Tak Perlulah Galau  Antara “Hadir” Atau “Tidak” Di Pernikahan Mantan

Beberapa hari ini saya mulai aktif kembali di instagram, saya mulai menghidupkan lagi akun instagram saya yang pernah saya buat. Meskipun saya sendiri tidak begitu paham cara mainnya seperti apa, apalagi saya jarang sekali update status apapun di sebuah media sosial.

Bahkan status di Whatsapp pun jarang saya buat. Sama halnya dengan facebook, Instagram tak ubahnya semacam media promosi blog bagi saya, tak lebih dari itu.

Namun kali ini dengan menginstall aplikasinya di handphone, saya baru menyadari bahwa instagram tak melulu soal melihat foto-foto selebgram semacam dinda firdausa ataupun nissa sabyan dengan baju brandednya.

Tapi saya juga menemukan banyak hal yang sudah lama saya lewatkan. Seperti telatnya saya mengetahui teman blogger obrolin ada yang sudah menikah sebulan yang lalu. Juga perihal mantan yang baru menikah kemarin. eeaaahhh

Oke, saya luruskan kembali, bukan mantan tapi orang yang pernah dekat dengan saya dalam masa kejombloan dulu.

Semenjak saya menghapus aplikasi facebook, nyaris hanya whatsapp saja yang menjadi media saya menemukan informasi. Saya juga mulai jarang membaca timeline teman wordpress dua bulan terakhir ini.

Selain karena hiatus yang setengah-setengah bulan kemarin, juga karena kesibukan dunia nyata yang tak mengizinkan saya untuk sejenak membuka-buka lembaran cerita yang dituliskan teman-teman di wordpress.

Bahkan saya baru mengucapkan selamat pada Agit yang telah menikah bulan September kemarin. Namun kali ini saya tidak ingin terlambat mengucapkan selamat pada orang yang pernah singgah sementara di hati saya, eaaaaahhh 😅😅😅

Meskipun saya telat untuk hadir di pernikahannya (karena tidak diundang), setidaknya saya tetep bisa mengucapkan selamat atas pernikahannya, meskipun itu lewat komentar di instagramnya setelah dia upload foto pernikahannya, hehehe.

Memutuskan Untuk Hadir Atau Tidak

Hadir di pernikahan mantan
Source image by Pixabay.com

Pasti akan ada tekanan batin yang kuat saat hendak menghadiri pernikahan seseorang yang pernah jadi spesial di hati kita. Ada rasa galau antara “hadir” atau “tidak”.

Hadir berarti harus siap mental dalam menghadapi keadaan yang membaperkan. Jika tidak hadir, tentu ada seseorang yang merasa kecewa dengan ketidakhadiran kita dalam acara yang paling spesial dalam hidupnya.

Jika saya sendiri dalam posisi ini, maka saya akan memutuskan untuk “Hadir” dalam acara tersebut.

Bagi saya, hadir dalam acara nikahannya mantan adalah cara termudah untuk mengikhlaskan kenangan masa lalu dan menyambut masa depan yang baru.

Tapi entahlah, lah saya sendiri juga tidak punya mantan ataupun punya hubungan yang cukup dekat hingga memiliki kenangan-kenangan indah yang sulit untuk dilupakan.

Memutuskan tidak hadir juga tidak akan menimbulkan efek apa-apa sih, karena pada dasarnya yang menikah juga sudah move-on duluan.

Mungkin dengan hadirnya kita sebagai sang mantan, akan membuat rasa haru dan bahagia tersendiri di hatinya, karena dengan begitu, kita masih menginginkan i’tikad baik untuk menyambung tali silaturohmi dengan dia sebagai teman.

Ataupun kita tidak bisa hadir karena ada alasan, seperti karena kita tidak mendapat undangan dari dia atau memang jarak yang terlampau jauh untuk datang. Akhirnya dari pada mengorbankan tanggung jawab seperti rutinitas kerjaan, akan lebih baik jika tidak hadir dalam acara pernikahan.

Baca juga : Tips Biar Tidak Baper Saat Menghadiri Pernikahan Teman

Tak Perlu Galau Saat Tidak Bisa Hadir Di Acara Pernikahan Mantan

Tak perlu takut di cap tidak gentle karena tidak bisa hadir dalam acara pernikahan mantan, sebab setiap orang punya hak untuk hadir atau tidak dalam acara tersebut. Namun yang perlu kita ingat bahwa kado terindah dalam sebuah pernikahan mantan adalah doa tulus dan keikhlasan kita untuk kebahagiaannya.

Ketika kita tidak bisa hadir dalam acara pernikahan mantan karena suatu alasan seperti pekerjaan atau jarak yang tak cukup ditempuh dalam 2-4 jam untuk hadir di sana. Maka jangan galau karena alasan tersebut. Karena kita masih bisa hadir dalam setiap kebahagiaannya dengan cara lain. Seperti :

  1. Mengucapkan Selamat Atas Pernikahannya Melalui Media Sosial

Kita sering kehilangan kontak dengan teman karena nomor telepon yang sering ganti-ganti, namun tidak untuk media sosialnya. Meskipun untuk membuat akun media sosial baru itu mudah, namun jarang sekali orang menutup akun media sosial lamanya dan membuat yang baru.

Jadi meskipun kita sudah lost kontak dengan si dia, namun kita tetap bisa mengucapkan “selamat atas pernikahannya” melalui media sosialnya. Kasih tau betapa inginnya kita hadir dalam acara tersebut, namun kenyataan dan realita yang membuat kita tidak sanggup hadir dalam acara bahagia itu.

  1. Mengirimkan Kado Istimewa Lewat Kurir

Kado pernikahan mantan
Source image by Pixabay.com

Rasanya kurang pas kalau hanya mengucapkan selamat saja di media sosial. Setidaknya berilah sebuah kado atau kenang-kenangan unik untuk pernikahan si dia. Tidak perlu hadiah yang mahal, sebab kado istimewa itu berasal dari hati dan bermanfaat bagi yang diberi.

Misalkan saja berikanlah sebuah kado berupa selimut sebagai kenang-kenangan dan tentu akan selalu digunakan oleh mereka saat tidur berdua. Atau sebuah album foto yang pada akhirnya mereka bisa gunakan untuk tempat koleksi foto wedding mereka.

Baca juga : Kado Special Pernikahan Yang ANti Mainstream

  1. Jika Kesulitan Menyiapkan Kado, Cari Saja Secara Online

Jika tidak punya waktu untuk mencari kado yang pas untuk hadiah pernikahan di daerah sekitar, mungkin ada baiknya jika kalian cari kado itu dari jejualan online.

Ini lebih simple, banyak pilihan, tak harus muter-muter dan yang paling penting sudah dibungkus rapi oleh pemilik toko online sebelum dikirim.

Setelah menemukan barang yang cocok, mungkin dengan menambahkan kata-kata dalam secarik kertas sebagai ucapan selamat merupakan kado termanis yang pernah ada. Kalian bisa minta tolong pada penjualnya untuk menuliskan kata-kata yang kalian mau.

  1. Mengunjungi Rumahnya Secara Langsung

Tak ada kata terlambat untuk menyambung silaturohmi. Meskipun kita telat dan tidak bisa hadir dalam acara pesta pernikahan si dia, kita masih bisa kok dengan mengunjungi dirinya di rumahnya dilain kesempatan.

Ini adalah kado terindah yang bisa kita berikan kepadanya sebagai bukti keikhlasan kita dan niatan baik kita untuk tetap menjaga tali silaturohmi dengannya. Hal ini juga merupakan waktu yang tepat untuk mengenal pasangan si dia dan mengucapkan selamat atas pernikahan berdua.

***

Memutuskan hadir atau tidak, dalam acara pernikahan mantan adalah hak kalian. Jika memang itu berat bagi kalian, tidak hadir adalah cara yang tepat untuk menjaga keutuhan hati kalian dan hatinya.

Ataupun dengan mengunakan cara lain seperti yang saya jelaskan diatas. Jika diantara kalian punya cara lain saat menghadapi pernikahan mantan atau cara kalian menyikapi pernikahan mantan, kalian bisa dishare di kolom komentar dan saya sangat senang mendengar cerita kalian.

[AI]

Share This :

One Reply to “Tak Perlulah Galau  Antara “Hadir” Atau “Tidak” Di Pernikahan Mantan”

  1. Mau mantan atau tidak
    Jika pernikahan itu syar’i, tetep harus didatangi sih
    Salah satu hak setiap muslim itu dipenuhi undangannya
    Jangan baper yaaa

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.