XIAOMI MI BAND 2 : Awalnya Iseng, Sekarang Bersyukur Sudah Beli

Kadang takdir yang saya jalani sekarang berawal dari keisengan saya akan sesuatu. Misalnya saja tentang menikahi istri. #eh…. hahaha

Berawal saya iseng masuk dalam kehidupan istri yang pada waktu itu dia sedang LDR-an dengan mantan pacarnya. Seiring kedekatan itu, saya justru jatuh hati pada dia dan berhasil menyingkirkan mantan pacarnya dari masa depan istri, hahahahaha.

Tapi bukan berarti dengan menyingkirkan mantan pacarnya, saya bisa langsung bahagia, nyatanya saya justru terluka berkali-kali olehnya. Namun pada akhirnya kesabaran adalah kunci untuk memenangkan hatinya.

Yes, dia menerima saya, eh lebih tepatnya dia menerima pinangan yang saya ucapkan saat berkunjung ke sebuah telaga. Dan saat itu saya juga iseng mengucapkannya. Pikir saya, dia selalu menolak saat saya mengutarakan perasaan saya, mungkin hasilnya akan beda jika saya mengucapkan “kupinang kau dengan Bismillah”.

Dan hasilnya, saya binggung saat dia menerimanya. Di satu sisi saya juga belum menyiapkan apa-apa untuk masa depan saya. Dan satu sisi, saya juga belum yakin bisa jadi imam yang baik untuknya. Ah masa bodoh, yang penting NIKAH, wkwkwkw.

Tapi yang nggak segitunya juga, Menikah itu tentang sebuah pilihan untuk menjalani dan bertanggung jawab.

Ok, back to topic

Sebenarnya dipostingan kali ini, saya ingin membahas sesuatu yang kecil, item, imut dan bermanfaat banget, XIAOMI MI BAND 2. #eh ini bukan artikel berbayar yah, ini murni karena saya kehabisan ide ingin menulis saja.

Awalnya saya membeli XIAOMI MI BAND 2 ini karena ingin pamer terbujuk oleh teman saya. Dia menunjukkan berbagai kelebihan dari gelang smartband ini kepada saya. Salah satunya adalah penghitung detak jantung serta penghitung langkah kaki.

Tapi dengan manfaat itu, saya masih tidak tertarik untuk membelinya. Dari tampilannya juga tidak semenarik AppleWatch. Ya iyalah, secara harga juga jauh banget yak.

Terus kembali keisengan saya berlanjut, dengan iseng-iseng lirik harga Smartband di berbagai marketplace terkenal di Indonesia. Hingga akhirnya bertemu dengan diskon 50% yang membuat hati saya tergerak untuk menekan tombol “Beli Sekarang”.

Sedikit menyesal sih waktu itu, kenapa saya membelinya. Tak bisakah saya membatalkan pesanan tersebut. Namun pada akhirnya saat barang itu datang, penyesalan saya jadi semakin menjadi-jadi. Sebab saya membeli barang tersebut tanpa bertanya kepada istri, jadi Istri iri mau minta dibelikan sesuatu juga, agar impas.

Yang awalnya iseng dan agak menyesal, justru sekarang saya bersyukur sudah membeli MI Band ini. Karena ada beberapa manfaat yang saya rasakan dalam menjalani aktifitas sehari-hari, seperti :

Baca Juga :  Galau Itu Indah Pada Waktunya

Penyentera Notifikasi Aplikasi

Selama tiga bulan pemakaian, saya tidak pernah mengaktifkan fitur penghitung denyut jantung atau penghitung langkah. Padahal kegunaan utama Smartband adalah untuk kesehatan penggunanya, dengan mengingatkan akan detak jantung atau pengingat tentang “sudah melakukan beberapa langkah untuk hari ini?”.

Saya justru  mematikan fitur tersebut dan lebih menfokuskan fitur smartband sebagai media penyentera notifikasi aplikasi di Smartphone yang saya pakai. Kebetulan juga smartphone dan smartband yang saya pakai satu merk brand, jadi singkronisasinya via bluetooth cukup mudah.

Saya merasa sangat terbantu dengan adanya fitur ini, seperti disaat saya berada di kantor ataupun sedang santai di rumah. Disaat ada pesan chat masuk, saya akan mendapatkan pemberitahuan dari smartband ini, jadi saya tidak harus selalu memegang smartphone. Cukup tau ada notif dari smartband, baru saya akan menghampiri smartphone saya untuk mengecek pesan yang masuk.

Terlebih lagi saat saya sedang menjadi tukang ojek online, Notif smartband jauh lebih efektif dari pada alarm dari smartphone itu sendiri.

Kebanyakan tukang ojol menaruh smartphonenya di holder agar saat ada orderan masuk, mereka akan cepat tahu. Tapi resikonya handphone bisa saja jatuh saat berkendara di jalan.

Alternatif lain adalah dengan memasang earphone di telinga, namun kalau bagi saya, memasang earphone kemudian memakai helm itu seperti ada rasa kurang nyaman di telinga. Karena kita memakainya tidak 15 menit-30 menit, bisa jadi berjam-jam.

Dengan adanya smartband yang saya pakai, saya selalu menaruh smartphone saya dalam tas. Saya tak pernah khawatir ketinggalan orderan yang masuk, karena saya akan selalu mendapatkan notif berupa getaran pada pergelangan tangan saya. Tinggal saya cek notif dari aplikasi apa yang masuk dengan melihat gambar logo pada smartband.

Jika chat dari Whatsapp atau Telegram, terkadang saya abaikan jika berada di perjalanan, namun jika telepon atau orderan Ojek Online yang masuk, maka buru-buru saya menepi untuk membuka smartphone dalam tas.

Pengingat Dengan Alarm Yang Efektif

Saya selalu menaruh smartphone jauh-jauh saat saya tidur, sebab saya tidak ingin kejadian yang dulu kembali terulang pada saya. Jika dokter tak mampu menemukan kendala kenapa saya bisa buta waktu itu, namun pembimbing saya menjelaskan dengan detail apa penyebab saya tidak bisa melihat, yakni karena radiasi handphone.

Sukar untuk dinalar oleh akal, namun metode penyembuhannya juga terbukti ampuh. Dari puasa mematikan semua alat yang mengandung radiasi di rumah selama beberapa hari, juga beberapa  metode obat herbal untuk penguatan dan pengembalian saraf mata. Namun semua itu tak akan berhasil jika tanpa izin-Nya. Yah, segala sesuatu adalah berkat kehendak-Nya.

Baca Juga :  7 Hal Penting Menjadi Ayah Keren Di Zaman Now

Sejak saat itu, saya sudah tak pernah menaruh smartphone dekat saya saat saya tidur. Namun masalahnya, alarm waktu bangun terkadang tidak terdengar oleh saya karena letak smartphone berada di luar kamar saya. Dan Smartband ini hadir menjadi alarm yang sangat efektif.

Efektifnya gini, anggap saja saya ingin alarm jam sekian untuk bangun dan tidak ada orang lain (istri dan anggota keluarga lain) yang kebangun gara-gara kegaduhan bunyi alarm. Smartband hadir dengan silent alarm, namun getarannya cukup kuat untuk membangunkan singa yang tertidur, eaaahh.

Tapi kan smartband juga ada radiasi bluetoothnya bang?

Nah, fitur singkronisasi bluetooth, hanya saya aktifkan ketika saya ingin mendapat notif dari aplikasi di smartphone saya.

Nah untuk alarm, saya cukup set pada aplikasi MI Fit saat singkron dan menentukan alarm dipasang jam berapa. Sedangkan saat saya tidur, koneksi bluetooth akan saya putus dan set alarm itu otomatis sudah tersimpan di smartband meskipun tidak terkonek dengan smartphone.

Jadi, aman kok dari radiasi.

Karena Sudah Terbiasa Memakai, Jadi Makin Suka

Untuk manfaatnya, mungkin cukup dengan 2 poin di atas. Sejak masih single dulu, saya tak pernah percaya diri memakai accesoris pada lengan saya, entah itu jam, gelang anak muda, ataupun tasbih (biar dikira pria sholeh).  

Tangan saya selalu polos tanpa ada accesoris pendukung biar terlihat lebih tampan, karena saya yakin ketampanan itu berasal dari mata hati wanita yang memandang, eaaahhh..

Dulu saya pernah dibelikan jam tangan oleh istri, namun saya cuma memakainya dalam hitungan minggu saja, setelah itu jam tangan itu jadi barang koleksi yang tersimpan di atas lemari, berdebu hingga tak berdetak lagi.

Memakai smartband juga begitu, saya merasa risih saat pertama kali memakainya, seperti ada beban di pergelangan tangan kiri saya. Namun lama kelamaan saya jadi makin terbiasa dan makin suka.

Karena saya tak pernah memakai jam tangan, jadi saya kudet banget. Awalnya memakai smartband ini, saya selalu melepas smartband saat saya wudhu. Namun setelah mengetahui kalau smartband ini water resistance (tahan air) jadi saya tetap memakainya meskipun sedang berenang.

Selain itu, saya suka banget karena baterainya tahan lama, mengisinya tidak butuh berjam-jam, namun pengunaannya bisa sampai 2 minggu.

***

Awalnya memang iseng untuk membeli Xiaomi Mi Band 2 ini, namun setelah pemakaian beberapa bulan, saya jadi makin suka bahkan bersyukur telah iseng membelinya dulu. Sama seperti iseng meminang istri dulu, setelah pemakaian beberapa bulan, eh, hahahaha abaikan yang ini

Kalau kalian, punya smartband tidak? Jika punya, seberapa penting dan bermanfaat smartband itu pada aktifitas harian kalian? Yuk share di sini

[AI]

Advertisements
Share This :

10 Replies to “XIAOMI MI BAND 2 : Awalnya Iseng, Sekarang Bersyukur Sudah Beli”

  1. deadyrizky says: Balas

    lha
    njenengan ini masih jadi driver ojol?

    1. Sampingan pak, cuma iseng aja, hehehe

  2. Aku ga punya, suami punya. Kalau ibu rumah tangga rasanya ga terlalu urgent juga, karena kan di rumah saja. Tapi baca ini aku jadi ngerti kenapa suami selalu pakai jam ini ketika ngantor. Jam yang lain jadi dicuekin wkwkwk 🙂

    1. Ah benarkah, aku kira hanya aku saja , hehehe
      Memang laki-laki yang udah punya istri terkesan cuek, terlebih perihal notifikasi di hp. Apalagi kalau sedang sibuk di kantor..
      Istri aja kadang sebel saat aku balas chatnya sewaktu mau pulang kerja, padahal dia ngechat dari pagi 😂😂

  3. Wkwk isteri pernah protes gegara jam analog pemberiannya diduakan sama smartband ini hehe

    Smartband punya saya versi adiknya ini kang, notif WA/telp bisa langsung dibaca, meski gak bisa balas. Tapi kl mw update, mending nunggu yang 4 aja katanya bentar lagi muncul…

    1. Hahahah, kalau untuk update, kayaknya enggak bang.
      Kan belinya juga iseng, bertepatan dg promo juga…

  4. Aku punya tapi kenapa jam sama semua fitur di led nya gak keliatan ya bang…apa rusak ya ko gelap aja layar led nya

    1. Yah ndak tau, kalau semua gak nyala, trus fungsinya apa dong

    2. Berti emng rusak dari conternya y.masak nyalanya redup bgt

  5. Wah jadi kepengen beli, soalnya saya juga sudah ngelirik mi band ini dari lamaa banget cuma masih ragu aja gitu sama fungsinya apakah benar-benar efektif ketika dipakai di real life nya hahaha. Saya penasaran dengan mi band 3 juga sih soalnya layarnya lebih besar kalau tidak salahh. Tapi mi band 2 juga bagus… jadi bingung XD

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.