Menjadi Seorang Blogger Profesional?

Saya dulu mengira bahwa menjadi seorang blogger profesional itu identik dengan pekerjaan menulis dan bayaran. Seorang blogger yang memiliki bayaran puluhan dollar yang dihasilkan dari blognya adalah gambaran kasar “seorang blogger profesional” versi saya.

Namun akhir-akhir ini pemahaman saya mulai berubah. Semenjak negara api menyerang saya memutuskan untuk menghilang untuk sementara waktu (hiatus yang setengah-setengah), saya menyadari bahwa blogger profesional itu bukan perihal bayaran saja.

Dalam mode hiatus tersebut saya menyadari sesuatu dari membaca blog teman blogger lainnya, dari blog kece punyanya mbak Nina Fajriah, Febri Wicahya dan yang lainnya. Mereka tetap menulis dengan cara mereka karena kesukaan mereka pada dunia blogger.

Saya salut pada mereka-mereka yang sangat jujur dalam menulis dan bisa konsisten dengan gaya bahasa maupun ide-ide tulisannya. Saya mulai iri pada mereka dan malu pada diri sendiri.

Padahal dulu sebelum berpindah hosting sendiri, saya cukup konsisten menulis dengan berbagai topik yang bisa saya tulis. Namun semakin kesini, saya mulai jarang menulis bahkan sempat memutuskan untuk hiatus.

Bahkan selama hiatus, saya menerima beberapa kali conten placement yang pada dasarnya saya hanya mempublish konten yang telah disediakan oleh pihak advertiser tersebut dan mendapat bayaran atas pekerjaan tersebut.

Apakah saya senang?

Tentu, siapa sih yang tidak senang dapat tambahan uang jajan? Namun kesenangan itu tidak lebih hanya kefanaan dan kebohongan saja. Misalnya saja tentang riview wisata tersembunyi di Aceh yang baru-baru ini saya buat.

Sumpah…! ini pembohongan publik banget!

Jangankan ke Aceh, menginjakkan kaki ke Bandar Lampung saja, saya belum pernah, bagaimana saya bisa merivew wisata Aceh?

Sebenarnya berat banget mau publish artikel tersebut, namun bagaimana lagi, saya sudah dibayar sih! 🤣🤣 Dan waktu itu saya lagi hiatus, pikir saya dengan penambahan artikel baru itu sudah lumayan bagus biar blog saya jadi ter-update.

Namun pada akhirnya saya menyesal! Blog saya jadi gado-gado rasa nano-nano.

Bukankah memang blog ini gado-gado yah? Karena yang dibahas tentang banyak hal?

Jangan salah loh, blog ini niche! Nichenya itu tentang diri saya.

Saya sadar bahwa blog ini memang personal banget, namun dengan sudut pandang serta  gaya penulisan yang berkiblat pada pengalaman diri sendiri, tentu itu adalah niche tersendiri bagi saya pribadi, hehehe.

Arti Blogger Profesional Yang Sesungguhnya

Menjadi seorang blogger profesional
Source image : pixabay.com

Menurut Wikipedia, Profesional adalah istilah bagi seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan protokol dan peraturan dalam bidang yang dijalaninya dan menerima gaji sebagai upah atas jasanya.

Namun saya yakin Profesional itu tidak hanya identik dengan bayaran dan upah. Seperti seorang blogger, tidak cukup dikatakan blogger profesional kalau hanya menyangkut bayarannya yang diperoleh dari blog.

Seperti yang saya baca dari artikelnya Febri wicahya tentang 5 cara mudah mendapatkan uang dari internet. Bisa jadi salah satunya mendapatkan bayaran dari blog adalah dengan trik seperti menaruh iklan tersembunyi di tombol download yang harus  skip iklan berkali-kali.

Atau dengan cara membuat blog penipuan uang berhadiah dan melontarkan umpan melalui pesan singkat (SMS) ke puluan ribu nomer acak. Bukan tidak mungkin kan? ada salah satu atau sepuluh dari sekian puluh ribu orang yang termakan sms penipuan tersebut?

Setelah memahami bahwa blogger profesional itu tidak melulu perihal bayaran, namun saya menyadari bahwa menjadi seorang blogger profesional itu harus melalui 4 tahapan, yakni : tahu, mampu, mahir dan menyenangi.

1. Mengetahui Kegiatan Blogger

Tentu sebagai seorang blogger pemula, kita harus tahu dan mengerti apa sih blog itu? Bagaimana cara membuat blog yang baik dan benar? Apa saja yang bisa diisi untuk sebuah blog itu? Dan lain sebagainya. Intinya sebagai blogger pemula, kita harus mempelajari dasar-dasar dari kegiatan ngeblog itu sendiri.

Minimal kita harus paham visi dan misi kita melakukan kegiatan blog ini untuk apa. Sebab visi dan misi adalah alasan kenapa kita tetap bisa mempertahankan keutuhan cinta kita hobi menulis kita di blog. Juga dengan visi dan misi yang jelas, kita bisa merencanakan mau seperti apa pengembangan blog kita dimasa depan.

Saya sendiri mengira bahwa selama ini saya sudah menulis seperti visi dan misi saya diawal ngeblog “Menjadikan blog sebagai prasasti yang bisa dinikmati anak cucu nanti”, namun nyatanya semua itu berubah. Akhir-akhir ini saya terfokus bagaimana cara menghasilkan uang dari blog, hingga akhirnya saya jenuh dan membuat saya malas untuk menulis lagi.

Tidak ada yang salah jika ada tambahan penghasilan dari blog, toh kita juga memakai modal sendiri untuk sewa hosting dan sebagainya. Hanya saja saya sedikit terlena hingga saya kehilangan visi yang sesungguhnya dalam menulis di blog ini.

Dan mulai hari ini, saya ingin membulatkan visi dan misi ngeblog saya kembali dan mulai menulis lagi.

2. Mampu Membuat Blog Lebih Hidup

Untuk menjadi seorang profesional blogger haruslah dimulai dari tahapan mampu. Mampu disini mempunyai level tertentu, jika diibaratkan orang berkendara sepeda motor, mampu bisa dikategorikan menjadi 2 tahapan.

Level pertama adalah Bisa. Semua orang bisa mengendarahi sepeda motor, namun belum tentu bisa sampai tujuan dengan selamat. Bisa saja datangnya lebih lambat bahkan bisa juga nyenggol trotoar atau pengendara lain.

Sama halnya menulis di blog. Semua orang bisa menulis dan mengetik sebuah cerita. Tapi cerita yang seperti apa? Apakah bisa menyentuh pembacanya atau bisa menjadi solusi bagi pembaca?

Meskipun ide ceritanya tentang pengalaman pribadi ataupun curhatan, setidaknya tulisan yang kita buat bisa mengundang simpati bagi pembacanya, tidak melompat keluar jalur yang membuat pembaca binggung dengan alur cerita yang kita buat.

Level kedua adalah terampil.  Sebagai pengendara yang terampil, pasti kita akan tahu kapan waktunya menyalip, kapan waktunya ambil jalur kanan, kapan waktunya berjalan pelan dan kapan waktunya berjalan cepat.

Menulispun sama, seorang blogger terampil akan tahu bagaimana cara membuat artikel tutorial menjadi lebih dipahami. Dengan step by step yang jelas, ditambah info grafik yang mendukung, tentu akan menjadikan artikel tutorial lebih menarik dan mudah dipahami oleh banyak orang.

Sama halnya dengan artikel curhatan, blogger yang terampil akan menghipnotis pembacanya. Jika ceritanya sedih, maka pembacanya juga akan merasakan kepedihan yang sama dan terhanyut dalam sebuah cerita yang kita buat.

Kalau ceritanya tentang keromantisan, minimal mereka yang baca akan berkomentar “baper”, “laper” dan sebagainya hahahaha.

3. Mahir Dalam Mengembangkan Blog

Konten is king - profesional blogger
Source image : pixabay.com

Seorang blogger profesional tentu harus mahir dalam bidang tersebut. Tidak hanya konten, namun segala aspek dalam dunia blogger harus dikuasainya.

Tentu kita pernah mendengar ungkapan “Konten adalah raja”. Namun saya setuju pendapat PanduanIM yang mengatakan bahwa konten memang raja, namun apa hebatnya raja tanpa singgahsana.

Konten yang menarik tentu akan sangat berpengaruh pada performa blog di search engine, namun jika tampilan blognya seperti gubuk, pembaca akan meragukan isi kontennya menarik atau tidak. Semua orang pasti sepakat bahwa blog dengan desain yang menarik akan meningkatkan pembaca untuk membaca isi kontennya.

Jadi pernyataan “Jangan menilai isi dari sampulnya” tidak berlaku bagi sebuah website. Website yang menarik dengan berbagai fitur canggih didalamnya, tentu akan menarik perhatian pembaca apalagi jika website tersebut adalah website penjualan produk.

Sama halnya dengan blog yang memang menyajikan konten. Tidak hanya desain yang harus menarik, tapi pengalaman pengguna seperti mudah dibaca, loadingnya yang cepat, dan bisa dimuat disegala gadget dan browser itu juga harus diperhatikan.

4. Menyenangi Kegiatan Blogger Sebagai Passion

Akhirnya saya mengerti blogger profesional itu bukan tentang bayaran saja, seperti ulasan lengkap dari blognya Grace Melia yang memaparkan bagaimana sih menjadi seorang blogger dengan passionnya.

“Passion adalah sesuatu yang bikin kita excited dan motivated. Walau waktu nya mepet, kita bakal sempet-sempetin gimana pun cara nya. Saat ada difficulties, kita bukan nya yang jadi down lalu malas atau nyerah, tapi kita bakal tertantang untuk menaklukan kesulitan itu. Passion juga bisa ngeboost semangat untuk bikin target atau inovasi baru. Otak rasanya muter terus, tapi anehnya nggak bikin capek, justru antusias. Dan ketika tantangan teratasi dan target terpenuhi, rasanya puas as as as as af.” Qoute di diari mami ubii – Grace melia

Rasanya seperti di tampar!

Saya yang sempet ngaku bahwa rutinitas ngeblog saya adalah passion, ternyata saya hanya bersembunyi dibalik kata-kata itu. Pada kenyataannya saya masih belum mampu menjadikan rutinitas ngeblog itu adalah passion, karena saya sendiri sering lalai bahkan semua itu saya lakukan ujung-ujungnya juga perihal bayaran, hehehehe.

Maklum, sebagai ayah dan suami yang berkewajiban mencukupi kebutuhan keluarga, saya mencoba melakukan berbagai hal. Selain rutinitas kerjaan kantor, juga mencoba peruntungan sebagai blogger, saya juga menyempatkan diri terjun menjadi tukang ojek online untuk tambah-tambah uang jajan.

Lagi-lagi uang yak! Hahahahaha 🤣🤣🤣🤣

Tapi rasanya bukan seperti itu, saya menikmati kok pekerjaan sebagai tukang ojek online. Dan rasanya, perasaan seperti itu lah yang hilang pada diri saya sebagai seorang blogger.

Saya sempat menikmati senangnya menulis di blog, hingga akhirnya saya kehilangan perasaan itu. Mungkin karena alasan tersebut saya mulai jarang nulis dan mencoba untuk hiatus untuk beberapa waktu.

Saya ingin menumbuhkannya lagi dan mencoba untuk menyenangi kegiatan ngeblog sebagai passion seperti mbak Grace melia. Dia beranggapan bahwa, jika kegiatan ngeblog merupakan passion, maka kita akan selalu excited dan nyempet-nyempetin untuk melakukannya meskipun harus lembur. Mau capek atau mau tidak ada waktu sebagaimanapun, kita pasti bakal cari celah untuk menyelesaikan passion tersebut.

So, apa kabar blog kalian saat ini? Sudah sampai level berapa? Sudah mampu kah? atau sudah mahir?

Setidaknya, ayo kita sama-sama tumbuhkan hal tersebut dari mau belajar menjadi lebih baik lagi serta menyenangi passion seorang blogger yang jarang dimiliki oleh kebanyakan orang ini.

Akhir kata…

I’m come back 💪💪

[AI]

Share This :

23 Replies to “Menjadi Seorang Blogger Profesional?”

  1. hai mas Nur Ir, selamat datang lagi di dunia ngeblog.

    Persis apa yang kualami kemarin mas Nur, gegara 3 endors, jadi ada sdkit trouble di blog q. 😢 *kapok, q ga mau endors lagi.

    So far, q cm jadiin blog q sebagai referensi tulisan, q ga akan jadiin blog q sbg ajang mncari uang.

    Tp kl nulis curhat, kyknya udah ga mgkn mas Nur Ir, krn q bukan si Cinta1668 yang patah hati lagi. 😅

    Ke dpannya blog q akan kugunakan mnulis sesuatu yg brmanfaat sprti, permintaan atasan buat iklanin websitenya, atau prmintaan mantan wali murid q ttg tip belajar mnulis artikel saja. Q ga akan jadikan blog q berbayar, insya Allah. 😊

    Krn memang, blogger beda sma website, beda banget cara mnulis artikel dg bahasa blogger.

    Yuk saling mendoakan, smoga mas Nur, smua blogger, dan aku jg bs konsisten menjadikan blog hobby, bukan bayaran. Aamiin.

    1. gak apa cinta, curhat kadang lebih bermanfaat juga kok…
      Aamiin

    2. hihi, curhatnya sama Allah aja mas Nur Ir.

      Aamiin Ya Robb 😇

  2. Mas saya tersentuh banget baca tulisan mas, sebagai pemula yg baru nulis blog saya pengen nulis apa yg saya pikirin apa yg saya suka tapi beberapa kali kepikiran juga pengen banget bisa punya tulisan blog yg dibayar tapi saya pikir2 apa tujuan saya bikin blog untuk itu? Kenyataannya ada yg baca aja udh seneng bangetttt mungkin dibayar itu bonus…

    Kalau saya kayaknya nulis blog masih angin-anginan belum jadi passion, soalnya saya belum sampe yang nyempetin waktu u.u

    1. sama kok, aku juga masih angin-anginan..
      tapi aku ingin belajar konsisten, minimal 1 post lah seminggu, hahahaha

  3. Negara api? Gak mungkin lah, hokage ke 7 tidak akan mungkin menyerang siapapun karena ia mencintai kedamaian

  4. Welcome back bradeeeeer! hahahaha…
    u’re not alone kok menghadapi gimana passion yang tak sejalan dengan keadaan *sotoybangetluraya!*. Tapi percayalah, setiap orang punya titik jenuh. Dan mungkin kisanak sedang berada di titik itu.

    eh ngurumpi yuuuk..
    *seduh kopi tanpa sianida*
    Btw saya pun sepemikiran dengan kisanak. Tidak mudah loh istiqomah menjadi profesional blogger kecuali kisanak memang mempunyai waktu luang. Maksud saya tidak terbentur dengan pekerjaan primer yang menjadi tanggung jawab kisanak dunia dan akhirat.
    Ngeblog itu ada tanggung jawabnya juga loh!
    Ketika pembaca tulisan kita yang dinilai berfaedah, insyaallah akan menjadi catatan amal kita karena menebar kebaikan lewat tulisan*ciyeeeeeeehiburayalagimellow*.
    Olehnya berhati-hatilah dalam memilih job 😉

    1. hahahaha..
      makasih mbak atas sarannya..aku akan hati-hati mulai sekarang memilih jalan ninja

  5. Selamat datang kembali, ma lord 😀

    Dirimu, bukannya sudah masuk ke blogger profesional yaaaaa mas? Entah juga sih, kalau menurut saya pribadi, profesional diukur darimana (terlepas dari beberapa point yang mas sampaikan di atas tentunya) ._.

    Kalau saya pribadi tetep mencoba untuk menulis semengalir yang saya bisa sih. Pengennya sih, bikin orang-orang yang kelak baca tulisan saya meskipun itu bukan dari blog saya, bisa bilang : ‘wah, ini kok tulisannya febri banget sih ya?’ gitu. Meskipun… YA SULIT AMAT UNTUK MENCAPAI KESITU WKWKWKW.

    Saya juga kalau misal dapet tawaran content placement yang disuruh langsung posting, kadang saya edit dulu biar bisa menyesuaikan tulisannya ala saya. Kwkwkw yah, begitulah hidup ya mas ya *Lah wkwk 😀

    Mantap, ayooook ngeblog teruuus uwuuw 😀

    1. entahlah feb, itu cuma judul mengada-ngada, sebenanrya cuma pengen curhat kalau aku kembali lagi gitu, hahaha

      ok, lain kali akan aku edit semua job yang masuk

  6. Selamat datang kembali mas Ir..Saya pribadi menjadikan blog saya sebagai tempat knowledge management dan berbagi pengalaman kepada orang lain, saya tidak menjadikan blog saya komersil karena nanti jauh dari tujuan awal saya untuk sharing ilmu pengetahuan dan tampilan blog masih sederhana sejak pertama membuatnya. Saya mengikuti bloger senior seperti bapak Budi Raharjo yang konsisten menulis sampai sekarang dan berbagi inspirasi lewat blognya.

    Meskipun bukan blog untuk mencari uang tetapi jumlah pengunjung alhamdulillah terus bertambah seperti beberapa bulan ini jumlah pengunjung tiap harinya di atas 7 ribuan pembaca. Pembaca adalah penyemangat untuk terus menulis konten di blog.

    1. Luar biasa mas, sangat menginspirasi banget..
      terima kasih masukannya

  7. kalo aku sih makna profesional itu ya sering update aja
    mau gado” kek, enggak kek
    yang penting jangan sia”kan follower kita

    1. Saya setuu untuk yang ini 🙂

  8. Gado-gado rasa nano-nano itu kayak blogku. Hahaha

    Masalah kehilangan semangat menulis ini kyaknya menyerang banyak orang deh. Termasuk aku. 🙁 apa ini termasuk penyakit menular ya. Hmm

    1. iya, mbk ikha yang pertama menularkan virus itu, hiks

    2. Kok aku siih 😢😢😢

    3. #mencari kambing hitam 🤭🤭🤭

    4. Kambing hitam tu ada di lapangan rumput. Bukan di sini. 😛

  9. hai mas Nur, salam jumpa lagi ya. Mudah2an masih inget aku.
    Aku juga baru aja comeback di blog pribadi. Dari maret vakum. Bukan karena ada seranga dari negara api. Tp karena penyakit kambuh ( penyakit malas ) dan ada target2 duniawi yg minta dijadiin alasan utk berhenti menulis.
    hehe…. selamat berkarya kembali ya mas.
    salam

  10. Hiyaaaa… Eh akupun sempat vakum waktu 9 bulan hamil kemaren lho mas, karena pas hamil susah mikire 🤭 tapi Alhamdulillah malah terbantu sama artikel placement dan artikel bayaran yg tetep kudu tayang jadi blog tetap terisi. Tapi ga semua tawaran menulis berbayar atau placement aku sikat juga. Kalau ga sesuai sama tema2 tulisan di Bonadapa aku tolak juga. Apalagi kalau mintak placement tapi cuma bayar sratus ribu mah gamau akooh 😂

    Nah kalau blogger professional menurut aku, entah blognya menerima tulisan berbayar atau tidak – adalah blogger yang niat utama pertama kali dalam ngeblog karena dia Suka Menulis. Ya kalau kesini-sininya terima tulisan berbayar yg sesuai dengan tema blog apa salahnya tho, Alhamdulillah namanya rejeki yekan masak ditolak. Hanya jangan dijadikan tujuan utama, kayak yang ‘gue kayagnya kalau ga dibayar ga akan nulis ah’. Atau isi blog semuanya tulisan berbayar entah berupa placement arau review produk. Karena pembaca juga jadi ga nyaman. Ini catatan buat aku juga sih.

    Penadiri udah oks banget kok, aku juga sering mampir sini. Semangat lagi nulisnya Mas, tetap konsisten. Pasang iket kepala sambil bilang THIS IS SPARTAAAA!
    Sekian terima kasih, dan maap komennya kepanjangan 😂

    1. Hehehe, gak apa mbak, biar kepanjangan juga..
      ini juga jadi bahan pertimbangan sekaligus semangat baru aku untuk mulai nulis lagi..
      makasih

  11. sepertinya banyak blogger yang pernah merasakan galau dengan tujuan blog-nya deh, termasuk saya, hehehe. saya awalnya bikin blog untuk menyimpan cerita fiksi, eh lama-lama isinya malah jadi curhat personal. tapi setelah dipikir-pikir lagi, nggak apa-apa curhat personal selama ada sesuatu yang bermanfaat yang bisa dibagi. malah kadang yang kayak gitu lebih relate dengan kehidupan pembaca. karena saya sendiri pun suka dengan tulisan-tulisan personal di blog, termasuk tulisan ini 🙂

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.