Perbedaan Plester Pelindung Kaki Terbaik dan Biasa

plester-pelindung-kaki

Setelah sekian lama tidak pernah merumput (main sepak bola) di lapangan, tubuh saya kian melebar. Berat saya mulai naik hingga 74 kg, sangat jauh berbeda disaat saya masih single dulu, yang mentok diangka 54-56 kg saja. Karena hal tersebut, saya mengusahakan untuk olahraga sebisanya setiap pagi, entah itu lari-lari kecil atau lompat tali.

Sering sekali teman-teman saya mengajak untuk bermain futsal lagi saat weekend, namun berkali-kali juga saya menolak tawaran mereka dengan alasan lagi liburan atau semacamnya. Padahal mah saya lagi kerja sampingan tuh, hehehe.

Namun minggu kemarin saya memutuskan untuk mengiyakan ajakan futsal tersebut. Saya juga membeli sepasang sepatu futsal baru karena sepatu yang lama entah hilang kemana.

Baru bermain beberapa menit, nafas saya sudah terengah-engah, seperti ada beban berat di atas punggung saya. Berlaripun seperti mau jatuh kalau terlalu memaksa untuk berlari. Dan yang paling mengesalkan adalah lecet di kaki.

Cidera pada kaki akibat pemakaian sepatu baru atau sepatu yang tidak tepat menjadi salah satu penyebab kaki lecet. Jika kaki lecet dibiarkan, tentunya akan membuat kaki terasa lebih sakit, terutama ketika digunakan untuk berjalan maupun berlari.

Mengingat hal ini sering kali terjadi dan dirasakan banyak orang, terutama orang tersebut sering menggunakan sepatu untuk bekerja atau rutinitas sehari-hari. Maka muncullah produsen Hansaplast dalam menciptakan produk plaster untuk kaki dalam memberikan perlindungan kaki yang lecet.

Selain plester tangan, di pasaran sudah banyak dijumpai plester kaki yang dapat dijadikan sebagai petolongan pertama untuk kaki lecet. Bentuk plester kaki mirip dengan plester luka pada umumnya, hanya saja plester kaki digunakan pada bagian kaki (ya iya lah Bang, namanya juga plester kaki).

Baca Juga :  4 Keuntungan Belajar Bahasa Inggris di Tempat Kursus Dibandingkan Belajar Otodidak

Di pasaran ada banyak brand plester yang bermunculan. Untuk menemukan plester yang berkualitas, kalian harus tau perbedaaanya antara plester berkualitas dengan plester yang biasa. Berikut saya ulas letak perbedaannya:

1. Dilihat Dari Tingkat kenyamanan

Pernah tidak saat kaki atau lutut sakit, kemudian kita diberi plester namun bukannya kaki kita bergeraknya lebih nyaman, justru terasa mengganjal dan kaku saat dibuat bergerak?

Kalau pernah, mungkin kalian memakai plester yang baiasa.

Plester berkualitas memiliki bahan yang elastis, sehingga memberikan kenyamanan pada kaki. Meskipun Kita banyak gerak, plester tidak akan mengelupas dan mengurangi rasa nyaman saat bergerak.

Sedangkan plester tidak berkualitas biasa cenderung mudah mengelupas ketika kaki banyak bergerak. Hal ini mengurangi kenyamanan bagi pemakaiannya.

2. Dilihat Dari Bahan Baku

Pernah tidak disaat luka yang sudah ditutupi plester, tiba-tiba terkena air, entah itu air hujan maupun cipratan air saat ke kamar mandi. Setelah beberapa saat, plester malah basah dan membuat aroma yang tidak sedap, terlebih luka juga makin memburuk.

Jika itu terjadi, berarti plester yang kalian gunakan itu plester dengan bahan yang tidak berkualitas.

Sebab kalau dengan plester dengan bahan yang berkualitas itu menggunakan bahan yang waterproof (tahan air). Sehingga meskipun kalian melakukan aktifitas yang berhubungan dengan air, tetap aman dan tidak perlu khawatir air merembes ke kulit yang lecet.

Jika kalian menggunakan plester yang tidak dilengkapi dengan bahan waterproof, maka air akan lebih mudah masuk atau merembes ke plester yang bisa menyebabkan bau tidak sedap bahkan iritasi pada luka.

3. Dilihat Dari Warna

Jenis plester kaki yang berkualitas memiliki pilihan warna yang sama dengan kulit, sehingga ketika digunakan tidak akan terlihat. Sedangkan untuk jenis plester kaki biasa memiliki warna yang beragam, sehingga Anda sendiri yang harus berinisiatif untuk memilih plester yang sama dengan warna kaki.

Baca Juga :  Laptop Gaming Acer Murah dengan Performa Mewah

Nah begitulah tips untuk mengetahui perbedaan antara plester yang berkualitas dengan plester biasa.

Kalau harganya?

Berbicara soal harga, tentunya plester kaki tidak begitu mahal. Ayo coba tebak, seberapa mahal sih plester kaki menurut kalian? Baik itu harga plester yang berkualitas maupun tidak, saya rasa harganya tidak akan menguras dompet sama sekali kok.

Selain itu untuk mendapatkannya pun juga sangatlah mudah, karena kalian dapat menjumpainya di beberapa warung terdekat atau di took-toko. Karena bentuk dan ukurannya yang kecil, maka kalian dapat membawanya kemana-mana dan men-stok plester kaki untuk digunakan sebagai pertolongan pertama saat di jalan.

Untuk informasi yang lebih lanjut, kalian bisa mengetahuinya melalui link berikut https://www.id.hansaplast.co.id/tentang-hansaplast/local/id/lecet-di-kaki-tak-perlu-khawatir-lagi.

Advertisements
Share This :

One Reply to “Perbedaan Plester Pelindung Kaki Terbaik dan Biasa”

  1. Plester, benda yang hampir selalu ada dalam tas kecantikan wanita! (Apalagi mereka yang suka menggunakan high heels.

    Membaca postingan ini, saya jadi ingat beberapa waktu yang lalu sempat membaca sebuah tread di Twitter. Isi tulisan mengenai warna plester yang sesuai warna kulit pemakai. Saya tidak menyangka kalau warna plester itu bisa begitu berarti bagi banyak orang. Saya di Rumah sakit, sampai saat ini masih menggunakan satu jenis warna plester (universal color) untuk merekatkan kasa penutup luka. Tidak bisa dibayangkan kalau kelak kami harus menggunakan plester dengan warna yang berbeda-beda dan disesuaikan dengan warna kulit masing-masing pengguna.

    Terima kasih postingannya, Kak.

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.