Tak Perlu Iri, Setiap Kita Memiliki Peran Bagi Kehidupan Masing-Masing

Aku dulu merupakan typikal orang yang tidak peduli dengan urusan orang lain, selama mereka tidak mengangguku, aku akan baik-baik saja. Entah mereka hidup sebagai malaikat maupun penjahat di depanku, pokoknya mereka tidak menggangguku, aku tak peduli.

Di sisi lain, aku suka mempelajari karakter manusia. Karena menurutku, dengan mengerti karakter mereka, aku bisa menjadi teman baik bagi mereka. Mungkin karena hal tersebut, aku sering memberi penilaian tentang karakter orang lain hanya berdasar sudut pandang pribadi.

Memberi penilaian itu bukan berarti aku menggunjing dan nge-gosip tentang orang lain, penilaian atas orang lain ini hanya sebatas apa yang aku pikirkan tentang orang tersebut. Karena kelihaianku menilai orang lain inilah, sering sekali aku meremehkan kemampuan orang lain. Padahal aku tak tau sedikitpun tentang orang tersebut.

Seperti saat dulu aku beranggapan bahwa banyak anak yang broken home lebih sering merusak diri sendiri untuk meluapkan kekecewaannya. Dan saya sedikit meremehkan atas sikap mereka sebagai tindakan bodoh dan childish banget.

Namun pada akhirnya aku sadar bahwa berada dalam lingkungan seperti itu, ternyata memang tidak semudah yang aku bayangkan. Bukan masalah iman dan keyakinannya yang lemah yang membuat mereka jadi seperti itu, namun ini perihal rasa yang tidak semua orang bisa kuat menghadapi kenyataan yang terjadi.

Sama halnya saat berkunjung ke rumah duka, ada keluarga yang menangis sekencang-kencangnya menangisi kepergian salah satu keluarganya. Namun ada juga yang tegar dan tetap “slow” dengan keadaan seperti itu.

Dulu aku sering beranggapan bahwa orang yang sedang meratapi kematian seseorang dengan tangisan itu cengeng banget. Sering aku mencibir dalam hati

kenapa tidak diikhlasin saja sih, bukankah hidup ini sudah suratan, takdir kematian seseorang kan sudah pasti?.

Namun pada akhirnya aku mulai mengerti bahwa ditinggal seseorang yang sangat dekat dengan kita itu memang berat.

Baca Juga :  Persyaratan dan Manfaat Donor Darah Bagi Kesehatan

Meskipun kita mencoba untuk bahagia, namun rasanya kehilangan itu tidak memudar begitu saja. ketika kita mulai teringat, rasa sakit itu masih terasa sama seperti saat pertama kali kehilangannya.

Bukankah Kita Hidup Sudah Diberikan Peran Masing-Masing?

Jangan salahkan hujan telah membasahi tubuh kita,

Jangan salahkan matahari yang teriknya cukup menyengat,

Dan jangan salahkan malam yang membuat kita tidak bisa bergerak bebas karena kegelapan.

Tidak ada yang patut disalahkan, tidak ada yang patut dikeluhkan dan tidak ada yang patut untuk dibandingkan. Setiap makhluk di dunia ini memiliki tugas dan peran masing-masing.

Akhir-akhir ini saya menyadari, bahwa setiap kita, mengemban peran sendiri-sendiri atas kehidupan kita masing-masing. Baik dan keburukan seseorang, seharusnya tak perlu kita ikut campur di dalamnya, apalagi men-judge bahwa orang tersebut buruk bagi kita.

Seperti prasangka saya terhadap seseorang yang saya rasa sangat menyebalkan, bahkan dulu saya heran kenapa ada orang se-menyebalkan dia. Sering sekali saya memberontak dan hampir memusuhi dia secara diam-diam.

Namun pada akhirnya, setelah kenal lebih lama. Saya sadar dia adalah wanita karier yang sudah mempunyai 2 anak, tiap hari berangkat pagi-pagi dengan menyiapkan semua kebutuhan keluarganya. Kebetulan suaminya agak gimana gitu, kurang kompeten menurut saya.

Saya mulai paham bahwa sikapnya selama ini mungkin dipicu oleh beban yang selama ini dia pikul. Mau tidak mau, beban tersebut mempengaruhi sikapnya. Terkadang biasa saja, namun terkadang jadi sangat menyebalkan dan cerewetnya minta ampun.

Mungkin memang benar bahwa setiap kejadian pasti ada alasannya. Maka dari itu, sedikit demi sedikit, saya  akan berusaha untuk tidak semudah itu memberi penilaian terhadap seseorang.

Bukankah kita sedang berjuang?

Berjuang menjalani peran masing-masing sebagai makhluk Tuhan.

Baca Juga :  Pengen Pintar inilah Metode Belajar Yang Efektif dan Efesien

Iri Yang Tak Lagi Perlu

Faktanya, kita memang makhluk yang sangat mudah merasakan iri dan minder akan diri sendiri. Seakan orang disekitar kita diselimuti oleh kesempurnaan, sedangkan kita mulai membanding-bandingkan serta mendambakan kesempurnaan seperti itu.

Bukankah hal seperti itu sering terjadi pada diri kita?

Saya sih iya, terkadang sih, hehehehe #membela diri

Namun, pernahkah kita menyadari bahwa yang terlihat sempurna di mata kita, belum tentu itu sesempurna yang kita bayangkan. Misalnya saja melihat seseorang yang mempunyai pekerjaan yang mapan dengan gaji yang lumayan besar.

Kita tidak pernah tahu hidup orang lain. Terlalu dini menilai dia yang hidupnya terlihat sempurna dengan gaji yang besar pasti lebih bahagia. Padahal banyak sekali tekanan-tekanan dalam pekerjaannya. Dia sering tidur larut malam, makan tidak teratur dan sering stress dengan rutinitasnya.

Bahkan dia sebenarnya sangat iri dengan kehidupan kita sekarang. Meskipun gaji pas-pasan, namun pekerjaan itu dilakukan atas dasar passion. Sedangkan dia ingin sekali mengikuti passionnya, namun dia tidak punya nyali untuk mencobanya.

Jadi berhentilah untuk membandingkan kehidupan orang lain yang tampak sempurna di mata kita. Karena level bahagia seseorang tidak bisa dinilai hanya dengan melihat dia tertawa.

Setiap kondisi mempunyai peran yang berbeda-beda. Jika si kaya beramal dengan hartanya, maka si miskin pun bisa beramal dengan kesabaran dan keikhlasan menjalani kehidupannya. 

Sebuah peran yang saat ini kita jalani, tidak dimaksudkan agar kita merasa lebih baik dari peran yang lain. Sebagaimana bulan yang tak pernah iri kepada matahari, karena setiap kejadian mempunyai alasan dan peran masing-masing bagi kehidupan.

[AI]

Advertisements
Share This :

3 Replies to “Tak Perlu Iri, Setiap Kita Memiliki Peran Bagi Kehidupan Masing-Masing”

  1. Intinya bersyukur ya mas dengan apapun yang kita miliki.

    Izin screnshot paragraf terakhir ya mas.

  2. Lagu nya nike ardila.. dunia panggung sandiwara, punya peranan masing masing.

  3. Luar biasa tulisannya mas… sebagian besar kita memang terlalu sering membandingkan hidup kita dengan orang lain… pahal kita tidak tahu entah apa saja yang sudah dilakukannya di luar penglihatan kita,,.

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.