Istri Marah Dan Ngambek? Senyumin Saja

Sebelumnya, saya sebagai author satu-satunya di blog Penadiri mengucapkan minal aidzin wal faidzin. Kiranya ada salah-salah kata dan penulisan yang berpotensi menyinggung para reader, saya selaku penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya.

Sudah hampir 3 minggu tidak ada pembaruan konten untuk blog ini, bukan karena saya sedang ada masalah dengan istri (karena judul artikel kali ini tentang hal tersebut), namun memang saya sendiri yang masih belum bisa konsisten untuk selalu update konten di blog. Maafkan.

Untuk kali ini temanya tentang istri marah atau ngambek. Sebelumnya pernah sih, saya membuat artikel serupa dengan judul “Yuk Pahami Marahnya Wanita, Biar Bisa Bahagia Bersama”. Isinya tentang ciri-ciri wanita saat marah dan juga solusi untuk meredam kemarahan seorang wanita.

Namun kali ini, saya ingin share tentang bagaimana meredam kemarahan wanita terutama pada istri kita yang sedang marah hanya dengan modal “SENYUMAN”.

 What?

Mungkin ini sedikit gila dan kurang kerjaan banget, bahkan bisa jadi kemarahannya malah jadi semakin parah.  

Karena, ketika ada seseorang yang sedang marah, kemudian kita senyumin, ini bisa jadi semacam :

  • Kita sedang menertawakan dia
  • Kita sedang bahagia ketika ada seseorang terluka karena perbuatan kita
  • Kita masa bodoh atas terlukanya hati seseorang karena perbuatan kita

Mungkin 3 hal tersebut akan dicap oleh seseorang yang sedang marah kepada kita, namun  bisa jadi tidak?

Mengatasi Masalah Tanpa Masalah

Source image by Jawapos.com

Dulu, saya sering menggunakan cara lama seperti tetap mengajak bicara, meminta maaf, beri hadiah ataupun merayu istri ketika dia sedang marah.

Marahnya sih mereda, namun karena saking asiknya merayu, saya jadi keceplosan untuk berjanji dan memberikan sesuatu yang dia mau agar marahnya cepat mereda.

Efeknya, ketika saya lupa akan janji yang pernah saya ucapkan atau tidak bisa memenuhi apa yang dia inginkan, maka masalah yang lama akan timbul kembali dan menjadi lebih besar.

Kita pasti sudah tau bahwa wanita itu makhluk pengingat yang luar biasa, bukan? Karena hal tersebut, noda kecil di masa lalu akan dia rekam dan di-repeat kembali bersama dengan noda-noda kecil lainnya di waktu yang sangat tepat.

Kapan itu?

Di waktu dia sedang marah dan menguatkan dominasinya untuk menjatuhkan dan menenggelamkan kita dengan history kesalahan masa lalu yang mungkin sudah kita lupakan. Dengan begitu, kita (pria) akan mati kutu dan tidak bisa menjawab selain meminta maaf padanya akan semua kesalahan kita. Hahahaha

Namun beberapa kali (4 kali) saya mencoba dengan modal “Senyuman”, hasilnya luar biasa. Istri tidak hanya mereda amarahnya, juga dia malah bahagia dan melupakan kesalah pahamannya.

Baca Juga :  Sebuah Aturan Kehidupan

Memang bukan masalah yang besar, hanya masalah kepekaan istri yang sangat sensitif, sedangkan saya sendiri kepekaannya luar biasa kurang, hehehehe.

Caranya bagaimana?

Untuk metode penerapannya, memang bukan asal senyum dan tertawa saat melihat istri marah atau menangis karena perbuatan kita. melainkan ada filosofinya.

Eaaaaah, pakai filosofi segala bang?

Emangnya hanya kopi yang harus ada filosofinya, senyuman juga ada dong. Berikut filosofinya :

Hadapilah Api Dengan Air

Tidak semata-mata ketika wanita atau istri marah dan menangis harus kita senyumin begitu saja, namun kita pahami dulu bahwa senyuman untuk yang satu ini bukan berarti sedang tertawa atau bahagia di atas penderitaan orang lain.

Untuk menghadapi kemarahan, tidak akan selesai jika kita menghadapinya dengan kemarahan pula. Ataupun dengan berusaha meminta maaf namun masih menganjal rasa kecewa dan marah dalam dada.

Senyuman di sini adalah bentuk penerimaan diri sendiri. Yang mana kita membebaskan amarah diri sendiri terlebih dahulu agar bisa menentramkan hati orang lain.

Bagaimana kita bisa memadamkan api kalau kita sendiri dalam keadaan membara?

Maka dari itu, jadilah air yang bisa menetralisir api yang ada di dalam hati istri. Cara termudah untuk itu adalah dengan senyum.

Ketika kita sudah membebaskan diri dari amarah dan kesal (karena tidak tahu letak kesalahan yang membuat istri marah), barulah kita dekati istri dan ajak dia bicara dengan perasaan yang tenang.

Semua Kejadian Adalah Bentuk Dari Skenario-Nya

Source image by Pixabay.com

Percayalah bahwa setiap kejadian adalah bentuk dari skenario terhebat dari-Nya. Entah itu kita sedang bahagia, beruntung, kecewa maupun sedih, semua itu hanyalah sebagian dari alur yang sudah dikehendaki-Nya.

Bagaimana kalau seandainya disaat “istri marah dan menangis” adalah bentuk dari skenario dari Tuhan untuk menaikkan level karakter di kehidupan kita?

Dengan memahami bahwa kemarahan istri adalah bentuk campur tangan Tuhan untuk menaikkan derajat kita dalam berkeluarga, apakah pantas kita marah dan kecewa dengan skenario-Nya?

Kalau kata pembimbing saya :

Selain ketakwaan, yang jadi pembeda antara manusia satu dengan yang lainnya di sisi Tuhan-Nya adalah bagaimana kita menyikapi dan menjalani setiap kejadian dalam hidup”.

Berbahagia telah diberi ujian dalam hidup adalah salah satu cara unik mensyukuri nikmat Tuhan yang sangat jarang sekali disyukuri oleh kebanyakan orang.

Jadi, ketika istri marah dan menangis, tarik nafas dalam-dalam, kemudian tersenyumlah. Katakan pada diri kita bahwa semua ini tak lain dari skenario Tuhan yang sayang sekali pada kita .

Kapan Lagi Kita Bisa Bersyukur

Pernah tidak? merasakan bahwa segala keribetan dalam rumah tangga adalah hal yang harus ada disetiap orang yang berumah tangga?

Baca Juga :  Sudah Melakukan Yang Terbaik Belum?

Karena menurut pengalaman saya, berkali-kali ada masalah dalam keluarga, saya belajar dari masalah tersebut. Saya menemukan banyak hal baru yang bisa saya petik agar saya bisa berbahagia bersamanya.

Berumah tangga itu bisa jadi semacam game. Yang mana kita harus naik level agar bisa mengalahkan musuh-musuh kuat di adegan selanjutnya. Kita perlu upgade diri, mulai dari senjata, pertahan diri dan semacamnya untuk tetap bisa bertahan dalam permainan ini.

Sama halnya dengan berkeluarga, jika masalah yang ada adalah misi yang harus kita selesaikan untuk bisa naik ke misi yang lebih tinggi. Dan setiap permasalahan yang terselesaikan berarti level karakter kita akan naik dengan sendirinya.

Terus nikmat mana lagi yang kita dustakan?

Ngambeknya istri dan marahnya istri adalah bentuk kasih sayang Tuhan kepada kita, agar kita bisa menghadapi dan  menyelesaikan permasalahan yang ada dan menjadikan diri kita naik level dalam berkeluarga.

Maka dari itu, permasalahan dalam keluarga menyangkut marahnya istri, itu juga harus kita syukuri juga, kan?

Bahagia Itu Menular

Source image by Stocksnap.io

Mungkin ketiga filosofi di atas memang sedikit susah untuk dicerna oleh logika, namun untuk yang satu ini, lebih masuk akal untuk pikiran kita-kita, bahwa “perasaan bahagia itu menular”. Sama halnya dengan perasaan suntuk, marah dan sedih yang juga akan berimbas pada sekitarnya.

Ketika kita melihat istri marah atau ngambek hingga menangis, perasaan yang mungkin akan timbul dalam diri kita adalah rasa kasihan, kecewa kadang juga marah. Disitulah kita harus melawan dengan menjadikan hati kita bahagia biar bisa menyinari keredupan hati pasangan kita.

Ternyata setelah dituliskan justru lebih tidak masuk akal yah, wkwkwkw.

Intinya, saya berharap bahwa dengan senyuman (hati yang berbahagia) saat meredakan marahnya istri, perasaan istri juga akan tertular oleh kebahagiaan dalam hati saya.

Aneh yah?

Namun nyatanya, sering saya menggodanya dengan senyum-senyum sendiri saat dia marah, dia justru tertawa melihat saya. Dia jauh lebih terbuka dan menceritakan keluh kesahnya hingga amarahnya mereda.

Saya menyebutnya “The Power Of Smile” hihihihihi

Ok, Saya tahu semua yang saya tuliskan di atas bukanlah sebuah pedoman yang harus disamaratakan dalam menghadapi permasalahan dalam rumah tangga masing-masing.

Karena seperti yang kita tau bahwa kehidupan rumah tangga itu semacam hutan rimba, tak ada kompas yang bisa membantu kita dalam menjalaninya setiap detiknya. Namun kita bisa membuka dan membuat peta sendiri saat menjalaninya agar tidak mudah tersesat dengan jalan yang pernah kita lewati sebelumnya.

Caranya membuat peta? Yah dengan menjalaninya. Jadi kalau yang belum nikah, maka nikahlah terlebih dahulu, baru kalian akan tahu bagaimana membuat cerita dan peta dalam berkeluarga hehehehe.

Menjadi Bahagia Dan Melampauinya

[AI]

Advertisements
Share This :

5 Replies to “Istri Marah Dan Ngambek? Senyumin Saja”

  1. Wah, the power of senyum. Gampang-gampang susyah 🙂
    maaf lahir batin juga ya, mas Nur. Aku juga baru kambek ngeblog. hehe

  2. …..ku nyiak isi blog nya …salam

  3. Istri marah dan ngambek? Kasih duit 2 juta sambil senyum 🙂

  4. Kalau cuma diam aja kurang ngaruh ya??

    1. biasanya sih, istri malah tambah kesel kalau di diamkan..
      mereka kan pengennya di perhatikan, namun saat kita coba memperhatikan, mereka tetep jual mahal dg keegoisan marahnya itu, hahahaha
      kadang disitu asiknya berkeluarga mas

Tinggalkan Balasan ke AWP Batalkan balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.