Pentingnya Edit Photo Untuk Mengoptimalkan Image Pada Setiap Artikel

Pentingnya Mengoptimalkan Gambar Pada Setiap Artikel

Pentingkah menambahkan photo atau edit photo sebelum artikel kita publish?

Jangan mentang-mentang menulis artikel di blog, lantas semua kontennya harus full dengan “kata-kata” tanpa perlu menyertakan gambar. Entah karena alasan malas cari gambar atau memang agar blog terlihat bersih.

Percayalah, artikel tanpa gambar itu membosankan. Seperti aku liburan tanpamu, membosankan, hehehe.

Lihat saja web besar semacam Hipwee, tidak hanya satu gambar, bahkan dalam satu artikel terdapat beberapa gambar.  Tujuannya sih agar artikel terlihat lebih menarik dengan adanya gambar yang relate dengan konten artikelnya.

Selain itu, gambar itu seperti pemisah dan jeda bagi si pembaca. Bayangkan jika anda sebagai pembaca, menemukan artikel blog yang panjangnya 5000 kata, tanpa ada satu gambarpun dalam artikel tersebut.

Bagaimana perasaan Anda saat membaca artikel tersebut?

Kalau saya sendiri sedikit malas membacanya.

Saya sering kok, membaca artikel sepanjang itu untuk mencari informasi atau sekedar tertarik membaca sebuah opini.

Namun menurut saya, gambar itu tidak hanya sebagai penghias dan pemanis sebuah artikel saja. Melainkan ada beberapa hal yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, namun sangat mudah dijelaskan jika menggunakan sebuah gambar.

Coba deh kunjungi web Tirto.id, meskipun artikelnya panjang-panjang, namun kita tidak akan bosan dengan pembahasannya kok.

Selain tata bahasanya yang keren dan mudah dipahami, Tirto.id juga menyajikan kontennya sangat menarik dan informatif, terutama perihal fakta-fakta yang dijelaskan menggunakan gambar infografis.

Manfaat Image/Foto Dan Dampak Negatif Bagi Konten

“Gambar yang menarik, akan meningkatkan rasa penasaran yang melihat”.

Setidaknya seperti itulah alasan kenapa gambar display produk online shop itu harus menarik. Karena hal pertama yang dilihat oleh seorang pembeli adalah gambar produknya. Setelah itu barulah cek harga serta deskripsi dan ulasan lainnya.

Sama halnya dengan blog, selain judul yang menarik, gambar yang bagus juga salah satu penyebab orang mau berkunjung di blog kita.

Selain itu, dengan adanya image, blog kita juga lebih mudah ditemukan oleh hasil penelusuran. Seperti blog saya yang menduduki page pertama dengan konten “rahkeid dragneel”  pada tab “gambar”.

Kalau tidak percaya, cek sendiri deh, hehehehe

Melihat lebih jauh, ternyata manfaat gambar dalam artikel juga meningkatkan tingkat shareable konten.

Baca Juga :  Tips Agar Blog Baru di Wordpress Cepat Dikenal Oleh Pengunjung Dan Juga Cepat Terindex Oleh Google

Seperti riset yang dilakukan oleh Panduanim.com, yang mengatakan bahwa dengan adanya image pada sebuah konten, jumlah share ke FB dan Twitter menjadi meningkat.

Selain itu, dengan adanya image, tingkat bacaan juga jadi lebih jauh (pembaca lebih lama dalam membaca) dan user-friendly.

Namun dibalik manfaat image pada konten, juga terdapat dampak negatif jika kita terlalu banyak menggunakan image secara berlebihan. Salah satunya itu perihal beratnya loading blog saat diakses.

Semakin banyak image yang ditampilkan dalam suatu konten, semakin tambah pula loading time untuk memuat image tersebut.

Sebagai pemilik blog yang bijak, kita harus memposisikan diri sebagai pembaca juga. Tentu akan menjengkelkan jika kita membaca suatu blog yang lama banget memuat halamannya. Apalagi kecepatan koneksi jaringan di Indonesia juga tidak merata.

Tips Mengoptimalkan Size Image/Photo Untuk Artikel Blog

Dari memahami manfaat dan dampak buruk image pada suatu konten, kita harus lebih bijak lagi dalam memilih dan memasang image pada setiap konten.  Mempertimbangkan jumlah image yang akan ditampilkan di sebuah konten juga perlu diperhatikan.

Jika memang butuh 2 image, tak perlulah kita menambahkan beberapa image lagi. Kecuali jika artikel kita tentang tutorial, memang semakin banyak gambar akan mempermudah pembaca dalam memahami konten yang dibahas.

Mengoptimalkan image pada dasarnya adalah usaha untuk memperkecil ukuran image agar mudah diload. Selain itu, dengan ukuran image yang kecil, juga menghemat ruang penyimpanan di hosting juga.

Banyak cara yang bisa dilakukan agar mendapat ukuran image yang kecil, yakni dengan me-resize pixelnya, menurunkan warna kontrasnya, menurunkan kualitas gambarnya ataupun mengkompresi image biar lebih kecil ukurannya.

Berikut beberapa software yang saya gunakan untuk mendapatkan image yang lebih kecil :

Resize dan Kompresi Image Menggunakan Microsoft Office Picture Manager

Cara ini yang paling sering saya gunakan untuk memperkecil ukuran file image. Selain caranya cukup mudah, Software bawaan Microsoft office ini cukup ringan saat dijalankan, bahkan untuk netbook jadul saya.

Cara pakainya cukup mudah, kita download sebuah gambar dari situs penyedia gambar gratis (non-Copyright) seperti pixabay, pexels, dan lain sebagainya. Kemudian file image tersebut kita open with menggunakan “Microsoft Office Picture manager”.

Untuk resize atau kompres image, kalian sorot menu bar “Picture”.  Kalian bisa rubah sesuai ukuran yang kalian inginkan. Atau kalau tidak mau ribet, kalian cukup mengunakan fasilitas kompres saja. Setelah itu save imagenya.

Lihat berapa ukuran image setelah di resize? Kalau saya pribadi, menstandarkan ukuran image di blog saya sebesar 20kb hingga 40kb per image.

Baca Juga :  Dipaksa Pakai Editor Gutenberg! Pilih Editor Klasik Atau Editor Gutenberg?

Edit Photo Menggunakan Adobe Photoshop Atau Illustrator

Selain resize dan kompres image, terkadang saya sering edit image menggunakan software Adobe, entah itu Adobe Photoshop maupun Adobe Illustrator.

Biasanya, image yang saya edit menggunakan software ini karena memiliki alasan. Kalau tidak untuk gambar infografis yah untuk gambar buat lomba blog, hahahaha.

Namun software Adobe ini sangat bagus kok untuk resize ukuran image, bahkan kualitas imagenya masih bagus. Berbeda dengan resize menggunakan office picture manager tadi yang memang mengubah pixel dan kualitas gambarnya agar ukuran file imagenya jadi kecil.

Coba lihat contoh image dibawah ini :

Ini gambar hasil download di pixabay.com dengan ukuran file 133kb, dimensions 960×640 pixel, bandingkan dengan gambar dibawah ini

Dengan ukuran file 24kb dan dimensions yang sama, kualitas gambarnya masih cukup bagus, bukan? Padahal ukurannya file imagenya berkurang hingga 600% dari size image aslinya.

Untuk mendapatkan size image diperkecil tanpa mengurangi dimensionnya, caranya cukup mudah kok, yang penting mempunyai software Adobe di komputer.

Saya biasanya memakai Adobe Illustrator, saya tidak begitu pandai mengoperasikan Adobe Photoshop. Padahal harusnya kalau editing image memang di Photoshop, sedangkan untuk vector, baru mengunakan Illustrator. Tapi keduanya sama kok kalau hanya untuk mengecilkan ukuran image.

Pertama-tama buka software Adobe Photoshop atau Illustrator. Buka image tersebut dengan menggunakan file open. Edit photo dengan menambahkan tulisan atau hal semacamnya. Namun poin pentingnya adalah disaat hendak menyimpan image.

Pilih File => Save for Web & Device, sorot pada menu sebelah kanan pada pengaturan Quality. Ubah angka yang defaultnya 70 menjadi angka 10 atau 20.

Hasilnya, File image dengan ukuran asli 133kb, berubah menjadi 24kb.

Nah begitulah pentingnya mengoptimalkan image serta tips meresize image biar loading blog tetap stabil namun konten tetap terlihat menarik.

Kalau kalian? Ada cara tersendiri tidak, untuk mengoptimalkan image di blog kalian? Boleh banget di share biar sama-sama belajar.

[AI]

Advertisements
Share This :

4 Replies to “Pentingnya Edit Photo Untuk Mengoptimalkan Image Pada Setiap Artikel”

  1. Resize foto dari hape bisa nggak pak?

    1. nah, itu yang belum pernah aku coba, maklum HP jadul

    2. Oh, kalo sudah nemu diposting ya. Hehe. Soalnya lebih sering posting pakai hape sih. 😁 makasih

  2. Ya. Setuju. Foto emang penting.

Tinggalkan Balasan ke Gadung Giri Batalkan balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.