperti itu sering juga saya rasakan apalagi saya masih baru dibidang ini hehehe sukses terus mas

    1. Wkwkwkw 😂😂

  3. keren mas temanya
    monetize hati
    tapi hati itu lebih tepat jika istilahnya diganti dengan enrich hati
    melalui banyak” ibadah dll
    tapi ya macem” sih cara orang
    harusnya sampeyan seneng loh diperhatiin
    berarti sampeyan punya pembaca setia
    yuk lebih sering nulis lagi….

  4. Write for pleasure, not for the pennies , ya mas. Yang penting keresahan, kecemasan, ide atau gagasan bisa tersalurkan 👏

    1. Eeeyaaa, blog adalah penyalur hasrat 😂😂

  5. Akutu termasuk yg bertanya2 tau bang. Ini abang panutanque kmn, apa mungkin aliran internet ke daerahnya diputus?

    1. Hahaha, iya terputus bentar, kemudian rujuk kembali 😂😂

  6. kok sama mas.. aku udah satu bulan ga update blog.. hhehehe

  7. Saya juga rindu baca blog mas

  8. Gapapaaa mas irwan, kalau suatu saat sudah merasa kangen dengan dunia tulis menulis bisa kembali ke blog lagi. Pada dasarnya kan blog mas irwan merupakan rumah kedua dari mas irwan kan yaa, jadi kapan pun dirasa kembali pasti dia selalu adaa *eaa*
    Semangat terus mas irwan, semoga lancar ya pekerjaan nyaa amin..

    1. Hahaha, iya… Rumah kedua, wkwkwkw

  9. Kalau lagi ga mood cari hiburan mas. Menulis kala bad mood juga bagus. Saya juga dah lama ga apdet blog. Berhubung dikasih amanah lagi sama Allah dengan kelahiran anak kedua. Dipaksain nulis malah jadi aneh bahkan ga puas dengan hasilnya.

    1. Biasanya gitu mas, kalau udah lama gak nulis, rasanya feelnya jadi gak dapet, susah ngutarakan idenya

  10. Hahaha inkonsisten sepertinya memang musuh semua orang ga sih, Mas? :’) Saya pun sedang inkonsisten dalam ngeblog nih, padahal juga ngga ngapa-ngapain idupnya ._.

    1. Hahaha, gak ngapa2in itu kayak gimana feb, wkwkwkw
      Kayak patrick gitu ta, juara tidak melakukan apa2 sehari hari, hahaha

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.