Cari Jodoh Online? Perlukah?

Cari jodoh online? Kedengarannya ini seperti solusi mencari pasangan di zaman milenial. Berawal dari pertemuan dunia maya, kemudian bertemu di dunia nyata, saling mencintai dan akhirnya memutuskan untuk menikah.

Pernah dengar Natta Reza dan Wardah Maulina? Kalau belum tau, coba deh di search di youtube ataupun mesin pencari.

Itu adalah salah satu contoh pasangan yang dipertemukan dari sosial media. Berawal dari “like status”, lihat profil dan biodata, kemudian penasaran dan melakukan direct message, ketemuan dengan keluarga sekaligus khitbah dan akhirnya menikah.

Semudah itu yah mendapatkan jodoh?

Terus, Perlukah cari jodoh online di zaman serba milenial ini?

Teknologi internet memang dapat mempermudah dan mempercepat suatu pekerjaan.  Misalnya saja perihal ingin membeli sesuatu barang. Kalian tak perlu repot-repot pergi keliling mall hanya untuk membeli sepasang kaos kaki. Karena di marketplace online sudah banyak piihan apalagi ada voucer gratis ongkir.

Membeli makanan dan snack juga sama, tinggal buka aplikasi Gojek atau Grab, cari makanan yang disuka, pesan deh. Dan beberapa menit kemudian driver membawa makanan yang terbungkus rapi dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya berharap dapat tips tambahan dari kalian, hehehe.

Kalau cari jodoh online? Bisakah semudah itu?

Memang terbilang mudah, misalnya cari jodoh online ini melalui situs jodoh online atau aplikasi cari jodoh. Kalian tak perlu datang ke berbagai acara untuk mencari sepasang calon idaman hati, ataupun tak perlu meminta teman untuk mengenalkan seseorang kepada kalian.

Sebab melalui situs atau aplikasi tersebut, kalian bisa dengan mudah mencari dan meneliti siapa yang tepat untuk kalian temui nantinya melalui biodata dan profilnya.

Kalian bisa chat dia secara langsung tanpa harus meminta atau mendapatkan nomor kontaknya, karena sudah tersedia layanan mesengger seperti di media sosial semacam facebook dan Line.

Namun taukah kalian bahwa menurut para ahli Psychological Science di Amerika Serikat, usaha cari jodoh melalui dunia online ini sebenarnya buang-buang waktu saja.

Para ahli mencari tahu bagaimana situs jodoh atau aplikasi jodoh ini bekerja. Yang mana tingkat kecocokan pasangan diperoleh dari kecocokan peserta dalam mengisi kuesioner profil dirinya saat pertama kali mendaftar.

Baca Juga :  Kenalin Blog Baruku ^_^

Kemudian aplikasi atau situs jodoh mulai mengelola data dan mencocokkan data peserta dengan algoritma tertentu. Semisal mencocokan data antara kuesioner profil dengan kuesioner tentang pasangan ideal versi peserta.

Lantas, dari kecocokan melalui aplikasi atau situs jodoh, kemudian berlanjut membangun chemistry melalui chat maupun pertemuan secara real.

Dan hasilnya, banyak diantara peserta yang melakukan dating, tidak merasa cocok dengan pasangan yang baru mereka temui melalui situs atau aplikasi cari jodoh.

Pada kenyataannya, cari jodoh online tidak semudah klik tombol di internet.

Menemukan seseorang di dunia maya memang mudah, kita tertarik dengan foto profilnya, kemudian klik “add friend” atau “follow”, kemudian pihak dia merespon dan terjadi saling chat. Namun tidak untuk mencari pasangan, kontennya cukup berbeda.

Mencari teman untuk sekedar menemai chat saat di dunia maya dengan mencari pasangan yang hendak dinikahi seumur hidup, itu beda banget. Kecocokan tidak ditentukan algoritma aplikasi jodoh, melainkan kecocokan tersebut berasal dari  diri kita sendiri.

Perlu pertemuan fisik untuk saling mengenal, membangun emosi, serta menilai perasaan dan karekter masing-masing. Jangan hanya berharap dengan situs atau aplikasi jodoh dapat mendatangkan jodoh yang ideal buat kalian, itu tidak realistis..

Sah-sah saja menggunakan layanan situs jodoh atau aplikasi jodoh, sebab layanan aplikasi jodoh memang memberi ruang dan menawarkan banyak pilihan calon pasangan.

Namun taukah kalian bahwa semakin banyak pilihan berarti kalian juga harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk sekedar mencari dan mengenal orang-orang ini satu persatu. ironi bukan?

Situs Atau Aplikasi Cari Jodoh Itu Hanya Sebuah Jalan Alternatif

Intinya, tak penting bagaimana jodoh ini dicari atau ditemukan, sebab setiap individu akan menemui jalan jodohnya masing-masing. Baik itu bertemu di dunia nyata maupun pertemuan mereka diawali melalui drama dunia maya.

Yang paling penting adalah seberapa siap kalian menyikapinya ketika jodoh sudah di depan mata.

Ah jadi ingat kisal Natta Reza dan Wardah Maulina lagi deh. Coba deh cek video kisah mereka yang dikemas menjadi sebuah lagu, eits jangan baper yah..

Natta dan Wardah merupakan salah satu diantara banyak pasangan yang dipertemukan melalui media sosial pada awalnya. Media sosial hanyalah wadah atau jalan jodohnya, selepas itu adalah perjuangan Reza yang berani memutuskan untuk meng-khitbah Wardah maulina di depan orang tuanya.

Baca Juga :  Bekerja Malam Hari! Tidak Buruk Juga Kok

Jadi kalau kalian memang sudah cocok dengan seseorang di media sosial, situs atau aplikasi jodoh, jangan ragu untuk mengajaknya bertemu secara langsung.

Ingat, tujuan adanya layanan cari jodoh online itu untuk mempertemukan dua insan di kehidupan nyata, bukan malah semakin membuat kalian malas untuk bertemu orang lain yang berpeluang jadi jodoh kalian nantinya.

Mencari Jodoh Yang Baik Secara Online

Abaikan headline ini, sebab ini hanya keyword turunan yang sengaja saya buat biar lebih mengena dengan kata kunci utamanya, hehehe

Pernah saya singgung beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih calon pasangan melalui media sosial dalam artikel di blog ini. yang paling penting adalah tentang sikap kita dalam menjaga tali silaturokhim yang sudah terbina dan jangan terlalu kecewa dengan sebuah pertemuan.

Namun ada loh media online yang menjembatani antara ikhwan dan akhwat untuk saling taarufan. Salah satunya kelas jodoh yang di dukung langsung oleh Setia Furqon Kholid sebagai Founder dari kelas jodoh ini.

Kelas jodoh ini memang dikhususkan bagi para muslim yang sedang cari jodoh. Namun kelas jodoh ini bukan seperti biro jodoh, melainkan ada beberapa materi, sharing motivasi serta tanya jawab seputar jodoh dan memantaskan diri yang langsung dijawab oleh setia forqon sendiri.

Dari testimoni yang saya baca di fanspagenya, banyak kok yang berhasil menikah setelah taarufan melalui media ini. Bagi yang masih single, kelas jodoh ini merupakan wadah yang patut dicoba loh untuk mencari jodoh online muslim dan muslimah.

Oh iya, artikel ini bukan endorse loh, hanya ingin berbagi cerita dan unek-unek di dada. Mungkin karena saya mulai terbawa kisahnya Natta dan Wardah, atau entahlah, yang penting saya sedang bahagia dan semoga kalian juga menemukan bahagia kalian sendiri.

[AI]

Advertisements
Share This :

12 Replies to “Cari Jodoh Online? Perlukah?”

  1. Hiya hiya,jadi baiknya gimana nih mas? haha

    Makin suka lah aku cara nulisnya bang Ir skrg, makin asik.

    1. udah gak ngebully lagi yah, wkwkwkw

    2. ga yakiiin, kyknya bakal ada sebulan sekali atau setelah 99 purnama balik lg haha

    3. Hahahaha..
      Doakan itu tidak terjadi lagi

  2. kok aku ga tahu dua orang itu yaa. hahaha. kudet

    1. Padahal dua orang ini sempat viral dan di undang oleh beberapa stasiun televisi loh,

    2. kan aku ga liat tivi anaknya. jdi emang kudet kayaknyaa 😂

  3. Kalau ketemu di blog gimana mas? Blog = medsos gak ? 🤔🤔

    1. Anggap aja gitu, aku kan nyebut blog sebagai medsos juga..

  4. ku kudet huuu

  5. Wah.. Bisa jadi referensi cari jodoh nih mas. Hehe.

  6. Bah… ada juga yah jodoh online ini..
    meskipun gitu, sepertinya akan sulit juga menemukan yang pas untuk kita

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.