Tidak Selalu Buruk! Berikut Sisi Baik Pertanyaan “Kapan Nikah” Bagi Para Single

Tidak terasa bentar lagi tahun baru 2020. Tahun baru identik dengan liburan panjang yang bisa dihabiskan dengan kumpul keluarga besar di desa.

Meskipun terlihat menyenangkan, terkadang pertemuan keluarga juga bisa menjadi sebuah hal yang tak menyenangkan. Apalagi jika kalian memiliki usia yang matang namun belum mempunyai pasangan.

Bukan masalah kecemburuan atau minder karena belum punya pasangan sih yang bikin sesak. Melainkan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh sanak keluarga perihal “Kapan Nikah?”.

Dan tidak kalah mengesalkan lagi jika orang tua yang kita sayangi juga ikut-ikutan melontarkan pertanyaan yang sama.

Pernah merasa seperti itu?

Untung saja saya sudah nikah, jadi saya tak perlu mencemaskan hal yang begituan saat berkumpul dengan keluarga besar. Bahkan saya sendiri saat masih jomblo juga tidak menerima pertanyaan “kapan nikah” dari sanak saudara yang sudah nikah duluan. Mungkin karena mereka menghormati saya sebagai anak tertua kedua di keluarga besar saya.

Namun setelah saya pikir lagi, pentingkah merasa kesal dan marah pada sindiran “Kapan Nikah”?

Saya rasa tidak!

Secara psykologis, pertanyan kapan nikah yang dilontarkan kepada anak muda yang cenderung kematangan, memang berpotensi bisa menimbulkan dampak negatif. Namun selama kita bisa menyikapi dengan bijak, seharusnya pertanyaan semacam itu tidak akan menjadi beban dalam hidup kita. Apalagi jika yang melakukan adalah saudara maupun dari pihak orang tua kita.

Kenapa demikian?

Percayalah bahwa keluarga menginginkan hal yang baik untuk kita.

Tak mungkin dong? keluarga menjerumuskan kita ke jalur keburukan. Jika kalian berpikir seperti itu, mungkin sudah waktunya kalian berhenti menonton sinetron Indonesia yang menyesatkan, hahahaha.

Biar lebih gamblang, biar saya jelaskan sisi baik dari pertanyaan-pertanyan “Kapan Nikah?” yang dilontarkan kepada kalian.

Pertanyaan Kapan Nikah Bisa Menjadi Pengingat Diri

Pertanyaan kapan nikah
Source image by kompasiana.com

Tau tidak kenapa keluarga terus-terusan melontarkan pertanyaan kapan nikah kepada kalian?

Jangan berprasangka buruk dulu, percaya saja bahwa keluarga kita menginginkan hal baik untuk hidup kita.

Dengan adanya pertanyaan seperti itu, setidaknya kita harus berfikir bahwa alasan seperti itu masuk akal. Keluarga menginginkan kita agar cepat menikah mengingat usia kita bisa dibilang usia matang.

Kita sudah bekerja dan bisa mandiri soal urusan mencari makan. Bukankah itu sudah cukup pantas untuk mengemban tanggung jawab anak gadis orang. Namun jika kalian wanita, anggap saja usia kalian adalah usia yang pantas untuk mengarungi bahtera rumah tangga.

Baca Juga :  Apa Yang Membuatku Memutuskan Menikah Denganmu

Pertanyaan kapan nikah itu bisa menjadi pengingat diri sendiri bahwa usia kita sudah cukup matang untuk naik ke level berikutnya.

Jikalau memang belum siap lahir batin, santai aja dengan pertanyaan semacam itu. Tak usah kalian pusingkan, toh memang sudah sepantasnya keluarga memikirkan masa depan kita, bukan?

Anggap Saja Pertanyaan Kapan Nikah Sebagai Doa

Sejak zaman dinosaurus, hukum alam akan selalu seperti ini “Yang kuat akan memangsa yang lemah”. Jadi jangan berkecil hati jika lontaran pertanyaan kapan nikah akan selalu menghunus tajam ke arah kalian. Selama kelemahan (belum nikah) masih melekat pada diri kalian.

Mau berontak seperti apapun, memang sudah takdirnya kalian mendapati pertanyaan semacam itu. Jadi jangan menolaknya, terima saja. Percayalah bahwa yang pahit tidak selalu memuakkan, bisa jadi segala hal yang pahit menyembuhkan segala penyakit, hahaha.

Biar lebih tenang, anggap saja pertanyaan kapan nikah itu sebagai doa untuk kalian. Toh pada dasarnya keluarga yang melontarkan pertanyaan semacam itu, juga berharap agar suatu saat nanti kalian bisa menikah juga, bukan?

Jadi, buang jauh-jauh rasa kesal dan amarah kalian. Disetiap ada pertanyaan kapan nikah, ucapkanlah “InsyaAllah, doakan yah biar cepat nikah juga” sembari menghunuskan senyuman paling manis dan terikhlas yang pernah kalian lakukan.

Kadang Kita Butuh Sindiran Biar Lebih Termotivasi

Setiap orang tidak selalu butuh nasehat dari orang lain agar bisa menjadi lebih mengerti dan lebih dewasa. Ada sebagian orang yang memperoleh wawasan serta kedewasaan saat menjalani proses kehidupannya sendiri. Seperti setelah menjalani ujian dan cobaan dalam hidup misalnya.

Di samping itu, ada juga sebagian orang yang justru memiliki mental baja setelah mendapat sindiran yang dilontarkan kepadanya. Sindirian tersebut mereka makan dengan seksama dan menjadikan sebagai motivasi diri dalam mengarungi kehidupan.

Sama halnya dengan pertanyaan kapan nikah. Kita bisa menjadikan pertanyaan atau sindiran semacam itu sebagai pemicu motivasi diri agar lebih baik lagi. Yang awalnya kita menganggap sebagai doa, kemudian termotivasi untuk meng-aminkan dengan sebuah tindakan.

Tapi kan kita belum siap untuk menikah? Calon mempelainya aja masih buram?

Tak apa, Jodoh akan hadir disaat yang tepat kok. Jadi sabar saja, nanti waktunya akan tiba dengan sendirinya kok. Yang penting, kalian harus tau bahwa menikah itu tidak semenakutkan seperti yang kalian pikirkan.

Baca Juga :  Game Of Strategi

Menikah bukanlah suatu yang hanya menghubungkan keluarga satu dengan yang lainnya. Ataupun menikah adalah suatu cara yang sah untuk berkembang biak dan menelurkan garis keturunan kita (ini kata apan sih, wkwkwk). Namun menikah adalah cara terbaik untuk menaikkan taraf kehidupan ke level berikutnya.

Ada pertanyaan tentang level kehidupan? Hahahaha

Percaya atau tidak, kalian belum bisa disebut dewasa jika belum mencicipi kehidupan berumah tangga. Jika kalian tau arti dari “mencintai” saat pacaran, di level rumah tangga “mencintai” tidak seperti itu, kawan?

Pernikahan itu sangat komplek. Dari tingkat masalahnya, keribetan tanggung jawabnya, keegoisan serta  kecemburuannya, bahkan masalah sepele yang terjadi bisa menjadi hal yang besar jika kita salah menyikapinya.

Namun jangan berkecil hati dulu, pernikahan juga memiliki nilai bahagia yang luar biasa kok. Jika kalian merasa pacaran bisa membahagiakan diri kalian dalam waktu itu, menikah justru bisa menjadikan rasa bahagia kalian itu berkali-kali lipat. Dan yang paling penting adalah halal di mata Tuhan.

Nah kan, menyenangkan bukan?

Siapa Tahu Dengan Pertanyaan Kapan Nikah, Kita Mendapat Jalan Menuju Jodoh Kita

Setelah menganggap pertanyaan kapan nikah sebagai doa, kemudian kita ikhlas menerima sindiran dari pertanyaan seperti itu. Siapa tahu kita justru menemukan jalan jodoh kita.

Yang awalnya disindir-sindir, kemudian yang menyindir merasa kasihan. Setelah itu kita dikenalkan oleh salah satu teman dari si penyindiri. Eh tidak tahunya malah jodohnya di situ, Nah kan….!

Tak selamanya pertanyaan “kapan nikah?” itu buruk bagi psikologis kita. Bahkan hal tersebut bisa membuat mental kita sekuat berlian (baja mah kalah).

Ambil sisi baik dari diri kita, bahwa tidak semua hal yang dianggap sebagian generasi muda jomblo sebagai hal yang buruk, akan berujung dengan keburukan pula. Karena kita perlu mengenal keburukan agar tau apa itu “baik”.

Dengan gempuran pertanyan “kapan nikah?” yang dilontarkan kepada kita, jadikan semua itu sebuah pembelajaran bahwa tak selamanya yang lemah selalu terjajah. Kita bisa tunjukkan kepada mereka sisi baik diri kita dengan menyikapi hal tersebut dengan bahagia.

Yah, yang paling penting adalah bahagia.

#Menuju bahagia dan melampauinya

[AI]

Advertisements
Share This :

6 Replies to “Tidak Selalu Buruk! Berikut Sisi Baik Pertanyaan “Kapan Nikah” Bagi Para Single”

  1. Hmmm nah kan masih bahas soal nikah. Untung sekarang aku dah bisa jawab pertanyaan itu mas 😌

    1. Cie, yang bentar lagi mau laku #eh hahaha
      kan topiknya beda, gak bully lagi loh

  2. Jika saat ini saya masih jomblo dengan kematangan usia wajib nikah, mungkin blog bapak menjadi literatur saya untuk mengendalikan kesensian setap ditanya “kapan nikah?” hahahahaha..

  3. Alhamdulillah, dari tahun kemarin udah nggak galau sama postinganmu mas nur 😂😂😂

    1. Apakah artikel sejahat itu, hahahaha
      Alhamdulillah, memang kalau sudah nikah itu aman dari bullian, wkwkwkw

  4. Terkadang memang terasa ga enak banget sih kalau ditanya hal-hal semacam ini apalagi untuk dijadikan bahan basa basi pembuka pembicaraan. tapi kalau dipikir2 ada sisi positifnya juga ya hahaha

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.